Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Itekes Bali
Ruang lingkup Jurnal Abdimas ITEKES Bali adalah sebagai berikut : Keperawatan (Publikasi bidang keperawatan mencakup keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan dan juga keperawatan komplementer). Kebidanan (Dalam bidang kebidanan mencakup kesehatan ibu dan anak termasuk kehamilan, kelahiran, post-partum, bayi, keluarga berencana dan juga kesehatan reproduksi). Kesehatan masyarakat (Publikasi bidang kesehatan masyarakat mencakup area promosi kesehatan, pendidikan kesehatan, manajemen dan pelayanan kesehatan, epidemiologi dan area kesehatan masyarakat lainnya). Farmasi (Jurnal Bidang Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas mempublikasikan artikel riset dan review kefarmasian yang meliputi aspek farmakologi, biologi farmasi, kimia farmasi, kimia bahan alam, teknologi sediaan farmasi, farmasi klinik dan farmasi komunitas). Anestesi (Jurnal Bidang Ilmu Keperawatan Anestesiologi mempublikasikan artikel riset dan review mengenai keperawatan anestesiologi meliputi keperawatan anestesi pada praanestesi, keperawatan anestesi pada intraanestesi, keperawatan anestesi pada pascaanestesi, keperawatan anestesi pada gawat darurat dan kritis, keperawatan anestesi dalam manajemen nyeri). Makanan dan Teknologi (Jurnal Bidang Ilmu Teknologi Pangan mempublikasikan artikel riset dan review mengenai teknologi pangan yang terkait aspek kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, teknologi hasil pertanian, keamanan pangan, ketahanan pangan, biokimia pangan, pangan fungsional dan gizi pangan). Akupuntur (Jurnal Bidang Ilmu Akupuntur dan Pengobatan Herbal mempublikasikan artikel riset dan review mengenai akupuntur, moksibusi dan tuina: termasuk mekanisme efek akupuntur, moksibusi dan tuina, spesifisitas efek titik akupunktur, kompatibilitas titik akupuntur, evaluasi efikasi akupuntur, moksibusi dan tuina, serta evaluasi efikasi herbal Indonesia dan Cina).
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 2 (2026)"
:
12 Documents
clear
Edukasi Dan Terapi Akupunktur Sebagai Terapi Neuroimunomodulator Pada Rhinitis Alergika
Harditya, Kadek Buja;
Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji;
Suweca, I Gede;
Padmiswari, Anak Agung Istri Mas;
Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37294/jai.v5i2.860
Rhinitis alergika merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas atas dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Gejala seperti bersin, rinore, hidung tersumbat, dan rasa gatal pada hidung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, konsentrasi, dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membantu mengurangi gejala rhinitis alergika melalui edukasi kesehatan dan terapi akupunktur berbasis neuropuncture. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test pada 80 responden usia remaja hingga lansia di Kelurahan Renon, Kota Denpasar. Intervensi meliputi edukasi kesehatan dan terapi akupunktur pada titik LI20 (Yingxiang), Bitong, Yintang, LI4 (Hegu), dan ST36 (Zusanli). Parameter yang dinilai meliputi skor pengetahuan, Total Nasal Symptom Score (TNSS), dan Visual Analog Scale (VAS) sumbatan hidung. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p = 0,002) serta penurunan signifikan skor TNSS (p = 0,002) dan VAS (p = 0,003) setelah intervensi. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan, membantu mengurangi gejala rhinitis alergika, serta mendukung pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat komunitas lokal. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat dan kader kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: Rhinitis alergika, neuropuncture, TNSS, VAS, edukasi kesehatan
Peningkatan Pengetahuan Suami Ibu Hamil Tentang Postpartum Blues Dengan Video Edukasi
Parwati, Ni Wayan Manik;
Wulandari, Idah Ayu;
Haryati, Ni Putu Sri;
Indriana, Ni Putu Riza Kurnia;
Suartini, Ni Wayan
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37294/jai.v5i2.861
Postpartum blues merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu selama masa nifas dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan ibu maupun tumbuh kembang bayi apabila tidak ditangani secara tepat sejak awal. Salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan adaptasi ibu setelah persalinan adalah dukungan keluarga, terutama dari suami. Kurangnya pengetahuan suami mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa nifas diketahui dapat memengaruhi kondisi emosional ibu pascapersalinan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman suami terkait upaya pencegahan postpartum blues melalui penggunaan media edukasi berbasis video. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang disertai pemutaran video edukasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan terdiri dari 28 suami ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas I Denpasar Timur. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner sederhana, serta analisis efektivitas media video menggunakan uji Wilcoxon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman suami mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan postpartum blues. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden (64,2%) memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup. Setelah intervensi edukasi melalui video, mayoritas peserta (82,1%) berada pada kategori pengetahuan baik. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai p-value <0,001. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan suami mengenai postpartum blues. Diharapkan para suami lebih aktif dalam mencari informasi terkait kesehatan psikologis ibu pada masa nifas serta mampu memberikan dukungan emosional dan sosial yang optimal guna mencegah terjadinya postpartum blues. Selain itu, tenaga kesehatan khususnya pengelola program KIA disarankan untuk mengintegrasikan edukasi berbasis video tentang pencegahan postpartum blues ke dalam layanan antenatal care (ANC) dan kegiatan kelas ibu hamil secara rutin Kata kunci : Video, edukasi, suami, postpartum blues