cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi FIS UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Buana
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/student.v3i1
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 6 (2019)" : 27 Documents clear
Analisis Tingkat Ancaman Bencana Gempabumi Berdasarkan Percepatan Tanah Maksimum Terhadap Penduduk Terpapar di Pulau Pagai Sonia sonia; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.498

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pulau Pagai Kabupaten Kepulauan Mentawai yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Indeks ancaman bencana gempabumi, 2) Indeks penduduk terpapar bencana gempabumi, 3) Tingkat ancaman bencana gempabumi di Pulau Pagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks ancaman bencana gempabumi yang dipengaruhi oleh persebaran PGA dengan rentang nilai antara 0,342 – 1,477 gal. Klasifikasi indeks ancaman bencana gempabumi pada penelitian ini terdapat dalam dua kelas, yaitu kelas indeks ancaman tinggi dengan rentang nilai percepatan tanah maksimum 0,706 - 1,477 gal terdapat di Kecamatan Pagai Selatan, Kecamatan Sikakap dan Kecamatan Pagai Utara, sedangkan kelas indeks ancaman sedang dengan rentang antara 0,342 – 0,705 gal terdapat di Kecamatan Pagai Utara dan Kecamatan Sikakap. Indeks penduduk terpapar di Pulau Pagai diperoleh nilai indeks sebesar 0,6 yang menunjukkan bahwa indeks penduduk terpapar termasuk dalam kategori kelas sedang.
AKURASI ARAH KIBLAT MASJID MENGUNAKAN METODE TRIGONOMETRI BOLA DI KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN lusi ratna sari; ernawati ernawati; endah purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.517

Abstract

Abstract Facing the Qiblah is a valid condition of prayer based on the agreement (ijma ') of the scholars. the direction of the Qibla with a difference of 1o will cause a shift of about 145 km to the north or south of the Ka'bah. Based on this, the accuracy of the Qibla direction is very important because facing the Qibla is a legitimate condition for prayer. This study aims to determine the method and level of Qibla direction accuracy in IV Jurai sub-district. This type of research is quantitative with the research subject being a mosque in Subdistrict IV Jurai with a sampling technique that is purposive sampling, sampling mosques built under 2010. Data collection is carried out directly in the field using a brunton geological compass measuring instrument and questionnaire. The data analysis technique uses the spherical trigonometry formula, while the percentage uses descriptive analysis. The results showed (1) the determination of the Qibla direction in the IV Jurai sub-district in general using a method based on the opinion of scholars, based on the direction of the sun and rising, aiming west, based on the northwest direction, using the Qibla compass, based on the direction of the old mosque, and compass by Ministry of Religion (2) Accuracy of Qibla direction of mosques in IV Jurai sub-district, 12% accurate, 15% tolerated, 73% inaccurate. Suggestions that can be conveyed in connection with the results of research on mosque administrators for mosques whose direction of qibla is not appropriate are recommended to shift the direction of the prayer mat towards the right qibla. Keywords: Qibla, mosque, accuracy, spherical trigonometry
R riang wirastin harefa; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Persebaran nilai percepatan tanah maksimum (PGA) dari sumber gempa subduksi pada segmen Nias-Simeuleu dan segmen Batu di Kota Gunungsitoli. 2) Sebaran tingkat bahaya wilayah terhadap bencana gempa bumi di Kota Gunungsitoli. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis spasial. Analisis deskriptif kuantitatif bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang daya yang telah diperoleh. Sedangkan analisis spasial bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sebaran tingkat dan tipe bahaya wilayah Kota Gunungsitoli. Metode yang digunakan dalam analisis spasial adalah metode overlay serta pembobotan yang mengacu pada Permen PU No. 21 Tahun 2007. Hasil perhitungan nilai percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleleration (PGA) dengan metode DSHA didapatkan variasi rentang antara 204,80 gal - 290,74 gal. Nilai percepatan tanah maksimum (PGA) pada kelompok nilai yang tertinggi memiliki luas wilayah 3964, 87 Ha. Sedangkan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) pada kelompok nilai yang terendah memiliki luas 96,88 Ha. Persebaran tingkat bahaya wilayah terhadap bencana gempa bumi di Kota Gunungsitoli terdiri dari tiga kelas, yaitu bahaya rendah, sedang dan tinggi. Bahaya wilayah rendah (tipe A) tersebar di Kecamatan Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dan Kecamatan Gunungsitoli Selatan dengan luas wilayah keseluruhan yaitu 4251,002 Ha. Bahaya wilayah sedang (tipe B dan C) tersebar di Kecamatan Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kecamatan Gunungsitoli Selatan dan Kecamatan Gunungsitoli Utara dengan luas wilayah keseluruhan yaitu 20362,679 Ha. Bahaya wilayah tinggi (tipe D dan E) yang tersebar di Kecamatan Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, dan Kecamatan Gunungsitoli Utara dengan luas wilayah keseluruhan yaitu 3173,125 Ha.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGKAT SMP DAN SMA DI KABUPATEN SOLOK SELATAN Widia Lolina Fidani; Widya prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.614

