cover
Contact Name
Rona Taula Sari
Contact Email
ronataulasari@bunghatta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalesabi@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Kampus Proklamator II: Jl. Bagindo Aziz Chan By Pass Aie Pacah Padang, Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi)
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : -     EISSN : 2620584X     DOI : https://doi.org/10.37301/esabi
This journal publishes articles on research results related to biology education and biology science. The scope contained in this journal includes: Biology 1. Botany 2. Zoology 3. Environmental 4. Physiology 5. Biotechnology 6. Applied Science using objects biology Biology Education 1. Teaching and learning biology 2. Biology teaching materials 3. Technology in biology learning 4. Innovation in teaching and learning biology 5. Evaluation in biology learning 6. Exploration of the potential of nature as a source of learning biology, 7. Teaching and learning of environment
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022)" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Kulit Pisang sebagai Penjernihan Minyak Jelantah Solusi untuk Kelangkaan Minyak Goreng bagi Masyarakat Ibnu, Quray Almagribi; Adryan, Haliim Dzakiy; Hirzy, Hafizh
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v4i2.32

Abstract

Pada akhir tahun 2021 harga harga minyak goreng di Indonesia naik secara signifikan, tingginya permintaan dan turunnya penawaran minyak goreng disebagian besar daerah di Indonesia. Sementara, minyak goreng merupakan salah satu komoditas yang paling dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan pangan. Oleh sebab itu, kelangkaan minyak goreng sangat meresahkan masyarakat Indonesia terutama untuk masyarakat dari kelas menengah ke bawah. Penggunaan minyak goreng, bahkan tidak dapat dihindari dan tidak sengaja mengkonsumsinya. Makanan yang diolahnya bahkan menggunakan minyak bekas pakai (minyak jelantah), yang berakibat fatal pada kesehatan. Upaya untuk menanggulangi masalah ini adalah dengan cara penjernihan minyak jelantah. Penjernihan dilakukan dengan memanfaatkan limbah yaitu kulit pisang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan kulit pisang sebagai penjernihan minyak jelantah sebagai solusi kelangkaan minyak goreng bagi masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan kulit pisang terbukti dapat menjernihkan minyak jelantah, warna semula coklat kehitaman mengalamai degradasi. warna yang jernih, kandungan asam lemak bebasnya juga dihitung persentasenya dan didapat penurunan kadar minyak jelantah yang semula 1,62% menjadi 0,59%. Ini menunjukkan bahwa hasil FFA minyak jelantah hasil penjernihan mendekati mutu minyak goreng yang ditetapkan SNI syarat mutu minyak goreng yaitu 0,3%.
Uji efektivitas Sirih Cina sebagai agen immunomodulator secara flowcytometry dengan indikator sel Nk dan sel Makrofag Faizah, Rosyidatul; Irsyad, Ilhafa Rijalul; Aina, Balqis
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v4i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar senyawa flavonoid yang ada dalam sirih cina serta menguji efektivitas sirih cina sebagai imunomodulator. Penelitian diawali dengan melakukan ekstraksi pada sirih cina dengan metode maserasi sederhana. Sirih cina akan direndam dengan cairan ethanol lalu di ekstrak dengan bantuan alat rotary evaporator. Ekstrak sirih cina nantinya akan diberikan kepada mencit yang telah disuntikkan virus influenza. Analisis flowcytometry dilakukan pada kontrol sehat, pasca penyuntikan virus dan pasca pemberian ekstrak sirih cina. Hasil analisis flowcitometry menunjukkan bahwa sel NK terbesar terdapat pada kolon dengan rata-rata 16,8% pada control sehat menjadi 30,6%. Selain itu, pada makrofag juga mengalami hal yang serupa tetapi dengan organ yang berbeda yaitu pada hati dengan rata-rata 13,7% menjadi 30,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa sel pada mencit mengalami peningkatan akibat adanya aktivitas flavonoid pada sirih cina sehingga peneliti menyimpulkan bahwa tanaman sirih cina dapat menjadi alternatif lain untuk meningkatkan immunomodulator tubuh manusia terutama pada penderita pasca covid.
Pengujian letak spesifik antimicrobal peptides sebagai bukti pertahanan hidup Musca domestica Fauji , Muhamad Iqbal; Husniyyah, Nabilah
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v4i2.34

