cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 37 No 2 (2020)" : 6 Documents clear
ANGKA EKIVALEN MDP-2017 Aloysius Tjan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka ekivalen sebagai perbandingan tingkat kerusakan sumbu tertentu terhadap beban sumbu standar adalah usaha menyederhanakan proses desain. Tiap metode desain dapat mempunyai nilai ekivalen yang berbeda dibandingkan dengan metode lain. MDP 2017 yang mengacu pada Austroads 2008 membedakan angka ekivalen untuk penggunaan tertentu, seperti ESA4 untuk perkerasan dengan beton aspal kurang dari 100 mm dan berpondasi material berbutir, dan ESA5 untuk lapis permukaan beton aspal lebih dari 100 mm dan berpondasi berbutir. ESA4 juga digunakan untuk desain lapis tambah dengan kriteria deformasi permanen, sedangkan ESA5 untuk desain tebal lapis tambah dengan kriteria retak lelah. Berdasarkan pendekatan mekanistik empiris dan transfer function yang dipakai oleh MDP pada berbagai model tebal struktur yang dianalisis, maka dapat disimpulkan bahwa nilai angka ekivalen bersifat unik tergantung pada beban, jenis sumbu, tebal struktur perkerasan, dan modulus tanah dasar, yaitu EALF Austroads. Tidak diperlukan pembedaan angka ekivalen dengan ESA4 atau ESA5. Baik ESA4 maupun ESA5 tidak sama dengan EALF Austroads, sehingga tidak dapat menjadi substitusi EALF Austroads.
PENGARUH PENGKONDISIAN TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL PANAS DAUR ULANG DENGAN KADAR RAP TINGGI Dani Hamdani; Nono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hot mix asphalt recycling design and construction will be successful if it is proven by the good performance of the asphalt mixture in the laboratory and in the field. The performance hot mix asphalt recycling (ACWCRAP) tested was Marshall properties, deformation resistance, and fatigue resistance. The test objects used are those that have been conditioned in a heating oven and standar speciment according to the AASHTO R30-02 procedure. The purpose of this study was to examine the effect of conditioning on the performance of the hot mix asphalt recycling with high RAP. High RAP is the use of RAP material in a hot mix asphalt recycling with 3 variations of the used RAP material (60%, 80% and 100%). The conclusion of this experiment is that all the properties of the asphalt mixture meet the requirements. The ACWCPolymer stability value is equivalent to ACWC with 100% RAP, but for the stability value with the conditioned specimen (STOA), the ACWC with 100% RAP stability is higher. The stability of ACWC with 60% RAP and 80% RAP is lower than the stability of ACWCPolymer. Stability the ACWCPolymer with STOA test specimen is equivalent to ACWC with 80% RAP, while for ACWC with 60% RAP it is still lower than the stability of ACWCPolymer. All dynamic stability hot mix asphalt recycling has meet requirements. With the use of higher RAP, ACWCRAP is more resistant to deformation, both for fresh and STOA specimens. ACWC with 100% RAP is higher than ACWCPolymer deformation resistance, but for STOA specimens, the deformation resistance of ACWCPolymer is higher than other asphalt blends. Based on these facts, the deformation resistance performance of ACWCPolymer is better than ACWCRAP. With the tensile strain reference of the asphalt mixture permit of 100 µɛ, the ACWCRAP mixture, both fresh and STOA specimens, is more fatigue resistant than ACWCPolymer. Comparing between the three ACWCRAP that used 100% RAP was the most fatigue resistant.
PENGARUH PENGURANGAN 4 LAJUR MENJADI 3 LAJUR DI JALAN TOL TERHADAP TUNDAAN DAN ANTRIAN Ade Syura Saputra; Nahdalina -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bottleneck is a phenomenon of reduced vehicle speed caused by narrowing of road, reduction of lanes, accidents or existence of a slow-moving vehicle. In general, these phenomena can be approached with the Shock Waves Analysis. This study aims to determine the Value of Shock Waves, Value of Queue, and Value of Delay ​​that occur because of the bottleneck. The location of the study was conducted on the Jakarta - Cikampek Toll Road Station 26. The road has four lanes but there are side barrier so that only three lanes operate. The study was conducted in 120 minutes from 09.00 until 11.00. The relationship of traffic characteristics will be tested using three approaches namely, Greenshields Linear Model, Greenberg Logarithmic Model, and Underwood Exponential Model. The statistical test results from three approaches show that Greenshields Model results better Correlation Analysis and Significance Tests than Greenberg Model and Underwood Model. Shock Wave Analysis using approach the Greenshields Model results formulation, if Demand of Flow (V) = 5292 pcu/hour/4-lane with Density (D) = 121.56 pcu/km/4-lane, then the Backward Forming Shock Wave (ωAB) = -116.56 km/hour, Backward Recovery Shock Wave (ωBC) = -74.33 km/hour, and Forward Forming Shock Wave (ωAC) = -23.98 km/hour. Based on Value of Shock Wave and Demand of Flow that, will inflict Queue (N) = 155 pcu/3-lane and Delay (T) = 77.62 pcu.minute/3-lane. Keywords: shock wave, Greenshields, Greenberg, Underwood, queue, delay.
