Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kebutuhan Masyarakat Miskin Pedesaan Dalam Penyediaan Infrastruktur Dasar di Provinsi Riau Studi Kasus di Kecamatan Kuantan Mudik) Mashuri Mashuri
Jurnal EL-RIYASAH Vol 12, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sultan Syarif Kasim State Islamic University, Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jel.v12i1.14090

Abstract

Masyarakat desa berubah sesuai dengan perubahan zaman. Program pembangunan pedesaan sebaiknya disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat miskin. Permasalahan penelitian ini adalah sudahkah program pembangunan pedesaan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa?. Tujuan penelitian ini adalah meneliti kebutuhan masyarakat miskin pedesaan dalam penyediaan infrastruktur dasar di Provinsi Riau. Kajian ini dijalankan di kecamatan Kuantan Mudik yang terdiri dari 6 desa yaitu Desa Luai, Desa Rantau Sialang, Desa Kasang, Desa Pebaun Hulu, Desa Saik dan Desa Pantai. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kebutuhan masyarakat miskin desa yang terdiri dari 15 item program pembangunan infrastruktur dasar dan melibatkan sebanyak 76 responden yang dipilih secara acak. Data dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif untuk mengetahui nilai rata-rata paling tinggi dan nilai rata-rata paling rendah dari seluruh item yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 item program pembangunan infrastruktur dasar termasuk dalam kategori paling tinggi adalah Ketersediaan jaringan teknologi informasi dan komunikasi (Hp dan internet) (mean=4,60), Menyediakan air layak minum (mean=4,57) dan Perbaikan jalan yang rusak dan berlubang (mean=4,56). Sedangkan penyediaan sarana transportasi darat (mean=3,89), sarana transportasi sungai (mean=3,69) dan Pembangunan dan Perbaikan Pasar Desa (3,93) adalah yang paling rendah dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan.
Partisipasi Masyarakat Pada Pemilihan Gubenur di Provinsi Riau Mashuri Mashuri
MENARA RIAU Vol 12, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.082 KB) | DOI: 10.24014/menara.v12i2.417

Abstract

Demokrasi merupakan sarana guna terciptanya partisipasi politik masyarakat secara luas dengan instrumen pokoknya adalah partai politik (parpol). Partisipasi merupakan persoalan relasi kekuasaan atau relasi ekonomi-politik antara negara (state) dan masyarakat (society). Dengan demikian, partisipasi adalah jembatan penghubung antara negara dan masyarakat agar pengelolaan barang-barang publik membuahkan kesejahteraan dan human well being. Partisipasi politik secara harfiah berarti keikutsertaan, dalam konteks politik hal ini mengacu pada keikutsertaan warga dalam berbagai proses politik. Keikutsertaan warga dalam proses politik tidaklah hanya berarti warga mendukung keputusan atau kebijakan yang telah digariskan oleh para pemimpinnya, karna kalau ini yang terjadi maka istilah yang tepat adalah mobilisasi politik. Partisipasi politik adalah kegiatankegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa, dan secara langsung atau tidak langsung, dalam proses pembentukan kebijakan umum.
Perancangan Kawasan Masjid At-Taqwa Desa Aursati Kampar Dengan Pendekatan Arsitektur Islam Muhd Arief Al Husaini; Wahyu Hidayat; R. Lisa Suryani; Muhammad Rijal; Mashuri Mashuri
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 1 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.371 KB) | DOI: 10.31258/cers.1.1.11-18