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui evaluasi ketersediaan fasilitas pendidikan tingkat SMP dan SMA di kabupaten Solok Selatan, 2) mengetahui berapa kebutuhan fasilitas pendidikan tingkat SMP dan SMA masa sekarang dan 20 tahun mendatang, 3) mengetahui sebaran dan jangkauan pelayanan fasilitias pendidikan kabupaten Solok Selatan. Pada penelitian ini untuk mencapai tujuan pertama digunakan analisis tingkat pelayanan fasilitas pendidikan dengan mengukur tingkat kebutuhan dan tingkat keterisian. Tujuan ke-2 menggunakan metode proyeksi penduduk, dan tujuan ke-3 menggunakan metode buffer. Hasil penelitian menunjukkan 1) evaluasi ketersediaan fasilitias pendidikan eksisting tingkat SMP dari pemenuhan kebutuhan semua kecamatan masuk kedalam kategiri cukup, sementara untuk tingkat SMA lima kecamatan berkategori cukup, dua kecamatan berkategori kurang. Tingkat keterisian pada tingkat SMP semua kecamatan masuk kategori kurang begitupun hal nya untuk tingkat SMA. 2) Kabupaten Solok Selatan saat sekarang membutuhkan 43 SMP dan 15 SMA. Sementara untuk 20 tahun yang akan datang membutuhkan 127 SMP dan 41 SMA. 3) Hasil sebaran serta jangkauan pelayanan tingkat SMP setelah di buffer masih ada permukiman penduduk yang berada di luar jangkauan pelayanan sehingga pelayanan sekolah yang ada yaitu berada di kecamatan Koto Parik Gadang Di Ateh, Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari, dan Sangir Balai Janggo.
analisis kebutuhan dan kontribusi air bersih unit PDAM kabupaten Solok Analisis kebutuhan dan kontribusi air bersih unit PDAM kabupaten Solok Nia Deswita Andari; Widya prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis prediksi jumlah penduduk, besarnya total kebutuhan air bersih, dan apakah ketersediaan debit air produksi sekarang dapat mencukupi kebutuhan air bersih Unit Kubung tahun 2018-2027. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitaf. Metode analisis data adalah metode geometrik dengan menghitung prediksi jumlah penduduk dan metode analisis kebutuhan air bersih untuk menghitung prediksi kebutuhan air bersih wilayah pelayanan Unit Kubung tahun 2018-2027. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Prediksi jumlah penduduk daerah pelayanan Unit Kubung tahun 2018 sebanyak 36.321 jiwa dengan jumlah pelanggan pelanggan rumah tangga 2.429 SR, niaga 58 unit, kantor 58 unit, sosial 28 unit, dan kran umum 7 unit. Sedangkan untuk tahun 2027 diprediksikan jumlah penduduk sebanyak 39.512 jiwa dengan jumlah pelanggan rumah tangga 4.493 SR, niaga 531 unit, kantor 61 unit, sosial 90 unit, kran umum 17 unit. 2) Total kebutuhan air bersih Unit Kubung tahun 2018 untuk jumlah penduduk sebesar 53,16 L/d dan jenis pelanggan sebesar 19,91 L/d. Sedangkan tahun 2027 untuk jumlah penduduk sebesar 57,84 L/d, dan jenis pelanggan sebesar 45,14 L/d. 3) Debit air produksi pada tahun 2018 hingga 2023 masih mencukupi untuk seluruh pelanggan. Apabila dengan debit yang sama pada tahun 2024-2027 sudah tidak mencukupi untuk seluruh pelanggan sesuai prediksi.
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS LINGKUNGAN PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA PEMBANGUNAN LABORATORIUM UNP nurhayati nurhayati; Khairani Khairani
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.618

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesenjangan antara kurikulum berbasis lingkungan yang diterapkan di SMA Pembangunan Laboratorium UNP dengan kesadaran lingkungan siswa yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan: 1) pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan pada mata pelajaran geografi; 2) faktor pendukung dan penghambat; dan 3) upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripstif kualitatif. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kurikulum berbasis lingkungan yang diterapkan pada mata pelajaran geografi berupa penerapan pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran, dan pengalaman belajar berbasis lingkungan hidup yang telah dirancang oleh guru geografi. Faktor pendukung dalam pelaksanaannya yaitu sarana prasarana sekolah yang lengkap, kerja sama antara pihak sekolah dengan pihak lingkungan, dan dukungan dari kepala sekolah. Faktor penghambatnya kebiasaan belajar siswa dan kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan. Upaya yang telah dilakukan antara lain memotivasi siswa untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup. Kata kunci: kurikulum berbasis lingkungan; geografi; guru
Dampak Limbah Industri PTP Nusantara VI Terhadap Kualitas Air Sungai Batang Tareh di Kejorongan Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Devi Ratnasari; Deded Chandra
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.621

