cover
Contact Name
Helmizar
Contact Email
teknosia@unib.ac.id
Phone
+6282177304581
Journal Mail Official
teknosia@unib.ac.id
Editorial Address
Jalan WR Supratman, Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, 38371, Sumetera, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
TEKNOSIA
Published by Universitas Bengkulu
A journal TEKNOSIA, Provides a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pure and interdisciplinary of sciences and engineering. Scientific articles dealing with sciences, technology and engineering fields of electric and electronics, mechanics, materials, structure, civil, informatics, computer, etc. are particularly welcomed. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Fundamental of Electrics; Fundamental of Electronics; Telecomunication; Mechatronics; Informatics Engineering; Software Engineering; System Engineering; Mechanical Engineering; Design; Manufacture; Energy and Conservation; Materials; Civil Engineering; Water and Resources Engineering; Transportation; Structure; Management; Bio-System Application.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021" : 6 Documents clear
Identifikasi Tingkat Kekukumuhan Kawasan Pemukiman Teratak Buluh Kabupaten Kampar Mashuri Mashuri
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleksitas kegiatan dan perekonomian di kawasan perkotaan menjadi daya tarik masyarakat untuk melakukan migrasi yang berdampak terhadap intensitas perkotaan. Perkembangan yang tidak terkendali pada suatu kawasan akan menyebabkan timbulnya dampak negatif terhadap tampilan kawasan perkotaan. Salah satu dampak negatif adalah munculnya kawasan pemukiman kumuh yang dapat menurunkan citra dan tidak layak huni. Kawasan Teratak Buluh adalah suatu kawasan berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru sehingga menjadi gerbang ibukota Provinsi Riau dan memiliki posisi startegis sebagai jalur lintas antar Provinsi Sumatera. Kelebihan tersebut tidak diikuti dengan penataan kawasan dengan baik, sehingga kawasan ini menjadi kawasan kumuh perkotaan dengan luas 15.7 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan dan tingkat kekumuhan kawasan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh seperti kondisi bangunan gedung, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengolahan air limbah, kondisi pengolahan persampahan, dan kondisi proteksi kebakaran. Hasil penelitian ini menghasilkan identifikasi tingkat kekumuhan kawasan Teratak Buluh pada kategori kumuh ringan. Prosentase tertinggi atau masalah utama kekumuhan pada kawasan ini adalah rendahnya aspek kondisi proteksi kebakaran dan kondisi pengelolaan persampahan.
PERBANDINGAN METODE PREFERENCE SELECTION INDEX (PSI) DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW) PADA PEMILIHAN MANDOR TERBAIK PADA PT AGRO MUKO Nurul Husna; Reno Supardi; Yupianti Yupianti
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.18574

Abstract

PT.Agro Muko is a Foreign Investment Company engaged in oil palm and rubber plantations. Administratively, PT. Agro Muko is located in several sub-districts, namely North Mukomuko District, South Mukomuko District, Lubuk Pinang District, Teras Terunjam District, Pondok Suguh District, V Koto District, Penarik District, Selagan Jaya District, Air Dikit District and Teramang Jaya District, Bengkulu Regency. north.For this reason, the author tries to build an application that compares the preference selection index (psi) method with the simple additive weight (saw) method on the selection of the best foreman using the Preference Selection Index (PSI) method using Visual Basic Net, in order to facilitate PT Agro muko in selecting best employee every year
PENGARUH PENGGUNAAN FUEL CATALISATOR PADA MESIN BENSIN 4 LANGKAH DENGAN SISTEM TRANSMISI MATIC BERTEKNOLOGI VARIABLE VALVE ACTUATION (VVA) Alfanda Ahmad Romandona
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19153

