cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra@graha-kirana.com
Phone
+6282257366060
Journal Mail Official
jmeb@graha-kirana.com
Editorial Address
Jalan Kirana Raya No.20, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara 20151
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 30325382     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis (JMEB) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana, Medan, Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali per tahun. Jurnal ini berisi artikel penelitian, pengembangan konseptual, tinjauan kritis yang berkaitan dengan bidang ekonomi, manajemen dan bisnis, seperti Manajemen Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Manajemen Operasional dan Produksi, Manajemen Bisnis, Kewirausahaan, E-Commerce dan isu-isu ekonomi lainnya.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2025)" : 4 Documents clear
EVALUASI MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN SIBER PADA INFRASTRUKTUR DIGITAL PEMERINTAH: STUDI KASUS PUSAT DATA NASIONAL (PDN) Tommy, Syarifa; Nasution, Muhammad Irwan Padli
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v4i1.104

Abstract

AbstractThe data leak incident that hit the National Data Center (NDC) in June 2024 became one of the biggest cyber crises in the history of the Indonesian government's digital transformation. The attack, which used LockBit 3.0 ransomware, paralyzed hundreds of public services, showing the weakness of the national cybersecurity system and decreasing public trust in the government. This research aims to analyze the chronology, impact, and mitigation strategies that can be applied in overcoming the digital security crisis in the government sector. Using a case study-based qualitative-descriptive study approach, data was collected from documentation, official government reports, scientific journals, and media coverage. The results show that the main causes of data leakage lie in weak security management, absence of data backup, and poor implementation of digital system governance. The study recommends the need for national policy updates, human resource capacity building, and the adoption of cutting-edge security technologies to strengthen government cyber resilience.AbstrakNasional (PDN) pada Juni 2024 menjadi salah satu krisis siber terbesar dalam sejarah transformasi digital pemerintahan Indonesia. Serangan yang menggunakan ransomware LockBit 3.0 ini mengakibatkan lumpuhnya ratusan layanan publik, menunjukkan lemahnya sistem keamanan siber nasional dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kronologi, dampak, serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan dalam menanggulangi krisis keamanan digital di sektor pemerintahan. Dengan pendekatan studi kualitatif-deskriptif berbasis studi kasus, data dikumpulkan dari dokumentasi, laporan resmi pemerintah, jurnal ilmiah, serta pemberitaan media. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab utama kebocoran data terletak pada lemahnya manajemen keamanan, tidak adanya backup data, serta buruknya penerapan tata kelola sistem digital. Studi ini merekomendasikan perlunya pembaruan kebijakan nasional, peningkatan kapasitas SDM, dan adopsi teknologi pengamanan mutakhir untuk memperkuat ketahanan siber pemerintahan. 
HUBUNGAN ANTARA KERAGAMAN GENERASI DAN KONFLIK ANTARPRIBADI DI TEMPAT KERJA Syafri, Muhammad
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v4i1.117

Abstract

Abstract In today’s increasingly diverse work environments, the coexistence of multiple generations presents both opportunities and challenges. This study explores the relationship between generational diversity and interpersonal conflict within organizational settings. Drawing on social identity theory and intergroup dynamics, the research examines how differences in values, communication styles, and work expectations among generational cohorts contribute to interpersonal tensions. A quantitative approach was employed, utilizing survey data from employees across various sectors. The findings reveal a statistically significant correlation between generational diversity and the frequency of interpersonal conflicts, particularly in teams lacking intergenerational cohesion strategies. However, the presence of inclusive leadership and structured communication practices mitigates the adverse effects. These results underscore the importance of generational awareness in human resource policies and leadership development. The study contributes to the ongoing discourse on workforce diversity by highlighting the nuanced impact of age-related differences on workplace harmony. AbstrakDalam lingkungan kerja yang semakin beragam dewasa ini, keberadaan berbagai generasi secara bersamaan menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Studi ini mengeksplorasi hubungan antara keragaman generasi dan konflik antarpribadi dalam konteks organisasi. Dengan merujuk pada teori identitas sosial dan dinamika antar kelompok, penelitian ini menelaah bagaimana perbedaan nilai, gaya komunikasi, dan harapan kerja antar kelompok generasi berkontribusi terhadap ketegangan interpersonal. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data survei dari karyawan di berbagai sektor. Temuan menunjukkan adanya korelasi yang signifikan secara statistik antara keragaman generasi dan frekuensi konflik antarpribadi, terutama pada tim yang tidak memiliki strategi kohesi antargenerasi. Namun, kepemimpinan yang inklusif dan praktik komunikasi yang terstruktur terbukti dapat mengurangi dampak negatif tersebut. Hasil ini menekankan pentingnya kesadaran terhadap perbedaan generasi dalam kebijakan sumber daya manusia dan pengembangan kepemimpinan. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang keragaman tenaga kerja dengan menyoroti dampak perbedaan usia terhadap keharmonisan di tempat kerja.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PEGAWAI TERHADAP KEPUASAN LAYANAN KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI TAHUN 2024 PADA KANTOR UPT. ASRAMA HAJI MEDAN Muthmainnah, Muthmainnah; Saputra, Rizky
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v4i1.122

