cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,551 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 2,551 Documents clear
Upaya meningkatkan Kemampuan Bercerita Tentang Pengalaman Menggunakan Media Melalui Model Milik Anak Di Kelas A TK ISLAM GSC Pondok Legi Waru Sidoarjo Roesmiati Roesmiati; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri serta menstimulasi minat dan bakat khususnya di kelas A TK ISLAM GSC Pondok Legi Waru Sidoarjo, melatih keterampilan bercerita untuk menjelaskan pengalaman secara komunikatif. Untuk meningkatkan kemampuan bercerita tentang pengalaman melalui media model milik anak, Untuk memicu anak lebih termotivasi dalam mengaitkan pengalaman pribadi dengan cerita yang disampaikan, faktor pendukung keberhasilan antara lain motivasi anak, pendidik dan orang tua dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memaksimalkan penggunaan media model milik anak, dan mengembangkan kemampuan bercerita anak secara optimal. Sementara Faktor Penghambat dalam meningkatkan kemampuan bercerita tentang pengalaman melalui media model milik anak. meliputi keterbatasan media dan waktu pembelajaran. Subjek penelitian adalah anak-anak kelas A yang berjumlah 10 anak. Dengan pendekatan penelitian tidakan kelas, data melalui observasi, evaluasi, dan rerfleksi. Hasil penelitian dalam Upaya meningkatkan bercerita tentang pengalaman dengan penggunaan media model milik anak yang bervariasi di kelompok A menumbuhkan kosakata bahasa yang unik dan mudah di mengerti oleh anak, Dengan demikian, penggunaan media yang variatif melalui pembelajaran yang sesuai dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan bercerita tentang pengalaman pada siswa.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Read Aloud dengan Buku Bergambar di Kelas B-4 TKIT Al-Muwahhidiin Panciro, Gowa, Sul-Sel Yulianti Safitri; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kemampuan berbahasa anak usia dini, serta pelaksanaan metode read aloud dengan buku bergambar dalam upaya meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini, dan juga untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode read aloud dengan buku bergambar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini di kelas B-4 TKIT Al Muwahhidiin Panciro, Gowa, Sulawesi Selatan. Dengan pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode read aloud dengan menggunakan buku bergambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini di kelas B-4 TKIT Al Muwahhidiin Panciro, Gowa. Pada siklus I, anak mulai menunjukkan peningkatan dalam menyimak dan menjawab pertanyaan sederhana, meskipun sebagian masih kurang percaya diri. Setelah strategi metode read aloud diterapkan dan disempurnakan pada siklus II melalui pendekatan individual dan penambahan waktu diskusi, terjadi peningkatan signifikan pada seluruh indikator kemampuan berbahasa, seperti penggunaan kosakata baru, pengulangan isi cerita, dan empati terhadap isi cerita. Keberhasilan ini didukung oleh ketertarikan anak terhadap buku bergambar, ekspresi guru saat membacakan cerita yang melibatkan anak secara langsung, serta kegiatan pendukung yang relevan.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Dan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain Dengan Plastisin Di Kelas B TKIT Al-Muwahhidiin Gowa Sulawesi Selatan Ainun Rahima; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan motorik halus dan kreativitas anak usia dini, mendeskripsikan proses dan hasil peningkatkan kemampuan motorik halus dan kreativitas AUD melalui metode bermain dengan media plastisin. serta menelaah faktor faktor keberhasilan dan penghambat dalam pelaksanaan tersebut. subjek penelitian dilakukan di kelas B TKIT Al-Muwahhidiin Gowa, Sulawesi Selatan, yang terdiri dari 15 anak usia 5–6 tahun. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui anak anak pada umumnya mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan halus jari-jemari dan kurang menunjukkan kreativitas dalam menghasilkan karya. Untuk itu, diterapkan metode bermain menggunakan plastisin yang bertujuan menstimulasi perkembangan otot-otot halus dan daya imajinasi anak secara simultan. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, dokumentasi hasil karya anak, serta catatan anekdot dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan motorik halus dan kreativitas anak setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan media plastisin. Pada siklus pertama, hanya 20% anak yang menunjukkan perkembangan secara optimal, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 86.67% Anak-anak mulai membentuk objek secara detail dan kreatif sesuai imajinasi mereka, seperti buah-buahan dalam berbagai warna dan bentuk. Dengan demikian, metode bermain dengan media plastisin dapat dijadikan sebagai langkah pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam meningkatkan kemampuan motorik halus dan kreativitas anak usia dini
Evaluasi Kesesuaian Lahan Berdasarkan Pendekatan Agroklimat di Kabupaten Merauke Wa Ode Asryanti Wida; Yosefina Mangera; Wahida Parjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan bagi beberapa komoditas pertanian dengan menggunakan pendekatan berdasarkan kondisi iklim. Wilayah yang menjadi fokus penelitian adalah Kabupaten Merauke. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait, mencakup curah hujan tahunan, suhu rata-rata tahunan, serta kelembaban udara tahunan. Metode evaluasi kesesuaian agroklimat dilakukan dengan membandingkan karakteristik iklim daerah dengan kebutuhan tumbuh tanaman. Komoditas yang dianalisis meliputi pepaya, talas, kacang tanah, alpukat, dan pisang. Hasil analisis menunjukkan bahwa alpukat sangat sesuai (S1) dengan kondisi iklim di daerah tersebut. Komoditas pepaya, talas, dan pisang tergolong cukup sesuai (S2), sedangkan kacang tanah hanya sesuai secara marginal (S3). Dengan demikian, alpukat, pepaya, talas, dan pisang berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Merauke, namun diperlukan data tambahan mengenai kesesuaian kondisi tanah guna mendukung pengembangan lebih lanjut.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar (Melompat 2 kaki bersama- sama) Anak Usia Dini melalui Metode Bermain Engkle Termodifikasi di KB Aisyiyah Bustanul Athfal VI Sekardangan Sidoarjo Isvi Himyati; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.804