Abstract

Menurut data Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral konsumsi Bahan Bakar Minyak pada 2016 meningkat 2,76% menjadi 73,56 juta kiloliter dari tahun sebelumnya. Hal ini akan sangat berdampak pada lingkungan apabila penggunaan memiliki efesiensi yang rendah sehingga kualitas pembakaran menjadi tidak sempurna, salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembakaran dengan memperbaiki kualitas dan efesiensi bahan bakarnya dengan penggunaan alat fuel catalisator. Tujuan pengujian ini untuk mengetahui perbandingan daya, torsi dan emisi gas buang kadar HC, CO, O2 dan  dengan penggunaan fuel catalisator dan tanpa penggunaan fuel catalisator yang dilakukan pada sepeda motor 1 silinder berteknologi VVA bahan bakar RON 90. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan daya, torsi dan emisi gas buang, daya maksimal dan torsi maksimal yang dihasilkan tanpa penggunaan fuel catalisator  sebesar 9,9 Hp dan 16,06 N.m. Sedangkan daya dan torsi maksimal yang dihasilkan dengan penggunaan fuel catalisator sebesar 11,1 Hp dan 16,41 N.m. Penggunaan fuel catalisator terjadi penurunan emisi gas buang HC paling besar 66 Ppm, penurunan emisi gas buang kadar CO paling besar 0,16%,  penurunan emisi gas buang O2 paling besar 0,05% dan terjadi penigkatan emisi gas buang kadar CO2  sebesar 13,3 %.Kata Kunci: Fuel catalisator, Daya Torsi, Emisi gas buang 
Peningkatan Ketahanan Korosi Baja AISI 1010 Sebagai Komponen Mobil Listrik Rezky Agustio Efendy
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19180

Abstract

Baja AISI 1010 umum digunakan sebagai komponen mobil listrik tidak terhubung pada bodi mobil listrik, komponen ini sangat rentan mengalami korosi karena sering terpapar cuaca panas dan hujan terus menerus. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara elektroplating. Elektroplating adalah proses ion – ion logam pelindung (anoda) di atas logam lain (katoda) secara elektrolis yang bertujuan untuk membentuk permukaan dengan sifat atau dimensi yang berbeda dengan logam dasar. Jenis pengujian yang digunakan dalam menganalisis hasil elektroplating pada penelitian ini adalah pengujian adhesi lapisan. Laju korosi, dan lapisan lapisan. Tujuan dari pengujian ini yaitu untuk mengetahui daya rekat lapisan, ketahanan terhadap laju korosi, dan tingkat ketebalan lapisan. Variabel tegangan pada proes elektroplating menggunakan variasi tegangan 7,5 V, 8 V, dan 8,5 V. Hasil pengujian nilai adhesi tertinggi terjadi pada variasi tegangan 8,5 volt sebesar 27,21 MPa. Nilai laju korosi terendah terjadi pada variasi tegangan 8,5 volt sebesar 0,0049 mpy. Dan nilai yang digunakan bertambah tinggi terjadi variasi tegangan 8,5 volt yaitu sebesar 1,68 m Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi tegangan yang maka semakin tinggi nilai adhesi lapisan, dan ketebalan lapisan yang terbentuk. Semakin tinggi teknologi yang digunakan juga akan semakin rendah laju korosi yang terjadi. 0049 mpy. Dan nilai yang digunakan bertambah tinggi terjadi variasi tegangan 8,5 volt yaitu sebesar 1,68 m Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi tegangan yang maka semakin tinggi nilai adhesi lapisan, dan ketebalan lapisan yang terbentuk. Semakin tinggi teknologi yang digunakan juga akan semakin rendah laju korosi yang terjadi. 0049 mpy. Dan nilai yang digunakan bertambah tinggi terjadi variasi tegangan 8,5 volt yaitu sebesar 1,68 m Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi tegangan yang maka semakin tinggi nilai adhesi lapisan, dan ketebalan lapisan yang terbentuk. Semakin tinggi teknologi yang digunakan juga akan semakin rendah laju korosi yang terjadi.
PENENTUAN KONDISI OPTIMAL PELAPISAN TEMBAGA NIKEL PADA BAJA AISI 1015 Ariawan Ariawan
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19195

