cover
Contact Name
Toni Malvin
Contact Email
tonimalvin@gmail.com
Phone
+6285263036463
Journal Mail Official
politanijlah@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Negara km 7 Tanjung Pati, Kec. Harau, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (26271)
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Livestock and Animal Health (JLAH)
ISSN : 26554828     EISSN : 26552159     DOI : https://doi.org/10.32530/jlah.v6i1
Core Subject : Health, Agriculture,
The Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) aims to publish the results of research studies on tropical livestock such as cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, and pets. Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) includes various research topics in the field of animal science including livestock products, reproduction, and physiology, nutrition, and animal feed, feed technology, breeding and genetics, animal behavior, health, welfare, food based on animal products, socio-economic and policy systems.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024): August" : 3 Documents clear
Kajian Komposisi Populasi Sapi Potong Berdasarkan Bangsa, Jenis Kelamin, dan Tingkat Umur di Daerah Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota Syaiful, Ferry Lismanto; Fernando, Ari; Khasrad
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v7i2.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi populasi sapi potong berdasarkan bangsa, jenis kelamin, dan tingkatan umur ternak di daerah Suliki Kabupaten 50 Kota. Penelitian ini menggunakan metode survei, untuk menentukan lokasi penelitian digunakan metode simple random sampling. Sedangkan perolehan data penelitian digunakan metode snowball sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah peternak sebanyak 184 orang selaku responden yang diperoleh dari enam nagari/desa. Variabel penelitian yakni karakteristik peternak, bangsa ternak, jenis kelamin, umur, faktor input dan output. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi populasi sapi potong menurut bangsa yaitu Peranakan Simmental (87,70%), Peranakan Ongole (8,41%), Brahman Cross (1,62%), Peranakan Limousin (1,30%), dan Sapi Pesisir (0,97%). Berdasarkan jenis kelamin dimana sapi jantan 71 ekor (22,97%) dan betina 238 ekor (77,03%) dengan tingkatan umur pedet (kecil dari 1 tahun) 79 ekor (25,57%), muda (1-2 tahun) 66 ekor (21,36%), dan dewasa (besar dari 2 tahun) 164 ekor (53,07%). Dari penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa komposisi populasi sapi potong di daerah Suliki Kabupaten 50 Kota mayoritas dipelihara bangsa sapi Peranakan Simental sebesar 87,70%, berdasarkan jenis kelamin adalah ternak sapi betina sebanyak 77,03% dan tingkat umur ternak yang terbanyak adalah sapi berusia besar dari 2 tahun yakni 53,07%
Evaluasi Telur Asin Ayam Ras dengan Teknik Pematangan yang Berbeda: Evaluation of Salted Eggs of Laying Chicken with Different Cooking Techniques Siswara, Hamzah Nata; Huda, Khoirul; Mubarok, Amin; Triyannanto, Endy
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v7i2.52

Abstract

Telur merupakan bahan pangan dengan gizi yang lengkap dan baik bagi kesehatan manusia. Komposisi nutrisi telur terdiri dari protein, lemak, serta beberapa vitamin dan mineral menyebabkan telur menjadi cepat rusak. Telur merupakan media pertumbuhan bakteri yang baik karena kelengkapan nutrisi dan mudah dicerna. Daya simpan telur ayam ras sangat singkat hanya sampai 2 minggu. Pengasinan telur merupakan salah satu teknologi pengawetan telur yang aman dengan metode penggaraman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas telur asin ayam ras dengan teknik pematangan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian pengasinan telur ayam dengan lama pengasinan 10 hari dengan metode basah. Perlakuan yang diberikan yaitu sejumlah 4 perlakuan dan 3 ulangan. Selanjutnya telur yang sudah diasinkan akan dimatangkan dengan 4 metode yaitu P1: direbus 20 menit; P2: dikukus 20 menit; P3: direbus selama 20 menit dan dioven selama 60 menit; dan P4: di kukus selama 20 menit dan dioven selama 60 menit. Parameter yang diuji yaitu uji kadar air, pH dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengukusan selama 20 menit dan pengovenan selama 60 menit (P4) memiliki pengaruh signifikan (p kecil dari 0,05) terhadap susut bobot telur dan kadar air telur asin ayam ras. Berdasarkan uji organoleptik, perlakuan P4 memiliki hasil terbaik.
Hubungan Karakteristik Inseminator Terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Sijunjung: The Relationship of Inseminator Characteristics to The Success of Artificial Insemination in Sijunjung District Rahmadanil; Elisia, Rini; Jamarun, Novirman
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v7i2.48

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan inseminasi buatan adalah adanya inseminator sebagai pelaksana inseminasi. Keterampilan dan keahlian inseminator dalam mendeteksi estrus, sanitasi peralatan, penanganan semen beku, pencairan semen, dan kemampuan melakukan inseminasi akan menentukan keberhasilan inseminasi buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan karakteristik (internal dan eksternal) inseminator di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode survei, dimana data primer diperoleh dari wawancara terhadap 10 orang inseminator aktif di Kabupaten Sijunjung yang berjumlah 2.713 akseptor. Analisis data menggunakan uji F untuk melihat pengaruh variabel secara simultan dan uji T parsial untuk melihat pengaruh masing-masing variabel. Parameter pengamatannya adalah karakteristik internal inseminator yang meliputi: masa kerja, intensitas pelatihan, tanggung jawab, ketelitian, kemampuan mengelola semen beku dan deteksi estrus. Ciri-ciri eksternal inseminator antara lain: jarak pelayanan, fasilitas pendukung, sanitasi peralatan, kondisi posko IB dan imbalan sukarela. Hasil penelitian menunjukkan nilai S/C sebesar 1,91 dan karakteristik internal inseminator meliputi masa kerja, tanggung jawab, ketelitian, kemampuan mengelola semen beku dan deteksi estrus mempunyai pengaruh yang signifikan (P kecil dari 0,05) terhadap keberhasilan IB dan intensitas pelatihan tidak berpengaruh atas keberhasilan IB. Karakteristik eksternal inseminator yang meliputi jarak pelayanan, sarana penunjang dan sanitasi peralatan terbukti berpengaruh nyata (p kecil dari 0,05) terhadap keberhasilan IB, sedangkan kondisi posko IB dan imbalan sukarela tidak berpengaruh nyata (p besar dari 0,05) terhadap keberhasilan IB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat keberhasilan IB di Kabupaten Sijunjung termasuk dalam kategori baik dengan nilai S/C sebesar 1,91 dan karakteristik internal dan eksternal inseminator mempengaruhi keberhasilan IB di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat, Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 3