cover
Contact Name
Lisnawati
Contact Email
lisnawati@iain-palangkaraya.ac.id
Phone
+6285332103019
Journal Mail Official
lisnawati@iain-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
Jl. G. Obos (Kompleks Islamic Center), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Al-Aflah
ISSN : -     EISSN : 30323835     DOI : https;//doi.org/10.23971/al-aflah
Al-Aflah is a journal of the Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya. The published works are the results of research discussing Sharia Economics in Indonesia using various approaches
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2023)" : 5 Documents clear
VALUASI PERKEBUNANAN KELAPA SAWIT DAN PEMANFAATAN LIMBAH SEBAGAI PELUANG BISNIS DI INDONESIA Fahrizi, Rangga Faiz; Saputra, Heldi Eka
Al-Aflah Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/al-aflah.v2i2.6838

Abstract

Selain minyak dan gas bumi, salah satu primadona sumber kas devisa adalah kelapa sawit. Komoditas kelapa sawit memiliki masa depan yang menjanjikan di pasar minyak nabati dunia, sehingga mendorong pemerintah untuk mendorong pertumbuhan areal perkebunan kelapa sawit. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis valuasi perkebunan kelapa sawit dan pemanfaatan limbah sebagai peluang bisnis di Indonesia. Metode penelitian mengunakan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dinamika pasar minyak nabati global lebih dari sembilan jenis minyak diproduksi dan dikonsumsi di pasar minyak nabati global. Ini adalah industri yang sangat kompetitif yang mencakup negara maju dan berkembang. Minyak kedelai, minyak kelapa sawit, minyak canola, minyak bunga matahari, minyak kelapa, minyak jagung dan minyak kacang adalah beberapa minyak nabati populer yang diperdagangkan secara internasional. Kelapa sawit dianggap sebagai sumber daya alam yang paling kompetitif dan berkinerja dalam hal ini, karena pangsa pasarnya terus tumbuh dari sekitar 10% di tahun 1970-an menjadi sekitar 28% di tahun 2000-an. Peralihan dari sektor yang menggunakan bahan baku berbasis minyak bumi ke produk yang ramah lingkungan, seperti B. Petrokimia dengan bahan baku CPO, juga memperluas pasar minyak sawit. Pemanfaatan limbah hasil dari industri perkebunan kelapa sawit di antaranya dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, briket arang, bubur kertas, pakan ternak dan pupuk.
Identifikasi dan Analisa Risiko dalam Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Ramadan, Ramadan; Maulana, Farhann Yusuf; Yahya, Muhammad; Setiawan, Rizky Fajar
Al-Aflah Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/al-aflah.v2i2.6875

Abstract

Sebagian orang memahami bahwa uang dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu bank dan bukan bank. Perbedaan antara keduanya didasarkan pada jumlah uang yang dimiliki. Dalam hal mendapatkan dana, dipahami bahwa bank dapat memperoleh dana dari masyarakat setiap saat, baik jangka panjang maupun jangka pendek, meskipun lembaga keuangan, tidak hanya bank, dapat memperoleh dana dari masyarakat setiap saat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko dalam industri lembaga keuangan non-bank. Penelitian ini merupakan termasuk dalam penelitain kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa Industri syariah di seluruh dunia telah berkembang dengan sangat cepat. Berbagai negara telah mulai menjalankan ekonomi syariah, baik negara dengan mayoritas Muslim maupun minoritas Muslim. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi pusat ekonomi Islam dunia, bukan untuk menarik cadangan dari negara-negara Islam, tetapi lebih-lebih untuk menarik simpanan dari para spekulan dunia yang menyadari bahwa ekonomi Islam membawa kebaikan bagi perekonomian dunia. Di antara Lembaga-lembaga keuangan non-bank yang paling penting dewasa ini yaitu asuransi dan pegadaian. Kedua lembaga ini memilik peranan penting dalam perkembangan industri Syariah khususnya.
Pengaruh Aktivitas Internasional, Transfer Kekayaan, Visibilitas Politik Terhadap Pelaporan Terintegrasi pada Perusahaan Industri Manufaktur 2021 Riyandi, Eko; Wehdawati, Wehdawati
Al-Aflah Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/al-aflah.v2i2.7002

