cover
Contact Name
Rosi Aryanti
Contact Email
jurnal.bdi@gmail.com
Phone
+6281319604343
Journal Mail Official
bdijournal@bekasikab.go.id
Editorial Address
Kantor Balitbangda Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Gedung A1 Lantai 2 Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bekasi Development Innovation Journal (BDI)
ISSN : 29632609     EISSN : 29649854     DOI : -
Jurnal “Bekasi Development Innovation Journal (BDI)” yang akan diterbitkan merupakan jurnal yang diperuntukkan bagi peneliti baik dalam negeri maupun luar negeri. Dimana pada tahapan awal ini diharapkan sudah mampu menerbitkan artikel-artikel dari peneliti-peneliti nasional dengan mengutamakan Bahan Naskah Tulisan, Hasil Kajian dan Penelitian milik Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dan Perangkat Daerah lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil penelitian dan analisis kebijakan yang bersifat aplikatif mencakup pembangunan daerah yang meliputi: ekonomi, infratruktur, sumberdaya alam dan lingkungan, teknologi dan inovasi, serta sosial, budaya dan pemerintahan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal" : 9 Documents clear
Estimasi Produk Domestik Bruto Lingkungan Hidup Sektor Kehutanan Di Indonesia: Estimation of Indonesia’s Environment Gross Domestic Product on Forestry Sector Abie Fathur Rachman
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor kehutanan merupakan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Nilai yang dihasilkan sektor kehutanan berasal dari nilai produksi hasil tebangan kayu dan tidak memperhitungkan kerusakan lingkungan berupa deplesi dan degradasi akibat penebangan pohon. Nilai kerusakan lingkungan tidak tercerminkan dalam PDB sehingga diperlukan PDB lingkungan hidup sektor kehutanan untuk memperhitungkan nilai kerusakan lingkungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengestimasi deplesi sumberdaya hutan, (2) mengestimasi degradasi sumberdaya hutan, (3) mengestimasi PDB lingkungan hidup sektor kehutanan di Indonesia. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah net price method, analisis kuantitatif, dan benefit transfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2014–2018 deplesi sumberdaya hutan menunjukkan trend yang meningkat, sementara degradasi sumberdaya hutan dan PDB lingkungan hidup menunjukkan trend yang menurun. Pada tahun 2018 deplesi dan degradasi sumberdaya hutan adalah Rp10.039,36 miliar dan Rp761,18 miliar, serta PDB lingkungan hidup Indonesia untuk sektor kehutanan di tahun 2018 sebesar Rp52.181,46 miliar.
Manfaat Ekonomi Dan Strategi Pengelolaan Bank Sampah Berkelanjutan: n (Studi Kasus: Bank Sampah Makara Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok) Muzdhalifah Razalina
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Depok mengalami peningkatan pertumbuhan penduduk setiap tahun, diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakatnya. Hal ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya jumlah timbulan sampah. Kota Depok memiliki program unggulan terkait penanganan persoalan sampah, yaitu Zero Waste City. Bank sampah merupakan alternatif dalam pengelolaan sampah tingkat rumah tangga melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Keberadaan bank sampah saat ini dibutuhkan untuk mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Bank Sampah Makara merupakan salah satu bank sampah di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, terdapat kekhawatiran akan keberlanjutan bank sampah ini. Untuk itu, penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi pola mekanisme pengelolaan Bank Sampah Makara, 2) menganalisis persepsi masyarakat terhadap bank sampah berdasarkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, 3) menghitung nilai manfaat ekonomi Bank Sampah Makara, 4) menganalisis strategi pengelolaan Bank Sampah Makara yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, skala likert, analisis pendapatan, dan Analytical Hierarchy Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengelolaan Bank Sampah Makara masih tergolong sederhana. Kegiatan bank sampah memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Manfaat ekonomi tahun 2019 sebesar Rp2.325.759,00 dan mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi Rp1.026.962,00. Strategi yang dapat dilakukan yaitu melalui pendekatan organisasi bank sampah dengan peningkatan pemahaman pengelolaan sampah. Kata kunci: AHP, analisis pendapatan, pengelolaan sampah, persepsi, skala likert
Pendirian Sentra Batik Khas Kabupaten Bekasi Rosi Aryanti, S.Pd, M.Si
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian yang ditambahakan motif dan warna dengan menggunakan malam. Secara paten batik khas Bekasi terdiri dari lima motif. Motif tersebut yakni corak flora, fauna, sejarah, budaya dan batik terang. Untuk batik bercorak flora antara lain, bambu, buah kecapi dan teratai. Persebaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah sentra batik di Kabupaten Bekasi sudah terdapat 10 Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Lokasi Potensial Pengembangan Pendirian sentra batik adalah wilayah Delta Silikon (Lippo) dekat Hankook Desa Cicau sebagai lokasi kegiatan sentra dan lokasi Graha Aula Pariwisata sebagai tempat untuk Showroom/Gallery hasill produk batik. Pengembangan sentra batik memerlukan 5 aspek yaitu, aspek produksi, aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek teknologi dan aspek permodalan.
