cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013" : 9 Documents clear
Lembar Judul Jurnal Dewan Redaksi
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.8

Abstract

Struktur Dewan Redaksi dan Daftar ini Jurnal
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA NARKOBA PADA ORGANISASI ORANG INDONESIA (OI) DI TASIKMALAYA TAHUN 2012 Setiawan SH, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.11

Abstract

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2010  menyebutkan, dalam lima tahun terakhir jumlah kasus tindak pidana narkoba di Indonesia rata-rata naik 51,3 persen atau bertambah sekitar 3.100 kasus per tahun. Sedangkan pada tahun 2011 kasus penyalahgunaan narkoba melonjak menjadi 22.630 kasus dengan tersangka sebanyak 36.169 orang. Kelompok penyalahguna terbesar berada pada rentang usia 16 - 29 tahun sebesar 20.170 orang, dengan rincian pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 4.138 siswa, SMP dan SMA sebanyak 31.213 siswa serta Perguruan Tinggi berjumlah 818 mahasiswa. (BNN : 2011). Tujuan untuk menganalisis faktor yang mempengarui pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba pada Organisasi Orang Indonesia Di Tasikmalaya tahun 2012. Jenis Penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan metode analitik  pendekatan studi Cross Sectional. jumlah sampel pada penelitian ini adalah 194, ditambah 10% untuk kalau ada kemungkinan terjadi ketidak lengkapan pengisian kuesioner maka sampel menjadi 214 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa umur responden ada hubungan bermakna dengan pengetahuan terhadap bahaya narkoba dengan nilai p kurang dari 0,05, yaitu 0,003 dan nilai OR sama dengan 2,423, pendidikan responden ada hubungan bermakna dengan pengetahuan terhadap bahaya narkoba dengan nilai p kurang dari 0,05, yaitu 0,026 dan nilai OR sama dengan 1,936, Infromasi teman sebaya ada hubungan bermakna dengan pengetahuan terhadap bahaya narkoba dengan nilai p kurang dari 0,05, yaitu 0,000 dan nilai OR sama dengan 0,282, Informasi orangtua responden ada hubungan bermakna dengan pengetahuan terhadap bahaya narkoba dengan nilai p kurang dari  0,05, yaitu 0,000 dan nilai OR sama dengan 58,2. Saran Hendaknya para remaja lebih dapat mencari informasi yang akurat dan benar tentang narkoba, khususnya mereka yang berumur remaja awal
GAMBARAN FAKTOR LETAK GEOGRAFIS DAN KUNJUNGAN POSYANDU PASIRPARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAWI TAHUN 2012. Lilis lisnawati, SST, M.Keb
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.12

Abstract

Berdasarkan sumber data yang dilihat di Puskesmas Ciawi diperoleh bahwa jumlah kader Posyandu sebanyak 315 orang yang tersebar di 76 posyandu (tiap posyandu memiliki 2-6 orang kader). Pencapaian target D/S (jumlah bayi dan anak Balita yang datang dan ditimbang di Posyandu dibanding dengan semua bayi dan anak Balita yang ada) sebesar 72,01%. Salah satu desa di Kecamatan Ciawi adalah Desa Pasirhuni dengan wilayah kerja sebanyak 14 RW yang memiliki 10 posyandu, yang dibina oleh 1 orang petugas (bidan desa) dan di bantu oleh 43 kader. Peran serta ibu yang mempunyai balita dalam kegiatan posyandu masih kurang, hal ini dapat dilihat dari sejumlah balita yang ada sebanyak 84 orang, sebesar 60% ibu balita yang datang ke Posyandu untuk menimbangkan balitanya. Tujuan Mengetahui gambaran faktor yang berhubungan dengan kunjungan Posyandu Pasirpari di wilayah kerja Puskesmas Ciawi tahun 2012. Jenis penelitian ini termasuk kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu balita usia 0-5 tahun di Posyandu Pasripari Kecamatan Ciawi pada bulan Maret tahun 2012 yang berjumlah 84 orang.Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling Setelah dilakukan penelitian jumlah sampel berdasarkan kriteria tersebut sebanyak 76 orang.Instrument penelitian adalah format kuesioner yang telah dibuat sendiri oleh peneliti. Analisis data yang digunakan adalalah analisis univariat untuk menganalisis variabel Letak geografis, dan kunjungan ke posyandu melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa Letak Geografis Distribusi faktor letak geografis yang berhubungan dengan kunjungan ke Posyandu Pasirpari di wilayah kerja Puskesmas Ciawi tahun 2012 menunjukkan bahwa letak geografis/ keterjangkauan kke Posyandu paling banyak termasuk dekat yaitu 65 orang (85,5%), dan yang jauh sebanyak 11 orang (14,5%). Data menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak teratur dalam kunjungan Posyandu yaitu 43 orang (56,6%), dan teratur 33 orang (43,3%). Simpulan dari penelitian ini adalah letak geografis atau keterjangkauan ke posyandu paling banyak termasuk dekat yaitu 65 orang (85,5 %), dan yang jauh sebanyak 11 orang (14,5%) serta data kunjungan sebagian responden tidak teratur dalam kunjungan posyandu yaitu 43 orang (56,6%), dan teratur 33 orang (43,3%). Saran yang direkomendasikan adalah bagi aparatur pemerintahan bekerjasama dengan pihak puskesmas dalam menyusun kegiatan pokjanal poyandu serta menentukan lokasi posyandu yang dapat terjangkau oleh seluruh masyarakat sehingga pelayanan dasar posyandu dapat terjangkau oleh seluruh masyarakat.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENGETAHUAN AKSEPTOR SUNTIK TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA KURNIABAKTI KECAMATAN CIAWI TASIKMALAYA TAHUN 2012 Fenty Agustini, SST.,M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.13

