cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DALAM PENDIDIKAN DI MADRASAH Nella Khoirina Anas Rohman
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2210

Abstract

AbstrakMadrasah sebagai tempat pembelajaran dan pendidikan peserta didik dalam mendapatkan ilmu pengetahuan, tingkah laku dan kepribadian yang baik sehingga tanpa disertai dengan pemahaman yang baik tentang perilaku manusia atau tepatnya kepribadian, akan sulit menjalin interaksi dan sosialisasi guna mencapai pendidikan yang optimal kepada peserta didik. Untuk itu Guru ditugaskan untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian anak didiknya, seperti watak dan sifat anak didiknya serta Guru juga harus memahami keberadaan setiap individu atau peserta didik sebagai wujud yang utuh, menangani setiap permasalahan yang muncul dari diri peserta didik dalam peroses belajar melalui pendekatan psikologi. Psikologi kepribadian merupakan tentang kekuatan psikologi yang membuat setiap individu unik dimana alasan seseorang bertingkah laku dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan yang selalu berkembang dan berubah melibatkan kerja tubuh dan jiwa yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga psikologi kepribadian dalam pendidikan di madrasah memberikan kontribusi dalam proses pendidikan.Kata kunci: Psikologi Kepribadian; Pendidikan dan Madrasah Abstract Madrasah as a place for learning and educate the learners in getting knowledge, behavior and good personality so without accompanied by a good understanding of human behavior or precisely personality, it will be difficult to establish interaction and socialization in order to achieve optimal education to learners. For that teacher is assigned to form and develop the personality of their students, such as character and nature of their students and teachers also must understand the existence of each individual or learners as a whole, addressing every problem that arises from the learners themselves in learning through psychological approach. Personality psychology is about the power of psychology that makes each individual unique where the reason someone behaves influenced by innate and changing factors of the environment and involves work of body and soul that is able to adapt to the environment so that the psychology of personality in education in the madrasah contributes in the process of education. Keywords: Psychology of personality; education and Madrasah 
PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI EDUCATOR, MOTIVATOR, INOVATOR DAN SUPERVISOR UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PAI Sahri .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2202

Abstract

AbstrakKepala Madrasah merupakan orang yang memiliki tenaga fungsional guru yang bertugas sebagai pemimpin dilembaga pendidikan, yang menyelenggarakan sebuah kegiatan belajar mengajar sehingga terjadinya interaksi antara seorang murid dan guru. Akan tetapi, kepala madrasah masih belum melaksanakn tugasnya dengan baik. Apabila Madrasah ingin mencapai tujuan yang direncanakan, seorang kepala madrasah harus menciptakan dan menjadikan guru sebagai guru yang professional serta bertanggungjawab atas pembelajaran. Dengan adanya guru yang professional, dalam kegiatan belajar mengajar akan menjadi mudah, efektif dan efisien serta memiliki output yang luar biasa baik segi ilmu umum maupun ilmu agama. Oleh karena itu, maka madrasah membutuhkan guru PAI yang berkualitas dan professional. Karena dengan adanya guru yang professional akan menjadikan madrasahan lebih disiplin. Oleh sebab itu, seorang kepala madrasah sebagai educator, motivator, innovator dan supervisor dalam lembaga pendidikan dituntut untuk memfasilitasi dan mengambangkan serta melengkapi kebutuhan agar menjadi guru yang profesional. Kata Kunci :Kepala Madrasah, motivator, Inovator, Profesional guru        Abstract The principal is a person who has a functional position as teacher and served as a leader in educational institutions, which organizes a teaching and learning activities so that the interaction between student dan teacher are occur. However, the principal still has not done a good job. If the school want to achieve its intended purpose, a principal must create dan make the teacher to be a professional teacher and responsible for learning. With the existence of a professional teacher in teaching and learning acitivities will be easy, effective and efficient and has a remarkable output. Therefore, the school requires Islamic education teacher whose qualified and professional. Because with the existence of a professional teacher will make the school more disciplined. Therefore, a principal as an educator, motivator, innovator and supervisor in educational institution is required to facilitate, develop and complement the need to become a professional teacher.Keyword:  Principal, Motivator, Innovator, Teacher professional.
MADRASAH: FROM EARLY TIME TO NIZHAMIAH (Sejarah Sosial dan Kelembagaan Pendidikan Islam) Arfiansyah Harahap
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2204

Abstract

Abstrak Perkembangan Pendidikan Islam secara kelembagaan dari zaman klasik islam sampai saat ini tampak berbagai bentuk yang bervariasi, disamping lembaga bersifat umum seperti: kuttab, masjid, dan lembaga-lembaga yang mencerminkan kekhasan islam dan kemudian berkembang menjadi Madrasah. Madrasah menjadi pokok permasalahan tersendiri dan begitu menarik untuk dibahas dalam menjadi bahan pembicaraan tentang madrasah, Kebangkitan madrasah merupakan awal dari bentuk pelembagaan pendidikan Islam secara formal. Menariknya pembahasan madarasah ini untuk diteliti, merujuk pada sisi keilmuan, dimana yang ilmu-ilmu diajarkan di madrasah pada umumnya masih merupakan kelanjutan dari yang diajarkan di masjid, hingga akhirnya perkembangan kelembagaan pendidikan Islam menjadi madrasah NizhamiyahKata kunci: Madrasah, Klasik, Sistem, NizamiyahAbstractThe development of Islamic Education institutionally from Islamic classical period to the present seems various forms, in addition the general institutions such as kuttab, mosque, and institutions that reflect the peculiarities of Islam and then develop into Madrasah. Madrasah is the subject of particular problems and so interesting to be discussed. Madrasah awakening is the beginning of the Islamic education institute formally. Interesting discussion of this madarasah to be examined, referring to the scientific side, where the sciences taught in madrasah in general is still a continuation of that taught in the mosque, until the institutional development of Islamic education into madrasah NizhamiyahKeywords: Madrasah, Classical, System, Nizamiyah
PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN SKI PADA KELAS VIII DI MTS N KARANGAWEN DEMAK (Studi Eksperimen) Laila Ngindana Zulfa
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2208

