cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi FIS UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Buana
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/student.v3i1
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2019)" : 22 Documents clear
Kategori Pertanyaan Berpikir Spasial Di Dalam Buku Teks Geografi Sma Kelas Xii Terbitan Erlangga Tivani Monic Sandria; . ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.294

Abstract

Abstrak Artikel ini dibuat untuk (1) menganalisis kategori pertanyaan berpikir spasial yang terdapat di dalam buku teks geografi terbitan Erlangga dan Wangsa Jatra Lestari, dan (2) tanggapan guru mengenai kemampuan berpikir spasial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis konten. Sumber data penelitian adalah buku teks Wangsa Jatra Lestari kelas X, Erlangga kelas X, XI, dan XII. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dan metode kuesioner. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1368 pertanyaan; 716 merupakan kategori Nonspasial dengan persentase 52,34%, 233 pertanyaan kategori Spasial Primitif dengan persentase 17,03%, 335 pertanyaan Spasial Sederhana dengan persentase 24,49%, dan 84 pertanyaan Kompleks spasial dengan persentase 6,14%. Selain itu, juga ditemukan bahwa guru geografi tidak memahami kemampuan berpikir spasial, karena hanya berpatokan pada Taksonomi Bloom sebagai dasar pembelajaran. 80% guru geografi mengetahui taksonomi berpikir selain Taksonomi Bloom, 20% lainnya tidak. Seluruh guru berasumsi bahwa High Order Thinking Skills (HOTS) sama dengan kemampuan berpikir spasial menurut Jo-Bednarz. 60% guru menyatakan bahwa pertanyaan di dalam buku teks geografi sudah cukup sesuai dengan kurikulum. 40% lainnya menyatakan tidak, karena pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam buku geografi hanya dipenuhi oleh soal-soal C1. Sedangkan standar untuk SMA adalah C1-C4.
Pola Penggunaan Remitan di Nagari Lagan Mudik Punggasan Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Novira Esa Framujiastri; Rery Novio
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik migran, pola penggunaan remitan dan dampak remitan terhadap sosial ekonomi rumah tangga di Nagari Lagan Mudik Punggasan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian merupakan seluruh keluarga migran. Sampel diperoleh sebanyak 57 responden menggunakan pendekatan Isac Michel. Teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karakteristik migran Nagari Lagan Mudik Punggasan didominasi oleh usia 25-29 tahun, dengan pendidikan rata-rata tingkat SMA. Daerah tujuan lebih banyak berada diluar Provinsi Sumatera Barat dengan persebaran tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Sebagian besar migran bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan dari segi pendapatan paling banyak tergolong berpendapatan sedang (Rp. 1.500.000 s/d Rp. 2.500.000 perbulan). (2) Pola penggunaan remitan di Nagari Lagan Mudik Punggasan lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif dengan persentase 59,42%. Bentuk penggunaan paling banyak yaitu untuk membayar tagihan listrik dan air, bahan sembako, serta membeli peralatan elektronik. (3) Remitan berdampak terhadap sosial ekonomi rumah tangga keluarga migran dalam hal kemudahan membayar biaya pendidikan, bertambahnya peralatan elektronik keluarga migran, serta sumbangan yang diberikan untuk pembangunan desa dan sarana publik lainnya. Kata Kunci: Remitan, Pola Penggunaan Remitan, Dampak Remitan
Faktor-Faktor Penyebab Pedagang Bertahan Di Pasar Lama Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Widya Rahmawati; Surtani .; fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.324

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab pedagang bertahan di pasar lama Kecamatan Lubuk Alung serta sikap pedagang dan pembeli terhadap pasar baru yang telah dibangun. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor-faktor penyebab pedagang bertahan di pasar lama Kecamatan Lubuk Alung adalah 1) Faktor langsung yang mepengaruhi adalah (a) Lokasi pasar yang dekat dengan rumah pedagang dan pembeli dengan jarak tempuh rata-rata kurang dari 3 Km. (b) Transportasi yang dapat digunakan untuk sampai ke pasar lama kendaraan umum dan pribadi. (c) Harga sewa kios yang terjangkau Rp 500.000 – Rp 1.500.000 pertahun (d) Rata-rata pendapatan pedagang berkisar Rp 500.000 – Rp 1.000.000 perhari dengan keuntungan Rp 250.000 – Rp 500.000 perhari. Sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi yaitu (a) Kebijakan, tidak ada ketegasan pengelola pasar secara resmi untuk memindahkan pedagang dari pasar lama kepasar baru. (b) Hubungan sosial kemasyarakatan pedagang dengan lingkungan sudah terjalin dengan baik, dibuktikan dengan adanya ikatan antar pedagang yaitu IKAPILA (Ikatan Pedagang Pasar Lubuk Alung. 2) Sikap pedagang dan pembeli terhadap pasar baru umumnya tidak setuju, karena status penempatan pedagang di pasar baru belum jelas, pedagang sudah merasa nyaman di pasar lama rata-rata mereka berdagang sudah bertahun-tahun, biaya sewa yang mahal, alasan lainnya jarak dari terminal angkot ke pasar baru cukup jauh kurang lebih 200 meter. Hanya sebagian kecil responden dari pasar lama yang menyatakan setuju, karena dipandang pasar baru kebih teratur, jalannya lebih besar dan sudah diaspal. Kata Kunci : Sikap pedagang, pasar lama. Abstarct This study aims to find out about the factors that cause traders to survive in the old market Lubuk Alung District and the attitude of traders and buyers to new markets that have been built. This type of research is qualitative research. The results of the study found that the factors that caused traders to survive in the old market of Lubuk Alung Subdistrict were 1) Direct influencing factors were (a) Market location close to the homes of traders and buyers with an average distance of less than 3 Km. (b) Transportation that can be used to get to the old market of public and private vehicles. (c) Affordable kiosk rental prices of IDR 500,000 - IDR 1,500,000 per year (d) The average income of traders ranges from IDR 500,000 - IDR 1,000,000 per day with a profit of IDR 250,000 - IDR 500,000 per day. Whereas indirect factors that influence are (a) Policies, there is no official firmness of market managers to move traders from old markets to new markets. (b) Community social relations with traders and the environment have been well established, as evidenced by the bond between traders, namely IKAPILA (Lubuk Alung Market Trader Association. 2) The attitude of traders and buyers to new markets generally does not agree, because the placement status of traders in new markets has not clearly, traders already feel comfortable in the old market, on average they trade for years, expensive rental costs, other reasons the distance from the angkot terminal to the new market is quite far about 200 meters. Only a small number of respondents from the old market stated that they agreed, because it was seen by the new market to be more orderly, the road was bigger and already paved. Keywords: Attitudes of traders, old markets.
Karakteristik Petani Kelapa Sawit di Nagari Air Hitam Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan Yuliawati Yuliawai; rahmanelli .; khairani .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.329

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik petani kelapa sawit di Nagari Air Hitam Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rata-rata luas lahan petani kelapa sawit adalah 0,5-2 hektar. Rata-rata lama usaha petani kelapa sawit antara 5-10 tahun. Intensitas penyuluhan sangat rendah. Petani tidak melakukan pemupukan secara rutin. Rata-rata petani menggunakan pestisida dua liter per hektar, jenis pestisida yang digunakan adalah gramason, rata-rata petani menggunakan pestisida dua kali dalam setahun. Kondisi tanah mendukung untuk usaha tani kelapa saawit. Kendala yang dialami ketika hujan jalan licin, dan banjir. Kata Kunci : Karakteristik Petani Kelapa Sawit Abstract This study is aimed at knowing of the characeristics of the palm farmer in Nagari Air Hitam, Silaut Sub-district, Pesisir Selatan District. This kind of research is quantitative research. The average of the farmland area is 0,5-2 hectare. The intensity of the counseling is low. Famers do not cultivate a regularly. The average farmer uses pesticide 2 liters/acre, the type of pesticide used is a gramason, the average farmer used pesticida twice a year. The state of the land supported for the farmer palm oil. Obstacles that are experienced when road rains are slippery, and floods. Keyword: Characteristics a farmer Palm Oil
Aspirasi Orang Tua tentang Pendidikan Anak Beben Saputra; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspirasi orang tua tentang pendidikan anak.Penelitian ini tergolong deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian menemukan bahwa bahwa: Latar belakang pendidikan orang tua anak usia sekolah cukup bervariasi mulai dari (SD – PT), yang terbanyak (42,31%) adalah tamat SD, kemudian tamat SMP 30,77%. Sedangkan latar belakang pekerjaannya yang terbanyak (34,61%) yaitu petani, kemudian pedagang 30,77%. Aspirasi orang tua ditinjau dari latar belakang pendidikan dan pekerjaannya memiliki aspirasi positif terhadap pendidikan anaknya. Orang tua menilai bahwa pendidikan itu penting terutama untuk masa depan anak, salah cara untuk meraih kesuksesan , dan dapat merubah pola pikir anak. Harapan orang tua adalah anak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang baik, bisa membantu orang tua dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Kecukupan Pendapatan Rumah Tangga Petani Sawit Inti Plasma Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Fini Yuliska; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.331

