cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005" : 7 Documents clear
Aplikasi Security Surveillance System Menggunakan Webcam dan HP dengan Fasilitas General Packet Radio Services dan MMS Handojo, Andreas; Lim, Resmana; , Sugianto
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.621 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 87-91

Abstract

Mobile phone has changed from an ordinary telecommunication device into a multi-purpose device with various capabilities. Besides working as a communication device, a mobile phone can also be used as a internet connection (via GPRS) and a picture sender and receiver (via MMS). In this research, we will develop a Security Surveillance System which enables the user to monitor condition from a room from a long distance. This security surveillance system use webcam and will send an MMS to the user automatically, if a motion is detected. This system is implemented using Visual Basic and Java programming languages. According to our test results, we conclude that this Security Surveillance System running well. But system using GPRS and MMS still not suitable to be implemented in Indonesia. This is due to the poor network infrastructure of the GPRS and MMS services in Indonesia. In the future, if the infrastructure of the GPRS and MMS services in Indonesia is working properly, this system is quite reliable as security surveillance system. Abstract in Bahasa Indonesia : Handphone telah berubah dari alat telekomunikasi biasa menjadi alat serbaguna yang mempunyai berbagai fasilitas. Selain untuk berkomunikasi handphone juga dapat digunakan sebagai koneksi internet (lewat fasilitas GPRS) dan pengiriman gambar (lewat fasilitas MMS). Pada pembuatan penelitian ini akan dikembangkan security surveillance system yang memungkinkan user untuk memantau keadaan ruangan dari jarak jauh. Security surveillance system akan menggunakan webcam yang akan mengirimkan MMS kepada user secara otomatis jika terdeteksi adanya suatu gerakan. Security surveillance system dibuat dengan menggunakan program Visual Basic dan Java. Berdasarkan hasil pengujian sistem, maka dapat disimpulkan bahwa security surveillance system yang dibuat telah mampu bekerja dengan baik. Tetapi penggunaan GPRS dan MMS belum cocok untuk diimplementasikan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena buruknya jaringan infrastruktur layanan GPRS dan MMS di Indonesia. Kata kunci: motion detection, security surveillance system, MMS, GPRS.
Simulasi Filter Pasif dan Perbandingan Unjuk Kerjanya dengan Filter Aktif dan Filter Aktif Hibrid dalam Meredam Harmonisa pada Induction Furnace Tanoto, Yusak; Limantara, Limboto; Khandy Lestanto, Khristian
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.42 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 53-58

Abstract

This paper describe about simulation of Passive Filter in analysis to reduce harmonics that happened in a load such as vacuum casting induction furnace 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, also gives comparison with Hybrid Active Filter and Active Filter which made satisfaction result on the previous research. The best result achieved on the use of Hybrid Active Filter on %ITHD for 4.27 % and %VTHD for 3.83%, while Active Filter gave on %ITHD for 5.14 % and %VTHD for 3.82%. There are 17.23% and 0.44% lower in %VTHD and %ITHD if compared with result achieved by Passive Filter. Both of them are suited with %THD standard. But the result achieved by Hybrid active Filter gave most satisfactory value compared with Passive Filter's for17.65% and 0.43% lower in %VTHD and %ITHD.. Simulation on Passive Filter produced on %ITHD for 22.37 % and %VTHD for 4.26%. In this case, %ITHD standard for applying Passive Filter could not be fulfilled. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini memaparkan tentang simulasi Filter Pasif untuk meredam harmonisa yang timbul akibat penggunaan beban Vacuum Induction Furnace dengan daya 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, serta perbandingannya dengan Filter Aktif dan Filter Aktif Hibrid. Pada penelitian terdahulu Filter Aktif maupun Filter Aktif Hibrid terbukti mampu meredam harmonisa arus yang timbul dengan baik. Hasil terbaik tetap didapat dengan menggunakan Filter Aktif Hibrid dengan %ITHD sebesar 4.27 % dan %VTHD sebesar 3.83 %. Penggunaan Filter Aktif memberikan hasil %ITHD sebesar 5.14% dan %VTHD sebesar 3.82%. Bila dibandingkan dengan penggunaan Filter Pasif maka ada peningkatan kinerja dari penggunaan Filter Aktif dalam hal mereduksi %ITHD sebesar 17.23% dan %VTHD sebesar 0.44%. Keduanya telah sesuai dengan standar % THD. Penggunaan Filter Aktif Hibrid mampu mereduksi %ITHD sebesar 17.65% dan %VTHD sebesar 0.43% dibanding penggunaan Filter Pasif.Penggunaan Filter Pasif memberikan hasil %ITHD sebesar 22.37% dan %VTHD sebesar 4.26%. %ITHD untuk Filter Pasif belum memenuhi standar % THD untuk arus. Kata kunci: Harmonisa, Simulasi, Filter Aktif Hibrid, Filter Pasif, Filter Aktif, THD.
Emulasi Aplikasi Pemantauan Ruangan Melalui Handphone Menggunakan Webcam Handoyo Putro, Iwan; Santoso, Petrus; Imelda Pella, Stephanie
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.743 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 102-108

