cover
Contact Name
Mahfur
Contact Email
mahfur.isfa@gmail.com
Phone
+6285869089656
Journal Mail Official
mahfur.isfa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi Jl. Sriwijaya No.3 Telp. (0285) 421096, Fax.411429 Pekalongan Email : jurnalbenzenaunikal@gmail.com
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Benzena Pharmaceutical Scientific Journal
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : -     EISSN : 29617375     DOI : http://dx.doi.org/10.31941/benzena.v2i01.3065
Benzena Pharmaceutical Scientific Journal adalah jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan. Ini tersedia online sebagai sumber akses terbuka dan juga dalam bentuk cetak. Pernyataan ini memperjelas perilaku etis semua pihak yang terlibat dalam tindakan penerbitan artikel di jurnal ini, termasuk penulis, pemimpin redaksi, Dewan Editorial, reviewer, dan penerbit. Pernyataan ini didasarkan pada Pedoman Praktik Terbaik COPE untuk Editor Jurnal. Focus dan scope : Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL" : 5 Documents clear
FORMULASI DAN EVALUASI KARAKTERISTIK MUTU FISIK SEDIAAN MASKER PEEL-OFF EKSTRAK BAJAKAH TAMPALA (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK.) Ayuchecaria, Noverda; Aryzki, Saftia; Sari, Anna Khumaira
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2, No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3102

Abstract

Antioksidan topikal banyak digunakan untuk mencegah penuaan dan radiasi sinar UV yang menyebabkan kerusakan kulit, kulit mengkerut dan erythema. Salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan alami adalah bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.). Bajakah tampala mengandung senyawa metabolit sekunder berupa tanin, fenol, steroid, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Senyawa-senyawa ini telah terbukti memiliki daya proteksi terhadap sinar UV, menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan DNA. Antioksidan alami dapat diformulasikan sebagai bahan aktif dalam sediaan-sediaan kosmetik salah satunya adalah sediaan masker gel peel-off. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan masker gel peel-off dari ekstrak bajakah tampala dan mengevaluasi karakteristik mutu fisiknya. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari pembuatan ekstrak bajakah tampala dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Masker gel peel-off dibuat menjadi 4 formulasi yaitu Formula A, B, C dan D. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji waktu mengering dan uji daya sebar. Hasil menunjukan semua formula homogen dan tidak terjadi perubahan organoleptis setelah 14 hari. Rentang pH masker gel peel off yaitu 5,9 – 6,2 yang memenuhi syarat pH kulit. Rentang rentang uji waktu mengering adalah 15 – 17 menit serta diameter daya sebar berkisar antara 3-5,7 cm. Kesimpulan penelitian ini adalah masker gel peel-off ekstrak bajakah tampala (Spatholobus Littoralis Hassk.) dengan komposisi Formula D memenuhi persyaratan uji karakteristik mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, waktu mengering dan daya sebar.
POTENSI SENYAWA XANTHORRHIZOL SEBAGAI ANTIFUNGI : NARATIF REVIEW Setiawan, Putu Yudhistira Budhi
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2, No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3110

Abstract

Xanthorrhizol adalah salah satu fitokimia yang banyak diisolasi dari tanaman Curcuma xanthorrhiza berbagai yang manfaat aktivitas biologis telah dieksplorasi salah satunya sebagai antifungi. Infeksi fungi sering terjadi pada daerah tropis yang menyebabkan penyakit kulit, terjadinya banyak penyakit dan dampak buruk akibat infeksi fungi dalam jangka panjang salah satunya terjadi  resistensi obat. Mengingat jamur adalah eukariota seperti inang manusia, target terapi dan keamanan  untuk pengembangan antijamur perlu dilakukan. Maka dilakukan pencarian alternatif agen antifungi yang baru seperti  xanthorrhizol.  Pada tulisan bertujuan untuk mengkaji efek xanthorrhizol sebagai antifungi dari berbagai jenis spesies fungi. Database elektronik seperti Pubmed, ScienceDirect dan Proquest digunakan dalam penulisan ini. Pencarian jurnal dilakukan pada Bulan Mei 2023 yang fokus meneliti senyawa xanthorrhizol sebagai antifungi dengan data nilai MIC sebgai besaran aktivitasnya. Temuan dari tulisan ini menunjukkan bahwa xanthorrhizol menunjukkan penghambatan yang signifikan terhadap fungi panthogen termasuk Candida sp,  Malassezia sp, dan Aspergillus sp. Aktivitas xanthorrizol sebagai antifungi dengan menargetkan biofilm dan mengubah morfologi fungi. Efek sinergis diperlihatkan xanthorrizol jika digabungkan dengan ketokonasol dan amphotericin B.  Studi mengeksplorasi penggunaan xanthorrhizol sebagai obat potensial untuk pencegahan dan pengobatan berbagai spesias fungi telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Namun, lebih banyak penelitian yang perlu dilakukan terutama di bidang-bidang seperti  studi in vitro, in vivo dan klinis
MODIFIKASI UKURAN PARTIKEL ENDOSPERMA BIJI MELINJO (Gnetum gnemon L.) DAN IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA FITOKIMIA Pratiwi, Eskarani Tri
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2, No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3107