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui dampak limbah industri PTP. Nusantara VI terhadap kualitas air Sungai Batang Tareh di Kejorongan Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat dilihat dari parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Sungai Batang Tareh. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling. Sampel air Sungai Batang Tareh yang dipilih dalam penelitian ini adalah dengan menetapkan 3 stasiun yakni stasiun 1 sebelum perusahaan (kontrol), stasiun 2 terdapat aktivitas perusahan (PTP. Nusantara VI), stasiun 3 terdapat aktivitas domestik (permukiman penduduk). Pengolahan data dilakukan dengan membaca hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel air Sungai Batang Tareh, di laboratorium Kabupaten Agam Lubuk Basung, kemudian membandingkan dengan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2008 serta menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa air Sungai Batang Tareh jika dilihat dari parameter fisik telah tercemar yang disebabkan karena adanya bau busuk atau amis, warna air sungai coklat agak kehitam-hitaman, serta rasa air sungai sedikit asam. Namun jika dilihat dari parameter kimia (pH, BOD5, COD, Phosfat dan Nitrat) seperti BOD5, COD, dan Phosfat belum memenuhi syarat karena melebihi dari baku mutu yang telah ditetapkan, sedangkan untuk pH dan Nitrat sudah memenuhi syarat karena kurang dari baku mutu yang telah ditetapkan. Selanjutnya jika dilihat dari parameter mikrobiologi (Fecal Coliform dan Total Coliform) jauh melebihi dari baku mutu yang telah ditetapkan.
ANALISIS SEBARAN BANJIR ROB DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT KECAMATAN SUTERA DAN KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN Yulia Armi Pitri; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.623

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sebaran banjir rob berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisa data spasial sebaran banjir rob dan least squareuntuk analisis data pasang surut.Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lahan yang paling banyak tergenang banjir rob dengan kenaikan 1m – 3m adalah kawasan perkebunan seluas 15,72 ha – 30,51 ha. Sedangkan jarak terjauh yang digenangi oleh banjir rob dengan kenaikan 1m – 3m yaitu 796,35m – 895,44m yaitu berada di Nagari Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Kemudian, banjir rob juga menyebabkan adanya pengaruh perubahan pendapatan masyarakat yaitu sebesar 64% dari total responden. Masyarakat yang paling terdampak oleh banjir rob adalah masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan, petani, dan pedagang yaitu berupa menurunnya pendapatan, kerusakan bangunan, kerusakan lahan pertanian, kerusakan lahan perkebunan, kerusakan lahan sawah, dan kerusakan tanah. Kata Kunci : banjir rob; dampak ekonomi
potensi pengembngan objek wisata di kabupaten kuantan singingi provinsi riau. rahayu putri ningsy; Ahyuni ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.704

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui potensi internal objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, (2) mengetahui potensi eksternal objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, (3) mengetahui potensi pengembangan objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Sampel pada penelitian ini adalah total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Teknik analisis yang digunakan adalah scoring dan analisis tipologi. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Objek wisata di Kabupaten Kuantan Singingi ini memiliki empat perioritas utama dalam potensi pengembangannya. Objek wisata yang menjadi perioritas utama dalam potensi pengembangannya yaitu objek wisata Waterpark. (2) Empat objek wisata yang menjadi perioritas kedua dalam potensi pengembangannya. Objek wisata tersebut Adalah Air Terjun Guruh Gemurai, Danau Seroja, Danau Sei Soriak, Dan Danau Baru. (3) Tujuh objek wisata yang menjadi perioritas ke tiga dalam potensi pengmebangnnya. Objek wisata tersebut adalah Ngarai Batang Ogan, Panorama Bukik Cokiak, Pesona Rawang Bonto, Danau Cekdam, Danau Sikuran, Danau Panjang, Dan Tabijo Sei Tepi. (4) Satu objek wisata yang menjadi perioritas keempat dalam potensipengembangannya yaitu objek wisata Sungai Jernih.
MITIGASI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KAWASAN ZONA MERAH KOTA PADANG Devy Delvisha Resha; Ernawati ernawati
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i6.705

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Mitigasi non struktural bencana gempa dan tsunami pada kawasan zona merah Kota Padang, (2) Nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam masyarakat pada kawasan zona merah Kota Padang dalam mitigasi bencana gempa dan tsunami, (3) Pengaruh kearifan lokal yang ada dalam masyarakat pada kawasan zona merah Kota Padang dalam mengahadapi bencana gempa dan tsunami. Metode penelitian ini ialah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah masyarakat yang berada pada kawasan zona merah Kota Padang. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Mitigasi non struktural yang ada dalam masyarakat pada kawasan zona merah Kota Padang ialah adanya sosialisasi dan simulasi mengenai bencana gempa dan tsunami. (2) Kearifan lokal yang ada dalam masyarakat pada kawasan zona merah kota padang ialah menjadikan gejala alam sebagai isyarat akan terjadi bencana, adanya tradisi tolak bala dan persiapan bekal mengungsi. (3) Pengaruh kearifan lokal yang ada dalam masyarakat pada kawasan zona merah Kota Padang dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami adalah masyarakat merasa tenang, aman dan bijak.

Page 1 of 3 | Total Record : 27