Abstract

This paper describes implementation of GPRS and Java 2 Micro Edition (J2ME) technology in room monitoring application via mobile phone and webcam. The webcam, which is connected to a server, captures picture periodically. A mobile phone, which has GPRS feature and supports J2ME technology, is used to access the picture. Experiments were done using Nokia 3300 emulator in a local area network. The transfer rate time for a 36 KB picture is 0.9 second.The experiment's result shows that the system is only suitable for low frame rate room monitoring. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan tentang implementasi teknologi GPRS dan Java 2 Micro Edition untuk aplikasi pemantauan ruangan melalui handphone menggunakan webcam. Webcam yang terhubung dengan server melakukan proses capture ruangan pada periode waktu tertentu. Handphone yang telah mendukung teknologi Java dan GPRS dipakai untuk mengakses hasil capture gambar yang telah disimpan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan emulator Nokia 3300 dalam sebuah local area network. Waktu transfer rata-rata untuk gambar berukuran 36 KB pada adalah 0,9 detik. Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa sistem ini cocok jika dipakai untuk melakukan monitoring dengan frame rate yang rendah. Kata kunci : pemantauan ruangan, handphone, webcam.
Peningkatan Kinerja Lampu TL (Fluorescent) pada Catu Daya dengan Regulasi Tegangan Buruk , Supriono; Nyoman Wahyu Satiawan, I
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.893 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 59-66

Abstract

Fluorescent lamp will shine perfectly if it applied on power supply matching with its rating for example 220 V, 50 Hz. Generally in rural (Indonesia) have poor regulation of power supply. Due to poor regulation in rural cause it hardly shines. Compare with incandescent lamp, fluorescent lamp have superiority. The present of electromagnetic ballast transformer at fluorescent lamp have effect poor power factor and increase power loss. The function of ballast transformer only just on starting time. Replacing ballast transformer with switching process on fluorescent lamp result both improving power factor and it can shine on poor power regulation of power supply. Increasing switching frequency result small inductor size. Inductor, using in switching frequency, makes high transient voltage so that its shines. Replacing ballast transformer by 800 Hz switching frequency result power factor 0,86 leading. If fluorescent lamp use ballast transformer, the power factor will be down until 0,4 lagging. If voltage of power supply 160 volt, fluorescent lamp by ballast transformer can not shine but by switching process (more 800 Hz) it shines perfectly. Abstract in Bahasa Indonesia : Lampu TL dapat menyala dengan baik apabila dicatu (dipasang) pada sumber tegangan yang sesuai dengan rating tegangan lampu TL tersebut, misal 220 volt, 50 Hz. Daerah Pedesaan (di Indonesia) pada umumnya sumber tegangan (listrik) memiliki regulasi tegangan yang buruk. Buruknya regulasi tegangan pedesaan mengakibatkan lampu TL sulit bahkan tidak dapat menyala. Lampu TL sebagai sumber penerangan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan lampu pijar. Kehadiran trafo ballast pada lampu TL adalah merugikan. Trafo ballast berfungsi hanya pada saat start, setelah lampu TL menyala kehadiran trafo ballast mengakibatkan faktor daya menjadi rendah dan trafo ballast sendiri menyerap daya aktif. Menghilangkan ballast elektromagnetik dan menggantikan dengan proses switching pada lampu TL menghasilkan perbaikan faktor daya sekaligus lampu TL dapat menyala pada catu daya dengan regulasi tegangan yang sangat buruk. Frekuensi switching yang tinggi menghasilkan ukuran induktor yang kecil. Induktor dipergunakan pada proses switching untuk menghasilkan tegangan transient yang cukup untuk menyalakan lampu TL. Frekuensi Switching 800 Hz pada lampu TL sebagai penganti trafo ballast menghasilkan faktor daya 0,86 leading. Jika lampu TL mempergunakan trafo ballast maka faktor daya lampu TL tersebut 0,4 lagging. Lampu TL yang mempergunakan trafo ballast tidak dapat menyala pada kondisi tegangan 160 volt tetapi switching dengan frekuensi lebih besar dari 800 Hz menghasilkan lampu TL dapat menyala dengan sempurna pada kondisi tegangan 160 volt. Kata kunci: lampu TL, trafo ballast, faktor daya, frekuensi switching.
Preliminary Testing Tool for VGA Monitor Using FPGA XC4005XL and XS-Board Sugiarto, Indar
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.239 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 67-72