Abstract

The mosque is an important element for Muslims both in performing worship and muamalah activities so that it is undeniably a religious center. The mosque experienced the dynamics of significant development ranging from general geometric shapes to modern architectural styles. At-Taqwa Mosque has not been maximized as a house of worship because muhrim privacy is not well achieved, does not accommodate worshippers at large events, lacks other facilities. The management cooperates in the service activities to realize the documents of the design of the Taqwa Aursati mosque area. This activity is descriptive qualitative by collecting data through observation and interview. An activity approach is a bottom-up approach that is with the smoothing of the user's interests and desires. The result of this activity is to obtain documents designing the At-Taqwa mosque area by applying the concept of Islamic architecture. The design provides facilities based on zoning i.e. transition zones, mosque zones, and educational zones. This document is useful for the committee for the development of the At-Taqwa mosque as a guide in the implementation of the construction of the mosque.
Tipologi Arsitektur Vernakular Melayu Uma Kabuong Limo di Kampung Pulau Belimbing, Kabupaten Kampar Muhd. Arief Al Husaini; Wahyu Hidayat; Mashuri Mashuri; Indra Kuswoyo
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 3 (2022): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/atrium.v8i3.194

Abstract

Title: Typology of Malay Vernacular Architecture Uma Kabuong Limo in Pulau Belimbing Village, Kampar District   One form of residential culture can be seen in the architecture as a residence for the people of Belimbing Island Village, Kampar regency. The house as a residential function always develops according to the needs and image of the owner, so changes in the Uma Kabuong Limo building are found. Uma Kabuong Limo can be categorized as vernacular architecture because Uma Kabuong Limo is a product and name that has existed for several generations with a development process that adapts the socio-cultural and cultural of the Malay community. The nature of this simplicity is not only a residential building but also becomes the identity of the community. Through the study of the architectural typology of Uma Kabuong Limo was studied through the approach of the computational model of heritage building information modeling (HBIM). This modeling is expected to get an in-depth and precise analysis to describe the typology process more accurately. This assessment process begins with field data observation, modeling, and discussion of building typologies. The Uma Kabuong Limo buildings observed are six buildings representing the distribution of facilities in The Belimbing Island Village. The findings were the existence of a slightly different basic shape equation in the kitchen. One of the buildings changed the shape of the roof, called the paranginan roof, a multi-storey roof. The more engravings and tidiness of home making depict, the higher the level of the social status of the building owner.
Identifikasi Tingkat Kekukumuhan Kawasan Pemukiman Teratak Buluh Kabupaten Kampar Mashuri Mashuri
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 3 No. 2 (2021): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.869 KB) | DOI: 10.59261/jequi.v3i2.42

Abstract

Kompleksitas kegiatan dan perekonomian di kawasan perkotaan menjadi daya tarik masyarakat untuk melakukan migrasi yang berdampak terhadap intensitas perkotaan. Perkembangan yang tidak terkendali pada suatu kawasan akan menyebabkan timbulnya dampak negatif terhadap tampilan kawasan perkotaan. Salah satu dampak negatif adalah munculnya kawasan pemukiman kumuh yang dapat menurunkan citra dan tidak layak huni. Kawasan Teratak Buluh adalah suatu kawasan berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru sehingga menjadi gerbang ibukota Provinsi Riau dan memiliki posisi startegis sebagai jalur lintas antar Provinsi Sumatera. Kelebihan tersebut tidak diikuti dengan penataan kawasan dengan baik, sehingga kawasan ini menjadi kawasan kumuh perkotaan dengan luas 15.7 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan dan tingkat kekumuhan kawasan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh seperti kondisi bangunan gedung, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengolahan air limbah, kondisi pengolahan persampahan, dan kondisi proteksi kebakaran. Hasil penelitian ini menghasilkan identifikasi tingkat kekumuhan kawasan Teratak Buluh pada kategori kumuh ringan. Presentase tertinggi atau masalah utama kekumuhan pada kawasan ini adalah rendahnya aspek kondisi proteksi kebakaran dan kondisi pengelolaan persampahan
Identifikasi Tingkat Kekukumuhan Kawasan Pemukiman Teratak Buluh Kabupaten Kampar Mashuri Mashuri
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleksitas kegiatan dan perekonomian di kawasan perkotaan menjadi daya tarik masyarakat untuk melakukan migrasi yang berdampak terhadap intensitas perkotaan. Perkembangan yang tidak terkendali pada suatu kawasan akan menyebabkan timbulnya dampak negatif terhadap tampilan kawasan perkotaan. Salah satu dampak negatif adalah munculnya kawasan pemukiman kumuh yang dapat menurunkan citra dan tidak layak huni. Kawasan Teratak Buluh adalah suatu kawasan berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru sehingga menjadi gerbang ibukota Provinsi Riau dan memiliki posisi startegis sebagai jalur lintas antar Provinsi Sumatera. Kelebihan tersebut tidak diikuti dengan penataan kawasan dengan baik, sehingga kawasan ini menjadi kawasan kumuh perkotaan dengan luas 15.7 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan dan tingkat kekumuhan kawasan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Variabel penelitian yang digunakan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh seperti kondisi bangunan gedung, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengolahan air limbah, kondisi pengolahan persampahan, dan kondisi proteksi kebakaran. Hasil penelitian ini menghasilkan identifikasi tingkat kekumuhan kawasan Teratak Buluh pada kategori kumuh ringan. Prosentase tertinggi atau masalah utama kekumuhan pada kawasan ini adalah rendahnya aspek kondisi proteksi kebakaran dan kondisi pengelolaan persampahan.
Application of High Tech Architecture Principles Richard Rogers in the Design of a Science and Technology Center in Pekanbaru Muhamad Iqbal; Muhd Arief Al Husaini; Mashuri
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 1 No. 7 (2023): August 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v1i7.4644

