cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi FIS UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Buana
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/student.v3i1
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2019)" : 20 Documents clear
Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman dengan Rencana Pola Ruang Wilayah di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung emira mora; iswandi U; Ratna wilis
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.421

Abstract

Abstrak Pertambahan jumlah penduduk di suatu wilayah membuat kebutuhan untuk lahan permukiman semakin meningkat, sementara lahan memiliki keterbatasan dalam pemanfaatannya. Maka diperlukan kesesuaian antara penggunaan lahan dengan karakteristik lahan. Tujuan penelitian ini menganalisis kesesuaian lahan permukiman dengan rencana pola ruang wilayah di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dalam menganalisis kesesuaian lahan dilakukan analisis kuantitatif berupa sistem matching, scoring dan overlay peta dengan sistem informasi geografi. Hasil penelitian menunjukan (1) Kondisi permukiman aktual di Kecamatan Tanjung Gadang memiliki luas 170 Ha dan pola penyebarannya mengikuti pola jalan. (2) Kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Tanjung Gadang dikategorikan menjadi empat kelas yaitu: Sangat Sesuai (S1) dengan luas 8.902 Ha, Sesuai (S2) dengan luas 5.394 Ha, Sesuai Marginal (S3) dengan luas 12.897 Ha, Tidak Sesuai (N) dengan luas 21.411 Ha. (3) Sedangkan konsistensi lahan permukiman terhadap rencana pola ruang wilayah sebesar 0,88%. Hal ini menunjukan bahwa implementasi rencana tata ruang wilayah untuk permukiman di Kecamatan Tanjung Gadang sebesar 88%. Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Permukiman, Konsistensi
Analisis Sebaran Spasial Tempat Pemakaman Umum Kota Jambi Januarman Januarman; ahyuni ahyuni; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.432

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial tempat pemakaman umum di Kota Jambi berdasarkan pola persebaran, kapasitas terhadap kebutuhan, dan jangkauan pelayanan tempat pemakaman umum di Kota Jambi tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan dengan memetakan sebaran lokasi tempat pemakaman umum, analisis pola sebaran dengan menggunakan meode analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analys), serta menghitung jumlah kapasitas TPU dan memetakan jangkauan pelayanannya. Hasil penelitian memperlihatkan pola persebaran TPU di Kota Jambi mengelompok mengikuti pola permukiman masyarakat yang juga dipengaruhi kondisi morfologi Kota Jambi. Dari hasil perhitungan kapasitas dengan angka kebutuhan makam saat ini sebanyak 11.752 makam dan ketersediaan lahan sebanyak 302.634 makam, sehingga kapasitas TPU di Kota Jambi saat ini secara keseluruhan masih mampu mencukupi kebutuhan. Hasil analisis jangkauan pelayanan TPU di Kota Jambi berdasarkan hasil buffer zone sejauh 2 Km dari lokasi TPU menunjukkan bahwa seluruh TPU di Kota Jambi pelayanannya menjangkau seluruh permukiman masyarakat. Kata Kunci: Tempat Pemakaman Umum, Pola Persebaran, Kapasitas, dan Jangkauan Pelayanan.
Potensi Fisik Desa Wisata Bahari di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Muhammad Danil Ihsan; ahyuni ahyuni; Widya prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.435