Abstract

Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh permainan engkle termodifikasi terhadap peningkatan kemampuan gerak motorik kasar dalam bentuk melompat dengan 2 kaki bersama-sama pada anak usia dini di Kelompok Bermain Aisyiyah Bustanul Athfal VI kelurahan Sekardangan kecamatan Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan akanmelalui beberapa siklus yang dapat diperinci dalam bentuk tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, danyang terakhir tahap refleksi. Berdasarkan data hasil pengamatan diperoleh data bahwa permainan engkle termodifikasi mampu meningkatkan perkembangan gerak motorik kasar melompat dengan 2 kaki bersama-samapada anak usia dini. Merujuk pada data yang diperoleh, permainan engkle termodifikasi dapat menjadi metode yangefektif dan menyenangkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan gerak motorik kasar anak usia dini atau balita. Hasil dari data penelitian ini dapat digunakan acuan untuk mengembangkan program pendidikan dan pendampingan yang lebih efektif dan menyenangkan dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan gerakmotorik kasar anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain Dengan Media Menyusun Kartu Huruf Di Kelas B-5 TKIT Al- Muwahhidiin Panciro Gowa Sul-Sel Desi Asniati; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini melalui metode bermain dengan media menyusun kartu huruf. Subjek penelitian adalah 15 anak di kelas B–5 TKIT Al-Muwahhidiin Panciro, Gowa, Sulawesi Selatan, yang berusia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus yaitu kegiatan siklus I dan kegiatan perbaikan disiklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu huruf secara aktif dan menarik mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf, menyebutkan bunyi huruf, serta membedakan huruf-huruf yang mirip bentuknya seperti ‘b’ dan ‘d’, ‘p’ dan ‘q’, serta ‘m’ dan ‘n’. Peningkatan signifikan terlihat pada siklus II, di mana 87% anak mampu mengenal dan menyebutkan huruf dengan benar. Adapun faktor penghabat penelitian tersebut baik dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal) ialah keterbatasan waktu didalam melakukan kegiatan, serta kurangnya dukungan dari orang tua didalam melakukan pengulangan pembelajaran di rumah. Dan adapunbeberapa Faktor pendukung dalam keberhasilan penelitian tersebut meliputi ketersediaan media pembelajaran, peran aktif guru, serta antusiasme anak didalam mengikuti kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan yang melibatkan aspek visual dan motorik mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Oleh karena itu, metode ini layak dijadikan sebagai alternatif strategi pengajaran literasi awal di jenjang pendidikan anak usia dini.
UPAYA MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI MEDIA PLAYDOUGH DI KELOMPOK A KB/TK MUSLIMAT NU 78 SAMBIROTO KABUPATEN SIDOARJO Sherly Pramita Mahardika; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.807

