cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 5 (2025): JPII" : 10 Documents clear
Asesmen Potensi Longsor di Daerah Gunung Pati Kota Semarang dengan Metode Anbalagan Muhammad Mukhlisin
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26857

Abstract

Kota Semarang merupakan daerah yang rawan longsor, terutama daerah yang memiliki morfologi perbukitan. Melihat adanya kejadian longsor di beberapa wilayah Kota Semarang, maka diperlukan adanya asesmen agar dapat diantisipasi terjadinya bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kerentanan longsor dengan menggunakan Metode Anbalagan dan membandingkan dengan metode berdasarkan Permen PU No. 22 Tahun 2007 RI dan Slope Assessment System (SAS) Malaysia. Lokasi penelitian ini berada di lereng Gedung E10 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dengan dua slope pada area penelitian yaitu Slope 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Anbalagan, baik Slope 1 dan 2 memperoleh skor 7,35 dengan tingkat kerawanan tinggi. Sedangkan berdasarkan pada Permen PU No. 22 Tahun 2007, Slope 1 bernilai 2,44 tingkat kerawanan tinggi, Slope 2 bernilai 2,16 tingkat kerawanan rendah. Melalui metode SAS, Slope 1 memiliki nilai 0,95 dan Slope 2 0,89 yang berarti keduanya memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi. Berdasarkan berbagai metode pengaturan yang digunakan, pengaturan tersebut mendapatkan hasil yang cukup sama.Kata kunci: Anbalagan, Slope Assessment System, longsor, risiko kerawanan, Permen PU No. 22 Tahun 2007
Analisis Desain Bukaan dalam Mengurangi Beban Pendinginan Pada Rumah Tipe 70 Wahyu Widayanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain layout bangunan dan dimensi bukaan pada dinding terhadap pengurangan beban pendinginan serta biaya energi tahunan di lingkungan tropis Indonesia. Fokus utama penelitian adalah mengevaluasi efisiensi energi melalui optimalisasi bukaan dan tata letak bangunan untuk meningkatkan kenyamanan termal sekaligus mengurangi konsumsi energi pendinginan. Metode penelitian dilakukan menggunakan perangkat lunak simulasi Grasshopper dengan data cuaca Jakarta dalam format .epw. Simulasi memodelkan dua alternatif layout bangunan dan tiga set dimensi bukaan untuk mengukur nilai radiasi matahari tahunan serta kebutuhan energi pendinginan. Parameter seperti luas bangunan, jenis bukaan, dan energi lainnya diperhitungkan untuk memperoleh hasil yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout alternatif dengan desain bukaan yang optimal dapat mengurangi beban pendinginan secara signifikan. Perubahan kecil dalam dimensi bukaan, seperti penyesuaian antara 10-30 cm, menghasilkan penghematan biaya listrik tahunan sebesar Rp100.000 hingga Rp200.000. Layout alternatif yang dipilih mampu memanfaatkan ventilasi alami dan mengurangi radiasi termal hingga mencapai efisiensi energi yang lebih baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan arsitektur yang responsif terhadap iklim untuk mencapai keberlanjutan energi dan penghematan biaya operasional bangunan.Kata kunci: desain layout, beban pendinginan, Indonesia, keberlanjutan energi
OPTIMASI FUEL CONSUMPTION PADA UNIT HAULING DUMP TRUCK PRODUCTION RTP (ROM TO PORT) DENGAN PEMINDAHAN CSA (CHANGE SHIFT AREA) Khilmy Hidayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26859

Abstract

Industri pertambangan batubara di Indonesia memiliki peran penting dalam penyediaan energi nasional, namun terdapat tantangan besar dalam pengelolaan emisi karbon yang sangat terkait terhadap dampak lingkungan. Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On The Climate Change menjadi dasar Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong program efisiensi energi. PT. Saptaindra Sejati sebagai salah satu kontraktor batubara di bawah subsidiary PT Adaro Energy Indonesia berkomitmen dalam melaksanakan program efisiensi energi untuk menurunkan emisi karbon dengan menurunkan fuel consumption pada unit hauling dump truck sejumlah 160 unit dengan bahan bakar B35 untuk kegiatan pengangkutan batubara dari ROM to Port (RTP). Salah satu upaya agar dapat menurunkan fuel consumption adalah memperpendek jarak lokasi Change Shift menjadi lebih dekat dengan jalan utama hauling saat aktifitas pergantian shift dengan Pemindahan Change Shift Area (CSA).Kata kunci: efisiensi energi; emisi karbon; fuel consumption; ROM To Port; change shift area
Analisis Potensi Pengolahan Sampah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) di TPST Kebon Kongok, Provinsi Nusa Tenggara Barat Bimastyaji Surya Ramadan
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26852

