cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
KONTRARADIKALISME: PERSPEKTIF KURIKULUM PAI Tomi Azami
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.4108

Abstract

Beragam kekerasan baik fisik maupun verbal mengatasnamakan agama masih marak di Indonesia. Masyarakat minoritas kerap menjadi korban. Melihat hal tersebut, tidak hanya represif yang dilakukan, namun perlu upaya preventif untuk mengatasi permasalahan ini. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dapat menjadi corong dalam mengambil peran ini. Kurikulum sebaiknya dikembangkan ke arah kontraradikalisme. Artikel ini merupakan hasil penelitian kepustakaan atau riset literatur, Pengumpulan data berupa data-data kepustakaan baik berupa buku, manuskrip, jurnal, maupun sumber-sumber berbentuk dokumentasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan upaya preventif dalam melakukan kontraradikalisme melalui jalur pendidikan. Pendidikan dapat menjadi senjata dalam mengonter radikalisme. Tataran praktisnya tercermin pada kurikulum PAI yang dikembangkan. Hal yang perlu digarisbawahi adalah definisi kurikulum memiliki jangkauan yang luas (tujuan, materi, strategi, media, dan evaluasi), kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AL-HUSNA DI SD NEGERI CANDIREJO Bekti Taufiq Ari Nugroho; Mustaidah Mustaidah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.4459

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu penelitiankualitatif yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Metode ini digunakan untuk menganalisis data mengenai obyek penelitian yaitu SD Negeri Candirejo, serta untuk menyimpulkan data-data di lapangan yang berhubungan dengan pelaksanaan metode Al-Husna dalam pembelajaran membaca Al-Qur`an. Hasil penelitiannya adalah Penerapan metode Al-Husna di SD Negeri Candirejo, mempunyai ciri khas tersendiri yaitu dengan pendekatan Klasikal dan Individual. Pendekatan metode Al-Husna dilaksanakan dengan 3 tehnik yaitu: 1) Tehnik 1 (tartil yaitu Tartil ialah mentajwidi huruf dan mengenal dimana harus waqaf); 2) Tehnik 2 (guru membaca siswa menirukan); 3) Tehnik 3 guru dan siswa sama-sama membaca dengan kaidah rasm utsmani. Evaluasi dalam tilawati ini dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk kenaikan jilid. Sedangkan untuk kenaikan halaman setiap di akhir pertemuan sebelim pulang, dengan ketentuan dari pendidik, dan sesuai pedoman pelaksanaan imtihan.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM LARANGAN MENYEMBELIH SAPI (Menelisik Filosofi Ajaran Sunan Kudus) Mahlail Syakur
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.2335

Abstract

Islam as a part of the social system comes with a mission as rahmah lil-‘alamin to take part in nation-building. On the other sides Indonesia is a multicultural country where Islam is one of the subsystems. Therefore, Islam should be introduced as the potential for an inclusive, democratic and pluralist. Sunan Kudus spreads Islam by way of acculturation traditions and local culture because at that time the majority of the population is Hindu Holy.This research includes the study of literature (library research) using the method of documentation and descriptive. Descriptive method is used to describe all of the information about the fatwa Sunan Kudus and his background. The researcher also used a historical approach to photographing the events of the past time.There are two findings in this study, namely: (1) Prohibition of slaughtering cows that produce discourse that the Kudus people have high awareness for religious tolerance when Islam was come to Kudus, (2) Character education in banning slaughter cows produced a discourse that architecture of Mosque and Kudus Minaret and fatwa "Prohibition of slaughtering cows" contains the educational value of inter-religious tolerance.Methods and strategies of propaganda Sunan Kudus conceived a view to educating the Muslim community in order to have a noble character, are willing to respect and appreciate the confidence the Hindu community who believed that the cow is considered sacred animals. 
AKTIVITAS DAN HABITUASI KEAGAMAAN SISWA SDIT NIDAUL HIKMAH Khikayah Khikayah; Heru Prastyo
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.4458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan habituasi serta kontribusi keagamaan Siswa SDIT Nidaul Hikmah Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif, yaitu : reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi Hasil penelitian memaparkan bahwa aktifitas keagamaan yang dilakukan di SDIT Nidaul Hikmah Kota Salatiga Tahun 2018 berupa: ceramah keagamaan, PHBI dan pengamalan ajaran agama berupa: shalat dhuha, tahfidz, dan shalat berjamaah (Dhuhur, dan Azhar). Aktivitas keagamaan berkontribusi bagi diri siswa antara lain :1) menanamkan pembiasaan beribadah, 2) menumbuhkan kedisiplinan, dan membiasakan siswa hidup dekat dengan agama, 3) pembiasaan anak berperilaku sesuai nilai- nilai ajaran Islam, jujur, bertanggung jawab dan berkarakter. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas dan habituasi memberikan kontribusi yang positif pada diri siswa di SDIT Nidaul Hikmah yang berupa kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
PEMANFAATAN DIGITALISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI MASA PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) Rochmad .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.4514

Abstract

Masyarakat indonesia sekarang ini siap atau tidak siap harus bisa melewati masa dimana setiap tahunnya selalu mengalami perubahan yang luar biasa baik di dalam dunia pendidikan sosial serta budaya yang ada peasti mengalami perubahan untuk kemajuan masyarakat yang ada pada saat ini. Terutama di era digitalisasi membawa dampak yang begitu besar bagi kehidupan umat manusia. Sehingga banyak sekali sektor kehidupan yang mengalami perubahan dan kemajuan berkat teknologi yang dihadirkan di era milenial pada saat ini. Begitu juga dalam dunia pendidikan pada umumnya termasuk yang terkena dampaknya Pendidikan Islam dimana para pengajarnya dituntut untuk mampu beradaptasi dan bersosialisasi agar tidak tertinggal jauh dari pendidikan model lainnya. Tidak terasa zaman telah merubah semuannya perkembangan yang pesat pada era revolusi industri 4.0 mengakibatkan banyak bermunculan inovasi media pembelajaran, seperti media komunikasi elektronik berupa handphone, televisi, radio, baik itu media elektronik yang lainnya atau media cetak dan lain sebagainya yang berhasil menembus batas geografis, sosial, dan politis secara intensif. Kecanggihan alat-alat teknologi merupakan karakteristik era revolusi industri 4.0. yang sangat luar biasa sehingga membawa perubahan yang positiv serta negatif tergantung bagaimana manusia tersebut memaknainnya dan memanfaatkannya untuk kebaikan ataupun keburukan.
REFLEKSI PENDIDIKAN LITERASI DALAM SURAT ALKAHFI AYAT 109 DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA Hadi Susilo
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.3841

Abstract

In forming literate souls in students, it is not as easy as turning your palms. Therefore, through literate mental education, children will apply to their souls. Some of the methods used include the method of habituation, exemplary and so on.Now we see the level of Indonesian literacy research entitled World's Most Literate Nations Ranked, conducted by Central Connecticut State University, Indonesia is ranked 60th out of 61 countries regarding interest read. By exploring the verses of the Qur'an, Surat al-Kahf, verse 109, it will reveal an extraordinary literacy message that can be implemented in the world of education today. The role of educators in shaping a literate spirit is not only in conveying ways, but also by giving examples, and doing good habituation. The amount of knowledge, information, said Allah, requires a literate soul so that one can always seek the scientific information needed and according to what is desired.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID IMAM AHMAD BIN HAMBAL Ali Imron
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.3935

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan tauhid Imam Ahmad bin Hanbal. Hal ini dilakukan karena selama ini Imam Ahmad bin Hambal lebih popular sebagai ulama Hadits dan atau ulama fiqih. Di sisi lain proses pendidikan yang dialami dan terima oleh Imam ahmad bin Hanbal jarang terungkap dalam kajian secara khusus termasuk kajian tentang nilai-nilai pendidikan tauhidnya. Peneliti melakukan kajian kualitatif pustaka terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan nilai-nilai Pendidikan Tauhid dan dihubungkan dengan Imam Ahmad bin Hambal. Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan ditemukan hasil bahwa bahwasannya pendidikan tauhid merupakan proses penanaman ketauhidan atas keesaan Allah SWT. Ini penting untuk ditanamkan kepada manusia khususnya umat Islam dari sejak dini sekalipun. Imam Ahmad bin Hanbal sebagai salah satu ulama fiqh memiliki pendapat yang tidak jauh berbeda dengan ulama fiqih lainnya tentang tauhid dan nilai-nilai pendidikan tauhid. Hal ini dipertegas dalam peryataannya yaitu beriman hanya kepada Allah SWT, yakin atas keesaan Allah dan Allah pencipta alam semesta, serta percaya akan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT yang ada di dalam Al-Qur’an. Nilai-nilai pendidikan tauhid Imam Ahmad bin Hanbal dapat dikelommpokkan menjadi tiga nilai utama yaitu: nilai-nilai perilaku seorang muslim dalam hubungannnya kepada Allah SWT, diri sendiri dan kepada sesama manusia. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan, Tauhid, Imam Ahmad bin Hambal Abstract This paper aims to describe the values of tauhid education from the perspective of Imam Ahmad bin Hanbal. This is done because during this time Imam Ahmad bin Hambal is more popular as a scholar of Hadith and / or scholar of fiqh. On the other hand, the educational process experienced and received by Imam Ahmad bin Hanbal is rarely revealed in specific studies including studies on the values of his tawhid education. The researcher conducted a qualitative literature review of various literatures related to the values of Tawheed Education and associated with Imam Ahmad bin Hambal. Based on the descriptive analysis carried out, it was found that tauhid education is a process of cultivating monotheism on the oneness of Allah SWT. This is important to instill in humans, especially Muslims from an early age. Imam Ahmad bin Hanbal as one of the scholars of fiqh has an opinion that is not much different from other fiqh scholars about tawhid and the values of tawhid education. This is emphasized in his statement, namely believing only in Allah SWT, believing in the oneness of Allah and Allah who is the creator of the universe, and believing in the names and attributes of Allah SWT that are in the Al-Quran. The values of Imam Ahmad bin Hanbal's monotheistic education can be grouped into three main values, namely: the values of the behavior of a Muslim in relation to Allah SWT, himself and to fellow humans. Keywords: Educational Values, Tawheed, Imam Ahmad bin Hambal

Page 1 of 1 | Total Record : 7