Abstract

Nagari Sungai Pinang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Nagari Sungai Pinang terletak di pesisir pantai Pulau Sumatera. Nagari ini memilki lingkungan yang masih alami dan potensi ekowisata bahari, namun kurang optimalnya pengelolaan daerah ini serta minimnya pengetahuan masyarakat mengenai ekowisata bahari menyebabkan tidak terkelolanya daerah ini dengan baik, sehingga sedikit wisatawan lokal maupun mancanegara yang dapat menikmati alam daerah tersebut. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui potensi fisik Nagari Sungai Pinang untuk dikembangkan sebagai desa kawasan ekowisata bahari. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa kondisi fisik lingkungan dan perairan dan wawancara peran serta masyarakat sedangkan data sekunder berupa kondisi umum fisik, perairan dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nagari Sungai Pinang secara fisik memiliki potensi yang bagus dengan keadaan perairan yang cukup jernih serta temperatur permukaan yang cukup baik untuk budidaya terumbu karang, penangkaran penyu, pemancingan ikan, dan snorkelling untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata bahari.
EVALUASI PENERAPAN SAPTA PESONA OBJEK WISATA PANTAI PADANG Robbi Indra Kelana; Rahmanelli Rahmanelli; Fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan indikator sapta pesona di Pantai Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang diwakili oleh Bapak Edral Saputra, wisatawan sebanyak 12 orang dan 5 orang masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa variabel sapta pesona yang telah terlaksana di Pantai Padang yaitu: (1) keamanan, (2) kesejukan, (3) keindahan, (4) keramahan dan (5) kenangan, sedangkan dua unsur sapta pesona belum terlaksana yaitu (1) ketertiban dan (2) kebersihan. Penerapan sapta pesona belum terlaksana karena kurangnya kesadaran masyarakat dan wisatawan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif di objek wisata Pantai Padang.
Kesejahteraan Keluarga Petani Bawang Merah ( Alllium ascalonicum linn) di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Rahma Wati; Dedi Hermon; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.459

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the basic needs of shallot farmers including (food, clothing, shelter), income, and health, in Nagari Alahan Panjang, Lembah Gumanti District, Solok Regency. This type of research is descriptive quantitative, with a population of family heads of onion farmers totaling 4,260 people. The sampling technique is Proportional Random Sampling with taking 5% in each jorong with a total sample of 212 people. Data collection techniques using questionnaires and data analysis techniques, Descriptive Statistics Analysis with percentage formulas. The results of the study show that: (1) Basic needs that cover food, clothing and family boards have been fulfilled, this can be seen from the fulfillment of good food requirements even though nutritional intake is still lacking, (2) The income of shallot farmers is only enough to meet basic needs . (3) The health of the onion farmer family is quite good, only a fever which is mostly experienced by farmers. (4) education of low shallot farmers because most of them are elementary school graduates. Keywords:Welfare,basicneeds,income,health,education
ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN SIAK DALAM PERSFEKTIF KERUANGAN TAHUN 2007-2016 yulia lestari; Sri Mariya
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.460

Abstract

ABSTRACT The purpose this research to analyze the economic growth of the people in Siak Regency from 2007-2016 by linking economic growth in the spatial perspective in Siak Regency. This type of research uses descriptive quantitative methods. The results of research show that the economic growth of the people in Siak Regency in 2007-2016 each year experienced an increase and a decrease, in 2009 to 2010 economic growth had increased by 764.36% which was categorized as fast. Based on the analysis of the Siak Regency Locations Qoutient (LQ) in 14 sub-districts of the agricultural sector GRDP, it includes the plantation subsector and the food subsector. The LQ results which are the base sector of the plantation subsector are oil palm plants and for the food subsector which is the base sector, cassava plants. So that from the analysis of the results of the LQ it can be seen the type of land use, where in 2007 the use of land for plantations was 630,999 ha and in 2016 it was 788,373 ha. As for the rice fields in 2007 to 2016 the land use turned into plantations. Keywords: Economic Growth, GDP , Base and Non-Base Sectors
EKSISTENSI INDUSTRI KERUPUK SANJAI DI KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN Dirga Indika Harbi; Rahmanelli Rahmanelli
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.465