Abstract

Refused derived fuel (RDF) merupakan salah satu solusi pengelolaan sampah yang banyak dipromosikan oleh pemerintah saat ini terutama sebagai co-firing atau bahan bakar pendamping batu bara di industri semen maupun industri pembangkit listrik. Salah satu contoh pemanfaatan sampah menjadi RDF dilakukan di TPST Kebun Kongok yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada kajian ini, dilakukan analisis potensi pengolahan sampah menjadi RDF. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan analisis neraca massa yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting, potensi, dan rencana pengembangan pemanfaatan sampah menjadi RDF. Hasil kajian menunjukkan bahwa total sampah yang dikelola oleh TPST saat ini sebesar 30 ton/hari atau masih jauh dari desain kapasitas awalnya yang sebesar 120 ton/hari. Diketahui pula hasil RDF yang dihasilkan memiliki nilai kalor sebesar 3,400 – 3,800 kcal/kg yang dinilai memenuhi persyaratan kualitas RDF yang dibutuhkan oleh offtaker. Melalui perhitungan neraca massa, potensi sampah yang tidak dimanfaatkan dan dibuang ke landfill sebagai residu dari TPST dan terbuang ke landfill adalah sebesar ±26 ton/hari. Besarnya timbulan sampah yang masih belum dimanfaatkan menunjukkan adanya potensi pemanfaatan yang besar dalam pengolahan sampah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.Kata kunci: Pengolahan sampah; RDF; TPST; Waste to Energy
Pengadaan Lahan Parkir Dengan Sistem Lift: Studi Kasus di Kawasan Jalan Pandanaran Semarang Edwin Indra Kusuma
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26854

Abstract

Jalan Pandanaran merupakan kawasan yang terletak strategis yaitu di jantung Kota Semarang, menghubungkan Tugu Muda dan Simpang Lima. Lokasi penelitian adalah lahan parkir depan  toko oleholeh Bandeng Juwana hinggs Indomaret. Penelitian dilakukan terhadap jumlah  kendaraan pengunjung di lokasi studi yang cukup banyak sehingga menimbulkan antrian akibat kurangnya pelayanan parkir. Antrian tersebut kerap menimbulkan kemacetan di kawasan Jalan Pandanaran Semarang terutama pada jam sibuk. Secara umum penyelesaian masalah pada penelitian ini meliputi dua tahapan, yaitu menganalisis situasi parkir saat ini di Kawasan Jalan Pandanaran, menganalisis apakah kebutuhan parkir dapat dipenuhi dengan menggunakan teori antrian dan memprediksi kebutuhan parkir berikutnya yang dikonfigurasi. Menurut data historis yang ada menggunakan sistem robot selama dua belas tahun. Hasil regresi linier sederhana dan hasil forecast maka kendaraan yang parkir di kawasan Jalan Pandanaran tahun 2024 adalah sejumlah 1610 unit/hari selama 12 jam pengamatan maka diperoleh ??= 135 kendaraan/jam. Dari hasil perhitungan analitis, nilai pelayanan optimal adalah kapasitas pelayanan sebanyak 210 kendaraan yang berarti diperlukan 156 tempat parkir, sehingga sulit jika hanya mengandalkan parkir on street parking. Sehingga perlu adanya perencanaan dengan menggunakan sistem parkir lift (robotic). Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa parkir lift (robotic) baru dapat menghasilkan nilai positif dari investasi setelah lima tahun.Kata kunci: Parkir Lift, Jalan Pandanaran
MANAJEMEN PENGENDALIAN MATERIAL PAF/NAF SEBAGAI BATUAN PENUTUP DISPOSAL FINAL UNTUK RENCANA REHABILITASI DI AREA KERJA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK KPCS Tito Nur Adityo Nugroho
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26861