Abstract

Penelitian ini terinspirasi dari keunikan lalat yang hidup di sekitar tempat sampah dengan potensi banyaknya kontaminasi bakteri patogen, namun lalat tetap dapat bertahan hidup. Hal ini memunculkan dugaan adanya suatu potensi dari tubuh lalat yang bersifat antimicrobial peptides (AMP). Antimicrobial peptides (AMP) berfungsi sebagai sistem pertahanan innate tubuh pada banyak organisme. Antimicrobial peptides (AMP) ini memiliki peran dalam respon sistem imunitas dengan cara menjadi garis depan sistem pertahanan melawan infeksi. Lalat sendiri sejatinya telah teridentifikasi sebagai temperate bachteriophage, yaitu sepesies yang membiarkan hidup bakteri yang diserangnya, karena bakteri tersebut memperoleh penangkal yang melawan virus tersebut. Hal tersebut sesuai dengan logika pengamatan sederhana adanya habitat lalat di tempat sampah dan tempat kotor lainnya yang memiliki jumlah kuman berbahaya, namun lalat tetap hidup dan bertahan. Dugaan daya tahan tubuh lalat yang mampu menghasilkan antimicrobial peptides (AMP) akan diselidiki dalam penelitian ini melalui aktivitas uji hambat terhadap bakteri dan identifikasi kualitatif keberadaan antimicrobial peptides (AMP) dari salah satu spesies lalat. Dalam penelitian ini, kami menggunakan lalat dengan spesies Musca domestica. Agar penelitian lebih mendalam, kami berfokus dan terinspirasi hadis pada kemampuan morfologi sayap kiri dan sayap kanan lalat. Sehingga penelitian ini akan menduga keberadaan AMP dalam menghambat salah satu jenis bakteri, dimana dalam penelitian ini menggunakan bakteri jenis Escherichia coli strain B5 dari InaCC. Penelitian akan menggunakan metode eksperimen dengan memberi perlakuan pada sayap Musca domestica terhadap koloni bakteri patogen Escherichia coli strain B5 dengan menggunakan 3.802 ekor lalat yang diekstrak dengan pelarut aquades. Spesimen dipisahkan menjadi fokus sayap kanan, sayap kiri dan tubuh tanpa sayap sebagai data kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya antimicrobial peptides (AMP) pada sayap kanan tubuh Musca domestica yang berbeda dibandingkan dengan sayap kiri. Sayap kanan memiliki potensi antimicrobial peptides (AMP) yang menghambat secara spesifik bakteri gram negatif, yaitu patogen berjenis Escherichia coli strain B5 dengan pelarut etanol 70% sebesar 1,1mm + 0,07.
E-Fyp (Eco-Friendly Pesticides): Campuran ekstrak buah Mengkudu (Morinda citrifolia) dan daun pepaya (Carica papaya L.) guna membasmi hama Yuyu sawah (Parathelphusa convexa) pada tanaman Padi dalam mendukung Sustainable Development Goals di era revolusi industri Ariani, Ni Kadek Emi Ariani; Artini, Komang Sayu Juni
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v4i2.35

Abstract

Kegiatan pertanian pada tanaman padi menghadapi berbagai macam hambatan salah satunya adalah serangan hama yuyu yang merupakan jenis hama pendatang baru. Upaya pengendalian yang biasa dilakukan oleh para petani yaitu menggunakan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik dapat menimbulkan permasalahan baru. Salah satu solusi untuk mengendalikan permasalahan tersebut adalah menggunakan pestisida nabati dari buah mengkudu dan daun pepaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi pelarut serta variasi campuran buah mengkudu dan daun pepaya terhadap mortalitas hama yuyu. Terdapat 3 variasi perlakuan pada konsentrasi pelarut yakni 30%, 50%, dan 70% serta 5 variasi campuran yang diuji pada (100:0), (75:25), (50:50), (25:75), hingga (0:100). Setiap perlakuan memiliki kontrol positif (pestisida sintetik) dan kontrol negatif (tanpa perlakuan) yang mana seluruhnya dilakukan secara duplo. Hasil eksperimen yang telah dilakukan menunjukan bahwa konsentrasi pelarut yang lebih tinggi memberikan mortalitas hama yuyu lebih tinggi secara signifikan. Hal ini menunjukkan senyawa aktif yang berperan dalam mortalitas yuyu lebih larut alkohol atau memiliki sifat cenderung polar. Pada variasi campuran, seluruh perlakuan (B1-B5) tidak memberikan perbedaan yang signifikan, namunsignifikan lebih baik dibanding perlakuan kontrol positif maupun negatif. Hal ini menunjukkan pestisida nabati memiliki potensi lebih baik dalam mengatasi hama yuyu dibanding insektisida sintetik. Di sisi lain, hasil ini menunjukkan buah mengkudu dan daunpepaya dapat berdiri sendiri untuk menjadi pestisida nabati. Penelitian ini membuka potensi pengembangan pestisida nabati dari buah mengkudu ataupun daun pepaya yang dapat digali lebih lanjut hingga tahap komersial.
Miporpe: Inovasi mie kering tepung porang (Amorphophallus oncophyllus) dan tempe (Rhizopus oligosporus) sebagai stabilisator kadar glukosa darah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Andinia , Restu Dewi; Fatimah , Salwa Syahrul; Nirmala, Rista Eva
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v4i2.36