Abstract

There are a lot of factors causing the monitor not to work well. Examination by the technician generally involves two steps: preliminary testing for facts finding and minor problems solving, and/or followed by further hardware-repairing. This paper describes the using of XS-Board and the Xilinx-FPGA within it to create preliminary testing tool for VGA troubleshooting. The goal of this research is to evaluate how effective the using of XS-Board with FPGA XC4005XL to implement a preliminary testing tool for VGA troubleshooting. The system will generate pictures in certain patterns and colors periodically to help technician in observing the monitor. The experiment shows that XS-Board with FPGA XC4005XL inside it is capable in handling the signaling for VGA monitor to display 64 colors almost fullscreen. With only consume 15% of logic cell resources; this system is efficient enough and ready to be improved further. One of its critical characteristics is that the internal clock generator of XC4005XL has 10% tolerant in frequency variation resulting in imperfect display of fullscreen mode. Abstract in Bahasa Indonesia : Ada banyak faktor penyebab kenapa monitor tidak berfungsi dengan baik. Pemeriksaan oleh tukang servis biasanya meliputi dua tahap: pemeriksaan pendahuluan untuk mencari fakta teknis dan menyelesaikan kerusakan kecil, dan/atau dilanjutkan dengan perbaikan perangkat keras lebih lanjut. Makalah ini menjelaskan penggunaan XS-Board yang dilengkapi dengan FPGA dari Xilinx untuk menciptakan perlengkapan pemeriksaan pendahuluan untuk perawatan VGA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan XS-Board dengan FPGA XC4005 di dalamnya guna mengimplementasikan sebuah alat pemeriksa awal untuk perbaikan monitor VGA. Metode yang dilakukan adalah dengan membangkitkan gambar menggunakan pola-pola dan warna tertentu secara periodik untuk membantu tukang servis dalam pemeriksaan. Percobaan menunjukkan bahwa XS-Board dengan XC4005XL di dalamnya mampu menghasilkan sinyal-sinyal kontrol untuk VGA sehingga mampu menampilkan hingga 64 warna dengan tampilan layar hampir penuh (fullscreen). Dengan hanya menggunakan 15% dari sumberdaya FPGA yang tersedia, sistem ini dirasa cukup efisien dan bisa dikembangkan lagi lebih lanjut. Salah satu karakteristik penting dari sistem ini adalah pembangkit clock internal dari XC4005XL yang memiliki toleransi variasi frekuensi hingga 10% yang mengakibatkan tampilan yang tidak benar-benar layah penuh. Kata kunci: monitor VGA, FPGA
PENGENALAN CITRA PORNO BERBASIS KANDUNGAN INFORMASI CITRA (IMAGE CONTENT) Gede Pasek Suta Wijaya, I; B K Widiartha, I
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.464 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 80-86