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dikarenakan keterampilan motorik halus pada anak usia dini di kelompok A KB/TK Muslimat NU 78 Sambiroto Kabupaten Sidoarjo umumnya belum menunjukkan perkembangan yang optimal. Keadan ini diketahui berdasarkan hasil observasi awal, di mana peserta didik tampak mengalami kesulitan ketika diminta untuk menciptakan karya secara mandiri. Pada observasi menunjukkan masih rendahnya kemampuan motorik halus anak yang berkaitan dengan metode pembelajaran yang masih kurang dalam stimulasi pada aspek sensorimotor. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang bersifat interaktif dan mampu mengaktifkan fungsi motorik halus secara maksimal. Salah satu bentuk aktivitas yang dianggap efektif dalam merangsang perkembangan motorik halus adalah penggunaan bahan plastis seperti playdough dalam kegiatan bermain terstruktur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan aktivitas bermain menggunakan playdough upaya dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A di lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan Penelitian tindakan kelas (PTK). Delapan anak yang menjadi subjek dalam penelitian ini, terdiri dari empat ank perempun dan enam anak laki-laki. Dari hasil terlihat perubahan besar pada cara anak-anak menggerakkan jari dan tangan mreka, jauh lebih terkoordinasi dan cekatan. Perkembangan dimulai dengan tahap "mulai berkembang", kemudian meningkat ke tingkat "berkembang sesuai harapan" (BSH), hingga mencapai kategori "berkembang sangat baik" (BSB) pada pertemuan akhir. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan bermain yang memanfaatkan material taktil seperti playdough secara efektif mampu mendukung pertumbuhan keterampilan motorik anak.
A Pengaruh Celebrity Worship Terhadap Self-Esteem Pada Kelompok Penggemar (Fandom) Bts Di Universitas Muhammadiyah Gresik Nabillah Tahita Rahma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Celebrity Worship terhadap Self-Esteem pada kelompok penggemar BTS di Universitas Muhammadiyah Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk mengetahui hipotesis yang terlah di tetapkan (Sugiyono, 2015). Sampel dalam penelitian ini adalah 93 mahasiswa penggemar BTS. Hasil pengukuran tingkat celebrity worship dan self-esteem dari 93 subyek tersebut berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,558 yang artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Sehingga disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel celebrity worship terhadap self-esteem pada kelompok penggemar BTS di Universitas Muhammadiyah Gresik. Hal tersebut mungkin karena terdapat variabel lain yang lebih memberi pengaruh terhadap variabel Self-Esteem. Seperti yang dikemukakan oleh Coopersmith (1967), yang mengungkapkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi Self-Esteem seseorang, yaitu jenis kelamin, intelegensi, penampilan fisik, lingkungan keluarga, dan lingkungan sosial, Abstract This study aims to see whether there is an effect of Celebrity Worship on Self-Esteem in the BTS fan group at Muhammadiyah University of Gresik. This type of research is quantitative. Quantitative research methods are research methods used to examine certain populations or sample, data collecting using research instruments, statistical data analysis, with the aim of knowing the established hypothesis (Sugiono, 2015). The sample in this study were 93 BTS fan students. The measurement results of celebrity worship and self-esteem levels of the 93 subjects were in the medium category. The result showed that the F test show a significance value of 0,558, which mean that H0 is accepted and Ha is rejected. So it was concluded that there was no significant effect of the Celebrity Worship variable on Self-Esteem in the BTS fan group at Muhammadiyah University of Gresik. This may be because there are other variables that have more influence on the Self-Esteem variable. As stated by Coopersimth (1967), which revealed that there are several factors that effect a person’s Self-Esteem, like gender, intelligence, physical appearance, family environment, and social environment.
Peran Bahasa Isyarat dalam Membangun Kehamornisan Antar Anggota Keluarga dengan Penyandang Tunarungu (Perspektif Drama Korea Elsa Fitri Ali; Azzahra Bintang Rahmadani; Abdur Razzaq; Muhamad Yudistira Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.811