Abstract

This study aims to analyze the existence of the sanjai cracker industry based on 1) capital, 2) raw materials, 3) labor, 4) and marketing, 5) and the distribution patterns of the sanjai industry in Mandiangin District, Koto Selayan, Bukittinggi City. This type of research is quantitative. The study population was 22 industries, 22 research samples. Data collection techniques in total sampling through observation and questionnaires. The data analysis technique used is the percentage and analysis of the nearest neighbor (nearest neighbor analyst). The results of the study found that 1) the sanjai industry capital in Mandiangin Subdistrict, Koto Selayan in one production time was a maximum of Rp. 5,000,000; 2) raw materials used by the Sanjai industry in one production maximum of 500 kilograms; 3) the number of workers employed at one time the production of sanjai is on average 4 people; 4) marketing aspect, sanjai industry entrepreneurs in determining selling prices follow market prices; 5) the distribution pattern of the sanjai industry with the results of the analysis of the nearest neighbors is obtained that, the distribution pattern in the ratio is 0.832676 which means random distribution patterns.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PAUH DUO KABUPATEN SOLOK SELATAN azmi julia indra; afdhal afdhal
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.473

Abstract

This study aims to determine community participation in the maintenance of residential environmental health in Pauh Duo Subdistrict, seen from the management of house hygiene, clean water management and waste and household waste management. This type of research is quantitative descriptive. The study population was all family heads who were or residing in the Pauh Duo sub-district of South Solok Regency which numbered 4,985 heads of families. The research sample was taken by the method of "Propotional Random Sampling" using the Slovin formula so that a sample of 100 families was obtained. Data analysis is percentage analysis. The results of the study show that: (1) Management of cleanliness of houses in Pauh Duo sub-district is seen from attention, responsibility and generally high actions, (2) Management is clean water viewed from attention, responsibility and community actions grouped into categories high and (3) Community participation in waste management and household waste is seen from attention, responsibility and actions including the high category
ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA LETUSAN GUNUNG KERINCI DI DESA GUNUNG LABU KECAMATAN KAYU ARO BARAT KABUPATEN KERINCI Florian yulisar; Dedi Hermon; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi masyarakat terhadap bencana letusan Gunung Kerinci di Desa Gunung Labu Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian yaitu Pemerintah Desa Gunung Labu, tokoh masyarakat dan masyarakat.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap bahaya dan resiko tinggal di daerah yang rawan terhadap bencana letusan gunung dikategorikan baik. Adaptasi yang dilakukan masyarakat Desa Gunung Labu terhadap bencana letusan gunung: 1) Pembangunan pondasi, tembok dan atap rumah yang kuat agar tidak mudah roboh jika terjadi bencana. 2) Pemakaian pakaian yang lebih tebal dan masker pada pagi dan malam hari karena daerah yang dingin dan untuk melindungi diri dari abu vulkanik. 3) Masyarakat mengumpulkan makanan dan minuman yang mudah dimasak dan ditemukan di sekitar mereka. 4) Pada tanaman perkebunan masyarakat menyesuaikan tanaman pertanian dengan menanam tanaman perkebunan yang cepat masa panennya dan melihat situasi cuaca.
Komparasi Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Pokok Rumah Tangga Transmigran Dan Rumah Tangga Masyarakat Lokaldi Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan (Studi Kasus Nagari Lunang Satu Dan Nagari Pondok Parian Lunang) Afri Yusmawardi; Ratna Wilis
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.489

Abstract

Abstrack The purposes of this research are to compare and describe the welfare levels of transmigrants and local communities about the ability to meet food, clothing, shelter and doing education in Lunang Sub-district, Pesisir Selatan Regency. The type of this research is descriptive quantitative. The sample are 56 transmigrantrespondents 22 local community respondents . The technique of sampling respondents is using random sampling. Research data collection with questionnaires and data analysis techniques is using percentage formulas and Likert scales. The results of the study indicate that: ( 1) the ability to fulfill domestic food in transmigrantare moderate and in the local communitiesare low , ( 2) the ability to provide home clothing transmigrant stairs are high and house stairs local communities are low , ( 3) the ability to provide house boards stairs transmigrant are high and house stairs the local communitiesare moderate , ( 4) the ability to carry out home education transmigrant stairs are high and the local community ladder is low. In conclusion, the level of welfare of the transmigrant community is classified as prosperous while the local communities are not yet prosperous, there are still many families who are classified as poor and unable.

Page 1 of 2 | Total Record : 20