cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalijar@gmail.com
Phone
+6285229198163
Journal Mail Official
jurnalijar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJAR : Indonesian Journal of Action Research
ISSN : 29857333     EISSN : 29856078     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education in Southeast Asia. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education Philosophy of Islamic Education Islamic Education Policy Gender and Islamic Education Comparison of Islamic Education Islamic Education and Science Nusantara Islamic Education Pesantren Education Islamic Education and Social Transformation Leadership of Islamic Education Figure of Islamic Education Islamic Education Management Curriculum of Islamic Education Innovation of Islamic Education Madrasah Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 1 (2025)" : 10 Documents clear
Habitus dan Kebahagiaan dalam Pendidikan Alternatif: Studi Naratif tentang Proses Habituasi di Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta Hasyim, Wakhid
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-01

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses habituasi yang membentuk habitus peserta didik di Sanggar Anak Alam (SALAM), sebuah sekolah alternatif di Nitiprayan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kaitannya dengan kebahagiaan mereka dalam konteks pendidikan. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif dan perspektif psikologis, studi ini merekonstruksi pengalaman hidup peserta didik melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi selama periode penelitian di tahun 2019 dan masa pandemi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman, dengan prinsip triangulasi untuk menjamin validitas temuan.. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses habituasi di SALAM menghasilkan pembentukan habitus kebebasan, eksplorasi, religiositas, kepedulian, dan kolaborasi, yang semuanya terbangun melalui praktik pembelajaran reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Pembelajaran di SALAM menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang belajar dari pengalaman nyata, berinteraksi dengan lingkungan hidup, dan terlibat dalam proses sosial yang bermakna. Kebahagiaan peserta didik ditumbuhkan melalui ruang otonomi, penghargaan atas keberagaman, penguatan nilai spiritual yang non-dogmatis, serta praktik hidup berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa model pendidikan berbasis habitus yang terbentuk melalui habituasi reflektif dapat menjadi alternatif yang relevan dan transformatif bagi sistem pendidikan formal yang cenderung kognitif dan kompetitif. Meski temuan ini bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasi secara luas, pendekatan SALAM memberikan landasan konseptual untuk pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai lokal, pengalaman hidup, dan partisipasi komunitas. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menguji penerapan model ini dalam konteks institusi lain guna memahami dinamika habitus dan kebahagiaan dalam pendidikan yang lebih i
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas III SD N 1 Bantul Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Penelitian Tindakan Kelas Wafiyah, Ngatiyatul Wafiyah; Reny Esmiyati
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-02

Abstract

Tujuan - Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas III di SD Negeri 1 Bantul melalui implementasi model pembelajaran Berdifferensiasi. Metode - Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan selama semester genap tahun ajaran 2024/2025 dalam dua siklus. Tahapan dalam setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil – hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 62% pada pra-siklus menjadi 77% pada siklus I dan mencapai 96% pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pembelajaran berdifferensiasi dalam menciptakan suasana belajar yang bermakna dan kolaboratif. Model ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing anak, belajar sesuai dengan tingkat kesiapannya dan mengembangkan potensi anak secara optimal.
Implementasi Kurikulum berbasis Cinta dalam adat budaya baritan di Banjarsari Samigaluh Kulon Progo: Implementasi Kurikulum berbasis Cinta dalam adat budaya baritan di Banjarsari Samigaluh Kulon Progo Ismunandar, Ismunandar; Aska, Muhammad Aska Al Varo; Hasna, Hasna Fidelya
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-03

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul: "Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Adat Budaya Baritan di Kalurahan Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo". Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep, mekanisme implementasi, serta relevansi nilai-nilai dalam tradisi Baritan sebagai bentuk kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah arus modernisasi dengan menggali potensi kearifan lokal yang hidup di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus etnografis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para sesepuh, pinisepuh, tokoh masyarakat, dan pemuda, observasi partisipan dalam seluruh prosesi adat Baritan, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap bahwa: (1) Tradisi Baritan merupakan sebuah "kurikulum hidup" (living curriculum) yang mengonstruksi konsep "Cinta" dalam tiga dimensi, yaitu cinta kepada Tuhan (rasa syukur), cinta kepada alam (pelestarian lingkungan), dan cinta kepada sesama (gotong royong dan solidaritas). (2) Implementasi kurikulum ini berlangsung secara informal melalui tiga saluran pembelajaran: pengalaman langsung (experiential learning) dalam persiapan dan pelaksanaan ritual, keteladanan (modeling) dari para sesepuh, dan penuturan narasi (storytelling). (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum Berbasis Cinta Baritan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, menjadikannya fondasi pendidikan karakter yang kontekstual dan holistik. (4) Tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan orientasi nilai generasi muda dan desakralisasi makna ritual, yang diantisipasi dengan strategi seperti integrasi ke pendidikan formal dan pemanfaatan media digital. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa adat budaya Baritan tidak hanya sekadar ritual seremonial, tetapi berfungsi sebagai sebuah sistem pendidikan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai cinta dan karakter luhur. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian kearifan lokal dengan pendekatan yang adaptif, serta integrasinya ke dalam kerangka pendidikan nasional untuk memperkuat jati diri dan ketahanan budaya bangsa. Kata Kunci: Kurikulum Berbasis Cinta, Baritan, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter, Profil Pelajar Pancasila, Etnografi, Banjarsari.
Habitus dan Kebahagiaan dalam Pendidikan Alternatif: Studi Naratif tentang Proses Habituasi di Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta Hasyim, Wakhid
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-01