Abstract

AbstractImproving the quality of public services is a strategic imperative in realizing responsive governance, particularly in religious services such as Hajj pilgrim departures. Hajj pilgrims have complex and sensitive needs, making high-quality service a critical factor in achieving satisfaction. This study aims to analyze the influence of employee service quality on the satisfaction of Hajj pilgrims during the 2024 departure services at the UPT Asrama Haji Medan Office. A quantitative approach was employed using a survey method with 100 respondents selected through Slovin’s formula. The research instrument was based on the five SERVQUAL dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Regression analysis results show that service quality has a positive and significant effect on pilgrim satisfaction, with a regression coefficient of 0.613 and a significance value of 0.000. The determination value (R²) of 38.4% indicates that employee service quality explains a substantial portion of the variation in pilgrim satisfaction. These findings emphasize that improving empathy, responsiveness, and employee professionalism is essential in creating a satisfying service experience for Hajj pilgrims.AbstrakPeningkatan kualitas pelayanan publik merupakan tuntutan strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, terutama dalam pelayanan keagamaan seperti keberangkatan ibadah haji. Jamaah haji sebagai pengguna layanan memiliki kebutuhan yang kompleks dan sensitif, sehingga pelayanan yang berkualitas menjadi prasyarat utama untuk menciptakan kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan pegawai terhadap kepuasan jamaah haji pada layanan keberangkatan tahun 2024 di Kantor UPT Asrama Haji Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 jamaah yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian mengacu pada lima dimensi SERVQUAL: bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan jamaah, dengan koefisien regresi sebesar 0,613 dan signifikansi 0,000. Nilai determinasi (R²) sebesar 38,4% mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan pegawai menjelaskan sebagian besar variasi dalam tingkat kepuasan jamaah. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan dimensi empati, ketanggapan, dan profesionalitas pegawai merupakan kunci dalam menciptakan pengalaman layanan yang memuaskan bagi jamaah haji.
THE EFFECT OF AVERAGE AGE AND LEVEL OF EDUCATION ON PEOPLE'S PURCHASING POWER IN INDONESIA IN 2022 Simbolon, Zefanya Grace Enos; Sihombing, Pardomuan Robinson
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v4i1.120

Abstract

Education and age are two demographic factors that are believed to have an influence on individuals' economic conditions, including their purchasing power. Understanding the relationship between these variables is important in designing effective economic policies. The purpose of this study is to see how age and education level impact people's purchasing power in Indonesia. Purchasing power, which can be affected by demographic factors such as age and educational background, is an important indicator of a person's economic well-being. This study employs quantitative techniques using multiple linear regression analysis using cross-sectional data from 34 provinces in Indonesia in 2021. Secondary data sources include the Central Bureau of Statistics (BPS) and other relevant sources. The results showed that, with a coefficient of 0.352, education level has a positive and significant influence on purchasing power. This shows that the higher a person's level of education, the greater their ability to purchase goods and services. On the other hand, the age variable does not have a significant influence on purchasing power, but the productive age group of 25 to 55 years old seems to have better wealth. This result can be used by the government to increase people's purchasing power by making economic policies and programmes to increase access to education.

Page 1 of 1 | Total Record : 4