cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,145 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,145 Documents clear
Gaya Komunikasi Penyiar 102,6 Fm Sonora Palembang Dan Pengaruhnya Terhadap Partisipasi Pendengar Dyah Putri Utami; Abdur Razzaq; Putri Citra Hati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5789

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya komunikasi penyiar Radio Sonora 102,6 FM Palembang serta menganalisis pengaruhnya terhadap partisipasi pendengar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada program Sonora Lifestyle. Data dikumpulkan melalui observasi siaran non-partisipan, wawancara semi- terstruktur terhadap pendengar, dan dokumentasi jejak interaksi pendengar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi penyiar berciri formal tetapi hangat, dengan penggunaan diksi profesional disertai sapaan akrab, intonasi dinamis dan energik, artikulasi jelas, serta penguatan pesan melalui pengulangan dan humor ringan. Pada dimensi interaksi, penyiar bersikap ramah dan responsif terhadap pesan WhatsApp, namun ruang dialog dua arah masih terbatas. Partisipasi pendengar lebih dominan melalui WhatsApp/DM dalam bentuk request lagu dan saran, sedangkan telepon tidak ditemukan selama pengamatan. Meskipun demikian, partisipasi meningkat segera setelah ajakan penyiar, menandakan bahwa kualitas gaya komunikasi berperan sebagai stimulus keterlibatan audiens. Wawancara memperkuat temuan bahwa pendengar terdorong berpartisipasi karena merasa dihargai, nyaman, dan dekat secara interpersonal ketika penyiar menyapa serta merespons dengan hangat. Penelitian menyimpulkan bahwa gaya komunikasi penyiar berpengaruh positif terhadap partisipasi pendengar, terutama melalui pembentukan kedekatan dan kenyamanan dalam interaksi berbasis digital.
Peran Aplikasi WhatsApp dalam Mendorong Interaksi Pendengar dengan Radio Sonora Palembang M.Bariq Khairullah; Abdur Razzaq; Putri Citra Hati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5790

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan media, termasuk dalam dunia penyiaran radio. Salah satu platform komunikasi yang paling berpengaruh adalah WhatsApp, yang kini menjadi media utama interaksi antara penyiar dan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pemanfaatan WhatsApp oleh Radio Sonora Palembang sebagai media interaksi, menggali pola komunikasi dua arah yang terbentuk, serta menganalisis peran WhatsApp dalam membangun kedekatan emosional dan dinamika siaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyiar dan pendengar aktif, serta dokumentasi pesan WhatsApp yang masuk selama siaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp menjadi tulang punggung komunikasi antara penyiar dan pendengar, terutama dalam permintaan lagu, penyampaian informasi lalu lintas, voice note, serta komentar spontan terkait topik siaran. Penyiar merespons pesan dengan cepat, hangat, dan personal, sehingga menciptakan interaksi interpersonal yang dekat, natural, dan berkelanjutan. Pendengar merasa lebih dihargai dan terlibat aktif dalam siaran karena mereka dapat memberikan kontribusi langsung terhadap isi program. Selain itu, penggunaan voice note memperkuat dramaturgi siaran melalui kehadiran suara pendengar secara langsung. Secara keseluruhan, WhatsApp terbukti memegang peran signifikan dalam membentuk karakter siaran yang lebih hidup, interaktif, dan responsif di Radio Sonora Palembang. Penelitian ini menegaskan bahwa WhatsApp bukan sekadar alat komunikasi teknis, tetapi menjadi ruang partisipasi publik yang memperkuat hubungan antara media dan audiens di era digital.
Dinamika Pelaksanaan Eksekusi Putusan Pengadilan Perdata Yang Telah Memiliki Kekuatan Hukum Tetap Meiddy Dwi Darmawan; Sidi Ahyar Wiraguna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5792