Abstract

Pelaporan Terintegrasi oleh International Integrated Reporting Committee (IIRC) memiliki definisi sebuah proses yang menghasilkan komunikasi oleh organisasi yang paling jelas, laporan terpadu periodik tentang bagaimana strategi organisasi, tata kelola, kinerja, dan prospek yang mengarah pada penciptaan nilai jangka pendek, menengah dan panjang. Tujuan utama pelaporan terintegrasi yaitu untuk menjelaskan kepada penyedia modal keuangan bagaimana sebuah organisasi menciptakan nilai dari waktu ke waktu secara ringkas dan langkap sehingga membuat komunikasi antara manajemen perusahaan dengan para pihak berkepentingan semakin efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas internasional, transfer kekayaan, visibilitas politik terhadap pelaporan terintegrasi. Model regresi dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan industri manufaktur pada bahan kimia, makanan dan minuman, dan obat-obatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021. Sampel penelitian ini adalah 63 perusahaan industri manufaktur pada bahan kimia, makanan dan minuman, dan obat-obatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas internasional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pelaporan terintegrasi, transfer kekayaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pelaporan terintegrasi, visibilitas politik secara parsial tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pelaporan terintegrasi, dan aktivitas internasional, transfer kekayaan, visibilitas politik secara simultan berpengaruh terhadap pelaporan terintegras.
KONSEP ZAKAT SEBAGAI PENGGANTI PAJAK: ANALISIS TERHADAP ASPEK KEWAJIBAN DAN PELAKSANAAN Ara, Alvarenza Willy
Al-Aflah Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/al-aflah.v2i2.7214

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran zakat dan pajak dalam konteks Indonesia. Dalam agama Islam, kepemilikan pribadi diakui, tetapi perolehan kekayaan secara ilegal dan amoral dilarang. Pajak di Indonesia adalah pungutan yang sah oleh negara, sementara zakat adalah kewajiban agama. Meskipun keduanya memiliki fungsi dalam distribusi pendapatan, tarif dan penggunaan zakat dan pajak berbeda, dan memiliki sumber otoritas yang berbeda pula. Di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim, penting untuk mempertimbangkan nilai-nilai agama dalam pembuatan hukum yang mencerminkan aspirasi masyarakat. Namun, pemahaman mengenai pengurangan pajak berdasarkan pembayaran zakat masih kurang. Regulasi ini seharusnya mendorong pembayaran zakat dan pajak secara bersamaan, tetapi belum memberikan hasil yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber sekunder seperti buku, artikel, dan jurnal yang relevan. Metode analisis isi digunakan untuk menganalisis data dari penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa zakat memiliki tujuan sosial dan hanya ditujukan untuk delapan golongan yang ditetapkan dalam Alquran, sementara pajak digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pemerintahan. Meskipun zakat dan pajak memiliki beberapa persamaan, termasuk tujuan kesejahteraan bersama, keduanya berbeda dalam penamaan, dasar hukum, dan sifat kewajiban. Pengurangan zakat dalam pembayaran pajak telah diatur dalam undang-undang di Indonesia. Namun, masih ada tantangan dalam implementasi regulasi ini, termasuk kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak-hak mereka dan prosedur pengurusannya. Secara keseluruhan, pajak dan zakat memiliki peran penting dalam mengumpulkan dana untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
GREEN SUKUK RITEL TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA Zahra Maulida, Atika; Normailati, Normailati; Purnomo, Agus
Al-Aflah Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/al-aflah.v2i2.6588

Abstract

Obligasi hijau mulai menyasar investor perorangan dari penerbitan green sukuk ritel. Hal ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pangsa investor pada produk investasi berkelanjutan dalam tujuh tahun terakhir yang berasal dari agen aset yang kurang dikelola. Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini merupakan kuliatatif dengan pendekatan literatur review. Metode penelitian kualitatif mengkaji dari literatur review dari perkembangan transaksi green sukuk dari tahun 2018 sampai 2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara khusus obligasi hijau mampu memintaskan sumber daya dari pasar modal dalam negeri dan luar negeri untuk mengatur perubahan iklim, energi bersih dan terjangkau serta ekosistem lautan dan daratan. Obligasi Hijau diterbitkan mulai menyasar investor individu dari penerbitan Obligasi Hijau ritel. Hal ini dilatarbelakangi dari pangsa investor yang meningkat di produk investasi berkelanjutan Pada kurun waktu 7 tahun terakhir dari agen aset under manajemen. Di tahun 2012 hanya 11% dari investasi berkelanjutan di dunia dikendalikan oleh investor ritel. Proporsi itu lalu meningkat jadi 25% di tahun 2018. Negara yang sudah mengeluarkan Obligasi Hijau ritel diantaranya adalah Jepang, Canada, New Zealand, Amerika Serikat serta Afrika Selatan. Sedangkan di Indonesia melalui Kementerian Keuangan juga menerbitkan 3 seri instrumen Obligasi Hijau dengan kerangka Green sukuk. Green sukuk merupakan instrumen Obligasi Hijau yang dikeluarkan sejalan dengan prinsip syariah Islam. Green sukuk pertama adalah sukuk Global yang terbit tahun 2018 senilai USD1,25 miliar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5