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengetahui 1)pendapatan rumah tangga petani sawit inti plasma, 2) pengeluaran rumah tangga petani sawit inti plasma3)kecukupan pendapatan rumah tangga petani sawit inti plasma. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah rumah tangga petani sawit Inti Plasma yang berjumlah 450 KK. Sampel diambil secara acak menggunakan rumus Slovin, yang berjumlah 82 KK. Penelitianini menemukan:1) pendapatanrumahtanggapetanisawitIntiPlasmauntuk luas sawit 2 hektaradalah Rp.4.100.000 perbulan, sedangkanpendapatan diluar sawit Inti Plasma berkisar antara Rp 500.000 – Rp7.700.000 perbulan.Rata-rata pendapatan rumah tangga petani sawit Inti Plasma adalah Rp 5.600.000 perbulan.2) Rata-rata pengeluaranrumahtanggauntuk makananadalah Rp1.745.000 perbulan, sedangkan rata-rata pengeluaran bukan makanan paling banyak dialokasikan untukbiaya pendidikanyaitu Rp 1.632.000 perbulan. 3) kecukupanpendapatan rumahpetanisawitIntiPlasmasebagianbesardikatakancukupatautercukupi.
Pemetaan Partisipatif Pola Ruang Tanah Ulayat Suku Sikumbang Daatuak Sari Di Masyarakat Hukum Adat Malalo Tigo Jurai Kabupaten Tanah Datar BONI ashari; Helfia Edial; febriandi .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk. 1) Membuat peta pola ruang tanah ulayat Suku Sikumbang Datuak Sari. 2) Menggali hukum adat tentang pemanfaatan ruang. Jenis penelitian ini adalah gabungan dari penelitian kualitatif dan kuantitatif. Jenis yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer hasil FGD dengan Datuak Sari dan juga anak kemenakannya. Sedangkan data hasil tracking diolah menggunakan ArcGis 10.1. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Tanah ulayat Suku Sikumbang Datuak Sari memiliki pola memanjang dari tepi hutan dengan lereng terjal sampai tepi danau singkarak memiliki luas 28,9 Ha. Hutan larangan seluas 6,3 Ha dengan pola memanjang, kebun dan ladang seluas 4,6 Ha memanjang mengikuti lereng, Sawah seluas 16,4 Ha dengan pola memanjang, Pemukiman seluas 1,4 Ha dengan pola berkelompok, pandam pakuburan seluas 0,2 Ha dengan pola berkelompok. 2) Hukum Adat Suku Sikumbang Datuak Sari terhadap pemanfaatan ruang yaitu : a.Hutan Larangan: 100m dari mata air, kayu tepi danau, tepi sungai. b. Kabun jo ladang : setiap kepala keluarga dilarang memiliki lahan lebih dari 3 Ha, pembukaan lahan tidak boleh dibakar. c. Sawah : Adaik turun kasawah (memulai musim tanam), Aia adaik (pembagian air secara adil). d. Pemukiman : membangun parit disekitar rumah, menanam pohon disekeliling rumah. e. Pandam pakuburan : dekat dengan mesjid, dekat jalan, tidak dekat sumber air.
Efek Penggandaan Industri Rumah Tangga Pengolahan Ikan Patin Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Dan Pendapatan Masyarakat Di Desa Pulau Gadang Kecamatan Xiii Koto Kampar Kabupaten Kampar rezki dwi pernanda dwi pernanda; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.366