Abstract

Pertumbuhan penduduk (Growth Rate) di Indonesia dewasa ini tidak menggembirakan. Karena angka kelahiran masih cukup tinggi. Tanpa adanya pengendalian laju pertumbuhan penduduk maka usaha-usaha dibidang pembangunan ekonomi dan sosial yang telah dilaksanakan dengan maksimal, kurang berfaedah. Tujuan umum penulisan adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Akseptor Suntik Tentang Kontrasepsi Suntik Di Desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi Tasikmalaya Tahun 2012. Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan, pengetahuan dibidang kesehatan dan dapat menambah informasi bagi pembangunan ilmu kebidanan khususnya pelayanan Keluarga Berencana. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh akseptor KB suntik di Desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi Tasikmalaya Tahun 2012 dengan jumlah 45 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling dan menggunakan kriteria. Analisa data dengan menggunakan persentasi dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan akseptor KB suntik di Desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012 termasuk kategori kurang yaitu sebanyak 45 orang atau 66,3 persen dan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya pengetahuan akseptor KB suntik yaitu umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penyebab rendahnya pengetahuan akseptor KB suntik yaitu umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan untuk dijadikan tambahan dokumentasi penelitian mahasiswa sebagai acuan pengetahuan ilmu kebidanan tentang alat kontrasepsi Suntik.
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012 Sinta Fitriani, S.KM,MKM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.14

Abstract

Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, dan cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di desa tersebut. Bertitik tolak dari latar belakang tersebut, maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui gambaran karakterisrik kader Posyandu di Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan memperoleh Gambaran Karakteristik Kader Posyandu di Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012. Jenis penelitian ini menggunakan metoda deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader Posyandu aktif di Desa Cikunir wilayah kerja Puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 49 orang (periode April 2012). Tehnik pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner . Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa Pendidikan kader posyandu mayoritas lulus SD (47 %) dan yang tidak tamat SD (2 %). Mayoritas kader posyandu sebagai ibu rumah tangga (78 %). Sebanyak 98 % Kader posyandu mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan 98 % pelatihan. Fasilitas Posyandu yang masih kurang memadai. Lama kerja kader Posyandu mayoritas lebih dari 3 Tahun (65 %). Tingkat Pengetahuan kader mayoritas kategori baik (88 %), serta 97,96 % kader mendapat Imbalan. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, penulis mengambil kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut : Pendidikan kader, kader posyandu berpendidikan ada yang paling banyak lulus SD (47 %) dan yang tidak tamat SD (2 %). Mayoritas kader posyandu sebagai ibu rumah tangga (78 %). Sebanyak 98 % Kader posyandu mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan 98 % pelatihan. Fasilitas Posyandu yang masih kurang memadai. Lama kerja kader Posyandu mayoritas lebih dari 3 Tahun (65 %). Tingkat Pengetahuan kader mayoritas kategori baik (88 %), serta 97,96 % kader mendapat Imbalan. Sehingga peneliti menyarankan aparatur desa harus selalu diikutsertakan dalam pembinaan maupun bimbingan teknis sehingga kader termotivasi untuk meningkatkan perannya dalam kegiatan posyandu
GAMBARAN PEMILIHAN TEMPAT DAN PENOLONG PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGNUNGGAL KABUPETEN TASIKMALAYA TAHUN 2012 Widya Maya Ningrum, SST., M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.15