Abstract

Perkembangan dan kemajuaan ilmu material di dunia industri saat ini sedang berkembang dengan pesat. Baja AISI 1015 merupakan salah satu jenis logam yang sudah banyak digunakan sebagai bahan utama pada dunia otomotif permesinan. Salah satunya adalah velg sepeda motor. Namun masalah yang sering ditemui adalah keterbatasan dalam hal ketahanan korosi karena velg sepeda motor berhubungan langsung dengan lingkungan korosif yaitu air dan oksigen. Salah satu cara untuk meningkatkan korosi dari baja AISI 1015 dengan memeberikan pelapisan logam dasar dengan metode elektroplating. Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan menggunakan arus listrik sehingga terjadi pengendapan ion-ion logam pelindung. Pada penelitian ini akan menggunakan variasi tegangan 3 volt, 4 volt, dan 5 volt pada electroplating tembaga nikel. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh tegangan listrik terhadap laju korosi dan nilai kekerasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai laju korosi raw material 10,227 mpy, tegangan 3 volt sebesae 1,713 mpy, tegangan 3 volt sebesar 0,628 mpy dan tegangan 5 volt sebesar 0,662 mpy. Hasil terhadap nilai kekerasan yaitu pada tegangan 3 volt didapat rata-rata 147,188 VHN, tegangan   4 volt didapat rata-rata 155,522 VHN, dan tegangan 5 volt didapat rata-rata 159,4 VHN. Semaki tinggi tegangan akan menurunkan nilai laju korosi dan meningkatkan nilai kekerasan yang didapat.
PENENTUAN PARAMETER LAJU KOROSI LAPISAN NIKEL-KROM PADA RODA GIGI KENDARAAN BERMOTOR Iqbal Satria Nugraha
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19196

Abstract

Roda gigi sproket adalah bagian dari mesin yang berputar dan digunakan untuk menyalurkan tenaga (daya putaran dari mesin ke roda belakang) agar motor dapat bekerja dengan optimal. Secara umum, roda gigi sproket termasuk salah satu dari golongan baja karbon rendah dimana baja ini memiliki kombinasi sifat mekanik yang baik seperti: kekerasan, keuletan, dan ketangguhan yang baik. Namun jenis logam ini memiliki keterbatasan dalam hal ketahanan korosi dan keausan. Oleh karena itu salah satu upaya untuk memperbaiki performa kerja dari roda gigi sproket untuk meningkatkan ketahanan korosi dan keausan yaitu dengan elekroplating nikel-hardchrome. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter laju korosi lapisan nikel-hardchrome roda gigi sproket dengan variasi waktu pencelupan dan jarak anoda-katoda terhadap nilai laju korosi dan keausan pada material roda gigi yang berbahan baja ST41. Proses elekroplating nikel-hardchrome menggunakan variasi waktu pencelupan selama 25, 35, dan 45 menit dengan jarak anoda-katoda sejauh 2 dan 5 cm. Pengujian laju korosi menggunakan metode polarisasi potensiodinamik dengan standar uji ASTM G102 dan uji keausan menggunakan standar uji ASTM G99 dengan mesin Ogoshi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu pencelupan dan jarak anoda-katoda berpengaruh secara nyata terhadap laju korosi dan nilai keausan. Nilai laju korosi tertinggi didapat pada raw material sebesar 4,587925 mpy dan nilai keausannya yaitu 3,97568 x10-07 mm2/kg. Nilai laju korosi terendah terjadi pada variasi waktu pencelupan selama 35 menit dengan jarak anoda-katoda sejauh 2 cm yaitu sebesar 0,003576 mpy dan besar nilai keausannya yaitu 2,269212 x10-07 mm2/kg. Hal ini dikarenakan semakin lama waktu pencelupan dan semakin dekat jarak anoda-katoda yang digunakan dapat menurunkan nilai laju korosi dan keausan pada logam. Akan tetapi, pada waktu pencelupan 45 menit terjadi kejenuhan ion-ion yang menempel dan merusak ikatan yang mengakibatkan laju korosi meningkat kembali.

Page 1 of 1 | Total Record : 6