Articles
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PUSKESMAS SUKAMERINDU
Ramadani, Niska;
Heltiani, Nofri
Jurnal EDik Informatika Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22202/ei.2019.v6i1.3694
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang berfungsi sebagai pembangaun kesehatan, yang berfungsi sebagai unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatau wilayah kerja salah satunya adalah Puskesmas Sukamerindu. Pada Puskesmas Sukamerindu dalam memberikan pelayanan kepada pasien, mulai dari pendaftaran, sampai pasien mendapatkan resep obat serta pengolahan data laporan Puskesmas masih dilakukan dengan cara manual atau belum terkomputerisasi. Dimana sistem pendaftaran pasien di catat ke dalam Buku Register, belum tersedianya Sistem Inoformasi Manajemen Puskesmas, dimana media penyimpanan data pasien dan rekam medis pasien masih di simpan secara konvensional, sehingga mengakibatkan pencarian data dilakukan dengan cara menelusuri berkas rekam medis dengan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pendaftaran masih dilakukan dengan tulisan tangan dimana bisa terjadi kesalahan pencatatan serta pembuatan laporan-laporan yang berhubungan dengan rekam medis masih dikerjakan secara manual dengan cara merekap data pasien, data kunjungan pasien yang membutuhkan banyak waktu selain itu juga rentan terjadi kesalahan.Untuk melakukan pengembangan Sistem Informasi Rekam Medis penulis melakukan analisis terhadap permasalahan pada sistem yang berjalan pada saat sekarang ini menggunakan metode waterfall dengan menggunakan alat bantu pengembangan sistem berupa diagram konteks, DFD, dan alat perancangan database yang diusulkan berupa ERD. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka terkait dengan perancangan sistem informasi rekam medis. Implementasi program yang digunakan pada sistem informasi rekam medis ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi untuk membantu mengurangi permasalahan-permasalahan dalam pelayanan rekam medis di Puskesmas Sukamerindu, pengolahan data pasien, rekam medis, sudah dilakukan secara komputerisasi sehingga proses pelayanan kesehatan masyarakat dapat dilakukan dengan cepat dan mudah serta terhindar dari kesalahan.
ANALISIS BED TURN OVER DI RUANG MINA RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU
Heltiani, Nofri;
Duri, Iin Desmiany;
Lestari, Endah Dwi
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31290/jiki.v7i1.2261
Bed Turn Over (BTO) is the average number of patients who use each bed in a certain period. The ideal BTO value is 40-50 times/year. Inpatient indicators related to BTO are very important to pay attention to in efforts to improve service quality. The high BTO has the potential to disrupt the balance of clinical aspects such as hospital nosocomial infections. Based on the initial survey, the BTO value for the last three years at the Bengkulu City Hope and Prayer Hospital has increased, namely in 2016 (58.23 times/year), 2017 (64-65 times year) and 2018 (65 times/year) . This shows that the change of patient beds is very fast so that the use of the bed exceeds the provisions, namely 40-50 times/year, meaning that 1 bed is used by more than 50 patients a year which can cause nosocomial infections. The purpose of this study was to determine the value of BTO in the Mina Room of Harapan Hospital and Prayer in Bengkulu City for the 2019 period. The type of research used in this study was quantitative descriptive with a cross sectional approach. The population and sample were 2,060 inpatients in the Mina Room for the period 2019 with the sampling technique being the total population. The data used is secondary data which is processed by collecting, editing, classification and tabulating and analyzed using the BTO formula. The results of data analysis, the number of patients treated in the 2019 period in the Mina Room were 2,060 patients, with length of care (LD) of 7,435 days/year and an average of 3-4 days/year and the number of patients discharged (living or dead) in the Mina Room. 2,045 patients came out alive and 15 patients died, so that the BTO value in the Mina Room reached 93.58 times/year. The high BTO value in the Mina Room in the 2019 period resulted in a fairly high nosocomial infection of 12%. It is hoped that the hospital will add more beds in the Mina Room to prevent or reduce the occurrence of nosocomial infections.