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses habituasi yang membentuk habitus peserta didik di Sanggar Anak Alam (SALAM), sebuah sekolah alternatif di Nitiprayan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kaitannya dengan kebahagiaan mereka dalam konteks pendidikan. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif dan perspektif psikologis, studi ini merekonstruksi pengalaman hidup peserta didik melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi selama periode penelitian di tahun 2019 dan masa pandemi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman, dengan prinsip triangulasi untuk menjamin validitas temuan.. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses habituasi di SALAM menghasilkan pembentukan habitus kebebasan, eksplorasi, religiositas, kepedulian, dan kolaborasi, yang semuanya terbangun melalui praktik pembelajaran reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Pembelajaran di SALAM menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang belajar dari pengalaman nyata, berinteraksi dengan lingkungan hidup, dan terlibat dalam proses sosial yang bermakna. Kebahagiaan peserta didik ditumbuhkan melalui ruang otonomi, penghargaan atas keberagaman, penguatan nilai spiritual yang non-dogmatis, serta praktik hidup berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa model pendidikan berbasis habitus yang terbentuk melalui habituasi reflektif dapat menjadi alternatif yang relevan dan transformatif bagi sistem pendidikan formal yang cenderung kognitif dan kompetitif. Meski temuan ini bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasi secara luas, pendekatan SALAM memberikan landasan konseptual untuk pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai lokal, pengalaman hidup, dan partisipasi komunitas. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menguji penerapan model ini dalam konteks institusi lain guna memahami dinamika habitus dan kebahagiaan dalam pendidikan yang lebih i
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas III SD N 1 Bantul Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Penelitian Tindakan Kelas Wafiyah, Ngatiyatul; Reny Esmiyati
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-02

Abstract

Tujuan - Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas III di SD Negeri 1 Bantul melalui implementasi model pembelajaran Berdifferensiasi. Metode - Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan selama semester genap tahun ajaran 2024/2025 dalam dua siklus. Tahapan dalam setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil – hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 62% pada pra-siklus menjadi 77% pada siklus I dan mencapai 96% pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pembelajaran berdifferensiasi dalam menciptakan suasana belajar yang bermakna dan kolaboratif. Model ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing anak, belajar sesuai dengan tingkat kesiapannya dan mengembangkan potensi anak secara optimal. Kata kunci - Pembelajaran Diferensiasi, Hasil Belajar, Pendidikan Agama Islam, Studi Tindakan Kelas
Pengembangan Tata Kelola Laboratorium Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Nasution, Khoiruddin
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-04

Abstract

Tujuan- Penelitian ini bertujuan mengkaji dan merumuskan model tata kelola laboratorium di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sesuai dengan tuntutan Standar Nasional Perguruan Tinggi serta tren globalisasi pendidikan tinggi abad ke-21. Metode- Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, survei, dokumentasi, dan diskusi dengan 85 responden yang terdiri dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Studi banding juga dilakukan terhadap praktik tata kelola laboratorium di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Negeri Malang (UM). Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Laboratorium Terpadu UIN SUKA belum sepenuhnya berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), karena sebagian besar dokumen mutu (kebijakan, manual, standar, dan formulir) belum tersedia secara lengkap. Sementara ITS telah memulai dengan peraturan rektor dan pedoman pengelolaan laboratorium yang relatif memenuhi standar mutu, UM sedang menempuh langkah serupa. Relevansi bagi UIN SUKA adalah perlunya menyusun regulasi internal serta melengkapi dokumen SPMI agar pengelolaan laboratorium lebih profesional, produktif, dan berdaya guna. Dengan demikian, laboratorium dapat berfungsi optimal tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga pusat riset, pengabdian masyarakat, dan pengembangan unit bisnis universitas.
Implementasi Kurikulum berbasis Cinta dalam Adat Budaya Baritan di Banjarsari Samigaluh Kulon Progo Ismunandar, Ismunandar; Aska, Muhammad Aska Al Varo; Hasna, Hasna Fidelya
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-03

