cover
Contact Name
Abdul Rahman Suleman
Contact Email
contact@radisi.or.id
Phone
+6281269300866
Journal Mail Official
contact@radisi.or.id
Editorial Address
Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi Alamat : Gedung YPKS: Jl Sutan Soripada Mulia No. 52A Padang Sidempuan Utara,Kota Padangsidimpuan Kode Pos 22715, Telepon (0634) 25839.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal KALANDRA
ISSN : -     EISSN : 2828500X     DOI : https://doi.org/10.55266/jurnalkalandra
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah Open Journal System (OJS) dengan nomor ISSN (online) 2828-500X merupakan wadah bagi para akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan berbagai hasil refleksi konseptual maupun gagasan orisinal yang telah dilaksanakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam setiap penerbitan artikelnya menggunakan metode kebijakan Double Blind Peer Review yaitu metode analisis karya ilmiah yang menyembunyikan identitas reviewer dan penulis, sehingga reviewer tidak mengetahui artikel siapa yang sedang dianalisa dan penulis juga tidak mengetahui siapa yang menganalisa artikelnya. KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan sebanyak 6 (enam) edisi dalam satu tahun yaitu bulan Januari (edisi pertama), Maret (edisi kedua), Mei (edisi Ketiga), Juli (edisi keempat), September (edisi kelima) dan November (edisi keenam) .
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2026): Mei" : 2 Documents clear
Edu-Agri: Oppurtunity for Support the Education and Increases Food Security in Hanoi, Vietnam and Northern Sumatera, Indonesia Siregar, Ameilia Zuliyanti; Novizar; Joshi, Ravindra C.
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i3.654

Abstract

This study explores the potential of educational agricultural tourism (edu-agri-tourism) through rice field landscapes in Sapa-Hanoi, Vietnam, and Medan, Indonesia. The research highlights how traditional rice farming systems, particularly the terraced paddy fields in Sapa and the highland rice fields on the outskirts of Medan, function as valuable cultural assets and educational tourism destinations. Using a comparative qualitative approach, the study examines local knowledge, eco-tourism practices, and youth motivation in both regions. Sapa’s terraced rice fields demonstrate well-developed tourism programs that successfully combine ethnic traditions with sustainable agricultural practices. In contrast, Medan possesses strong natural potential but still lacks effective integration between its agricultural resources and tourism sector. The findings underline the importance of participatory planning, community capacity building, and the development of eco-services to enhance food security, educational opportunities, and sustainable tourism experiences through rice field tourism in both areas.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pangan Lokal Fermentasi Samu Udang Di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya Hujjatusnaini, Noor; Mila; Widyadana, Rafiq Ibnu
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i3.657

Abstract

Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya memiliki potensi dalam pengembangan pangan lokal berbasis fermentasi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah samu, makanan tradisional khas Kalimantan yang umumnya berbahan dasar ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah samu udang sebagai inovasi pangan lokal, serta menentukan waktu fermentasi optimal berdasarkan kualitas organoleptik. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest-posttest dan uji organoleptik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 61%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek teknik pembuatan sebesar 80%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa fermentasi selama 1×24 jam menghasilkan kualitas terbaik dengan nilai rata-rata 4,6 pada parameter tekstur, warna, aroma, dan rasa. Tingkat kepuasan peserta tergolong tinggi (70–85%), serta sebagian besar peserta (92%) menunjukkan minat untuk mengembangkan produk sebagai usaha. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan kapasitas masyarakat serta membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal.

Page 1 of 1 | Total Record : 2