cover
Contact Name
Endrizal
Contact Email
rizalpiliang84@gmail.com
Phone
+6281225197932
Journal Mail Official
Ethnography@isi-padangpanjang.ac.id
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ethno/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ethnography
ISSN : -     EISSN : 30311616     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ethnography
FOCUS Ethnography : Journal of Cultural Anthropology fokus menerbitkan artikel terkait isu-isu antropologi budaya dari hasil kajian riset/penelitian para akademisi, peneliti. SCOPE 1. Kajian Tradisi dan Ritual 2. Kajian Multikulturalisme 3. Kajian Gender dalam kebudayaan 4. Kajian Lingkungan dan Kebudayaan 5. Kajian Agama dan Budaya
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): July - December 2021" : 4 Documents clear
Fungsi Upacara Adat Kenduri Pusako dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Kecamatan Kumun Debai Sungai Penuh Roby Masfian Dori; Febri Yulika; Edi Satria
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 2 (2021): July - December 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i2.2230

Abstract

The study, titled “the Function of Ceremonial Feast Pusako In the Social Life of the People of the District Kumun Debai, Kota Sungai penuh, Jambi Province”, aimed to describe about the Process and Functionality of a traditional ceremony Kenduri Pusako. This research is a Qualitative research, the theory used in this research is the theory of Functionalism, the method used is qualitative research method with data collection techniques through interviews, literature study, observation, and documentation.Ceremonial Feast Pusako is the traditional ceremony of the largest in the District Kumun Debai, in the ceremonial Feast Pusako there are two the main event, namely, the Coronation of the Title and the Decline of the Heirlooms. From the results of research conducted, there are some functions that are contained in the ceremonial Feast Pusako, including Social Functions, the Function of Carrying Sko, Function Reading a Brief History of Depati IV District Kumun Debai, the Function of the Inauguration of Depati Ninik Mamak, Function Heirlooms, the Function of Art, the Function of Cultural Preservation, Economic Function, the Function of Ritual and the Function of Education.
Mitos Calempong Unggan Masyarakat Nagari Unggan Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Shindi Amanta Wulandari; Febri Yulika; Mutia Kahanna
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 2 (2021): July - December 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i2.2507

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mendeskripsikan awal munculnya mitos calempong unggan, bentuk mitos calempong unggan serta pandangan masyarakat Nagari Unggan terhadap mitos calempong unggan di Nagari Unggan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strukturalisme Levi-Strauss. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah antara lain mengumpulkan data, mereduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal munculnya mitos calempong unggan pada saat padi sudah berisi berawal dari cerita ada orang tua sekitar 550 tahun yang silam mendengar ada anak kecil yang sedang menangis di daerah Sidilam. Selanjutnya, dengan kejadian tersebut membuat masyarakat berinisiatif untuk mencari orang yang hilang di hutan, karena orang bunian sangat suka dengan bunyi calempong unggan.  Mitos calempong unggan terdiri dari dua bentuk, yang pertama calempong unggan dilarang dibunyikan pada saat padi mulai berisi sampai selesai panen dan calempong unggan digunakan sebagai alat bantu untuk menemukan orang yang hilang di hutan atau diculik oleh orang bunian. Ada beberapa perbedaan pandangan masyarakat Nagari Unggan terhadap mitos calempong unggan yaitu  ada masyarakat yang percaya dan ada yang tidak percaya akan mitos tersebut. Akan tetapi, masyarakat yang tidak percaya mitos tersebut tidak bisa melanggar, karena ada sanksi yang diberikan oleh kaum adat bagi orang yang membunyikan calempong unggan pada saat padi berisi.
Pengaruh Resiprositas Terhadap Pembayaran Pinjaman Dana Usaha dalam Konteks Budaya Minangkabau, Batak dan Jawa Jelly Jelly
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 2 (2021): July - December 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i2.2228

Abstract

Kebudayaan merupakan alat bagi masyarakat untuk menentukan tingkah laku sekaligus sarana yang menjadi manisfestasi dari pesepsi dan kognisi masyarakat. Kebudayaan bisa sebagai blue print sekaligus sebagai hasil dari tingkah laku masyarakat.  Salah satu yang menjadi nilai budaya masyarakat adalah adanya resiprositas dalam masing-masing kebudayaan yang dalam hal ini difokuskan terhadap masyarakat Minangkabau, Batak dan Jawa. Masyarakat di Kelurahan Bantuang Taba memiliki koperasi yang memfasilitasi pinjaman untuk pengembangan usaha mikro dan rumah tangga.  Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Minangkabau, Batak dan Jawa Kelurahan Kelurahan Batuang Taba. Tujuan riset ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kebudayaan terhadap pembayaran pinjaman usaha di KJKS Kelurahan Batuang Taba. Data yang didapatkan melalui wawancara2 dan observasi dianalisis menggunakan teori kebudayaan yang dikemukakan oleh Selo Soemardjan. Hasil riset ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang berbanding lurus antara tingkat resiprositas dan pembayaran angsuran bulanan PDU di KJKS Kelurahan Batuang Taba. Hasil dari riset ini bukanlah untuk menunjukkan budaya mana yang lebih unggul tetapi untuk mengemukakan pengaruh budaya terhadap persepsi dan tingkah laku masyarakatnya dalam meminjam.
Pergeseran Nilai pada Tradisi Makan Bajamba di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Safarra Fitri Rahmatika; Febri Yulika; Hijratur Rahmi
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 2 (2021): July - December 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i2.2229

Abstract

This study discusses the change in Bajamba`s eating tradition values in Koto Tangah village, Tilatang Kamang District, Agam Regency, West Sumatra Province. The method used is qualitative research method by using descriptive analysis. Theory of social systems in Talcott Parsons' thought is used in this research. Bajamba`s eating is a tradition of eating in a marriage ceremony from the ancestors of the ancestors. Bajamba is eating on a large plate together consisting of five to seven people. Eating Bajamba aims to foster friendship and create a sense of togetherness among relatives regardless of social status. The tradition of eating bajamba has ethics and procedures that generally already exist. The purpose of this study was to determine the form of the process of implementing bajamba eating in the Koto Tangah village, to determine the shift in the value of the bajamba meal in the Koto Tangah village, Tilatang Kamang district, Agam regency. The results of the study show that the procedure for eating bajamba in the Koto Tangah village is still being carried out now. However, eating bajamba experiences a shift in value in its implementation. The Bajamba eating tradition itself is caused by technological, globalization, and economical factors.

Page 1 of 1 | Total Record : 4