ANALISIS KELENGKAPAN BERKAS KLAIM RAWAT INAP DIRUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU
Putri, Liza;
Heltiani, Nofri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.263
ABSTRAK Latar Belakang: Klaim BPJS adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya. Klaim BPJS yang tidak layak untuk rawat jalan dan rawat inap di Harapan dan Doa Kota Bengkulu selama 1 tahun (2022) sebanyak 67 berkas rawat jalan dan 205 berkas untuk rawat inap. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis prosedur pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rawat Inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota BengkuluMetode : Menggunakan metode kualitatif dengan indepth interview yang diambil dari 4 informan. Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil : Hasil penelitian diperoleh untuk rekapitulasi pelayanan masih terdapat hal- hal yang perluh diperbaiki antara lain banyak perawat dan juga DPJP yang masih sering salah dalam mengisi tanggal masuk perawatan dan tanggal keluar, berkas yang tidak terisi diagnosa penyakit dan perlu konfirmasi lagi dengan dokter yang menangani pasien tersebut selain itu untuk berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang perluh diperbaiki oleh pihak rumah sakit mulai dari diagosa dari dokter yang tidak tepat, perbedaan koding antara rumah sakit dan koding BPJS dan hasil pemeriksaan penunjang yang tidak ada berkasnya.Simpulan : Kesimpulan yang di dapat adalah Prosedur pengajuan klaim untuk poin rekapitulasi pelayanan dan berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang masi perlu di perbaiki lagi oleh pihak rumah sakit. Saran bagi Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu untuk memperkuat kerja sama dengan dokter dan perawat agar tidak terjadi kesalahan penulisan data pasien dan untuk BPJS agar lebih memperbanyak pelatihan mengenai pengajuan klaim BPJS kesehatan dengan pihak Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota BengkuluKata Kunci: Klaim BPJS, Rawat Inap, Rumah Sakit, BPJS Kesehatan ABSTRACTBackground : BPJS claims are submissions for the costs of treating BPJS participant patients by the hospital to BPJS Health, carried out collectively and billed to BPJS Health every month. BPJS claims that are not eligible for outpatient and inpatient care at Harapan and Doa Bengkulu City for 1 year (2022) are 67 files for outpatient care and 205 files for inpatient care. Method : This study aims to analyze the procedures for filing claims for the Health Social Security Administering Body (BPJS) at Inpatient Hope and Prayer Hospitals in Bengkulu City using qualitative methods with in-depth interviews taken from 4 informants. Results : Checking or checking the validity of the data using source triangulation and method triangulation. The research results obtained for the recapitulation of services there are still things that need to be corrected, including many nurses and also DPJP who are still often wrong in filling in the date of admission and date of discharge, files that do not contain disease diagnoses and need confirmation again with the doctor who treats these patients besides that for patient support files and other evidence of services there are still things that need to be corrected by the hospital starting from the diagnosis from the doctor who is not right, the difference in coding between the hospital and the BPJS coding and the results of supporting examinations where there is no file. Conclusion : The conclusion that can be obtained is that the procedure for submitting claims for service recapitulation points and patient support files and other evidence of services there are still things that still need to be improved by the hospital. Suggestions for Hope and Prayer Hospital of Bengkulu City to strengthen cooperation with doctors and nurses so that there are no errors in writing patient data and for BPJS to increase training on filing BPJS health claims with Harapan and Prayer Hospital in Bengkulu CityKeywords: BPJS Claims, Hospitalization, Hospitals, BPJS Health
Faktor Penyebab Pengembalian Berkas Klaim dari BPJS ke Rumah Sakit
Triyulia Citra, RACHMI;
anggita, frisya;
Heltiani, Nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51851/jmis.v8i1.401
Pengembalian berkas klaim dari BPJS ke rumah sakit merupakan hal yang sering terjadi, hal ini disebabkan berkas klaim diragukan kesimpulan data medisnya oleh verifikator BPJS. Berdasarkan wawancara dengan petugas coding diketahui pada bulan Januari terdapat 91(13,9%) berkas dan Februari 70(11,7%) berkas dikarenakan gagal purif dan pending, sedangkan pada bulan November dan Desember 2018 ada 70(11,2%) dan 77(13,1%) berkas klaim yang dikembalikan serta rumah sakit beum memiliki SPO pelaksanaan coding dan pengajuan klaim. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab pengembalian berkas klaim dari BPJS ke rumah sakit ditinjau dari ketidaksesuaian administrasi kepesertaan, ketidaktepatan kode diagnosa dan prosedur, serta ada tidaknya laporan penunjang yang dilampirkan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah berkas klaim yang dikembalikan sebanyak 86 berkas yang diolah univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian dari 86 sampel yang direview terdapat 10 berkas (11,6%) tidak sesuai administrasi kepesertaannya, 54 berkas (62,8%) yang kode diagnosa dan prosedurnya tidak tepat, dan 40 berkas (46,5%) yang tidak dilengkapi dengan laporan penunjang. Untuk meminimalisasi ketidaksesuaian administrasi dapat diterapkan bridging system, meminimalisasi angka ketidaktepatan kode diagnosa dan prosedur dengan mengadakan pelatihan coding serta pembuatan SPO pelaksanaan coding dan pengajuan klaim, serta membentuk petugas assembling untuk meminimalisasi laporan penunjang yang tidak dilengkapi.
ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSA OBSTETRI TERHADAP KELANCARAN KLAIM BPJS RS.X KOTA BENGKULU
Heltiani, Nofri;
Asroni, Nurwahyu;
Suryani, Tri Endah
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31290/jiki.v9i1.3634
Backgroud: The obstetric code is a code that is more detailed and has differences from other disease codes, so errors often occur in enforcing the code. Based on observations of 10 obstetric claim files submitted to BPJS, it was found that 6 (60%) files were pending due to diagnoses and codes entered on medical resumes that were not in accordance with BPJS, which resulted in delays in the claim payment process to the hospital. This study aims to analyze the accuracy of the obstetrical diagnosis code for the smoothness of BPJS RS.X claims in Bengkulu City.Subjects and Method: This type of research is descriptive with a cross sectional approach. The population in this study were 137 obstetrical claim files for 2021 with a sample of 58 files taken by simple random sampling. The data used in this study were primary and secondary data which were processed univariately.Results: 31(53%) obstetric files smooth BPJS claims and 27(47%) non-current BPJS claim files with details 3(5%) incomplete claim files, 22(38%) incorrect obstetric code and 2(3%) incomplete documentationConclusion: Most of the accuracy of the obstetric diagnosis code experienced smoothness of the BPJS when it was verified by the BPJS verifier.
PENDING CLAIMS IN OUTPATIENT SCHIZOPHRENIA CASES AT RSKJ SOEPRAPTO BENGKULU PROVINCE
Widyawati, Dwi;
Heltiani, Nofri
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 22 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/js.v22i3.289
Incompleteness of files and inaccurate diagnosis codes are factors that cause claims to occur. From the results of observations of 10 samples of claim files for outpatient schizophrenia cases, it was found that 3(30%) were approved and 7(70%) were rejected because 2 files had different SEP dates, 2 files did not have the signature of the doctor in charge of the patient on the medical resume sheet and 3 used incorrect diagnosis codes, resulting in delays in the payment process which caused material losses for the Hospital. This study aims to determine pending claims for outpatient schizophrenia cases in terms of completeness of files and accuracy of diagnosis codes. The type of research is observational with a quantitative descriptive design with a population and sample of 68 pending outpatient schizophrenia case files for the period January and February 2024. The research data used is secondary data obtained by observation using an observation sheet, then the data is processed and analyzed univariately using a frequency distribution. The results of this research show that pending claims for outpatient schizophrenia are seen from the completeness of the file and the accuracy of the diagnosis code, namely 16 (23%) pending due to incomplete claim files, 48 (71%) pending due to inaccurate diagnosis codes and 4 (6%) pending due to incomplete and inaccurate diagnosis code. Efforts are needed to solve the problem of pending claims by forming an internal verification team to evaluate and optimize existing management activities and communicate with the person in charge of the medical department
SOSIALISASI PERANCANGAN e-RETENSI DALAM MENDUKUNG MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Heltiani, Nofri;
Khairunnisyah;
Ismail Arifin;
Dwi Widyawati
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.300
Sistem retensi rekam medis elektronik merupakan bagian dari tata kelola rekam medis elektronik yang memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan ketersediaan data rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui Rumah Sakit X Bengkulu masih menggunakan retensi konvensional dimana data berkas rekam medis yang telah diretensi tidak dicatat dan tidak diarsipkan ke dalam buku retensi, sehingga pada saat pasien bersangkutan datang kembali berobat menyebabkan petugas filing memerlukan waktu yang cukup lama untuk ditelusuri berkas rekam medis agar pasien bisa mendapatkan pelayanan medis. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk menyampaikan informasi hasil penelitian yang berupa perancangan e-retensi berkas rekam medis dengan metode waterfall dan memberikan pelatihan prosedur penggunakan aplikasi e-retensi. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah sosialisasi hasil penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk penyampaian materi dan diskusi, serta pelatihan prosedur penggunaan aplikasi e-retensi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berjalan lancar dengan hasil pengetahuan dan pemahaman petugas filing terkait fungsi e-retensi dalam mendukung efiensi masa simpan berkas rekam medis.
