cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
031262646@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6289617699764
Journal Mail Official
ldpbjournal@gmail.com
Editorial Address
Cluster Gajah Mada Kapling 2 Gunung Pangilun Padang Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29886813     DOI : https://doi.org/10.61292/cognoscere
"Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan"! Kami adalah jurnal akademik yang fokus pada kajian interdisplin dalam bidang komunikasi, media, dan pendidikan. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, gagasan, dan temuan terkini dalam bidang ini.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2026)" : 2 Documents clear
Hambatan dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia Widiatmika, I Nengah
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.301

Abstract

The Merdeka Belajar Curriculum represents a major educational reform in Indonesia aimed at enhancing learning quality through curriculum flexibility, differentiated instruction, and character development. Despite its nationwide implementation, several studies report persistent challenges at the school level. This study aims to identify and analyze the barriers and challenges in implementing the Merdeka Belajar Curriculum through a systematic literature review (SLR). The review followed PRISMA guidelines and analyzed journal articles and policy documents published between 2019 and 2025, sourced from Google Scholar, SINTA, ERIC, and official government publications. The findings reveal that key challenges include limited teacher readiness and professional competence, difficulties in applying differentiated learning and formative assessment, unequal educational infrastructure, and weak school leadership and change management. These results indicate that the success of the Merdeka Belajar Curriculum depends not only on policy formulation but also on comprehensive systemic support and strengthened institutional capacity. Abstrak Kurikulum Merdeka Belajar merupakan kebijakan reformasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui fleksibilitas kurikulum, pembelajaran berdiferensiasi, dan penguatan karakter peserta didik. Meskipun telah diimplementasikan secara nasional, berbagai studi menunjukkan adanya hambatan dalam penerapannya di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan serta tantangan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengacu pada prinsip PRISMA terhadap artikel jurnal dan dokumen kebijakan yang diterbitkan pada periode 2019–2025 dan diperoleh dari basis data Google Scholar, SINTA, ERIC, serta sumber resmi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan kesiapan dan kompetensi guru, kesulitan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen formatif, ketimpangan sarana prasarana, serta lemahnya kepemimpinan dan manajemen perubahan di sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan, tetapi juga oleh dukungan sistemik dan kapasitas aktor pendidikan. Kata kunci: Kurikulum Merdeka; Merdeka Belajar; implementasi kurikulum; tantangan pendidikan; systematic literature review.
Pengaruh Artificial Intelligence (AI) terhadap Efektivitas Proses Pembelajaran di Era Digital Pendiasari, Ni Luh Candy
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.302

Abstract

This systematic literature review (SLR) analyzes the influence of Artificial Intelligence (AI) on learning effectiveness in the digital era by reviewing 33 key academic references. Utilizing the PRISMA protocol, this study synthesizes findings regarding cognitive impacts, student engagement, and the ethical challenges of AI integration in education. Meta-analysis results indicate an overall effect size of , with Generative AI and chatbot technologies achieving the highest performance at . In Indonesia, AI implementation has significantly improved students' critical thinking skills, raising average scores from 47.13 to 75.96. However, the study reveals a "Crutch Effect" paradox, where over-reliance leads to a 17% performance drop in unassisted exams. Other systemic challenges include the risk of "Cognitive Surrender" and the digital divide in 3T (underdeveloped, outermost, and frontier) regions. In conclusion, AI serves as a catalyst for learning effectiveness, the success of which is mediated by pedagogical design and human-AI synergy. The adoption of Socratic AI models is recommended to preserve learners' cognitive agency. Abstrak Tinjauan literatur sistematis (SLR) ini menganalisis pengaruh Kecerdasan Buatan (AI) terhadap efektivitas pembelajaran di era digital dengan meninjau 33 referensi akademik utama. Menggunakan protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis dampak kognitif, keterlibatan siswa, serta tantangan etis integrasi AI dalam pendidikan. Hasil meta-analisis menunjukkan ukuran efek keseluruhan sebesar , dengan teknologi AI Generatif dan chatbot mencatat performa tertinggi sebesar . Di Indonesia, implementasi AI terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan dari skor rata-rata 47,13 menjadi 75,96. Namun, studi ini mengungkap paradoks "Crutch Effect" di mana ketergantungan berlebihan memicu penurunan performa sebesar 17% pada ujian tanpa bantuan AI. Tantangan sistemik lainnya mencakup risiko "Cognitive Surrender" dan kesenjangan digital di wilayah 3T. Kesimpulannya, AI berperan sebagai katalisator efektivitas pembelajaran yang keberhasilannya dimediasi oleh desain pedagogis dan sinergi manusia-AI. Disarankan pengadopsian model Socratic AI untuk menjaga agensi kognitif peserta didik. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan, Efektivitas Pembelajaran, Systematic Literature Review, Berpikir Kritis, Era Digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 2