cover
Contact Name
Surnayanti
Contact Email
surnayanti@fp.unila.ac.id
Phone
+6282373398378
Journal Mail Official
jopfe@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Universitas Lampung. Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, 35145, INDONESIA.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of People, Forest And Environment
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28076796     DOI : https://doi.org/10.23960/jopfe
Core Subject : Agriculture, Social,
Journal of People, Forest and Environment (JOPFE) publishes state of the art results of primary findings and synthesized articles containing significant contribution to science and its theoretical application in areas related to people, forest and environment research and its broad linkage. Manuscripts in Bahasa Indonesia or English are welcome.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): Mei" : 6 Documents clear
Perbandingan Biodiversitas Dung Beetle Pada Variasi Feses Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Dan Tahura Wan Abdul Rachman Shafa Fauzia Ranti; Bainah Sari Dewi; Gunardi Djoko Winarno; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8432

Abstract

Kehadiran dung beetle dapat menjadi indikator rusaknya habitat pada ekosistem hutan tropis, dan kumbang kotoran juga sensitif terhadap perubahan vegetasi, iklim mikro, dan hewan di habitatnya. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbandingan biodiversitas dung beetle di Hutan Tamana Nasional Bukit Barisan Selatan dan Hutan Pendidikan Konservasi Tahura Wan Abdul Rachman  pada November 2023. Metode yang digunakan adalah metode trap, kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan mengidentifikasi variasi dan keanekaragamannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa biodiversitas dung beetle pada kedua lokasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan jumlah pada Hutan Taman Nasional Bukit Barisan ditemukan 7 individu dengan 5 spesies sedangkan pada Hutan Tahura Wan Abdul Rachman ditemukan 4 individu dengan 2 spesies. Ada lima jenis dung beetle yang ditemukan yaitu Catharsius molossus, Onthophagus sp, Aphodius marginellus, Sacbaeus sacer dan Oryctes rinocheros. Perbandingan biodiversitas kedua lokasi dikarenakan perbedaan suhu dan cuaca, vegetasi, dan keberadaan satwa besar. Variasi feses yang digunakan yaitu feses sapi dan feses kambing di mana berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa feses sapi lebih dominan disukai dung beetle.
Penerapan Sapta Pesona Objek Wisata Pantai Mutiara Baru, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung Annisa Maretya Ningrum; Sugeng P Harianto; Gunardi Djoko Winarno
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8433

Abstract

Sapta Pesona menjadi indikator sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan pengunjung pada suatu destinasi wisata. Sapta Pesona juga dapat memberikan dampak langsung untuk mensejahterakan masyarakat yang mencangkup pemangku kepentingan pariwisata pada tempat wisata yang berpotensi menarik wisatawan dan menjadi aset kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian sapta pesona di Pantai Mutiara Baru yaitu untuk mengetahui implementasi program Sapta Pesona di objek wisata Pantai Mutiara Baru yang sudah diterapkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi serta dokumentasi. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuisioner dan wawancara kepada pengunjung dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data tersebut meliputi persepsi wisatawan tentang penerapan program Sapta Pesona di Pantai Mutiara Baru. Hasil wawancara menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadap aspek keamanan menunjukkan skor tertinggi pada P1 yaitu 4.03. Hasil penilaian wisatawan terhadap aspek ketertiban mencapai skor tertinggi sebesar 4.18 pada bagian P4. Hasil penilaian wisatawan terhadap aspek kebersihan di Objek Wisata Pantai Mutiara Baru menunjukkan hasil yang positif dan sesuai dengan kondisi di lapangan dengan skor tertinggi pada P2 yaitu 4.09. Penilaian wisatawan terhadap aspek kesejukan memiliki skor tertinggi pada P2 yaitu 4. hasil penilaian dari para pengunjung, aspek keindahan yang paling tinggi menurut wisatawan adalah P4 dengan nilai 3.97. Data menunjukkan bahwa P2 memiliki skor yang lebih tinggi daripada pada aspek keramahan dengan skor 4.12. Penilaian wisatawan terhadap aspek kenangan dengan skor tertinggi pada P3 yaiti 3.8. Penerapan Sapta Pesona di Pantai Mutiara Baru meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan yang seluruhnya sudah diterapkan dan mendapat nilai baik dari wisatawan.
Analisis Push Factor Destinasi Wisata Air Terjun Way Lalaan Berdasarkan Persepsi Wisatawan Arum Candani Kinasih; Gunardi Djoko Winarno; Trio Santoso Santoso
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8434