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana dampak penggadaan industri rumah tangga pengolahan ikan patin terhadap penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 5 industri rumah tangga. Motode pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model Miles, Huberman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dampak penggandaan industri rumah tangga pengolahan ikan patin terhadap penyerapan tenaga kerja yaitu sebesar 1,39, Atau dengan artian dengan pertambahan 1 tenaga kerja sektor budidaya ikan patin maka akan membuka peluang tenaga kerja sebesar 0,39 pada sektor lanjutan (non basis). Dampak penggandaan industri rumah tangga pengolahan ikan patin terhadap pendapatan masyarakat di Desa Pulau Godang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar yaitu dari semua responden total pendapatannya adalah Rp. 93.500.000,- dengan rincian pada sektor penggandaan industri rumah tangga total pendapatannya adalah Rp.72.500.000,- (77,01%), pada sektor Industri total pendapatannya adalah Rp.14.000.000 (14,98%), dan pada sektor penjualan seperti naget patin, bakso patin, abon patin, keripik patin Rp.7.500.000 (0,81%), sehingga diperoleh nilai dampak penggandaan terhadap pendapatan tenaga kerja adalah 1,23. Oleh karena itu industri rumah tangga pengolahan ikan patin agar dapat dikelola atau di kembangkan dengan baik agar tetap terjaganya industri rumah tangga pengolahan ikan patin di Desa Pulau Godang XIII Koto Kampar.
Estimasi Percepatan Tanah Maksimum Dan Intensitas Gempa Di Kota Padang Berdasarkan Skenario Gempabumi Di Megathrust Mentawai Menggunakan Metode Deterministik Mahesa Ragil Syofyan; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persebaran nilai percepatan tanah maksimum (PGA), dan (2) persebaran nilai intensitas gempa (MMI) di Kota Padang berdasarkan skenario gempabumi di megathrust Mentawai pada zona subduksi. Adapun metode yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sehingga didapatkan hasil berupa pesebaran nilai PGA dengan rentang antara 0,25 g – 0,72 g. Nilai percepatan tanah maksimum tertinggi dengan rentang 0,46-0,72 g mencakup Kecamatan Nanggalo, Kuranji, Padang Utara Padang Timur, Padang Barat, dan Padang Selatan yang memiliki formasi geologi berupa formasi aluvium, aluvium dan pantai, latih, batuan gunung api oligo miosen, dan aliran tak ter uraikan. Sedangkan nilai percepatan tanah maksimum terendah dengan rentang 0,25-0,26 g mencakup kecamatan Lubuk Kilangan dan Kecamatan Pauh yang memiliki formasi geologi berupa formasi batuan gunung api kuarter. Persebaran nilai intensitas gempa (MMI) di Kota Padang akibat gempabumi pada zona subduksi Mentawai dengan kedalaman 10 km dan kekuatan gempa 8,9 Mw memiliki nilai 7 MMI dan 8 MMI. Daerah yang memiliki intensitas gempa yang paling besar dengan nilai 8 MMI adalah Kecamatan Nanggalo, Padang Utara, Padang Timur, Padang Barat, Kuranji, Lubuk Begealung, Padang Selatan, Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung, sebagian wilayah Koto Tangah, Pauh, dan Lubuk Kilangan. Daerah dengan nilai intensitas gempa 7 MMI adalah sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Pauh, Lubuk Kilangan, dan sebagian kecil wilayah Bungus Teluk Kabung.
Analisis Pertanyaan Berpikir Spasial Pada Ujian Harian Mata Pelajaran Geografi Di Sma Negeri 6 Padang Okta Vianof; . ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i1.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, tingkatan berpikir spasial pada soal ujian harian mata pelajaran geografi di SMA Negeri 6, yang terdiri dari (1) Kelas 10 dengan 6 Kompetensi Dasar, (2) Kelas 11 dengan 8 Kompetensi Dasar, dan (3) Kelas 12 dengan 5 Kompetensi Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis konten/isi terhadap soal ujian harian mata pelajaran geografi.Subjek penelitian ini adalah soal setiap KD ujian harian geografi kelas 10, 11, dan 12.Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan formula persentasetingkat berpikir spasial pada soal ujian harian mata pelajaran geografi.Hasil penelitian ini menemukan (1) Soal ujian harian mata pelajaran geografi kelas 10 SMA Negeri 6 Padang tertinggi pada tingkat kategori primitif spasial,yaitu berada pada KD 3 Mengenal Bumi, (2) pada kelas 11 petanyaan yang bersifat nonspasial paling tinggi dibanding tingkat pertanyaan lainnya, terutama pada KD 3 Potensi Geografis Indonesia, KD 4 Dinamika dan Masalah Kependudukan, dan KD 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global, dan (3) soal ujian harian mata pelajaran geografi kelas 12 tertinggi pada kategori nonspasial, yang terbanyak berada pada KD 3 Interaksi Spasial Desa dan Kota.

Page 2 of 3 | Total Record : 22