cover
Contact Name
Munnik Haryanti
Contact Email
yanti2801@unsurya.ac.id
Phone
+62818342913
Journal Mail Official
yanti2801@unsurya.ac.id
Editorial Address
Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusumah, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri
ISSN : 23022191     EISSN : 30309964     DOI : https://doi.org/10.35968/jti.v12i2
Jurnal Teknologi Industri adalah jurnal yang fokus pada teknologi industri yang diterapkan dalam industri, pemerintah, dan universitas.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI" : 6 Documents clear
PEMANFAATAN DAN PELUANG KOMPUTASI AWAN PADA SEKTOR BISNIS DAN PERDAGANGAN EKA PUTRA MAHARDIKA P
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.680

Abstract

Model komputasi telah berkembang dan terus mengalami evolusi, pemanfaatan dari teknologi perangkat keras yang telah berkembang secara cepat, teknologi virtualisasi dan jaringan komputer atau internet yang menjadi dasar pengembangan model komputasi tersebut. Komputasi awan saat ini telah digunakan diberbagai bidang, terutama pada bidang bisnis dan perdagangan yang diberikan keuntungan dari penggunaan model komputasi awan, dari cara-cara penyelenggaraan dan pembiayaan konvensional terhadap Capex dan Opex dari organisasi bisnis.Kata Kunci : Internet,Komunikasi Data, Komputasi Awan, Teknologi 
CHARGER HANDPHONE MENGGUNAKAN TENAGA SURYA MALIK SAHRONI
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.681

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk energi alternatif yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi peralatan komunikasi yaitu handphone .permasalahan yang muncul adalah bagaimanakah merancang penstabilan tegangan output dan membuat charger handphone tenaga surya. adalah perencanaan charger dengan menggunakan modul sel surya. Sel surya ini yang berfungsi untuk membangkitkan tenaga listrik dari sinar matahari. Tegangan keluaran dari sel surya ini belum stabil sehingga digunakan regulator untuk menstabilkan tegangan IC LM 317T digunakan sebagai regulator dengan penambahan resistor untuk pembagian tegangan. Pengisian baterai handphone dapat dilakukan dari pukul 10.00 sampai dengan pukul 15.30 dengan keadaan cuaca cerah. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diperoleh penstabilan tegangan rata-rata 5 volt dan prosentase penurunan tegangannya sebesar 74,1%. Tegangan keluaran penstabilan yang sebesar 4,93 volt sesuai tegangan yang diharapkan untuk melakukan pengisian handphone yaitu sebesar 5 volt. Kata kunci : Charger Handphone, Tenaga Surya, Sinar Matahari,Sel Surya
EFISIENSI JARINGAN BACKBONE SERAT OPTIK PT. INDOSAT LINK SURABAYA – BANYU URIP DENGAN TEKNOLOGI METRO CORE CONNECT DAN DWDM Dewi Sartika
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.677

Abstract

ABSTRAKPada tugas akhir ini membahas perencanaan jaringan backbone yang menghubungkan Surabaya – Banyu Urip yang lebih efisien dengan penggunaan teknologi Metro Core Connect dan DWDM. Perencanaan ini dilakukan dengan menganalisis topology jaringan yang sudah ada, sehingga bisa di ketahui aggregate apa yang paling tepat untuk digunakan pada Metro Core Connect. Penentuan route kabel optik yang akan digunakan sebagai alternatif link dengan analisa perhitugan link power budget, rise time budget. Dari hasil perhitungan dan hasil pengukuran lapangan, teknologi MCC layak di implementasikan di jalur FO Jakasusi (65,8 Km) tanpa penguat dengan menggunakan interface XFP P1L1-2D2, sedangkan DWDM layak diimplementasikan pada jalur FO JS Upgrade (86.8Km) tanpa penguat. Pengujian sistem di perkuat dengan sistem BER test yang dilakukan pada koneksi langsung Surabaya – Banyu Urip selama 7 x 24 Jam, serta pengujian secara lokal interface lainnya selama 24 jam untuk setiap item-nya. Kata kunci : Serat optik, Metro Core Connect dan Dense Wavelenght Division Multiplex (DWDM).
PEMODELAN DAN SIMULASI KESTABILAN RESPON TRANSIEN MOTOR DC MAGNET PERMANEN MENGGUNAKAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) PADA SIMULINK MATLAB 2008R VERSI 7.7.0 Pepen Fathur Rohman
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.682