Abstract

Bisnis proses dari tambang batubara, seringkali mengharuskan perusahaan untuk membuka lahan hijau atau hutan-hutan asli untuk menjadi area penggalian. Dari keseluruhan bisnis proses pertambangan batubara, mulai dari pembukaan lahan, penggalian batuan penutup, penambanganbatubara, pengangkutan material penutup dan batubara, akan diakhiri dengan proses rehabilitasi/reklamasi. Sebagai bentuk tanggung jawab dari Perusahaan, Perusahaan wajib memastikan bahwa proses rehabilitasi/reklamasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu yang menjadi syarat baku dari proses reklamasi adalah batuan penutup disposal final merupakan material dengan sifat NAF (Non- Acid Forming) dan menghindari material dengan sifat PAF (Potential Acid Forming). Manajemen pengendalian material PAF dan NAF ini mutlak dilakukan untuk menjaga kualitas dari rehabilitasi/reklamasi yang dilaksanakan. Pengendalian ini dimulai dari eksplorasi, perencanaan tambang hingga eksekusi akhir penambangan secara operasional. Pengawasan yang ketat dan control perencanaan yang baik, diharapkan dapat memberikan kewaspadaan kepada setiap pekerja untuk menghidari adanya material PAF di area disposal final rencana rehabilitasi/reklamasi. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana kontrol perencanaan hingga eksekusi secara operasional untuk mendukung proses Rehabilitasi di PT. Pamapersada Nusantara Site KPCS.Kata kunci: Reklamasi, Rehabilitasi, PAF, NAF, Manajemen, Pertambangan, Batubara
SINKRONISASI DATA PERTANAHAN BPN KOTA CIMAHI DAN DATA PBB BAPPENDA KOTA CIMAHI BERBASIS PETA BIDANG TANAH Armin Armin
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26855

Abstract

Administrasi pertanahan ketika telah terdigitalisasi kini memberikan kemudahan bagi masyarakat. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadopsi paradigma administrasi pertanahan modern sebagai pedoman kebijakan untuk periode 2020-2024. Dalam paradigma ini, terdapat satu pilar utama, yaitu Informasi Tanah yang berfungsi sebagai dasar untuk mendukung empat pilar tambahan. Pilar-pilar tersebut mencakup Penguasaan Tanah, Nilai Tanah, Penggunaan Tanah, dan Pengembangan Tanah. Dengan efektivitas Manajemen Tanah dalam administrasi pertanahan modern, pembangunan yang berkelanjutan secara ekonomi dan sosial dapat tercapai. Dalam pelaksanakan layanan pertanahan terdapat bidang-bidang tanah yang masih tidak sesuai objek bidang tanah dengan posisi sebenarnya dan masih terdapat nama pemilik sesuai sertifikat tidak sama dengan nama wajib pajak. Pendaftaran tanah pertama kali yang masif mengakibatkan kurangnya validitas bidang tanah terploting. Untuk mendukung program tersebut, diperlukan data yang valid dan komprehensif, termasuk inovasi dalam perbaikan data bidang tanah spasial dan atribut. Di Kota Cimahi, terdapat dua institusi yang menggunakan data bidang tanah, yaitu BPN Kota Cimahi dan Bappenda Kota Cimahi. Namun, terdapat beberapa masalah seperti ketidaksesuaian posisi bidang tanah, bidang tanah yang belum terdaftar, nama wajib pajak yang tidak sesuai, dan NOP yang belum terdata. Oleh karena itu, perbaikan data sangat diperlukan, melalui sinkronisasi data antara kedua institusi tersebut. Kegiatan ini merupakan fase pertama dari dua fase perbaikan data bidang tanah, di mana fase pertama berfokus pada perbaikan data atribut dan posisi bidang tanah, sedangkan fase kedua akan berfokus padaperbaikan data spasial selanjutnya.Kata kunci: Sinkronisasi, Data, Kualitas, Pembaharuan, Dokumen.
ANALISIS PENENTUAN LOKASI POTENSIAL UNTUK PEMBANGUNAN PERUMAHAN LAYAK HUNI DI KECAMATAN MELAK KABUPATEN KUTAI BARAT Fajar Nur Cahya
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26847