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L.) is one of commodities growing throughout Indonesia. The seed of gnetum gnemon contains a group of stilbenoid bioactive compounds such as resveratrol and gnetin C which show antioxidant activity. This study aims to reduce the particle size and identify the active compounds contained in the endosperm of gnetum gnemon seeds. Formation of submicron gnetum gnemon seed powder by grinding using ball milling at 1000 rpm using 50 balls sized 9.22 mm for 120 minutes and measuring particle size using a particle size analyzer (PSA). Identification of the bioactive compound using phytochemical screening and then identification using the thin layer chromatography method with silica gel 60 F254 stationary phase and the mobile phases of chloroform, ethyl acetate, and formic acid (5:4:1), as well as the total phenol test using the Folin-Ciocalteu method. The resulting particle size obtained was 975.6 nm with a polydispersity index value of 0.453, identification of the bioactive compound content showed the presence of phenolic, flavonoids, saponins, and tannins, then identification using the thin layer chromatography (TLC) method showed the Rf gnetin c and resveratrol values respectively were 0.67 and 0.72 and the total phenol test results with a value of 4.319 ± 0.065 µg/mL. Based on these results the gnetum gnemon seed endosperm was reduced in size using the ball milling method and contained active compounds of the stilbenoid group. Keywords: gnetum gnemon, endosperm, resveratrol, gnetin c
ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BONGGOL PISANG KEPOK KUNING (Musa acuminata Colla) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Kitia Rani; Mahfur Mahfur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2, No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3065

Abstract

Bonggol pisang kepok kuning merupakan bagian bawah batang pisang membentuk umbi yang belum banyak dimanfaatkan. Pada penelitian bonggol pisang kepok kuning dikembangkan sebagai agen antiinflamasi, antibakteri, dan dapat menurunkan kadar gula darah karena memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian sebelumnya pada ekstrak bonggol pisang kepok kuning mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid total yang terdapat pada ekstrak bonggol pisang kepok kuning (Musa acuminata Colla) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental. Ekstraksi menggunakan dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dan senyawa flavonoid diidentifikasi secara kualitatif menggunakan pereaksi warna Sitroborat, Bate Smite-Metcalfe, NaOH 10% dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pada analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan kemampuan flavonoid membentuk kompleks dengan reagen AlCl3 menggunakan baku pembanding kuersetin. Hasil penelitian identifikasi kualitatif ekstrak bonggol pisang kepok kuning (Musa acuminata Colla) dengan baku pembanding (kuersetin) menggunakan uji pereaksi warna flavonoid dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) terbukti mengandung flavonoid. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan metode AlCl3 dengan kuersetin sebagai standar pembanding. Pengukuran dilakukan dalam panjang gelombang maksimum 414 nm dengan operating time 8 menit. Hasil yang didapat kadar flavonoid total sebesar 0,29713 mg QE/g.Kata kunci :  bonggol pisang kepok kuning, ekstraksi, KLT, spektrofotometri UV-Vis 
STANDARISASI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK PADA SIMPLISIA KULIT BUAH MUNDAR (Garcinia forbesii) ASAL KALIMANTAN SELATAN Anna Khumaira Sari; Muhammad Ikhwan Rizki; Liling Triyasmono; Gina Alfandani
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2, No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3111

Abstract

Latar bekalang : Mundar (Garcinia forbesii) merupakan tanaman khas asal Kalimantan Selatan yang berpotensi sebagai bahan obat. Tamanan diolah menjadi simplisia harus memenuhi persyaratan untuk dapat digunakan sebagai bahan obat. Simplisia yang digunakan akan melalui uji parameter standar simplisia meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Parameter spesifik yang akan diuji yaitu golongan senyawa, senyawa spesifik yang menggambarkan efek farmakologis sedangkan pada parameter non spesifik yang akan diuji adalah sifat kimia, fisika dan mikrobiologi yang akan mempengaruhi stabilitas dan keamanan obat.Tujuan : Menetapkan parameter spesifik dan non spesifik simplisia kulit buah mundar asal Kalimantan SelatanMetode : Pengujian yang dilakukan yaitu penetapan parameter spesifik dan parameter non spesifik yang ditetapkan meliputi organoleptik, mikroskopik, kadar sari larut pelarut tertentu, susut pengeringan, kadar abu tidak larut asam, kadar abu total, dan  cemaran logam berat. Sampel simplisia tanaman Mundar yang akan diuji berasal dari dua Kecamatan yang berbeda yaitu dari Kecamatan Karang Intan dan Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.Hasil : Hasil analisis simplisia kulit buah mundar dari Kecamatan Karang Intan and Kecamatan Beruntung Baru masing-masing adalah organoleptik kedua sampel simplisia berupa serbuk coklat, asam, berbau khas. Hasil mikroskopik diperoleh terdapat epidermis, kolenkim dan parenkim mesocarp pada kedua simplisia. Kadar sari larut etanol kedua simplisia masing-masing 57,20±0,10% dan 58,57±0,49%, kadar sari larut air 66,93±0,23% dan 68,83±0,15%, susut pengeringan 5,40±0,26% dan 6,93±0,76%, kadar abu total 2,20±0,03% dan 2,49±0,02%, kadar abu tidak larut asam 0,04±0,02% dan 0,06±0,02%, cemaran logam berat Pb 0,007±0,000mg/kg dan 0,010±0,003mg/kg, Cd 0,006±0,001mg/kg dan 0,009±0,002 mg/kg.Kesimpulan : Hasil parameter spesidik dan non spesifik kedua sampel simplisia kulit buah G.forbesii memenuhi persyaratan standar.Kata kunci: Mundar, simplisia, spesifik, non spesifik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5