Abstract

Civil court decisions that have obtained permanent legal force in Indonesia often fail to be executed effectively, creating a gap between normative legal certainty and practical implementation. This study aims to analyze juridical and non juridical obstacles to the execution of civil judgments and to formulate an ideal legal construction that strengthens procedural certainty and institutional accountability. The research employs normative legal research using statutory, conceptual, and limited case approaches, with a population consisting of all regulations, court policies, and scholarly works on civil judgment execution in Indonesia. Samples of legal materials are selected purposively based on their relevance to juridical and non juridical barriers and to the design of an ideal execution model. Data are collected through systematic literature study and analyzed using content analysis and qualitative prescriptive techniques to categorize norms, doctrines, and empirical findings into coherent analytical themes. The results show that weaknesses in procedural regulation, unclear operative parts of judgments, lack of asset tracing mechanisms, social resistance, limited court resources, and weak inter agency coordination jointly undermine the effectiveness of execution. The conclusion is that a reformed execution system requires simultaneous normative, institutional, and socio cultural reforms anchored in a five element conceptual model: executable judgment, procedural certainty, institutional safeguard, social compliance, and judicial accountability.
Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak Dalam Proses Verzet Terhadap Putusan Verstek Eliza Yuniar; Sidi Ahyar Wiraguna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5793

Abstract

This study is motivated by the need to ensure balanced legal protection for parties involved in verzet processes against verstek decisions within civil procedural law, especially amid the digitization of the judiciary. The objective is to analyze the legal position of the parties and evaluate the effectiveness of the verzet mechanism in guaranteeing proportional legal protection. The research adopts a normative juridical type with a literature review method. The population comprises legislation, procedural law doctrines, and court decisions relevant to verzet and verstek in Indonesia. Selected samples are purposive documents based on relevance. Data instruments include primary and secondary legal documents analyzed using qualitative descriptive techniques through comparative and synthetic textual analysis. The findings reveal verzet as a crucial instrument to protect defendants’ rights; however, its effectiveness remains constrained by administrative and technical challenges in notification and electronic court system implementation. The conclusion emphasizes the need for procedural law reform, improved human resource capacity, and technological infrastructure to enhance verzet’s functionality in the future.
Tranformasi Praktik Keagamaan Moderat Di Madura: Studi Kasus Pada Komunitas Pesantren : ) reformasi kurikulum dan materi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan kebangsaan; (2) penguatan jejaring sosial keagamaan melalui struktur Nahdlatul Ulama, alumni pesantren, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi; (3) pemanfaatan teknologi dan media digital sebagai sarana dakwah moderat; (4) reinterpretasi tradisi lokal sebagai basis penanaman nilai moderasi; dan (5) penguatan peran Khairunnafi Khairunnafi; Waqiatul Masrurah; Tobi Tobi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5804

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi praktik keagamaan moderat di Madura dengan menempatkan pesantren sebagai aktor utama. Madura dikenal sebagai wilayah dengan tingkat religiusitas tinggi, kultur hierarkis, serta keterikatan kuat pada figur kiai dan lembaga pesantren. Di sisi lain, dalam satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama mendorong penguatan moderasi beragama sebagai strategi nasional menghadapi radikalisme, intoleransi, dan kekerasan atas nama agama. Kondisi ini menuntut pesantren untuk melakukan penyesuaian dan pembaruan baik pada tingkat kurikulum, tradisi, maupun strategi dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), memanfaatkan dokumen kebijakan negara, buku, dan artikel jurnal bereputasi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi praktik keagamaan moderat di pesantren Madura berlangsung melalui: (1) reformasi kurikulum dan materi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan kebangsaan; (2) penguatan jejaring sosial keagamaan melalui struktur Nahdlatul Ulama, alumni pesantren, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi; (3) pemanfaatan teknologi dan media digital sebagai sarana dakwah moderat; (4) reinterpretasi tradisi lokal sebagai basis penanaman nilai moderasi; dan (5) penguatan peran kiai dan santri muda sebagai agen moderasi di tingkat akar rumput. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren di Madura memiliki potensi besar untuk menjadi model praktik moderasi beragama di Indonesia, meskipun masih dihadapkan pada tantangan seperti penetrasi paham fundamentalis melalui media digital, polarisasi politik lokal, fanatisme kelompok, dan keterbatasan sumber daya teknologi.
Kajian Studi Penerapan Metode Moduler Pemberian Asuhan Keperawatan Di Ruang Arafah Rumah Sakit Islam Purwokerto Vira Fathyah; Indri Heri Susanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5807