Abstract

Kelurahan Melak Ilir dan Melak Ulu merupakan kelurahan yang masuk dalam SK Kumuh menurut Keputusan Bupati Kutai Barat No 592/K.425/2021 dan berada di lokasi rawan bencana banjir. Ketidaksesuaian kondisi kawasan permukiman tersebut merupakan alasan dilakukannya kegiatan ini, untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada. Kegiatan ini menganalisis permasalahan berdasarkan dari data yang diperoleh kemudian dituangkan dalam rekomendasi penyesaian. Berdasarkan hasil analisis menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) serta pengamatan dengan potret udara didapatkan pada Kelurahan Melak Ulu terdapat daerah yang potensial untuk dilakukannya relokasi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Sedangkan untuk titik lokasi Kelurahan Melak Ilir tidak ditemukan lokasi yang potensial dikarenakan seluruh lokasi Kelurahan Melak Ilir berada di dataran rendah atau limpasan air, oleh karena itu untuk lokasi Kelurahan Melak Ilir dapat dilakukan rekayasa bentuk bangunan guna mengurangi dampak akibat banjir.Kata kunci: Analisis, Kawasan Permukiman, Lokasi Potensial
Kajian Pengendalian Mutu Dalam Pengawasan Pembangunan Rumah Sakit Umum Hastuti 2024 Tri Sulistyo Winarno
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26856

Abstract

Setiap proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Umum diharapkan dapat memberikan hasil yang positif dan optimal dengan memperhatikan K3, tepat mutu, dan tepat waktu. Pekerjaan yang dilakukan pada suatu proyek dapat dilihat dari hasil pekerjaan atau fungsi bangunan itu sendiri. Sedang Pengendaliam Mutu dalam Pengawasan merupakan Salah satu dari dua sisi terpenting dalam mengelola suatu proyek konstruksi . Selama ini kami melakukan penelitian terhadap pengendalian mutu di Pengawasan Pembangunan Rumah Sakit Umum Hastuti Sragen. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul dilapangan, di tinjau dari kondisi exisisting terhadap standar mutu yang berlaku. Metodologi yang digunakan untuk menganalisis kinerja konstruksi mutu adalah analisis deskriptif kualitatif. Data kedua dan pertama yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan data sekarang yang sedang diteliti. Selain itu, dibahas juga proses pelaksanaan, permasalahan, dan solusi dalam pengendalian proyek ini. Berdasarkan data analisis pengendalian Mutu yang telah berjalan dengan sukses. Kinerja dalam pengendalian juga telah dilaksanakan secara efektif, baik oleh kontraktor maupun konsultan pengawas.Kata Kunci: Rumah Sakit, Mutu, Pengawasan, Pengendalian, dan Umum
Analisa Kebutuhan Eskalator Otomatis di Underpass Stasiun Pasar Senen Berdasarkan Pengguna Menggunakan PLC Omron Andika Junata Akbar
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26849

Abstract

Stasiun Pasar Senen merupakan salah satu stasiun dengan volume penumpang terbesar diantara stasiun lainnya. Fasilitas yang memadai dibutuhkan guna mendukung pelayanan di Stasiun Pasar Senen. Salah satu fasilitas yang dibutuhkan di stasiun ini adalah diperlukan adanya fasilitas eskalator untuk menunjang sarana penumpang yang malalui akses underpass. Eskalator yang sering di temui di pusat perbelanjaan selalu dalam keadaan aktof walau tidak ada pengguna. Berdasarkan hasil observasi tersebut maka di rancang sebuah Eskalator yang dapat bekerja secara otomatis berdasarkan pengguna. Penggunaan PLC dalam mengontrol Eskalator secara otomatis merupakan desain yang di rancang untuk dapat bekerja atau aktif saat ada pengguna dan non aktif saat tidak ada pengguna. Berdasarakan hasil pengujian, maka dapat di simpulkan sebagai berikut Sistem belum bekerja sebelum work area di aktifkan. Sistem aktif setelah work area di aktifkan. Eskalator bergerak ke atas.Timer akan berjalan dengan waktu maksimal 10 detik. Jika sensor bawah tidak berniali 1 (ada pengguna yang leawt) maka sensor akan berjalanselama 10 detik dan setelah itu escalator akan berhenti. Apabila sebelum waktu 10 detik berakhir dan sensor bawah berniali 1, maka nilai timer akan kembali kesemula sehingga escalator tidak akan mati. Proses ini akan berulang sampai work area di non aktifkan.Kata kunci: PLC, Eskalator, Naik, Timer, work area

Page 1 of 1 | Total Record : 10