Abstract

Along with the development of the era, the growth of science and technology is happening so fast. In supporting the development of science and technology, the Indonesian government issued a policy to develop a Regional Science and Technology Center (PP-IPTEK) as a fun science and technology learning facility. The Science and Technology Center in the city of Pekanbaru is expected to be a means of supporting educational activities and introducing Science and Technology to the public in an interesting way. This design uses a High-Tech Architecture approach that supports the function of this building as a recreation area based on education and technology. This architectural approach gives the building a modern and visionary form for the future. There are several types of analysis used in this design, that is analysis of humans, environment, buildings, and analysis of high technology-based buildings.
Study of Existing Conditions as Preservation Rumah Lontiok of Kendil Kemilau Emas Foundation Muhd. Arief Al Husaini; Wahyu Hidayat; Mashuri; Sri Djuniati; Ahmad Nawawi
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 1 No. 8 (2023): September 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v1i8.6255

Abstract

Lontiok House is one of the cultural heritage of the community that has architectural appeal because it has cultural acculturation of mainland Malay people with a thick blend of Islamic culture. This study examines the existing condition of the damaged Lontiok house. This damage collection is the initial stage of efforts to preserve Rumah Lontiok. Several factors cause damage to the Lontiok House, namely the age of the old building, the influence of weather, mold, and being eaten by insects. This study conducted field observations and interviews with building managers, namely the Golden Shine Kendil Foundation. From this research, it can be obtained that all building elements are damaged so repair efforts are needed, both treating partially damaged and replacing building elements.
Planning of Detailed Engineering Design (DED) for the Tourist Area Around Bukit Lembah Subur Village Lake in Pelalawan Regency Based on Community Involvement Wahyu Hidayat; Muhd. Arief Al Husaini; Mashuri; Sri Djuniati; Ahmad Nawawi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 5 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i5.6465

Abstract

Recreation or traveling is one of human's inner needs. We can use anything that has tourism potential as a tourist destination. The artificial lake in the Bukit Lembah Subur Village has the potential to be developed into a tourist destination. In designing tourist attractions, detailed engineering design (DED) is required to facilitate the work of building tourist attractions. The aim of this service is to design and also create a DED for the artificial lake tourist area in Bukit Lembah Subur Village. The method used is through observation, discussion, planning and output help to develop tourist areas. The result of community service activities is that they can complete the DED for the artificial lake tourist area in Bukit Lembah Subur Village so that it can help with the planning and development of the tourist area.