cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2025): January" : 12 Documents clear
Analisis Makna Filosofi Ragam Hias Rumah Adat Balla Lompoa Gowa Sulawesi Selatan Andi Muh Raihan s; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17915

Abstract

Abstrak   Rumah Adat Balla Lompoa merupakan salah satu rumah adat yang antik, unik, dan bersejarah di Goa, Sulawesi Selatan. Kekhasan Rumah Adat Balla Lompoa ini terletak pada bangunannya yaitu elemen pada Rumah Adat Balla Lompoa yang memiliki nilai estetik dan makna filosofi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna flosofi interior yang terdapat pada Rumah Adat Balla Lompoa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ialah ragam hias Rumah Adat Balla Lompoa. Objek penelitian ini adalah unsur-unsur motif dan makna filosofis ragam hias Rumah Adat Balla Lompoa. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, mengklasifikasi data, menelaah data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Rumah adat Balla Lompoa adalah jenis rumah panggung yang terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama disebut ulu balla’ yang letaknya paling atas, meliputi atap dan loteng. Bagian kedua disebut kale balla’ yaitu suatu ruangan yang ditempati oleh pemilik rumah dan keluarganya dan bagian ketiga disebut siring (kolong rumah) yang letaknya paling bawah; 2) Ciri khas ragam hias rumah adat Balla Lompoa paling menonjol yaitu ulu tedong dan juga besarnya rumah adat tersebut, itulah yang di sebutkan rumah adat Balla Lompoa yang artinya rumah besar; 3) Ragam hias Bugis Gowa merupakan salah satu bentuk manifestasi semangat dan cita rasa estetika yang berkembang pada masyarakat Bugis Gowa. Masyarakatnya dikenal sebagai masyarakat pejuang yang menyukai jiwa petualang, pemberani, setia, dan keras. Hal ini secara tidak langsung ikut terbawa pada karya-karya ragam hias yang diciptakan. Abstract Balla Lompoa Traditional House is one of the antique, unique and historic traditional houses in Goa, South Sulawesi. The materials in this mosque are mostly wood. The uniqueness of the Balla Lompoa Customary House in the building is that the elements of the Balla Lompoa Customary House have aesthetic value and philosophical meaning. This research aims to describe how the meaning of interior philosophy contained in the Balla Lompoa Traditional House. This research is a qualitative research with descriptive approach. The subject of the research is the decoration of Balla Lompoa Traditional House. The object of this research is the motif elements and philosophical meaning of the Balla Lompoa Traditional House decoration. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. The data analysis technique uses data collection, classifying data, analyzing data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) Balla Lompoa traditional house is a type of stilt house consisting of three parts. The first part is called ulu balla' which is located at the top, including the roof and attic. The second part is called kale balla' which is a room occupied by the owner of the house and his family and the third part is called siring (under the house) which is located at the bottom; 2) The most prominent characteristic of the Balla Lompoa traditional house decoration is the ulu tedong and also the size of the traditional house, which is called the Balla Lompoa traditional house which means a big house; 3) The Bugis Gowa ornamental variety is a manifestation of the spirit and aesthetic taste that developed in the Bugis Gowa community. The community is known as a warrior community that likes adventurous, brave, loyal, and hard. This is indirectly carried over to the ornamental works created.
Perancangan Buku Visual Kain Sasirangan Sebagai Media Literasi Masyarakat Kalimantan Selatan Nur Azizah Puji Astuti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.19097

Abstract

Abstrak Kain Sasirangan merupakan kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang dapat divisualisasikann dengan motif dan warna yang telah dipola secara dijelujur manual. Kain sasirangan dikenal dengan berbagai macam motif yang masing-masing mengandung makna yang cukup mendalam. Tujuan dari perancangan buku visual mengenai kain sasirangan adalah untuk memperkenalkan Sejarah, motif dan cara pembuatan sasirangan sebagai pengetahuan lokal bagi Masyarakat, sehingga penting untuk menyediakan literasi narasi dan visual mengenai sasirangan. Buku visual ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tidak sekedar pengetahuan secara umum. Dalam perancangan ini penulis menggunakan metode design thinking yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Setelah melalui beberapa tahapan tersebut maka hasil dari perancangan buku visual ini berfungsi sebagai media literasi Masyarakat dan menyajikan literatur baru dan dapat menambah referensi kepustakaan dalam budaya Banjar. Hasil dari perancangan buku visual ini memiliki media utama yaitu Buku Visual Sasirangan. Adapun media pendukung yang dibuat yaitu bookmark, totebag, stickers, gantungan kunci dan masker. Abstract Sasirangan is a traditional cloth from South Kalimantan, visualized with motifs and colors that have been manually patterned through a traditional process. Sasirangan is known for its various motifs, each carrying profound meaning. The goal of designing a visual book about Sasirangan is to introduce its history, motifs, and the process of its creation as local knowledge for the community. Therefore, it is important to provide both narrative and visual literacy about Sasirangan. The visual book also aims to offer a deeper understanding, not just general knowledge. In this design process, the author employs the design thinking method, which consists of several stage: empathize, define, ideate, prototype and test. After going through these stages, the result of this visual book design serves as a literacy medium for the community, presenting new literature and adding references to the library regarding Banjar culture. The main output of this visual book design is the visual book of Sasirangan. Additionally, supporting media created includes bookmarks, totebags, stickers, keychains and masks.

Page 2 of 2 | Total Record : 12