Abstract

Kematian ibu sebagian besarnya terjadi pada saat persalinan, dimana 9 dari 10 kematian ibu terjadi saat persalinan. Target cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah sebesar 90%. Namun, data Riskesdas tahun 2010 mencatat cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih baru mencapai 82,3% . Puskesmas Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya , cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah 68,83 %. Cakupan ini belum memenuhi target sebesar 80 %. Penolong dan tempat persalinan merupakan faktor penentu dalam asuhan persalinan. Keberhasilan proses persalinan yang bersih dan aman sangat dipengaruhi oleh faktor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pemilihan tempat dan penolong persalinan di Puskesmas karangnunggal tahun 2012. Jenis penelitian ini termasuk kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya periode April - Juni 2012 sebanyak 43 orang. Variabel dalam penelitian ini yaitu pemilihan tempat dan penolong persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berencana memilih tempat di fasilitas kesehatan yaitu 30 orang (69,8) dan memilih penolong persalinan oleh bidan sebanyak 35 orang (81,4%). Hal ini menunjukan adanya kesadaran akan pentingnya pemilihan tempat dan peniling persalinan. Meskipun dari hasil tersebut masih ada ibi yang berencana melahirkan di rumah sendiri ataupun di rumah dukun paraji , dan ditolong oelh paraji. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari tenaga kesehatan wilayah setempat, agar lebih di motivasi untuk memilih tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam proses peralinannya nanti. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa sebagian besar ibu hamil pada trimester III memilih tempat persalinan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh bidan. Saran dari hasil penelitian ini adalah Ibu hamil disarankan untuk memeriksakan kehamilan secara rutin ke tenaga kesehatan dan memilih persalinan di fasilitas kesehatandan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan Desa diharapkan proaktif dalam membantu ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan yaitu dengan cara kunjungan rumah untuk memastikan pilihan tempat dan penolong persalinan .
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KUNJUNGAN IBU YANG MEMILIKI BALITA KE POSYANDU DI DESA CIDADALI KECAMATAN CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012. Tupriliany Danefi, SST. M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.16

Abstract

Posyandu sebagai wahana alih informasi dan teknologi dari petugas kesehatan kepada masyarakat, pada masa krisis ekonomi keberadaannya kurang menggembirakan (Depkes RI, 2001). Berdasarkan studi pendahuluan, didapatkan adanya penurunan jumlah kunjungan peserta Posyandu di Desa Cidadali Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya dari 544 orang menurun menjadi 104 orang bulan Pebruari 2011. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Desa Cidadali Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di Desa Cidadali Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 540 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah simpel random sampling sehingga didapatkan semua ibu yang mempunyai balita sejumlah 63. Dalam penelitian ini menggunakan Analisa univariat dilakukan untuk mendeskripsikan variabel pengetahuan dan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang posyandu di Desa Cidadali Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012 sebagian besar termasuk kategori kurang. Serta tingkat kunjungan balita ke posyandu di Desa Cidadali Kecmatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012 sebagian besar termasuk kategori tidak pernah. Saran yang direkomendasikan adalah instansi kesehatan dapat meningkatkan fasilitas pelayanan di posyandu sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat pelayanan dasar bagi masyarakat.
GAMBARAN JENIS ALAT KONTRASEPSI YANG DIGUNAKAN BERDASARKAN UMUR DAN PARITAS DI DESA GOMBONG KECAMATAN CIAWI KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012 Chanty Yunie, SST
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.17

