cover
Contact Name
BAYU YONI SETYO NUGROHO
Contact Email
johhs@fkes.dinus.ac.id
Phone
+6285728693585
Journal Mail Official
johhs@fkes.dinus.ac.id
Editorial Address
Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan, UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Jl.Nakula I/5-11 Gedung D lantai 1 Semarang Tel/Fax: (024) 3549948
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Occupational Health Hygiene and Safety
ISSN : 29868491     EISSN : 29875652     DOI : 10.60074/johhs.v1i1
Core Subject : Health,
JOHHS (Journal Occupational Health Hygiene And Safety) Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Udinus fokus pada rumpun ilmu kesehatan masyarakat termasuk ranah Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan Kerja yang menerbitkan artikel asli, literatur review dan laporan kasus Lingkup keilmuwan Jurnal K3 Udinus mencakup: 1.Toksikologi Industri, 2.Higiene Industri, 3.Kesehatan Kerja, 4.Keselamatan Kerja, 5.Psikologi Industri, 6.Ergonomi, 7.Manajemen Risiko (Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Komunikasi Risiko)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024" : 6 Documents clear
Scoping Review: Manfaat Penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dalam Meningkatkan Keamanan dan Mutu Produk Makanan Dewi Mulyawati, Sita
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11348

Abstract

HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) merupakan system manajemen keamanan pangan yang melindungi konsumen dari risiko atau penyakit yang berhubungan dengan bawaan pangan serta memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat pada industri pangan. Sistem HACCP memastikan bahwa produk pangan aman untuk dikonsumsi dengan melakukan identifikasi dan pengelolaan potensi bahwa pada setiap tahap proses produksi. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana HACCP dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan dan mutu produk makanan, serta memberikan saran untuk perbaikan dalam implementasi sistem HACCP. Metode yang digunakan adalah teknik scoping literature review dengan mendapatkan data pencarian dari PubMed dan Science Direct dengan kriteria inklusi jurnal telah terpublikasu dalam kurun waktu 5 tahun (2020 – 2024). Berdasarkan analisis 5 artikel didapatkan hasil penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) memiliki dampak yang positif dan signifikan dalam meningkatkan keamanan dan mutu produk makanan. Pada penelitian ini penerapan HACCP dapat mengurangi kontaminasi pada proses produksi dan mengurangi kasus keracunan makanan. Pada tinjauan scoping literature review ini, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitianannya, yaitu lima artikel jurnal yang digunakan memiliki desain dan konteks yang berbeda-beda. Oleh karena itu, hasil penelitian tidak dapat diterapkan secara menyeluruh dan konsisten dalam berbagai situasi. Selain itu, penelitian ini hanya fokus pada wilayah dan sektor tertentu, sehingga mungkin tidak memperhatikan tren masalah dan tantangan yang lebih luas di bidang manajemen keamanan pangan. Namun, penerapan HACCP sangat penting untuk meningkatkan keamanan pangan dan melindungi masyarakat dari penyakit bawaan pangan.
Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Dengan Metode Hiradc Pada Lingkungan Kerja Puskesmas Kedungmundu Alodia Hidayatillah, Tara; Khasbiyah, Khasbiyah
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11755

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di era globalisasi sudah menjadi salah satu kebutuhan dalam setiap aktivitas kerja, baik pekerjaan lapangan maupun pekerjaan di dalam ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dan memahami tingkat bahaya serta risiko K3 guna melakukan perbaikan dan pemeliharaan lingkungan kerja puskesmas dengan metode HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) serta memberikan rekomendasi kepada Puskesmas Kedungmundu untuk mencegah dan mengendalikan kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif adalah mengumpulkan data dengan melakukan observasi di lapangan dan menganalisis kondisi lingkungan kerja Puskesmas berdasarkan OHSAS 18001. Hasil observasi telah dilakukan pada bulan September 2024, dan ditemukan 9 potensi bahaya yang masing-masing berada pada tempat pendaftaran, koridor ruangan puskesmas, gudang dan kolam ikan. Hasil pemeringkatan diperoleh dengan menggunakan matriks tingkat risiko yang menunjukkan bahwa terdapat 3 potensi bahaya yang memiliki risiko ekstrem, yaitu tidak semua karyawan menggunakan masker saat bekerja, tidak ada daftar periksa APAR rutin, dan tidak semua panel listrik memiliki rambu bahaya. Kemudian terdapat dua jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja ekstrem, yaitu penyakit menular dan kebakaran.
Identifikasi Potensi Risiko dan Penilaian Bahaya Menggunakan Metode HIRADC di Puskesmas Lebdosari Kota Semarang Misakon Hilda; Hani Oktarina
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja sangat dibutuhkan pada tempat kerja manapun untuk membantu mengurangi masalah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Puskesmas salah satu tempat kerja yang banyak memiliki potensi risiko bahaya dari fisik, biologi, kimia, maupun ergonomi. Terlebih puskesmas merupakan fasilitas pelayanan Kesehatan yang tentunya mengedepankan kualitas pelayanan pada masyarakat. Puskesmas memiliki potensi bahaya yang beragam, dari fisik, biologi, kimia, dan ergonomi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bahaya potensi risiko di Puskesmas dan memberikan rekomendasi untuk pengendalian risiko yang ada di Puskesmas Lebdosari. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara maupun observasi tempat kerja. Penilaian risiko dilakukan dengan metode HIRADC. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lebdosari Kota Semarang pada November 2024. Hasil penelitian ini yaitu bahwa di Puskesmas Lebdosari masih terdapat tempat yang memiliki risiko bahaya yang tinggi. terdapat 11 tempat yang memiliki faktor risiko bahaya. 5 tempat dengan faktor risiko ekstreme, 10 tempat dengan faktor risiko tinggi (high), 6 tempat dengan faktor risiko sedang, dan 4 tempat dengan faktor risiko rendah (low). Perlu diadakan keterkaitan pengendalian dengan K3. Maka diberikan pengendalian dan pencegahan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai k3 pada pekerja. Sehingga akan minim dari faktor risiko bahaya dan mengurangi tingkat kecelakaan kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman.
Analisis Potensi Bahaya dan Upaya Pengurangan Tingkat Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRADC Pada Poli KIA UPTD Puskesmas Candilama Kota Semarang Diona, Diona; Sifai, Izzatul Alifah; Anto, Arif Mahatma
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11768