Abstract

interaksi simbolik berasal dari dua aliran yaitu mahzab chicago dan mahzab lowo. Interaksi simbolik biasanya digunakan oleh penyandang tunarungu yaitu dengan komunikasi non-verbal atau bahasa isyarat. Tunarungu ialah gangguan pendengaran yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelainan bawaan, cedera atau trauma pada telinga, infeksi atau penyakit, penuaan, dan paparan suara keras yang berkepanjangan. Banyak penyandang tunarungu yang tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga atau teman, dikarenakan kekurangan yang dimiliki, mereka mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa yang mereka ketahui dengan gerakan tangan atau tubuh yang diharapkan bisa di mengerti oleh anggota keluarga atau teman mereka supaya tidak ada kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kita bisa mengetahui seberapa pentingnya bahasa isyarat dari drama korea “Twinkling Watermelon” karena bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, seperti si pemeran utama dalam drama Korea ini yang menggunakan bahasa isyarat untuk membantu agar orang tuanya di masa lalu bisa berkomunikasi dan saling memahami perasaan satu sama lain sehingga mereka dapat menciptakan perasaan yang dalam satu sama lain.
Analisis Rujukan Pasien Non-Spesialistik Puskesmas Bilogai Kabupaten Intan Jaya Ke RSUD Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Yohan Rumar; Agus Zainuri; Sarce Makaba; Novita Medyati; Septevanus Rantetoding; Yacob Ruru
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.813

Abstract

Sistem rujukan berjenjang merupakan pilar penting dalam menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan yang efisien dan merata, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas seperti Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rujukan pasien non-spesialistik dari Puskesmas Bilogai ke RSUD Kabupaten Nabire. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025 di Puskesmas Bilogai, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri dari tenaga medis dan pejabat kesehatan terkait, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara kuantitatif jumlah tenaga kesehatan telah memenuhi standar, namun terdapat ketimpangan dalam komposisi jenis profesi, seperti ketiadaan tenaga dokter keluarga, bidan, dan psikolog klinis. Keterbatasan sarana dan alat kesehatan, seperti alat diagnostik dan obat-obatan sesuai formularium nasional, juga menjadi pendorong utama rujukan. Kompleksitas kasus pasien, seperti kondisi gawat darurat dan kebutuhan diagnosis lanjutan, tidak dapat ditangani di tingkat puskesmas karena keterbatasan fasilitas. Selain itu, kebijakan anggaran yang belum optimal, ditambah dengan kondisi keamanan yang tidak stabil, turut menjadi penghambat efektifnya sistem rujukan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komposisi tenaga kesehatan, penyediaan fasilitas medis esensial, dan alokasi anggaran yang tepat untuk mendukung layanan kesehatan primer di daerah tertinggal.

Page 94 of 256 | Total Record : 2551