Abstract

Pornographic image recognition is a matching process between an image signature of pornographic training image and an image signature of query image. The aims of this research were to build pornographic image recognition system based on image content that can classify an image that is porno or not and to know how the performance of this method is. Image content that was used in this research was color content and image signature. The image content was taken by color histogram and by extracting an image using wavelet transform, next choosing a little wavelet transforms coefficients that have the biggest magnitude value and moment was used to sharpness the image information content. The tests were carried out in Daubechies 8 wavelets type, 25 heterogeneous pornographic images for training and 500 query images that consist 125 heterogeneous pornographic images and 375 non-pornographic images. Screening success rates were determined by using number images that can be screening per number images on database in percentage, and screening time was determined by the time that needed for an image to classify as pornographic image. The results show that this method give average of screening success rate about 67.02% (it means can classify 84 images as pornographic from 125 pornographic images in database) and can classify about 36 images as pornographic from 375 non-pornographic images in database. This system also needs a little time for screening process that is about 0.29 second every image and screening time is linear to size of database. This method is good enough as pornographic image screening but need some improvement for increasing the performance. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengenalan citra merupakan proses pencocokan antara ciri-ciri citra citra query dengan ciri-ciri citra pelatihan yang tersimpan dalam basis data (citra pustaka). Penelitian ini merupakan pengenalan citra porno berbasis kandungan informasi (image content) citra yang bertujuan untuk membangun sistem yang dapat melakukan pengenalan apakah suatu citra berkategori porno atau bukan dan untuk mengetahui keefektifan teknik ini. Kandungan informasi yang dimaksud adalah informasi warna dan ciri-ciri citra (image signature) yang di peroleh dengan cara teknik histogram warna dan mentransformasi-wavelet-kan citra dan memilih sebagian kecil (m) koefisien hasil transformasi yang memiliki nilai magnitude terbesar yang selanjutnya ciri-ciri citra dikenakan proses penghitungan momen untuk penajaman informasi citra. Informasi ini yang digunakan sebagai basis pengenalan. Pengenalan citra porno menjadi sulit karena citra porno memiliki tingkat heterogen yang tinggi seperti memiliki pose, warna latar belakang, diambil dari sudut kamera, warna kulit, dan etnis yang berbeda. Sistem ini diujikan pada wavelet jenis Daubechies 8, 25 citra porno heterogen untuk pelatihan, dan 500 sample citra query yang terdiri dari 125 citra porno heterogen dan 375 citra non-porno. Tingkat kesuksesan pengenalan dihitung dengan menggunakan nilai persentase dari jumlah citra porno yang dikenali terhadap jumlah total citra porno yang terdapat dalam basis data dan waktu pengenalan merupakan waktu yang diperlukan oleh sistem untuk mengklasifikasikan sebuah citra sebagai citra porno atau bukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat kesuksesan pengenalan citra porno menggunakan metode ini sebesar 67.02% (dapat mengenali sebanyak 84 citra sebagai citra porno dari 125 citra porno yang diuji) dan mendeteksi citra non-porno menjadi porno sebanyak 36 citra dari 375 cita non porno (9.06 %), Waktu pengenalan bersifat linear terhadap ukuran data basis data dan waktu pengenalan relatif pendek yaitu rata-rata untuk setiap citra sebesar 0.29 detik. Hasil ini menunjukkan transformasi wavelet cukup baik digunakan sebagai pemroses-awal (pre-processing) citra dan moment sebagai penajam informasi untuk pengenalan citra porno atas kandungan informasi (image content) dari citra, namun perlu diteliti lebih lanjut sehingga tingkat kesuksesan lebih baik. Katakunci: sistem pengenalan, citra porno, transformasi wavelet, momen, dan ciri-ciri citra.
Internal Model Control (IMC) - Neural Network (NN) Gain Scheduling untuk Pengendalian Kolom Distilasi R. Biyanto, Totok
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 73-79

Abstract

This research is develop the alternative control algorithm using Internal Model Control - Neural Network Gain Scheduling (IMC-NNGS) to control mole fraction of methanol-water distillation column. Distillation column with L-V control strategy has pairing Xd-L and Xb-Qr. IMC performances depend on only ? tuning value or filter time constant. With ? tuning value manipulating IMC could be nonlinear control, where ? tuning value is outputs of NN that had been trained by using error variable, process variable, manipulated variable, and set point variable from plant. Gain scheduling using NN could be increase control system performance and product quality. The best IAE changing value shown at mole fraction feed increase. There are IAE equal with 0,234799 for IMC and IAE equal with 0, 00042 for IMC-NNGS. In other word IMCGS has IAE 559 times better than IMC. Beside that IMC-NNGS has faster response, offset free and robust to overcome set-point and disturbance changes. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada penelitian ini dikembangkan suatu alternatif sistem pengendalian dengan algoritma Internal Model Control - Neural Network Gain Scheduling (IMC-NNGS) untuk mengendalikan fraksi mol metanol dan air pada kolom distilasi tunggal sistem biner metanol-air dengan struktur L-V. Pada struktur L-V Fraksi distilat (Xd) dipasangkan dengan laju aliran refluk (L) sedangkan fraksi bawah dipasangkan dengan laju panas pada reboiler (Qr). Karakteristik pengendali IMC hanya tergantung pada harga tuning ? atau time konstan filter yang diberikan kepadanya. Dengan memanipulasi harga tuning ? maka pengendali IMC akan menjadi pengendali nonlinier, dimana pada IMC-NNGS harga ? yang di-update dari output NN yang telah dilatih dengan input berupa error, proses variabel (PV), manipulated variabel (MV) dan setpoint dari plant. Kinerja NN dalam melakukan gain scheduling terhadap IMC dapat meningkatkan kualitas sistem pengendalian dan kualitas produk yang ditunjukkan secara kuantitatif dengan Integral Absolute Error (IAE). Perubahan IAE terbaik antara IMC dan IMC-NNGS tercapai pada pengujian penambahan fraksi input (Xf), diperoleh IAE sebesar 0,234799 untuk IMC dan IAE sebesar 0,00042 untuk IMC-NNGS atau 559 kali lebih baik. Selain itu IMC-NNGS memiliki respons sistem lebih cepat, tidak memiliki offset, serta bersifat kokoh terhadap perubahan setpoint dan kehadiran gangguan yang mempengaruhi proses. Kata kunci: Neural Network (NN), Internal Model Control (IMC) Gain Scheduling, kolom distilasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7