Abstract

Motor DC (Direct Current) adalah motor yang digerakkan oleh energi listrik DC. Salah satu jenis motor DC tersebut ialah  motor DC magnet  permanen  yang  banyak  ditemui  penggunaannya  baik  di industri  maupun  di rumah tangga. Agar  motor DC  dapat berputar stabil dengan kecepatan sesuai dengan permintaan maka diperlukan alat  kontrol pengatur kecepatan motor DC. Pada  umumnya, sistem penggerak yang  diinginkan adalah mempunyai dinamika respon yang cepat dan  tanpa  lonjakan  (overshoot).Pada kondisi riil teknisi sering mengalami kesulitan mentuning sistem penggerak secara langsung karena jika ada kesalahan akan mengakibatkan kerusakan pada system atau alat tersebut.    Agar teknisi dalam mentuning system penggerak DC motor dengan aman,maka suatu sistem  perlu disimulasikan terlebih dahulu pada komputer sebelum  diaplikasikan, dengan cara sistem  motor DC dimodelkan  berdasarkan  persamaan  kesetimbangan  torsi dan  persamaan  rangkaian  listrik pada  jangkar yang  berlaku  pada  sistem  tersebut.  Kemudian  model dari pengontrol ditentukan  dan  dirangkai menjadi sistem  loop  tertutup  dengan  sistem  motor DC.  Fungsi alih  loop  tertutup  yang  sudah  didapat digunakan  sebagai dasar pembuatan program simulasi respon transien menggunakan Graphical User Interface (GUI) pada Simulink Matlab  R2008b versi 7.7.0.Selanjutnya melakukan penalaan pada kontrol PID (Proporsional,Integral, dan Diferensial ).Hasil pegujian terhadap penalaan pengontrol baik pengontrol Proporsional, pengontrol Proprosional Integral (PI), pengontrol Proposional Derivative maupun  pengontrol Proporsional Integral Diferensial  (PID) dapat disimpulkan  bahwa dengan  menggunakan  pengontrol PID  semua permintaan desain dapat terpenuhi dengan baik, ada dua penalaan mempunyai respon terbaik dari beberapa  nilai parameter pengontrol yang bervariasi yang dapat diaplikasikan pada system yang berbeda , yaitu: Pengontrol PID dengan nilai Kp=0.3, Ki= 0.0002, dan Kd =    0.001. Hasil keluarannya stabil, waktu yang diperlukan untuk stabil yaitu 0.014 detik  dan respon transiennya cukup baik yaitu respon sistem berisolasi dengan overshoot  sangat kecil  mencapi nilai 3.2 %. Nilai parameter pengontrol tersebut cocok untuk diaplikasikan ke system yang memerlukan start awal dengan torsi yang cukup besar. Dan pengontrol PID dengan nilai Kp=0.3, Ki= 0.0002, dan Kd =    0.0015. Hasil keluarannya stabil, waktu yang diperlukan untuk stabil yaitu 0.023 detik  dan respon transiennya sangat baik yaitu respon sistem tidak berisolasi sehingga tidak terjadi overshoot, nilai parameter pengontrol tersebut untuk diaplikasikan ke system dimana start awalnya tidak memerlukan  torsi yang besar. Kata Kunci : PID, Motor DC, GUI, MATLAB
PENJADWALAN PROYEK H2S GAS MONITORING SERVICES PADA INDUSTRI GEOTHERMAL DENGAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) DAN CRASHING PROJECT DI PT. DYFCO ENERGY Debbie Kemala Sari; Miftakhul Arfah Hadiani
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.678

Abstract

PT. Dyfco Energy adalah perusahaan penyedia jasa H2S Gas Monitoring yang merupakan persyaratan sebelum dilakukannya proses drilling hingga proses tersebut selesai. Proses drilling dibutuhkan pada proses eksplorasi sumber daya energi, baik di industri geothermal maupun industri minyak dan gas. Penjadwalan proyek H2S Gas Monitoring untuk setiap aktivitas sudah ditentukan oleh perusahaan geothermal maupun migas, begitu pula dengan anggarannya. Semakin banyak proyek yang dikerjakan, maka semakin kompleks pula manajemennya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dapat dirumuskan permasalahan: bagaimana membandingkan penjadwalan proyek yang telah ditetapkan oleh perusahaan vendor geothermal (tanpa crashing project) dengan penjadwalan proyek usulan (dengan crasing project) menggunakan metode PDM dan apakah crashing project dapat menjadi solusi untuk penambahan sumberdaya dalam rangka mempercepat durasi proyek. Hasil dari penelitian ini adalah Penjadwalan proyek usulan dengan PDM dan crashing project menghasilkan durasi. Total cost dengan crashing project menjadi lebih sehingga akan menurunkan margin yang diperoleh perusahaan. Jadi sebaiknya PT Dyfco Energy tidak perlu melakukan penambahan sumber daya. Kata kunci  :  geothermal energy, H2S Gas Monitoring, Energi Panas
Analisis Pengaruh Program Pelatihan Keamanan Kesehatan Kerja terhadap Tingkat Pengetahuan Keamanan Kesehatan Kerja Waspada Tedja Bhirawa; Situngkir Obrin
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.679

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan satu kunci kesuksesan dalam berbagai industri. Suatu perusahaan yang bonafid dan professional selalu menganggap K3 ini sebagai suatu elemen yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan tersebut. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat di simpulkan sebagai berikut: Koefisien korelasi rxy sebesar 0,421 menunjukan adanya hubungan korelasi positif atau hubungan yang cukup erat antara penerapan Program Keselamatan atau hubungan yang cukup erat antara Penerapan Program keselamat dan Kesehatan Kerja dengan peningkatan Produktivitas Kerja. Peningkatan Produktivitas kerja karyawan PT. Star Energy sebesar 17,7% dipengaruhi oleh keberhasilan penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam parameter penelitian. Kata kunci  : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Produktivitas, SDM

Page 1 of 1 | Total Record : 6