Abstract

ABSTRAK Tujuan - Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep, mekanisme implementasi, serta relevansi nilai-nilai dalam tradisi Baritan sebagai bentuk kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah arus modernisasi dengan menggali potensi kearifan lokal yang hidup di masyarakat. Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus etnografis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para sesepuh, pinisepuh, tokoh masyarakat, dan pemuda, observasi partisipan dalam seluruh prosesi adat Baritan, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil - Hasil penelitian mengungkap bahwa: (1) Tradisi Baritan merupakan sebuah "kurikulum hidup" (living curriculum) yang mengonstruksi konsep "Cinta" dalam tiga dimensi, yaitu cinta kepada Tuhan (rasa syukur), cinta kepada alam (pelestarian lingkungan), dan cinta kepada sesama (gotong royong dan solidaritas). (2) Implementasi kurikulum ini berlangsung secara informal melalui tiga saluran pembelajaran: pengalaman langsung (experiential learning) dalam persiapan dan pelaksanaan ritual, keteladanan (modeling) dari para sesepuh, dan penuturan narasi (storytelling). (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum Berbasis Cinta Baritan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, menjadikannya fondasi pendidikan karakter yang kontekstual dan holistik. (4) Tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan orientasi nilai generasi muda dan desakralisasi makna ritual, yang diantisipasi dengan strategi seperti integrasi ke pendidikan formal dan pemanfaatan media digital.
Peningkatan Karakter Siswa melalui Pembiasaan Harian Berbasis PAI: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V SD N Sungapan Tantri, Riana Agus
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-05

Abstract

Tujuan - Studi empiris mengenai pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah dasar selama ini cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif atau pengembangan karakter secara parsial. Penelitian tindakan kelas yang secara sistematis mengkaji praktik pembiasaan harian untuk mengembangkan disiplin, empati, dan tanggung jawab secara simultan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembiasaan harian yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan disiplin, empati, dan tanggung jawab peserta didik. Metode - Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri di Yogyakarta, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, angket, dan wawancara semi terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan harian, seperti salat dhuha, salat dzuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an, budaya salam, budaya antre, serta praktik reflektif, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan perkembangan karakter siswa. Dari Siklus I ke Siklus II, tingkat disiplin meningkat sebesar 22 persen, empati sebesar 18 persen, dan tanggung jawab sebesar 25 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan harian yang terstruktur dan konsisten dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam efektif dalam mendukung pengembangan berbagai dimensi karakter peserta didik di sekolah dasar.
Implementasi Kerangka Integratif Kewirausahaan dalam Pendidikan Islam Studi Kasus SDI Al-Azhar 38 Bantul Family Lativa, Lativa; Subiyantoro; Aziz Saputra, Muhamad Nur
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-07

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the implementation of an integrative entrepreneurship framework in Islamic education at SDI Al-Azhar 38 Bantul. The study focuses on how entrepreneurial values are integrated into Islamic education, how school programs support the development of students’ entrepreneurial skills, and how Islamic values such as honesty, trustworthiness, discipline, responsibility, creativity, and independence are internalized through learning activities and school-based entrepreneurship programs. Design/methods – This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews with Islamic education teachers, observations of learning and entrepreneurship activities, and documentation of curriculum, school programs, entrepreneurship modules, and evaluation documents. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure the validity of the findings, the study used source and method triangulation by comparing interview, observation, and documentation data. Findings – The findings show that SDI Al-Azhar 38 Bantul implements an integrative entrepreneurship framework by connecting entrepreneurial concepts with Islamic education materials, classroom learning, extracurricular programs, project-based activities, Market Day, Student Led Conference, and the use of the Entrepreneur Lab. The integration is not limited to theoretical instruction but is practiced through students’ direct involvement in simple business projects, product creation, selling activities, and financial literacy exercises. Islamic values are embedded through daily habits and entrepreneurial practices, including honesty in transactions, discipline in worship and learning, responsibility in group projects, and creativity in producing marketable products. The supporting factors include competent teachers, school facilities, an integrative curriculum, parental involvement, foundation support, and regular teacher development activities. The challenges include the adaptation of new teachers, limited selling time, insufficient product display space, and students’ lack of confidence in offering products. Overall, the implementation contributes to the development of students’ soft skills, hard skills, independence, creativity, communication skills, teamwork, and Islamic entrepreneurial character.
Kursus Intensif Bahasa Arab Dewasa untuk Literasi Kitab Gundul: Analisis Dokumen Kurikulum LPBA Al-Ankabut Jambi Kenyo Mitrajati; Randi Fidayanto
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-06

Abstract

Purpose – This study explains the importance of a nonformal Arabic language course model for adult learners who require functional competence in religious practice and everyday communication. It also examines how LPBA Al-Ankabut Jambi designs and operates a multichannel learning ecosystem while maintaining alignment across channels. Design/methods – A qualitative document analysis was conducted on program and level descriptions, thematic units, digital learning materials, including interactive audio-video slides, exercise and assignment guidelines, unit quiz designs, level project descriptions, and platform artifacts such as the LMS, website, and social media channels. These documents were thematically coded and interpreted through the IMTĀʾ framework to connect objectives, content, strategies, media, and assessment, without positioning the study as an institutional feasibility or quality audit. Findings – LPBA Al-Ankabut Jambi standardizes its content around the Al-ʿArabiyyah Bayna Yadayk series, adopts a communicative orientation with limited translation, and uses multimodal scaffolding to support comprehension. Assessment is organized into three layers: unit quizzes, mid-level and final-level examinations, and performance-based projects requiring integrated skills. However, the available artifacts do not provide standardized test-based outcome tracking or longitudinal evidence; therefore, the conclusions describe the design and operational logic rather than learning impact.

Page 1 of 1 | Total Record : 10