cover
Contact Name
Fajar Hardiana
Contact Email
fajarhardiana@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6222-7565929
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Gedung Manterawu Lt 5 Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika
Published by Universitas Telkom
ISSN : 28280075     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Telkatika merupakan jurnal ilmiah karya akhir mahasiswa yang dikelola oleh Open Library Telkom University dalam bidang Telekomunikasi, Elektro, Komputasi, dan Informatika. Tujuan Jurnal Telkatika untuk membangun sarana komunikasi efektif antara akademisi dan para peneliti di Institusi serta menjadi sarana promosi dan penyebarluasan hasil penelitian karya akhir mahasiswa pada disiplin ilmu: Teknik Telekomunikasi Teknik Komputer Teknik Elektro Teknik Fisika Rekayasa Instrumentasi dan Energi Teknologi Informasi Ilmu Komputasi Software Engineering Human Centric Engineering Production and Manufacturing System Engineering Management System Cybernatics Enterprise and Industrial System
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023" : 5 Documents clear
KLASIFIKASI TEKS BERBASIS LONG SHORT-TERM MEMORY UNTUK CHATBOT KONSELING GANGGUAN KECEMASAN SOSIAL Widianto, Kiki; Wibowo, Suryo Adhi; Sunarya, Unang
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Perpustakaan Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chatbot adalah teknologi kecerdasan buatan yang dapat melakukan percakapan seperti manusia melalui teks atau suara. Sistem chatbot berupa tanya jawab dapat membantu kegiatan manusia, konsultasi terhadap suatu masalah bahkan menawarkan solusi untuk masalah medis. Setiap manusia memiliki tingkat kecemasan. Kecemasan yang berlebihan hingga gangguan kecemasan sosial dapat mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, chatbot dapat menjadikan solusi menjadi pendengar dari sebuah masalah. Berdasarkan permasalahan diatas, pada penelitian ini dilakukan klasifikasi teks untuk konseling chatbot. Klasifikasi teks menggunakan Long Short-Term Memory (LSTM). Pemodelan teks pre-processing menggunakan modifikasi dataset ISEAR serta tanggapan dari beberapa orang. Metode LSTM yang diusulkan yaitu memetakan jawaban pengguna dari chatbot berdasarkan kategori label. Sistem dilatih menggunakan dataset berupa teks. Dataset dibuat berupa jawaban dari pengguna diberi label positif dan negatif dengan 70 training data. Hasil penelitian ini, model epoch 4 memiliki konfigurasi terbaik yaitu RMSprop learning rate 0,001 dengan test accuracy 85,71%. Sedangkan pada model epoch 6 memiliki konfigurasi terbaik yaitu RMSprop learning rate 0,01 dengan test accuracy 89,29%. Selain itu, parameter performansi pada epoch 4 rata-rata precision 97%, recall 97%, dan f1-score 97%. Kemudian parameter performansi pada epoch 6 rata-rata precision 97%, recall 97%, dan f1-score 97%.Kata Kunci: chatbot, gangguan kecemasan sosial, long short-term memory.
DETEKSI KANTUK PADA PENGEMUDI BUS TRANS METRO BANDUNG DENGAN PENDEKATAN RUMUS EYE ASPECT RATIO Kadi, Aufaryafi Baskara; Munadi, Rendy; Fitriyanti, Nurwulan
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Perpustakaan Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan kejadian yang paling umum terjadi di dunia, terutama Indonesia. Kecelakaan lalu lintas banyak disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu rasa kantuk pengemudi. Rasa kantuk pengemudi sering timbul ketika pengemudi mulai kelelahan, maupun ketika perjalanan terasa membosankan seperti perjalanan jauh maupun ketika terlalu lama berada dalam kemacetan. Pada saat ini, belum banyak diaplikasikan sistem pendeteksi rasa kantuk pengemudi kendaraan. Pada perjalanan jauh, pengemudi bus harus selalu ditemani seorang ‘kernet’ atau pembantu pengemudi saat perjalanan, yang kurang efektif karena jika ‘kernet’ tersebut tertidur maka tidak ada yang memantau rasa kantuk pengemudi. Eye Aspect Ratio (EAR) bekerja dengan menghitung jarak Euclidean antar 6 titik facial landmarks pada masing-masing mata. Akurasi sistem akan diuji dengan mengakuisisi wajah pengemudi bus TMB. Keakuratan sistem akan didapatkan jika pengemudi terdeteksi mengantuk. Dari hasil pengujian, didapatkan nilai threshold EAR terbaik yaitu x dengan akurasi sistem x%. Setelah dilakukan pengujian akurasi, dilanjutkan dengan mencoba deteksi secara real-time. Hasilnya, posisi wajah dan intensitas cahaya berpengaruh terhadap pendeteksian.Kata kunci: deteksi kantuk, eye aspect ratio, facial landmarks, real-time, Trans Metro Bandung (TMB). 