Abstract

Laju petumbuhan penduduk di Indonesia saat ini sudah memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan.apabila laju pertumbuhan penduduk ini tidak segera diantisipasi, maka 10-15 tahun ke depan Indonesia akan mengalami ledakan penduduk yang tidak dapat terkendali. Pada tahun 2007 laju pertumbuhan penduduk rata-rata 2,6 juta jiwa pertahun, apabila hal tersebut tidak segera dikendalikan, maka hal demikian menjadi beban yang berat bagi pemerintah. (BKKBN : 2010) Pelayanan KB yang berkualitas belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah nusantara. Pada saat sekarang ini paradigma program KB telah mempunyai visi dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan keluarga berencana yang berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memilih jumlah anak yang ideal. berwawasan ke depan, bertanggung jawab dan harmonis. (Hartanto : 2002). Akseptor KB di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2011 sebanyak 268.836 orang terdiri dari pengguna pil sebanyak 21,4%, suntik 40,5%,implant 2,4%, AKDR 6,39%, kondom 1,5%, sterilisasi 1,32%. Dan di wilayah Kecamatan Ciawi, dari 14678 akseptor KB didapatkan pengguna implant sebesar 1,6%. pengguna AKDR sebesar 4,7%. Pengguna suntik 83,5%. Pengguna pil 9,1%. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiGambaran Jenis Pemakaian Alat Kontrasepsi di Desa Gombong Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Akseptor KB di Wilayah Desa Gombong Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya yaitu sebanyak 213 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sehingga dapat diambil jumlah sampel yang dilakukan penelitian sebanyak 138 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Berdasarkan tabel 5.4 dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah pengguna alat kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 81 Orang (58,7%) Pil 32 orang (23,2%) dan yang paling sedikit adalah pengguna kontrasepsi IUD sebanyak 25 orang (18,1%) . Sebagian besar responden memiliki paritas 2 orang sebanyak 71 Orang (51,4%) dan yang paling sedikit adalah responden memiliki paritas >3 orang (21,7 %) . Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa jumlah Responden menurut umur paling banyak adalah golongan umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 71 Orang (51,5%) dan yang paling sedikit adalah golongan umur <20 tahun yaitu sebanyak 9 orang (6,5%).Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa myoritas jenis alat kontrasepsi yang digunakan adalah 81 Orang (58,7%) dan yang paling sedikit adalah pengguna kontrasepsi IUD sebanyak 25 orang (18,1%) Diharapkan mampu lebih meningkatkan upaya pengetahuan dengan mengikuti kegiatan seminar dan penyuluhan mengenai macam-macam kontrasepsi sehingga dapat memilih kontrasepsi yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan akseptor
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANJUT USIA UNTUK BERKUNJUNG KE POSBINDU TAWANG SARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWANG KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2012 Aam Nursalam, SKM,MM.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.18

Abstract

Sekitar 15% diantaranya mengalami dementia atau pikun, di samping penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit kanker, jantung, reumatik, osteoporosis, katarak dan lain-lain. Dementia atau pikun adalah salah satu penyakit yang ditandai gangguan daya pikir dan daya ingat yang bersifat progresif disertai gangguan bahasa, perubahan kepribadian dan perilaku (Sujudi : 2004). Menurut data SKRT (Survey Kesehatan Rumah Tangga) tahun 2007 menunjukkan angka kesakitan penduduk usia 55 tahun ke atas sebesar 25,7 persen. Berdasarkan SKRT tahun 2007 angka kesakitan usia 55 tahun 15,1%, dan menurut SKRT 20007 angka kesakitan usia 45-59 sebesar 11,6 persen (Wirakartakusumah : 2010).Di Posyandu Tawang Sari hanya ada 7 orang saja yang biasa berkunjung ke Posyandu Lanjut Usia dari 68 orang jumlah lanjut usia di daerah Posyandu Tawang Sari. Hal ini disebabkan kurangnya kemandirian dari lanjut usia dalam faktor kesehatan. Dikarenakan tidak mandirinya lanjut usia maka dalam melakukan aktivitas masih memerlukan bantuan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lanjut usia untuk berkunjung ke Posbindu Tawang Sari di Wilayah kerja Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif. Desain penelitian menggunakan pendekatan exploratory study. Populasi penelitian ini adalah seluruh usia lanjut di Posbindu Tawangsari di Wilayah Kerja Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya berjumlah 68 orang lanjut usia. Sampel penelitian ini ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data primer menggunakan kuesioner sebagai pedoman pertanyaan. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan menghitung presentase dari masing-masing variabel. Pengambilan kesimpulan hasil penelitian dihitung dari rata-rata presentase penilaian setiap indikator. Hasil penelitian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menyatakan bahwa 60,3% pengetahuan lanjut usia tentang Posbindu termasuk kategori cukup , 67,65% sikap lanjut usia terhadap Posbindu termasuk kategori baik, 100 % responden menyatakan ketersedianya sarana pelayanan kesehatan di Posbindu termasuk kategori kurang memuaskan serta 100% Responden menyatakan bahwa Gambaran sikap dan perilaku petugas kesehatan Posbindu termasuk kategori memuaskan. Kesimpulan menyatakan bahwa 60,3% pengetahuan lanjut usia tentang Posbindu termasuk kategori cukup , 67,65% sikap lanjut usia terhadap Posbindu termasuk kategori baik, 100 % responden menyatakan ketersedianya sarana pelayanan kesehatan di Posbindu termasuk kategori kurang memuaskan serta 100% Responden menyatakan bahwa Gambaran sikap dan perilaku petugas kesehatan Posbindu termasuk kategori memuaskan.. Diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan sebaik mungkin. Sehingga berkunjung ke posyandu secara tertatur dan rutin ke petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan dapat mengetahui kesehatannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9