cover
Contact Name
Surnayanti
Contact Email
surnayanti@fp.unila.ac.id
Phone
+6282373398378
Journal Mail Official
jopfe@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Universitas Lampung. Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, 35145, INDONESIA.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of People, Forest And Environment
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28076796     DOI : https://doi.org/10.23960/jopfe
Core Subject : Agriculture, Social,
Journal of People, Forest and Environment (JOPFE) publishes state of the art results of primary findings and synthesized articles containing significant contribution to science and its theoretical application in areas related to people, forest and environment research and its broad linkage. Manuscripts in Bahasa Indonesia or English are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): November" : 5 Documents clear
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI (ORDO ANURA) DI KAWASAN BUDIDAYA DESA FAJAR BARU KECAMATAN PAGELARAN UTARA PERINGSEWU LAMPUNG Ardhi Wigi Saputra; Gunardi Djoko Winarno; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.8926

Abstract

Ordo Anura adalah salah satu fauna penyusun ekosistem yang dapat dijadikan sebagai bioindikator lingkungan karena kepekaannya terhadap perubahan lingkungan seperti pencemaran air dan kerusakan habitat asli. Tujuan penelitian untuk untuk mengetahui dan mengidentifikasi keanekaragaman jenis amfibi (ordo Anura). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023, di Kawasan Budidaya Desa Fajar Baru Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Metode yang digunakan adalah kombinasi line transek dan visual encounter survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa Keanekaragaman jenis amfibi (ordo Anura) yang ditemukan di Kawasan Budidaya Desa Fajar Baru Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung berjumlah 9 jenis yang terdiri dari 4 famili yaitu dua jenis dari famili Bufonidae, dua jenis dari famili Dicroglossidae, satu jenis dari famili Microhylidae, dan empat jenis dari famili Ranidae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman jenis pada ketiga tipe habitat termasuk dalam kategori sedang dan nilai indeks kemerataan jenis pada ketiga tipe habitat termasuk dalam kategori stabil. Keanekaragaman paling tinggi didapatkan pada habitat kolam hal ini dikarenakan keberlangsungan hidup amfibi dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Suhu dan kelembaban yang diperoleh pada tipe habitat kolam menunjukkan bahwa lingkungan habitat bagi amfibi masih baik dengan nilai suhu 25°C dan kelembaban 87%.
KEANEKARAGAMAN MAMALIA BESAR DI RESORT RAWA BUNDER TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS PROVINSI LAMPUNG Bainah Sari Dewi; Aldi Alhamda Putra; Evi Damayanti; Dian Iswandaru
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.8991

Abstract

Mamalia berperan dalam menjaga dan mempertahankan kelangsungan proses-proses ekologis. keberadaan mamalia pada suatu kawasan hutan membantu memulihkan kondisi hutan melalui keberadaan predator alami dan penyebaran (pemencar biji), dan polinator . Mamalia banyak ditemui di Taman Nasional Way Kambas. Mamalia besar memiliki jenis yang berbeda–beda dan mamalia besar juga mengganggu pertumbuhan tanaman yang ada di Resot Rawa Bunder Taman Nasional Way Kambas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis mamalia besar yang ada di wilayah Resort Rawa Bunder TNWK yang menggangu pertumbuhan tanaman yang ada di Resort Rawa Bunder. Pengepulan data menggunakan metode transek jalur dan observasi lapangan. Pengambilan data dilakukan pada pagi hari pukul 05.30-09.00 WIB dan pada sore hari pukul 15.30-18.00 WIB dengan 3 kali kuantitas untuk setiap tipe habitat. Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Indeks Keanekaragaman jenis, Indeks Kekayaan jenis, dan Indeks kemerataan jenis. Hasil penelitian ini menunjukkan Keanekaragaman mamalia besar yang ditemukan di Resort Rawa Bunder, Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung terdapat 3 jenis mamalia besar yaitu, Babi hutan (Sus scrofa), Kucing kuwuk (Felis bengalensis) , dan Kijang muncak (Muntiacus muntjak). Selain itu, Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman jenis pada tipe habitat ketiga termasuk dalam kategori rendah, nilai indeks kekayaan jenis pada tipe habitat ketiga termasuk dalam kategori rendah, dan nilai indeks kemerataan pada tipe habitat ketiga termasuk dalam kategori rendah
KEANEKARAGAMAN DUNG BEETLE DI HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU UNIVERSITAS LAMPUNG PADA BLOK PERLINDUNGAN TAHURA WAR Bainah Sari Dewi; Fachrezy Yuliansjah
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.10012