SISTEM PEMANTAUAN DAN PEMETAAN KONDISI LINGKUNGAN BERBASIS IoT PADA GREENHOUSE DI DESA CITEUREUP Djatmika, Wiku Seta; Awaludin, Rahmat; Andiani, Linahtadiya
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Perpustakaan Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil panen kangkung pertama kurang maksimal akibat adanya faktor lingkungan. Pada penelitian ini telah dibuat sebuah sistem monitoring kondisi lingkungan berbasis IoT. Monitoring dikondisikan menggunakan metode pemetaan, yaitu menempatkan sistem di lima koordinat yang telah ditentukan, dengan tujuan untuk mengamati kondisi lingkungan dan sebarannya di dalam greenhouse menggunakan sistem IoT. Kangkung dapat tumbuh dengan baik dengan kondisi suhu 20°C - 30°C dan kelembapan diatas 60%. Nilai rata-rata suhu dan kelembapan di greenhouse pada tanggal 16 Juli 2022 berada pada rentang kondisi yang baik yaitu 24.14°C hingga 25.9°C seluruh kotak dan kelembapan 70.56% hingga 88.46% pada siang hari. Kondisi intensitas cahaya kurang baik pada kotak A dengan rata-rata 8.27 Lux, sedangkan untuk kotak lain memiliki rata-rata minimal 13502 Lux hingga 39866 Lux, sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk kotak A agar intensitas cahaya dapat masuk kedalam greenhouse lebih baik. Kondisi pH pada kolam adalah 4.96 hingga 8.85, dan nilai EC adalah nol karena jumlah ikan yang sedikit pada kolam. Debit kotak A tidak stabil karena nyala dan mati, sedangkan pada kotak B flowmeter tidak bekerja karena pompa mati. Data terkirim dengan baik ke antares dengan packet loss terbesar adalah 5.71%. 
PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK LINK SAMARINDA-PENAJAM PASER UTARA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DWDM ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal; Hambali, Akhmad; Pamukti, Brian
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Perpustakaan Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pemerintah Indonesia terkini mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke pulau Kalimantan tepatnya disekitar wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara menuntut tingkat pelayanan dan fasilitas layanan telekomunikasi yang maksimal agar dapat menunjang kebutuhan pemerintah dan masyarakat di wilayah tersebut sehingga diperlukan perancangan jaringan telekomunikasi yang mumpuni untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada penelitian dilakukan perancangan, simulasi, serta analisis sistem komunikasi serat optik pada dari Samarinda menuju Penajam Paser Utara menggunakan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Standar performansi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Link Power Budget (LPB), Rise Time Budget (RTB), Signal to Noise Ratio (SNR), Q-factor, dan Bit Error Rate (BER). Dalam penelitian ini diujikan beberapa skenario gain pada amplifier dengan nilai 35 dB, 39 dB, dan 43 dB dimana skenario dengan gain 43 dB mampu memenuhi standar performansi dan layak untuk digunakan serta diimplementasikan dimana skenario ini mampu menghasilkan nilai BER terkecil sebesar 9,91547 _ 10_13 dan nilai bit error rate terbesar yaitu 9,1891 _ 10_11.Kata kunci: dense wavelength division multiplexing, link power budget, rise time budget, signal to noise ratio, Q-factor, bit error rate.
IMPLEMENTASI FIREWALL MIKROTIK SEBAGAI MARKING ROUTE UNTUK MANAJEMEN JARINGAN MULTI ISP DI CV. NATUSI Assyifavi, Shofia; Hertiana, Sofia Naning; Negara, Ridha Muldina
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Perpustakaan Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akses internet saat ini sangat tinggi. Hampir di seluruh tempat kerja atau kantor mengintegrasikan internet ke dalam manajemen pekerjaan. CV. Natusi merupakan perusahaan yang menginginkan aktivitas sosial media berbasis video dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas kerja kantor. Namun, CV. Natusi belum dapat mengarahkan trafik tertentu sebagai prioritas seperti konten sosial media video ke ISP tertentu pada sistem multi ISP yang dianggap memiliki kualitas dan kinerja lebih baik dibanding sistem CV. Natusi saat ini.Dalam Tugas Akhir ini telah dilakukan perancangan dan implementasi firewall mikrotik sebagai mark routing untuk jaringan multi ISP untuk jaringan internet di CV. Natusi. Perancangan dilakukan menggunakan tiga skenario pada konten video media sosial dengan melakukan analisis beban data dan analisis kualitas jaringan. kualitas jaringan dilakukan dengan pengukuran QoS yaitu latency dan jitter.Dari penelitian tersebut, marking route diaplikasikan pada mikrotik router yang ada di gedung utama CV. Natusi. Perusahaan ini memiliki 2 ISP yang sama yaitu Indihome. Setelah itu, melakukan analisa beban data dan analisa kualitas jaringan. Pada analisa beban data, skenario firewall mikrotik sebagai marking route memiliki hasil stabil dan sesuai yang diharapkan dibanding skenario lainnya. Firewall mikrotik memiliki kualitas jaringan yang lebih baik dibanding skenario lain, diantaranya memiliki latency 49% lebih kecil dibanding ECMP 1:1 dan 6% lebih besar dibanding ECMP 1:2. Pada jitter, memiliki hasil lebih kecil 9% dibanding ECMP 1:1 dan 41% dibanding ECMP 1:2. Dapat disimpulkan performa dari skenario firewallmikrotik sebagai marking route memiliki hasil yang lebih baik dibanding skenario lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5