cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
journalpelita@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia
Published by Actual Insight
ISSN : 27764591     EISSN : 27755088     DOI : https://doi.org/10.56393/pelita.v2i4.1334
Core Subject : Education,
Pelita: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia. Jurnal Pelita merupakan jurnal yang memfokuskan kajiannya pada bidang pendidikan dan pembelajaran. Tujuan jurnal ini lebih pada upaya untuk memberi terang keilmuan bagi kemajuan pada pendidikan di Indonesia. Jurnal ini menerbitkan beragam hasil kajian ilmiah dari para pemikir, akademisi, dan praktisi di bidang pendidikan dan pembelajaran, baik itu ilmuwan, dosen, guru, dan mahasiswa. Jurnal ini menerima kajian-kajian dengan menggunakan isu aktual, pendekatan studi kasus, dan kajian lapangan. Metode yang digunakan bisa kajian teoretis, dan empiris.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023): April" : 5 Documents clear
Implementasi Kompetensi Guru PPkn dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran Berbasis ABCD di Sekolah Menengah Kejuruan Andika, Mohamad Febri
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1143

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran PPKn di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan SMKN 8 Malang, dengan informan guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data kualitatif dapat diperoleh melalui beberapa teknik pengumpulan data antara lain seperti wawancara, yaitu tanya jawab langsung oleh peneiti kepada narasumber. Kemudian teknik yang kedua adalah dengan cara observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti. Teknik analisis data dilakukan dengan triagulasi dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru ppkn dalam merumuskan tujuan pembelajaran belum memenuhi 4 komponen tujuan pembelajaran, yaitu Audience, Behavior, Condition dan Degree (ABCD). Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, bagian Audience dan behaviour sudah terpenuhi dengan baik. Akan tetapi pada bagian condition dan degree belum terpenuhi. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam merumuskan tujuan pembelajaran belum optimal.
Peran Guru Menanamkan Karakter Sopan Santun Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Ningari, Wahyu Fitri
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sopan santun siswa. Di samping itu, juga untuk mengetahui strategi guru PKn menanamkan karakter sopan santun dalam pembelajaran Pkn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Gurah Kediri. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dapat diuji keabsahannya dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan menggunakan bahan referensi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menyukai strategi yang digunakan oleh pihak sekolah tetapi mereka lebih menyukai strategi yang lebih akrab dengan siswa dan bisa bersosialisasi dengan ramah kepada siswa. Dapat disarankan untuk menentukan kebijakan mendengar respon dari beberapa siswa sehingga baru diputuskan bagaimana strategi yang baik untuk menanamkan karakter sopan santun siswa, selain itu semua pihak guru harus mencontohkan kesopanan terhadap siswa-siswi, dan saat menegur pelanggaran dengan lemah lembut namun tetap berwibawa.
Review Literatur mengenai Karakter Peserta Didik yang Multikultural di Era Society 5.0 Herida, Ovri
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1145

Abstract

Pendekatan pendidikan multikultural di Indonesia harus dilakukan sedini mungkin dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam rangka pembentukan karakter bangsa yang ideal di era society 5.0. Hal ini disebabkan karena era society 5.0 yang terjadi secara global ini tidak hanya menimbulkan dampak positif bagi warga di Indonesia, namun juga menimbulkan dampak negatif. Akibat teknologi yang serba mudah dan instan, kearifan lokal dalam budaya Indonesia semakin luntur, dan pudarnya toleransi. Tujuan penelitian ini untuk mereview melalui literatur karakter peserta didik yang multikultural yang dapat diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menemukan bahwa Upaya mengimplementasikan pendidikan multikultural ini peran tenaga pendidik sangat diperlukan dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam membentuk karakter individu yang mencerminkan identitas bangsa. Pendidikan multikultural sebagai bidang kajian melalui penelitian sosiologi-antropologis terus menerus dijadikan core research (kajian utama) dalam pendidikan di Indonesia. Implementasi pendidikan multikultural ini tetap relevan dengan multikulturalisme dan nasionalisme di Indonesia.
Implementasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bagi Peserta Didik di Era Digital Permana, Angga
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1146

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan untuk menggambarkan konsep Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bagi generasi milenial di era digital. Era digital ditandai dengan internet of things dimana segalanya semakin dipermudah dengan adanya penggunaan internet, dan memunculkan generasi yang berkomunikasi melalui media dan teknologi digital. Hal ini akan berdampak pada terjadinya perubahan kebiasaan dan tingkah laku, serta mengarah pada kebiasaan buruk seperti perilaku pragmatis, materialis dan hedonis. Hasil penelitian, pertama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan harus diintegrasikan ke dalam kurikulum 2013 dan difokuskan dalam pembentukan karakter warga negara digital. Ideologi Pancasila pada dasarnya bersifat terbuka tersebut sangatlah visioner dalam menghadapi tantangan di era digital ini. Kedua, Peran Pancasila dan Kewarganegaraan pada peserta didik sebagai pedoman hidup. PPKn menjadi moral kehidupan negara dalam arti menuntut penyelenggaraan negara, serta menghargai dan menaati prinsip – prinsip moral atau etika hidup. Konsep dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sendiri adalah menekankan pada proses pembelajaran berbasis living values dengan memanfaatkan multimedia yang berbasis digital.
Penerapan Sikap Pancasila dengan Metode Teladan Habituasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Rancah Ruslan, Ruslan
Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pelita.v3i1.1147

Abstract

Pancasila mengacu pada lima prinsip negara Indonesia. Tujuan pendidikan Pancasila di sekolah dasar adalah untuk membekali dan memantapkan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang hubungan baik warga negara Indonesia yang berpancasila dengan warga negara lain maupun dengan sesama warga negara Indonesia. Dalam nilai moral pada pelajar pancasila yaitu peserta didik dapat berkompeten dan memiliki karakter sesuai nilai- nilai dalam Pancasila dengan profil beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara langsung pada peserta didik. Metode lainnya yakni kriteria inklusi dan eksklusi dalam systematic review. Analisis data dilakukan menggunakan analisis data deskriptif yaitu penyusunan data. Pendidikan dan penanaman pancasila sangatlah penting untuk kita implementasikan agar terbentuknya generasi yang mempunyai nilai moral sebagai pelajar pancasila. Melalui proses pendidikan maka individu akan bertransformasi menjadi pribadi atau manusia yang bermoral. Membangun nilai moral pelajar Pancasila dalam prosesnya siswa terlebih dahulu akan diberi pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila ketika belajar pendidikan kewarganegaaraan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5