cover
Contact Name
Khairunnisyah
Contact Email
nisyahk856@gmail.com
Phone
+6283802125747
Journal Mail Official
nisyak856@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mahakam Raya No.16 Lingkar Barat, Kec. Gading Cemp., Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal manajemen informasi kesehatan
ISSN : 2527368X     EISSN : 26214385     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN is a journal that provides scientific writings for the exchange of ideas on theory, methodology and innovation related to the world of health, especially the scope of Medical Records and Health Information.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management" : 4 Documents clear
Gambaran Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent (CM 8) Tindakan Operasi di RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu Djusmalinar, Djusmalinar
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i2.31

Abstract

Penjelasan dalam Informed consent dicatat dan didokumentasikan dalam berkas rekam medis oleh dokter. Kelengkapan data lembar Informed consent sangat penting karena dapat mempengaruhi aspek hukum rekam medis dan mutu rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketidaklengkapan pengisian lembar informed consent (CM 8) tindakan Operasi pada item variabel (Identifiikasi, Laporan penting dan Autentifikasi) di RSUD dr.M.Yunus Bengkulu Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, melalui pendekatan cross sectional yaitu melihat kondisi pada saat pelaksanaan penelitian, yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. Populasi penelitian ini yaitu berkas rekam medis pasien pada lembar informed consent (CM 8) 10 besar tindakan operasi tahun 2016 yaitu 1022 berkas. Sampel penelitian ini berjumlah 91 lembar informed consent pada berkas rekam medis. Jenis data penelitian ini yaitu data primer, data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa, dari 91 lembar Informed Consent (IC) yang diobservasi, 100% lembar IC (CM 8) tindakan operasi tidak terisi lengkap. Persentase tertinggi lembar IC yang tidak lengkap pada item No.KTP (100%) dan pada item Jenis Kelamin (25%); persentase tertinggi lembar IC yang tidak lengkap pada item dasar diagnosis (45%); item alternative dan resiko (44%) dan perkiraan biaya (100%), persentase tertinggi lembar IC yang tidak lengkap yaitu pada lembar item TTD saksi rumah sakit 67% dan nama terang saksi rumah sakit 70%. Diharapkan RSUD dr. M. Yunus, membuat laporan KLPCM (Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Medis) sebagai dasar untuk evaluasi kinerja petugas yang bertanggung jawab terhadap kelengkapan pengisian rekam medis.
APLIKASI REKAM MEDIS PADA PUSKESMAS TALANG TINGGI Ramadani, Niska
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i2.32

Abstract

Information technology is currently growing fast, which allows users to receive information quickly. Users needs is different,, such as communication, education, business, entertainment, economy, health and others. One example of its users in the health sector is the medical records information system. Medical record is a collection of facts or evidence of a patient's condition, past and present medical history and treatment written by the health professionals that provides patient care.The objective to be achieved in this research is to make a medical record application of patients at Puskesmas Talang Tinggi using programming language Visual Basic 6.0The research method used in this research is from conventional system to computerized system with the stages is old system analysis, new system analysis, system design, system implementation and system test.The software used in making this application is visual basic and using microsoft access database. The results of the report in the show using crystal report.
TINJAUAN PELAKSANAAN PEMISAHAN DAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS AKTIF DAN INAKTIF DI RUMAH SAKIT RAFFLESIA BENGKULU Heltiani, Nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i2.33

Abstract

Berkas rekam medis inaktif pada rak penyimpanan tidak selamanya akan disimpan, karena jumlah rekam medis di rumah sakit terus bertambah. Pemisahan dan pemusnahan rekam medis merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan tujuan mengurangi penumpukan berkas rekam medis di ruang penyimpanan.Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu hanya mempunyai satu ruang penyimpanan rekam medis aktif dan tidak mempunyai ruang penyimpanan rekam medis inaktif secara khusus.Rekam medis inaktif disimpan di ruang penyimpanan rekam medis aktif dikarenakan ruang tersebut sudah penuh, dan ada sebagian rekam medis inaktif yang disimpan di dalam kardus serta hanya diletakkan di lantai dekat rak penyimpanan.Untuk mengurangi berkas rekam medis inaktif tersebut rumah sakit melakukan pemusnahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan pelaksanaan pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medis aktif dan inaktif di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah berkas rekam medis periode tahun 2012-2016 sebanyak 78.408, dengan sampel sebanyak 78.408 berkas rekam medis dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Menggunakan data primer dan sekunder, diolah secara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini adalah pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medisaktif-inaktif belum sesuai dengan SOP karena banyak tahapan yang tidak laksanakan.Fasilitas yang digunakan untuk melakukan pemusnahan meliputi tempat, alat pencacah dan komputer. Pelaksanaan penilaian berkas rekam medis yang akan dimusnahkan berdasarkan tata cara penilaian yang terdapat pada prosedur pemusnahan berkas rekam medis.Diharapkan Rumah Sakit Rafflesia Bengkulumemiliki SOP tentang pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medis.
Gambaran Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Ketepatan Kode Diagnosa Pasien Jiwa dengan Skizofrenia Pada DRM Rawat Inap Ruang Murai B di RSKJ Soeprapto Bengkulu Oktavia, Nova
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i2.34

Abstract

Kualitas data dan informasi pelayanan kesehatan membutuhkan keakuratan dan kekonsistenan data yang dikode. Penetapan diagnosis seorang pasien merupakan kewajiban, hak, dan tanggungjawab dokter (tenaga medis) terkait Tenaga rekam medis sebagai pemberi kode bertanggung jawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang telah ditetapkan oleh tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui ketepatan kode diagnose dan tingkat pengetahuan petugas RM pada ruang Murai B (pendidikan, SOP, dan Buku ICD) DRM di unit RM RSKJ Soeprapto Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan deskriptif. Sampel penelitian ini terdiri dari 83 DRM dan 20 petugas RM, dengan teknik pengambilan sampel Systematic Random Sampling. Untuk mendapatkan data ketepatan kode diagnose menggunakan lembar observasi, untuk mendapatkan data pengetahuan menggunakan kuesioner dan untuk mendapatkan data tentang SOP dan Buku ICD menggunakan pedoman wawancara. Setelah data terkumpul dianalisis secara univariat (menggunakan tabel dan narasi). Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa dari 83 DRM 44 (53,01%) dengan kode diagnosa tidak tepat. Dari 20 petugas rekam medis manyoritas berpengetahuan kurang yaitu 14 (70%). Penentuan kode diagnosa tidak sesuai SOP karena dilakukan oleh Dokter. Dokter dalam memberi kode diagnosa penyakit tidak berpedoman pada buku ICD-10. Diharapkan peningkatan frekuensi pelatihan pada petugas yang belum mengikuti pelatihan dan perlunya dokter diikutkan dalam pelatihan mengenai penentuan kode diagnosis.

Page 1 of 1 | Total Record : 4