Abstract

Salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah metode asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien. Salah satu bentuk implementasinya adalah metode moduler, yang dipimpin oleh kepala ruang dan perawat primer yang berpendidikan Ners. Metode ini meningkatkan mutu pelayanan pada pasien, meskipun kekurangan tenaga keperawatan seringkali menjadi penghalang untuk memaksimalkan metode ini. Tujuan studi kasus ini menganalisis penerapan metode asuhan keperawatan di Ruang Arafah RSI Purwokerto. Metode adalah studi kasus deskriptif menggunakan metode observasi dan wawancara disertai pengumpulan data menggunakan instrumen yaitu kuesioner MAKP dengan jumlah responden 11 perawat Ruang Arafah. Pelaksanaan studi kasus dilakukan pada tanggal 8 – 27 September 2025. Berdasarkan hasil kuesioner, peneliti melakukan implementasi berupa roleplay pre dan post conference. Hasil dari kuesioner metode asuhan keperawatan professional (MAKP) pada perawat di Ruang Arafah didapatkan hasil dengan kategori baik sebanyak 6 perawat (55%), kategori cukup sebanyak 5 perawat (45%). Saat perawat mengikuti kegiatan roleplay pre dan post conference, perawat aktif bertanya saat sesi diskusi dan sudah paham terkait pelaksanaan pre dan post conference.
Digitalisasi sebagai Respons Teknis dan Operasional terhadap Pengelolaan Koleksi Audiovisual Berbasis Kaset: Studi Kasus di“Library” Stasiun Televisi Darren Rafferty Hazman; Nuning Kurniasih; Kusnandar Kusnandar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan strategis dari proyek digitalisasi koleksi yang dilakukan di ”Library” Stasiun Televisi. Penelitian ini memberikan pemahaman dan mengungkapkan alasan strategis dibalik proyek digitalisasi koleksi. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh dari wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga alasan yang mendorong digitalisasi, yaitu : 1) penyelamatan dan preservasi, akibat keterbatasan perangkat dan risiko keusangan, 2) efisiensi operasional dan ruang, untuk menyelaraskan semua koleksi dengan sistem kerja digital, menghemat ruang penyimpanan, dan meningkatkan aksesibilitas koleksi. 3) optimalisasi nilai ekonomis aset melalui potensi penggunaan kembali dan penjualan/akuisisi ke pihak eksternal. Melalui hasil tersebut, dapat disimpulkan proyek digitalisasi dilakukan sebagai respons atas tantangan teknis dan operasional dalam pengelolaan koleksi fisik audiovisual, dan digitalisasi lebih dari sekedar konversi format, tetapi merupakan transformasi sosio-teknis yang memperkuat tata kelola koleksi dan kinerja operasional perpustakaan di industri penyiaran.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Project Pada Mata Pelajaran Ipas Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Di Sdn Ciranjang Girang 2 Hera Asriana; Didah Nuraidah; Elis Sukmawati; Rania Meliani Santika Dewi; Dinny Mardiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ( IPAS ) di SDN Ciranjang Girang 2. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus yang fokus pada pengalaman, persepsi, dan dinamika proses pembelajaran PjBL pada pelajaran IPAS di kelas V. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi partisipatif selama proses pembelajaran, serta analisis dokumen hasil kerja siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola-pola, makna, dan tantangan yang muncul dalam penerapan model PjBL. Temuan penelitian menampilkan pemahaman yang kaya mengenai peningkatan kualitas pembelajaran dan perubahan perilaku belajar siswa setelah menggunakan PjBL. Penelitian ini juga mengungkap proses adaptasi guru dan siswa terhadap model pembelajaran baru, serta faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan penerapan PjBL.Hasil kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana PjBL menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan signifikan dalam peningkatan prestasi siswa di sekolah dasar. Keywords:Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ( IPAS), Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Prestasi Belajar. ABSTRACT This study aims to examine in depth the impact of implementing the Project-Based Learning (PjBL) model on improving student achievement in Natural and Social Sciences (IPAS) at SDN Ciranjang Girang 2. The research approach used a qualitative method with a case study design that focused on the experiences, perceptions, and dynamics of the PjBL learning process in fifth grade. Data were collected through in-depth interviews with teachers and students, participant observation during the learning process, and analysis of student work documents. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify patterns, meanings, and challenges that emerged in the implementation of the PjBL model. The research findings provide a rich understanding of the improvement in learning quality and changes in student learning behavior after using PjBL. This study also reveals the adaptation process of teachers and students to the new learning model, as well as factors that support and hinder the successful implementation of PjBL. The results of this study provide in-depth insights into how PjBL creates a dynamic learning environment and significantly improves student achievement in elementary schools. Keywords: Natural and Social Sciences (IPAS), Project-Based Learning Model, Learning Achievement.
Profile of the Utilization of Natural Medicines as Complementary Therapy for Hypertension Patients in Lempuing Village, Bengkulu City Avrilya Iqoranny Susilo; Reysa Pradifta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5811