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang sering dialami masyarakat karena pola makan yang tidak sehat. Sehingga diperlukan strategi dalam memperlambat progresifitas diabetes melitus, salah satunya adalah inovasi mie kering tepung porang dan tempe yang memiliki kandungan gizi tinggi. Tujuan penelitian:1) untuk mengetahui kandungan kimia pada tepung porang dan tempe dalam MIPORPE;2) untuk mengkaji pengaruh senyawa kimia pada MIPORPE sebagai pangan ideal dalam menstabilisasi kadar glukosa darah;3) untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap MIPORPE;4) untuk menganalisis strategi pengembangan inovasi MIPORPE dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat. Waktu penelitian dilakukan selama dua bulan menggunakan empat perlakuan yaitu KN dengan pemberian mie tepung terigu, KP dengan pemberian mie jagung, P1 dengan pemberian mie tepung terigu, tepung porang, dan tepung tempe perbandingan 10%:80%:10%, dan P2 dengan perbandingan 10%:75%:15%. Sampel penelitian menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap). Jumlah seluruh sampel adalah 12 ekor yang gula darahnya telah dinaikkan menggunakan makanan manis. Pengambilan sampel darah tikus menggunakan Glukosa Darah Puasa (GDP). Prosedur penelitian dimulai dari persiapan alat, bahan hingga uji organoleptik. Hasil penelitian:1) kandungan karbohidrat pada tepung porang sebesar 45,7%; protein 7,3%; serat 4,7%; glukomanan 60,1%. Adapun tepung tempe memiliki karbohidrat 8,5%; protein 18,3%; serat 1,5%. Setelah diolah menjadi mie kering kandungan nutrisinya berubah, karbohidrat 51,1%; protein 26,5%; serat 18,2%;glukomanan 55,6%. Sedangkan mie setelah dimasak kandungan nutrisinya menjadi karbohidrat 52,4%;protein 25,2%;serat 16,5%;glukomanan 50,5%; 2) Rata-rata penurunan kadar glukosa darah sampel pada KN sebesar 4,8 mg/dl; P1 7,7 mg/dl; P2 11,1 mg/dl; KP 6,7 mg/dl.; 3) tingkat preferensi dilakukan dengan uji organoleptik terhadap 20 panelis. Didapatkan hasil bahwa MIPORPE memiliki rasa sangat enak, tampilan sangat menarik, dan tekstur kenyal.; 4) Harga jual MIPORPE terjangkau yaitu Rp4.000/kemasan. Dalam 1 kali produksi menghasilkan 100 kemasan MIPORPE, dan modal kembali setelah 17 kali produksi. Produk MIPORPE juga akan diperjualbelikan pada event tertentu seperti bazar, car free day, serta melayani pembelian produk secara langsung ke owner MIPORPE ataupun sistem antar ke rumah konsumen. Media promosi yang digunakan yaitu baliho, pamflet, dan brosur, serta Instagram, Whatsapp, Facebook, dan Twitter. Pendistribusian ke konsumen dimulai dari pemesanan produk, dengan sistem Sistem Retell Mandiri, Sistem Retell Temporer, dan Sistem Delivery Order. MIPORPE dikemas dalam paper bowl, dengan netto 100 gram.
Pembuktian ilmiah mitos tempe melintasi pulau Kholifah , Ummi; Arif , Najwa Latansa
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v4i2.37

Abstract

Terdapat sebuah mitos yang berkembang di masyarakat bahwa tempe tidak bisa menyebrang laut. Apabila dipaksakan maka tempe tersebut akan cepat busuk. Hipotesis yang mungkin adalah karena adanya aerasi yang kurang akan udara segar. Laut diketahui sebagai tempat hilirnya segala macam polutan udara berakhir. Kelembapan dan tekanan udara serta aerasi yang berbeda dengan saat di darat membuat proses fermentasi tempe berjalan tidak normal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kemudian dalam memperoleh data, peneliti menggunakan studi pustaka dan eksperimen. Peneliti terjun langsung ke lapangan dan melakukan penelitian dengan cara melakukan eksperimen terhadap variasi daun pembungkus tempe, pengujian kelembapan udara pada tempe sebelum dan sesudah melintasi Selat Madura, melakukan pengamatan, serta wawancara dengan konsumen. Kemudian data diolah dengan cara tabulasi data dan hasil pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian pada saat tempe masih dalam keadaan belum matang, maka diperoleh data sebagai berikut bahwa tempe yang menggunakan pembungkus daun kopi menghasilkan aroma yang wangi, rasa seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih bersih, dan penampakannya diselimuti jamur putih tebal. Tempe dengan pembungkus daun pandan menghasilkan sedikit aroma wangi pandan, rasanya seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih, dan penampakan permukaan tempe sedikit diselimuti jamur. Tempe dengan pembungkus daun waru menghasilkan aroma tempe yang sangat pekat, rasanya seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih, dan penampakan luar tempe agak kasar dan berlubang. Tempe dengan pembungkus daun pisang menghasilkan aroma seperti tempe pada umumnya, rasanya seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih, dan penampakan permukaan tempe lebih halus. Ketika tempe dengan berbagai variasi pembungkus daun tersebut digoreng, menghasilkan warna yang hampir sama, yaitu warna kuning keemasan, dan juga menghasilkan tekstur dan rasa yang hampir sama.

Page 1 of 1 | Total Record : 6