Analisis Hubungan Perkembangan Industri Makanan Dan Minuamn Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Analysis of The Relationship Between Development of the Food Processing Industry to Indonesia's Economic Growth Bugi Biruloma
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pengolahan menjadi kontributor nilai PDB terbesar, tetapi share PDB sektor industri mengalami penurunan secara gradual dari tahun 2010 sampai 2020. Terjadi fenomena deindustrialisasi pada sektor industri pengolahan. Berbagai kebijakan dibuat untuk mengatasi fenomena deindustrialisasi dan mendorong perekonomian nasional melalui pembangunan industri. Industri makanan dan minuman menjadi industri prioritas pertama dalam pembangunan industri nasional. Permintaan produk industri makanan dan minuman terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk, sehingga kinerja industri ini tumbuh dengan rata-rata 8,4 persen pada periode 2011-2019. Industri makanan dan minuman memiliki kendala dalam peningkatan kinerja, antara lain keterkaitan hulu-hilir industri yang belum berjalan secara efisien. Untuk mencapai tujuan pembangunan industri diperlukan peningkatan nilai PDB industri makanan dan minuman. Penelitian dilakukan untuk menganalisis variabel apa yang perlu diperhatikan agar PDB industri makanan dan minuman dapat meningkat, sehingga tujuan UU no 4 tahun 2014 dapat tercapai. Tujuan penelitian hasil, menganalisis hubungan perkembangan industri makanan dan minuman terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tujuan penelitian akan dicapai dengan ekonometrik metode error correction model dengan Autoregresive distributed lag. Hasil penelitian, PDB Indonesia, investasi, ekspor berpengaruh positif sedangkan impor, nilai tukar, dan inflasi berpengaruh negatif pada jangka pendek dan panjang
Analisis Daya Saing Bunga Krisan Di Pasar Jepang: Analysis of the Competitiveness of Chrysanthemum Flowers in the Japanese Market Dinda Afifah Wulandari
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga krisan merupakan salah satu komoditas florikultura yang mempunyai jumlah produksi terus meningkat. Sebagian besar bunga krisan Indonesia diekspor ke Jepang namun Indonesia hanya memenuhi 0,19% dari total ekspor bunga krisan ke Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis keunggulan komparatif bunga krisan di pasar Jepang dan (2) mengalisis keunggulan kompetitif bunga krisan di pasar Jepang. Penelitian ini menggunakan metode Revealed Comparative Advantage untuk menganalisis keunggulan komparatif bunga krisan di Jepang dan metode Export Product Dynamic serta Diamond’s Porter untuk menganalisis keunggulan kompetitif bunga krisan di Jepang. Hasil peneltian menunjukan bahwa Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif, sedangkan terkait keunggulan kompetitif, ekspor bunga krisan Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang relatif lemah. Bunga krisan Indonesia berada pada posisi falling star serta faktor strategi, struktur, dan persaingan perusahaan menjadi keunggulan nasional untuk ekspor bunga krisan, sedangkan faktor kondisi, faktor industri terkait dan pendukung, faktor permintaan masih menjadi masalah dalam ekspor krisan Indonesia.
Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Kopi Robusta: (Studi Kasus: Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam) Nidya Ayuningtyas
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah dengan lahan kopi terbesar di Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam terletak di Kelurahan Karang Dalo, namun jumlah produksinya lebih rendah daripada kelurahan lainnya. Hal ini terjadi karena pemeliharaan yang kurang baik, jarang dilakukan peremajaan, serta harga biji kopi yang rendah. Selain itu, sebagian petani kopi di kelurahan tersebut tidak bergabung dengan kelompok tani. Hal ini dapat berpengaruh terhadap cara pengembangan usahatani seperti perbedaan tingkat pengetahuan yang didapat dari pembinaan serta harga beli input. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kopi robusta dan (2) menganalisis tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi usahatani kopi robusta di Kelurahan Karang Dalo. Penelitian ini menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass dan pendekatan Data Envelopment Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi robusta adalah pupuk NPK Phonska, umur pohon, jumlah pohon, dan pestisida. Selain itu, lebih banyak petani non-kelompok yang efisien daripada petani kelompok serta sebagian besar usahatani kopi robusta di Kelurahan Karang Dalo telah efisien secara teknis, namun belum efisien secara alokatif dan ekonomi.