Abstract

AbstrakDalam proses pembelajaran, idealnya siswa dituntuk aktif dan berintelegensi tinggi namun tidak individualis, jadi para pendidik hendaknya menggunakan metode yang variatif. Namun dalam pembelajaran SKI pada madrasah-madrasah khususnya di daerah Karangawen masih menggunakan metode konvensional jadi terkesan monoton sehingga siswa kurang aktif dan cenderung tidak merata dalam sebaran hasil, sehingga terkesan individualis. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang metode Cooperative Learning teknik Jigsaw dalam pembelajaran SKI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran baik dalam proses maupun hasil. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental sehingga memerlukan adanya dua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, untuk mengetahui perbedaan kualitas pembelajaran anatara keduanya. Pre test dan post test pun dilakukan untuk mengukur keberhasilan dari kedua kelompok responden.beberapa hal yang harus dilakukan terkait prosedur penelitian pun dilakukan seperti uji validitas dan reliabilitas intrumen, serta uji normalitas dan homoginitas sebaran responden.Kata Kunci: Cooperative Learning, Jigsaw, Eksperimen. AbstractIn learning process, students are expected to be active and have high intelligent but not individualistic, so educators should use various methods. However, in the study of SKI in madrasahs especially in Karangawen still using conventional methods and it so monoton and make students are less active and tend to uneven in distribution result, so impressed individualist. Therefore, it is necessary to conduct research on Cooperative Learning method of Jigsaw technique in learning SKI to improve the quality of learning both in process and outcome. This study is an experimental study that requires the existence of two experimental groups and control groups, to determine the difference between the quality of learning between the two. Pre test and post test were also conducted to measure the success of both groups of respondents. Some things to do related to the research procedure were performed such as validity and reliability test of intruments, as well as normality and homogeneity test of respondent's distribution.Keyword: Cooperative Learning, Jigsaw, Eksperiments 
AKTUALISASI KEGIATAN BELA NEGARA DI SEKOLAH Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2209

Abstract

AbstrakSekolah bukan hanya tempat sekedar menuntut ilmu pada dimensi formal saja. Sekolah sebagai tempat untuk belajar, beraktualisasi, serta bersosialisasi sebagai bagian dari kebutuhan peserta didik. Jika sekolah hanya tempat untuk menuntut ilmu dan mendapat ijazah, maka persepsi tersebut kurang tepat. Banyak sekali kontribusi sekolah bagi generasi muda Indonesia. Segala aspek formal keilmuan mereka dapatkan di sekolah. Lebih dari itu,  sekolah sebagai kawah candradimuka, atau  lembaga pendidikan formal memiliki tugas penting dalam rangka menyiapkan generasi muda yang siap pakai. Sekolah juga sebagai wahana untuk mendidik para anak bangsa menjadi bertaqwa,terampil, berbudi pekerti luhur, cinta tanah air, serta sehat jasmani dan rohani. Penyelenggaraan bela negara di sekolah disadari atau tidak direalisasikan  melalui pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, upacara bendera, penyelenggaraan ibadah di sekolah, kegiatan ekstrakulikuler seperti Pramuka, PMR, Karawitan, seni tari,  sebagai  kegiatan yang sarat bermuatan pembentukan karakter, kepedulian kepada sesama, serta kecintaan kepada budaya asli nusantara. Tentunya sekolah telah menyelenggarakan kegiatan bermuatan bela negara sesuai dengan usia, fisik, psikhis, peserta didik. Kata kunci: Aktualisasi, Bela Negara, dan Sekolah  AbstractSchool is not just a place to study science in the formal dimension only. School as a place to learn, actualize, and socialize as part of the needs of learners.If the school is just a place to study.and get a diploma, then the perception is less precise. Lots of school contribution for the young generation of Indonesia. All formal aspects of scholarship they get in school.Moreover, the school as a crater candradimuka, or formal educational institution has an important task in order to prepareyoung generation ready to use. The school is also a vehicle to educate the children of the nation to become devoted, skilled, virtuous noble character, love the homeland, andas well as physically and mentally healthy. The organization of state defense in schools is realized or not realized through religious education, civic education, ceremony of flag, organizing worship in schools, extracurricular activities such as Scouting, Youth Redcross, Karawitan, dance, as a loaded activitywhich is full of character formation, caring for others, and love for indigenous cultureindigenous culture of archipelago. Obviously the school has organized activities defending the state according to age, physical, psychological, learners.Keywords: Actualization, State Defense, and School

Page 1 of 1 | Total Record : 5