Abstract

Wisata alam adalah perjalanan ke tempat asing untuk menghabis kan waktu dan menikmati potensi alam atau ekosistem nya yang alami atau buatan untuk tujuan rekreasi dan pariwisata. Salah satu tempat yang dijadikan sebagai tujuan ber-rekreasi adalah objek wisata air terjun Way Lalaan di Kabupaten Tanggamus provinsi Lampung. Persepsi wisatawan mengenai Daya tarik berperan penting dalam pengembangan objek wisata oleh karena itu penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini  menggunakan metode kuesioner dan wawancara secara langsung, Kemudian data akan dianalisis secara deskriptif  dengan menggunakan skala pengukuran yaitu skala likert. Berdasarkan hasil penelitian Persepsi wisatawan menunjukkan hasil yang baik pada indikator Relaksasi, petualangan, informasi dan prestige. Sehingga dapat disimpulkan persepsi wisatawan berdasarkan push faktor Termasuk dalam kategori baik karena memperoleh skor rata-rata empat atau termasuk dalam kategori baik.
Keanekaragaman Reptil Ordo Squamata di Taman Nasional Way Kambas Novguli Aldy Hartawan; Sugeng P. Harianto; Bainah Sari Dewi; Yulia Rahma Fitriana
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8475

Abstract

Rawa Bunder merupakan salah satu dari empat Resort Pengolahan Taman Nasional (RPTN) dengan luas wilayah 9.824,47 ha yang terletak hampir tengah – tengah kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Terdapat beberapa tipe habitat yang ada di TNWK seperti rawa, sungai, dan hutan dimana dapat ditemukan reptil di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman reptil ordo Squamata di RPTN Rawa Bunder Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada 20 Februari-31 Maret 2023. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode VES (Visual Encounter Survey) yang dikombinasikan dengan line transect. Populasi penelitian berupa semua jenis ordo squamata yang ada di RPTN Rawa Bunder Taman Nasional Way Kambas dengan hasil 6 famili dengan 7 spesies dan 104 jumlah individu. Indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang dengan nilai masing – masing pada habitat badan air sebesar 1,5, hutan sebesar 1,7, dan rawa sebesar 1,5.
Studi Perilaku Harian Rusa Timor (Cervus timorensis) Di Penangkaran Rusa Universitas Lampung Bainah Sari Dewi; Siti Neneng Nurjanah; Dian Iswandaru; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8534

Abstract

University of Lampung is one of the institutions that support the conservation of timor deer (Cervus timorensis) through ex-situ conservation in the form of captivity. In an effort to develop timor deer in captivity, it is necessary to know the daily behavior data. The purpose of this study was to determine the daily behavior of timor deer in deer breeding at Lampung University. This research was conducted for 10 days in October-November 2023, starting at 06.00-18.00 WIB. The method used was the scan sampling method, and the object of research was 11 individual timor deer. The results show that timor deer perform eating behavior with a percentage of 47.38%, rest 34.94%, move 16.59%, sharpen antlers 0.18%, hole 0.15%, and other behaviors 0.72%.
Faktor-Faktor Penyebab Kehadiran Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) Di Daerah Sekitar Jaringan Listrik Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung Ade Irma Suryani; Bainah Sari Dewi; Robithotul Huda; Yulia Rahma Fitriana; Aris Subagio
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8775

Abstract

Kukang Sumatera menjadi salah satu penyebab utama gangguan jaringan listrik di Lampung, khususnya yang menjadi spot temuan Kukang mati tersengat listrik paling besar adalah Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus Hampir sebagian besar Kukang ditemukan mati akibat korsleting listrik. Ancaman ini tentu berpotensi mengganggu infrastruktur jaringan listrik di wilayah Lampung, serta berpotensi menurunkan populasi Kukang Sumatera di habitatnya. Penelitian mengenai faktor-faktor penyebab kehadiran Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) di jaringan listrik bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kehadiran Kukang di jaringan listrik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang terdapat jaringan listriknya. Penelitian dilakukan pada dua sesi yaitu pukul 18.00-00.00 WIB dan pukul 00.00-06.00 WIB, dengan total waktu pengamatan 41 jam 5 menit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data diambil dengan metode observasi dan dokumentasi.. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehadiran Kukang di jaringan listrik dan sekitarnya diantaranya adanya pohon pakan atau sumber pakan yang melimpah, kabel listrik sebagai media untuk berjalan dari pohon satu ke pohon lainnya, adanya gangguan habitat dari manusia, ketersediaan habitat, siklus reproduksi, kondisi iklim yang mendukung, dan adaptasi terhadap lingkungan urban.

Page 1 of 1 | Total Record : 6