Abstract

Hypertension is one of the chronic diseases that requires long-term management. In addition to medical treatment, the use of natural medicine as a complementary therapy is widely chosen by the public because it is considered more natural and has minimal side effects. The study purpose was, to find out the Description of the Use of Natural Medicines as complementary therapy in hypertensive patients in Lempuing Village, Bengkulu City. Materials and methods, Descriptive research method, quantitative approach and observation design to describe the pattern of using natural medicine as complementary therapy in hypertension patients in the village of Bengkulu city and the determination of sample size using the total sampling method with a total sampling number of 88 samples. Results. From the study obtained the distribution of female-dominated patient characteristics as many as 65 samples (73.9%) then based on the age of the patient dominated by the age group of 56 years and above as many as 27 patients (30.7%). The types of natural ingredients used as medicine are 14 samples of bay leaves (15,9%) and 14 samples of turmeric (15,9%). The use of this natural medicine is based on hereditary habits and public belief in the effectiveness of natural ingredients. Conclusions. The use of natural medicines as complementary therapy in hypertensive patients is quite high in the village of lempuing. Sustainable education is needed so that people can use natural medicines wisely and according to recommendations.
Relevansi Hukum Administrasi Dalam Mengawal Transparansi Publik Niva Sabilah; Aldri Frinaldi; Roberia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5812

Abstract

Transparansi publik merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. Hukum administrasi berperan penting sebagai instrumen normatif dalam memastikan agar proses pemerintahan berjalan terbuka, akuntabel, dan dapat dikontrol masyarakat. Artikel ini membahas relevansi hukum administrasi dalam mengawal transparansi publik melalui tinjauan teoritis, norma hukum, praktik kebijakan, serta tantangan implementasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terhadap regulasi, praktik kebijakan, dan riset akademik terbaru tahun 2020–2025. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin kompleksnya tata kelola pemerintahan digital menuntut penguatan hukum administrasi, terutama pada aspek keterbukaan informasi, partisipasi publik, standar pelayanan publik, dan mekanisme pengawasan. Penegakan hukum administrasi terbukti berpengaruh signifikan dalam mencegah mal-administrasi, korupsi birokrasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.