Abstract

Kumbang kotoran (Dung beetle) adalah penyebar benih tingkat kedua dan sebagai penyebar pupuk alami dan membantu aerasi tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman kumbang Kotoran menggunakan metode perangkap kotoran di mana perangkap ditanamkan di lubang tanah yang telah dibuat menggunakan cangkul, perangkap akan diamati setiap sore dan pagi pada bulan Juli hingga September pada tanggal 4, 5,6,18,19, dan 20. Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman sebagai Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Universitas Lampung seluas 1.143 ha yang berfungsi sebagai habitat berbagai tumbuhan dan satwa yang digunakan sebagai kawasan konservasi untuk pendidikan, penelitian, budidaya dan rekreasi. Terdapat beberapa blok di Taman Hutan Raya ini, salah satunya adalah blok pelindung yang digunakan untuk melindungi berbagai jenis tumbuhan dan satwa dari aktivitas spionase yang berlangsung di Taman Hutan Raya ini. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan indeks keragaman Shannon-Wienner, indeks kesetaraan, dan indeks dominasi. Hasil penelitian menemukan 37 kumbang Kotoran individu yang terdiri dari 4 spesies yang berbeda. Tingkat keragaman dan kesetaraan dalam setiap bulan adalah Juli H'= 1,34 (sedang) dan J = 0,89 (stabil), Agustus H'= 1,36 (sedang) dan J = 0,91 (stabil), dan September H '= 1,39 (sedang) dan J = 0,95 (stabil).
ASPEK EKOLOGI REPONG DAMAR Widya Anisa Rachma; Diva Permatasari; Jamilatut Toriqoh; Faldo Titus Nugroho; Dani Ade Nugroho; Wahyu Abdul Rahman; Ade All Mustakim; Maro William Tamba
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.10014

Abstract

Repong damar memiliki sejumlah aspek yang memengaruhi manajemen, produktivitas, dan keberlanjutannya. Salah satu aspek kunci adalah komposisi vegetasi dan struktur ekosistem di sekitar area repong damar. Aspek ekologi  memengaruhi keragaman fauna di sekitar Repong Damar. Berbagai spesies hewan seperti burung, serangga, mamalia, dan reptil dapat ditemukan di area ini, tergantung pada tipe vegetasi, struktur hutan, dan ketersediaan sumber daya. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara semi terstruktur dan pengamatan langsung terhadap kehidupan masyarakat Desa Pahmungan, Krui. Wawancara dilakukan terhadap 26 responden yang dipilih dengan teknik random sampling. Mayoritas responden memiliki tanaman obat di kebun (76,92%) dan menggunakan mereka untuk pengobatan (84,62%). Varian dalam budidaya tanaman obat (50%). Gangguan terhadap kebun damar sebagian besar berasal dari manusia (100%). Keberagaman flora dan fauna dalam repong damar diakui oleh semua responden (100%). Iklim mikro di sekitar repong damar tetap terjaga (73,08%), menunjukkan dampak positif keberadaannya pada lingkungan. Kesepakatan penuh responden (100%) bahwa repong damar adalah warisan turun-temurun menunjukkan kesadaran akan pelestarian tradisi dan keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan jangka waktu panjang diakui oleh seluruh responden (100%), mencerminkan komitmen terhadap praktik berkelanjutan secara generasi ke generasi. Secara keseluruhan, data dari 26 responden menciptakan gambaran positif tentang praktik ekologi repong damar, menekankan keberlanjutan, pemanfaatan lokal, dan pelestarian warisan turun-temurun.
POTENSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) SEKTOR KEHUTANAN MELALUI PERAN TENAGA TEKNIS PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (GANIS PHPL) Popi Tri Astuti; Hari Kaskoyo
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.10015

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Salah satu sektor dengan hasil sumberdaya alam terbanyak yaitu.sektor kehutanan. Sumber utama seperti kayu masih menjadi target pengelolaan hutan di Indonesia disamping beberapa produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) kian terus dikembangkan sebagai komodita dengan potensi nilai ekonomi yang tinggi   Semakin merosotnya hasil produksi kayu bulat hutan alam mengancam penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor kehutanan.  Untuk mengantisipasi penurunan PNBP, Pemerintah kemudian berusaha menaikkan besarnya tarif Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR). Kondisi ini mampu diharapkan mampu untuk mengkaji secara rinci terkait produksi kayu bulat dan kompensasi dana PSDH, DR dan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (IUPH) secara berkala kepada setiap pemegang izin Hak Pengusahan Hutan (HPH)/Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). Untuk itu, Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (GANIS-PHPL) memegang peranan yang dimiliiki untuk mengantisipasi kemerosotan PNBP disektor kehutanan melalui keterampilan dan kompetensi yang dimilikinya. Hal ini juga dapat didukung dengan semakin berkembangnya teknologi, sehingga mampu memanfaatkan basis sistem teknologi dan sistem informasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5