Analisis Pengembangan Produk Olahan Mangrove Sebagai Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Pesisir: Analysis of The Development of Mangrove Products As Alternative Livelihoods of Coastal Communities Case Study of Pantai Bahagia Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, West Java Usman Abdul Muluk
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Gembong merupakan daerah di Kabupaten Bekasi yang mengalami perubahan lingkungan akibat konversi hutan mangrove. Daerah yang paling terdampak adalah Desa Pantai Bahagia. Sebanyak 63% masyarakatnya mengalami penurunan pendapatan dan menjadikan produk olahan mangrove sebagai pendapatan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi produk olahan mangrove, (2) menganalisis kelayakan usaha, (3) menganalisis pengaruh produk olahan mangrove terhadap kelestarian hutan mangrove, dan (4) menganalisis strategi pengembangan produk olahan mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu Weighted Sum Model (WSM), analisis pendapatan, Revenue Cost of Ratio (R/C), Return of Investment (ROI), Payback Period (PP), deskriptif kualitatif serta Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT). Berdasarkan hasil penelitian, dodol original, stik balado, dan sirup merupakan olahan mangrove yang paling layak untuk dikembangkan. Usaha produk olahan mangrove layak dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan finansial. Produk olahan berpengaruh terhadap kelestarian hutan mangrove melalui perubahan pola pemanfaatan, pengelolaan ekosistem, dan kesediaan masyarakat untuk menanam mangrove. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan yaitu menentukan segmentasi konsumen, optimalisasi pasar digital, bekerjasama dengan reseller dan dropshipper serta membuat produk olahan mangrove menjadi naik kelas.
Kajian Peruntukan Kawasan Industri Kecil Kabupaten Bekasi Tahun 2018 H.Ferry Mardihardjo, SE, MM
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri merupakan sektor potensial yang memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara, khususnya negara berkembang. Sektor industri merupakan salah satu sektor yang dianggap mampu membuka lapangan pekerjaan dan dapat mendorong pertumbuhan teknologi serta dapat memicu pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor lain seperti sektor perdagangan dan jasa. Kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan. Kabupaten Bekasi memiliki banyak sektor industri baik itu industri besar maupun industri kecil, bahkan Kabupaten Bekasi memiliki beberapa Kawasan industri. Lokasi peruntukan kawasan industri kecil dibedakan ke dalam dua jenis, yakni pada zona industri dan di kawasan industri. Lokasi industri kecil setiap kawasan industri besar (industrial estate) sesuai kebijakan yang berlaku wajib disediakan oleh setiap pengelola kawasan (estate manager). Lokasi untuk industri kecil di zona industri berdasarkan hasil kajian dihasilkan dua klaster yang merepresentasikan keterwakilan wilayah seperti, lokasi Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi dan Lokasi Desa Srimahi di Kecamatan Tambun Utara pada bagian Utara, dan lokasi Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu yang mewakili wilayah Kabupaten Bekasi di bagian Selatan.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Impor Daging Sapi Di Indonesia Dimas Wahyudi Kuswaya
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impor daging sapi yang terus terjadi di Indonesia mencerminkan bahwa swasembada daging sapi belum terwujud. Ketergantungan impor daging sapi dari luar negeri didasari oleh peningkatan konsumsi belum bisa dipenuhi oleh produksi daging sapi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi volume impor daging sapi di Indonesia periode tahun 2001-2020 dan (2) meramalkan produksi, konsumsi dan impor daging sapi periode tahun 2021-2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu analisis regresi data panel dan ARIMA. Hasil penelitian menunjukan : (1) bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap volume impor daging sapi di Indonesia adalah GDP riil per kapita Indonesia, produksi daging sapi nasional dan tarif impor sedangkan untuk variabel GDP riil per kapita negara asal impor, nilai tukar rupiah, dan konsumsi daging sapi tidak berpengaruh signifikan dan (2) peramalan selama 2021-2026 menunjukan produksi dan konsumsi daging sapi sama-sama mengalami kenaikan 2 persen per tahun sehingga produksi daging sapi belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi. Impor daging sapi mengalami kenaikan 3 persen per tahun atau 214.220 ton sehingga swasembada daging sapi belum bisa terwujud.

Page 1 of 1 | Total Record : 9