Abstract

Puskesmas merupakan tempat kerja yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan kerja seperti tertusuk jarum hingga korsleting aliran listrik penyebab kebakaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya yang terdapat di poli KIA UPTD Puskesmas Candilama Kota Semarang serta memberikan usulan rekomendasi upaya pengendalian untuk menurunkan tingkat risiko. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data primer didapat melalui observasi dan wawancara. Teknik pengolahan data dengan menggunakan metode HIRADC. Hasil observasi ditemukan 15 potensi bahaya pada 5 ruangan yang terdapat di poli KIA. Potensi bahaya terdiri dari 9 bahaya fisik, 1 bahaya ergonomi, 2 bahaya kimia, 2 bahaya biologi serta 1 bahaya psikososial. Penilaian risiko pada kondisi awal bahaya dengan kategori low risk sebesar 20%, kategori medium risk dan high risk masing- masing sebesar 33,3% dan extreme risk sebesar 6,66%. Setelah dilakukan usulan rekomendasi pengendalian risiko kemudian terjadi perubahan yang signifikan yaitu potensi bahaya dengan kategori low risk sebesar 93,3% dan medium risk  sebesar 6,7%. Rekomendasi upaya pengendalian risiko diberikan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan hierarki pengendalian antara lain memberikan pelatihan kepada petugas dalam menggunakan jarum suntik dan alat medis lainnya, mengedukasi penerapan budaya 5R, menjadwalkan safety patrol serta mengatur ulang pemasangan stop kontak dan kabel sesuai standar
Penggunaan Metode HIRADC untuk Analisis Bahaya dan Penilaian Risiko di Ruang Tindakan Gawat Darurat UPTD Puskesmas Bulu Lor Semarang Utara Fatihah, Salmaa; Widya Astuti, Catur
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11773

Abstract

Puskesmas Bulu Lor sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki berbagai risiko bahaya, terutama di Ruang Tindakan Gawat Darurat (RTGD) yang menangani kasus darurat medis. Risiko kerja di ruang ini cukup kompleks, mencakup bahaya yang dapat mempengaruhi tenaga medis maupun pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat potensi bahaya dan risiko K3 di RTGD Puskesmas Bulu Lor menggunakan metode HIRADC. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian yang tepat. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dan dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2024. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, serta studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan formulir HIRADC. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai kemungkinan (likelihood) dan keparahan (severity) untuk menentukan level risiko serta memberikan rekomendasi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya utama di RTGD meliputi ketiadaan jalur triase, ruang yang terbatas, penempatan peralatan medis yang tidak aman, serta paparan bahan kimia dan biologis. Setelah pengendalian dilakukan, tingkat risiko berhasil dikurangi secara signifikan. Pengendalian mencakup penerapan sistem triase, pengaturan tata ruang, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pelatihan tenaga medis. Secara keseluruhan, pengendalian yang diterapkan mampu menurunkan risiko dari kategori tinggi menjadi sedang atau rendah, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi pelayanan medis.
Analisis Identifikasi Bahaya Dengan Metode HIRADC Dalam Meningkatkan Keselamatan & Kesehatan Kerja Di UPTD Puskesmas Miroto Kota Semarang Zahra, Auliya; Fitri Hapsari, Nadia
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11775

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja yaitu langkah dalam mewujudkan kondisi kerja yang tentram serta nyaman bagi pekerja, sehingga dapat meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, puskesmas harus melihat aspek kesehatan dan keselamatan pekerja guna mengurangi potensi insiden kerja dan penyakit serta melindungi semua pekerja, pasien, dan pengunjung puskesmas. Puskesmas Miroto adalah salah satu puskesmas non-rawat inap yang berada di Kecamatan Semarang Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko K3 di Puskesmas Miroto dengan mengidentifikasi bahaya yang ada di ruang pelayanan puskesmas menggunakan metode HIRADC. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional deskriptif. Data dikumpulkan  dengan mengobservasi langsung di lapangan serta wawancara dengan tenaga kerja, yang mencakup pencatatan insiden K3, perilaku pekerja, serta pengamatan terhadap objek yang ada selama kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Miroto. Proses identifikasi risiko dilakukan pada ruang poli gigi dan mulut, di mana potensi bahaya tertinggi yang teridentifikasi meliputi bahaya ergonomis, risiko penularan infeksi penyakit dari pasien, serta kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Pengendalian risiko perlu diterapkan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan di puskesmas

Page 1 of 1 | Total Record : 6