EFEKTIFITAS MATERIAL RINGAN MORTAR-BUSA SEBAGAI TIMBUNAN OPRIT PADA KONSTRUKSI STRUKTUR TURAP Suantoro Wicaksono; Maulana Iqbal
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan di bidang geoteknik adalah stabilitas lereng. Pada lereng timbunan, khususnya pada oprit jembatan, pengaruh tekanan lateral terhadap abutment harus diperhatikan. Timbunan pada oprit biasanya menggunakan material pilihan yaitu timbunan tanah dengan berat jenis antara 1,6 – 1,8 t/m3, yang mana semakin tinggi timbunan maka semakin besar tekanan lateral yang terjadi. Penggunaan timbunan ringan mortar busa dapat mereduksi pengaruh tekanan lateral, bahkan secara teoritis dapat mereduksi tekanan menjadi hanya sebesar 0,1 kPa. Studi kasus dilakukan pada oprit Jembatan Randu Merak, Probolinggo. Pada lokasi tersebut dipasang instrumen pressure cell untuk memantau tekanan lateral yang terjadi. Pressure cell terpasang pada dasar timbunan dan pada sheet pile. Metode yang digunakan adalah membandingkan besarnya tekanan lateral yang terjadi pada timbunan oprit jembatan dengan menggunakan tanah sebagai timbunan dan material ringan mortar-busa sebagai pengganti timbunan tanah. Tekanan lateral pada timbunan tanah dihitung secara teoritis, sedangkan tekanan lateral pada timbunan ringan didapatkan dari hasil bacaan pressure cell. Berdasarkan hasil perhitungan tekanan lateral maksimum yang ditimbulkan akibat timbunan tanah adalah sebesar 29,58 kPa, sedangkan dari hasil bacaan pressure cell besarnya tekanan lateral yang ditimbulkan akibat timbunan ringan sebesar 1,37 kPa. Sehingga didapatkan bahwa penggunaan timbunan ringan mortar-busa dapat mereduksi nilai tekanan lateral hingga sebesar 97,35 % . Kata Kunci: tekanan lateral, material ringan, mortar-busa, oprit, lereng
PENGKINIAN FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS JALAN PERKOTAAN TIPE 22-TT AKIBAT LEBAR LAJUR Greece Maria Lawalata; Anjang Nugroho; Vera Gardenia; Faisal Rahman; Sri Amelia
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kendaraan di Indonesia meningkat, penyiapan infrastruktur jalan pun harus menyiapkan prasarana jalan yang aman, selamat, dan tidak mengganggu lingkungan sesuai dengan perkembang kendaraan saat ini. Dengan demikian perhitungan kapasitas jalan dapat disesuaikan dengan perkembangan kendaraan pada saat ini. PenelitIan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu merubah penempatan marka garis untuk mendapatkan variasi lebar lajur jalan yang dilakukan di kota Bandung dan kota Medan. Variasi lebar lajur yang didapat adalah 11, 8, 5,7. Data kendaraan (kendaraan berat, kendaraan ringan, sepeda motor) yang dicatat menggunakan kamera video adalah waktu yang dihabiskan melewati tanda garis 20m. Data selanjutnya dihitung untuk mendapatkan kapasitas maksimum. Data kapasitas dari berbagai variasi lebar lajur dibandingkan dengan data kapasitas lebar standar, sehingga didapatkan factor koreksi kapasitas akibat perbedaan-perbedaan lajur. Hasil penelitian yang didapat adalah perbandingan factor kapasitas 2019 dan 1997 menunjukkan bahwa pada tipe jalan 2TT terlihat bahwa perbedaan berkisar 2,4 sampai dengan 65,1. Kata kunci: kapasitas jalan 2 lajur 2 arah, factor koreksi kapasitas jalan, manual kapasitas jalan.
ANALISIS NILAI WALKABILITY PADA FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) Agah Muhammad Mulyadi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu solusi permasalahan transportasi dan lingkungan di kawasan perkotaan, terutama kota-kota besar khususnya di DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan implementasi kawasan berbasis pengembangan TOD pada beberapa titik di wilayahnya salah satunya adalah kawasan Dukuh Atas yang memiliki tata guna lahan untuk perkantoran, permukiman dan aktivitas perdagangan serta jasa. Penerapan fasilitas TOD didukung dengan beberapa pembangunan kawasan dukuh atas yang seperti penataan trotoar, terowongan kendal, stasiun komuter dan halte bus. Tujuan Penelitian ini untuk menilai sejauh mana tingkat walkability pada kawasan TOD Dukuh Atas tersebut setelah dilakukan penataan kawasan tersebut. Metode analisis yang dipakai adalah metode analisis deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk grafik untuk melakukan penilaian persepsi pengguna terhadap kualitas walkability. Selanjutnya dilakukan analisis Importance Performance of Analysis serta analisis korelasi sederhana. Nilai walkability rata-rata seluruh parameter pada area Dukuh Atas sebesar 88 atau dapat dikatakan bahwa sebagian besar kegiatan dilakukan dengan berjalan kaki. Analisis Importance Performance of Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kualitas dan kepentingan walkability didapat kategori 3 atau ketersediaan penyeberangan harus segera dibenahi. Selanjutnya adalah analisis uji korelasi menunjukkan bahwa aspek aksesibilitas adalah aspek yang dinilai memiliki keterkaitan paling erat dengan konsep walkability dengan nilai 0,798. Kata Kunci: walkability, pejalan kaki, transit oriented development, dukuh atas, aksesibilitas

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue