cover
Contact Name
Nuryani Tri Rahayu
Contact Email
srimulyeni88@gmail.com
Phone
+6281809294840
Journal Mail Official
jurnalijss@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.pdpi.or.id/index.php/ijss/about/editorialTeam
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
IJSS
ISSN : 30218373     EISSN : 29883016     DOI : https://doi.org/10.58818/ijss.v2i1
The focus and scope of this journal are quite broad but limited to the social sciences. The scopes are many areas in social sciences such as politics, sociology, media and information, international relations, and anthropology including cultural and bioanthropology, social biology, multiculturalism, believe and culture, culture and education, anthropology of demography, economic anthropology, anthropology of law, anthropology of linguistics, history, anthropology of ecology, socio-psychology, humanities, culture, law, language, and communication Etc., as relevant.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-IJSS" : 3 Documents clear
Analisis Kesiapan Mental Peserta Didik SMP Terhadap Penggunaan Media Sosial Barkudin, Barkudin; Ichtiat, Helmi Qodrat; Djamarah, Syaiful Bahri; Marzuki , Marzuki; Mulyeni, Sri
Indonesian Journal of Social Science Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v4i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan mental peserta didik tingkat SMP dalam menggunakan media sosial, khususnya pada aspek kedewasaan berinteraksi, kesadaran terhadap risiko digital, kemampuan mengelola waktu, dan literasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa SMPN 3 Cisarua yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen berupa angket skala empat pilihan yang mengukur kesiapan mental peserta didik pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori “Siap” dan “Kurang Siap” dalam berbagai aspek penggunaan media sosial. Pada aspek kedewasaan berinteraksi, 59% siswa tergolong sangat siap, namun 17% masih kurang siap. Pada aspek kesadaran risiko digital, 48% sangat siap dan 28% kurang siap. Kemampuan mengelola waktu menunjukkan 45% sangat siap, sementara 29% kurang siap. Adapun pada literasi digital, hanya 7% sangat mampu, sedangkan 60% berada pada kategori kurang mampu. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian siswa memiliki kesiapan mental yang baik, masih diperlukan penguatan literasi digital dan pendampingan penggunaan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan sekolah dalam merancang program edukasi digital yang lebih terarah.
Dinamika Komunikasi Organisasi dalam Mengatasi Toxic Workplace Environment Ningrum, Mardani Eka; Sunardi, Sunardi; Noviandri, Yandi; Tangkas, Arya; Agustina, Rosi
Indonesian Journal of Social Science Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v4i1.177

Abstract

Toxic workplace environment merupakan fenomena organisasi yang berdampak serius terhadap kesejahteraan psikologis karyawan, kualitas hubungan kerja, serta kinerja organisasi secara keseluruhan. Lingkungan kerja yang toksik sering kali ditandai oleh konflik berkepanjangan, kepemimpinan yang bermasalah, rendahnya kepercayaan, serta pola komunikasi yang disfungsional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi organisasi dalam mengatasi toxic workplace environment melalui pendekatan studi literatur. Fokus kajian diarahkan pada peran komunikasi organisasi dalam memediasi konflik, membentuk iklim kerja, dan memengaruhi perilaku individu di dalam organisasi. Hasil telaah menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak transparan, manipulatif, dan minim umpan balik memperkuat konflik laten, meningkatkan stres kerja, serta memperburuk ketidakpuasan karyawan. Sebaliknya, komunikasi organisasi yang asertif, adaptif, terbuka, dan berkelanjutan terbukti mampu memperkuat psychological safety, menekan perilaku kerja toksik, serta mendorong penyelesaian konflik secara konstruktif. Selain itu, komunikasi yang efektif berperan penting dalam mencegah munculnya kembali lingkungan kerja toksik dengan membangun kepercayaan, keterlibatan, dan kolaborasi antaranggota organisasi. Dengan demikian, penguatan sistem dan budaya komunikasi organisasi menjadi strategi krusial bagi organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kesejahteraan sumber daya manusia dan keberhasilan organisasi jangka panjang.
Hubungan Kecerdasan Emosional Dan Hasil Belajar Dengan Kualitas Komunikasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jaenudin, Jejen; Lestari, Citra; Pratama, Adhitya Augusta; Shidiq, Muh Husam Ash; Mulyeni, Sri
Indonesian Journal of Social Science Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v4i1.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecerdasan emosional dan hasil belajar dengan kualitas komunikasi mahasiswa Fakultas Ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode yang disesuaikan dengan jumlah responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengukur kecerdasan emosional dan kualitas komunikasi, serta dokumentasi nilai untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas komunikasi mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas komunikasi dengan nilai signifikansi 0,002. Secara simultan, kecerdasan emosional dan hasil belajar berpengaruh signifikan terhadap kualitas komunikasi mahasiswa dengan nilai F sebesar 11,664 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,828 menunjukkan bahwa 82,8% variasi kualitas komunikasi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan hasil belajar memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas komunikasi mahasiswa Fakultas Ekonomi, dengan kecerdasan emosional sebagai variabel yang paling dominan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas komunikasi mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 3