EDUKASI PETUGAS TERKAIT KETEPATAN KODE DIAGNOSA OBTETRI DALAM MENDUKUNG KELANCARAN KLAIM BPJS DI RS.X
Heltiani, Nofri;
Budiarti, Anggia;
Agusianita, Agusianita
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 5 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/ijhims.v5i1.131
Ketepatan kode tindakan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran klaim dan menjadi dasar disetujuinya penagihan biaya oleh BPJS kepada Rumah Sakit, namun berkas klaim kasus obstetric RS.X Kota Bengkulu selalu mengalami pending setiap kali pengajuan klaim BPJS yang disebabkan mayoritas kode diagnosa tidak tepat. Hal ini disebabkan informasi koding (berkaitan dengan tindakan dan kode yang diinputkan tidak sesuai dengan aturan koding pada Surat Edaran BPJS Kesehatan 2023 dan Berita Acara Kesepakatan ketika verifikasi klaim oleh verifikator BPJS Kesehatan, yang berdampak terlambatnya proses pembayaran klaim sehingga menyebabkan kerugian material bagi Rumah Sakit. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada petugas terkait pentingnya ketepatan kode diagnose obstetri dalam mendukung kelancaran klaim BPJS. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan diskusi interaktif melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanan dan tahap monitoring evaluasi dengan sasaran petugas casemix sebanyak 8 orang. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pengetahuan petugas casmix sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi meningkat menjadi 70%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata pretest sebesar 56 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai posttest menjadi 95. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan petugas casemix dalam melakukan identifikasi penyebab tidak tepatnya kode diagnosa obstetri berdasarkan ICD 10 dan ICD-9CM serta INA-CBG’s.
Kebijakan ASI Eksklusif Sebagai Faktor Penentu Pola Menyusui di Puskesmas X
Tri Endah Suryani;
Heltiani, Nofri
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/jkm.v3i1.1212
Kebijakan program pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Namun demikian, kebijakan yang ada belum seluruhnya dinilai efektif oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan ASI eksklusif sebagai faktor penentu pola menyusui. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan desain potong lintang (cross sectional) dengan populasi semua ibu yang mempunyai batita usia 7-12 bulan tahun 2023 yang tercatat di Puskesmas X sebanyak 92 orang, dan sampel 64 orang ibu yang benar-benar telah menyusui dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling, data yang digunakan adalah data primer kemudian diolah dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kebijakan (X1), (X2),(X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola menyusui secara eksklusif pada nilai P<0.05. kebijakan (X3) merupakan kebijakan yang paling efektif sebagai penentu pola menyusui ibu secara eksklusif.
Identifikasi Ketepatan Kode Diagnosa Obstetri di Rumah Sakit X
Heltiani, Nofri;
Lolli Nababan;
Tri Endah Suryani
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/jkm.v3i1.1218
Kode obstetri merupakan kode bersifat lebih rinci dan memiliki perbedaan dengan kode penyakit lainnya, sehingga sering terjadi kesalahan dalam penegakkan kode. Berdasarkan hasil observasi dari 10 berkas obstetri diketahui 6(60%) berkas tidak tepat kode diagnosa disebabkan tidak ada kode tindakan dan salah karakter kode dan 4(40%) berkas tepat kode diagnosa sehingga tidak validnya laporan statistik rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketepatan kode diagnosa obstetric di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 137 berkas rekam medis kasus obstetri pada periode Januari s.d Desember 2021 dengan sampel 58 berkas yang diambil secara simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang diolah dan dianalisis secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitin ini adalah diketahui ketepatan kode diagnosis obstetric 36(62,1%) berkas dan ketidaktepatan kode diagnosis obstetric 22(37,9%) berkas. Ketidaktepatan kode obstretric dibagi menjadi enam katagori, yaitu diagnosis tidak di kode, kode ditulis tidak sesuai dengan klasifikasi ICD-10 Chapter XV (O00-O99), salah jumlah karakter, salah Complication Of Delivery (O00-O99)/kode Ibu, salah Method Of Delivery (O80.0-084.9)/kode tindakan dan salah Outcome Of Delivery (Z37.0-Z37.9)/kode Anak