cover
Contact Name
Sriyanti Rahayu Pabebang
Contact Email
sriyantirahayup02@gmail.com
Phone
+6282316669956
Journal Mail Official
sriyantirahayup02@gmail.com
Editorial Address
Jalan Poros-Makale Makassar, KM 11,5 Lembang Bungtu Tangti, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Prov. Sulawesi Selatan
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
ISSN : 29867452     EISSN : 29867452     DOI : https://doi.org/10.34307/kamarampasan
The focus and scope of this journal are to discuss all Christian Leadership research reports in a biblical, systematic, historical, and practical; Christian Leadership Reports on community service such as coaching in churches, ministry with unique themes, and empowering congregations; and finally,, a report on the implementation of Christian Leadership in professionals such as government offices, banks, and companies.
Articles 19 Documents
Analisis Evaluasi Kinerja Aparat Lembang dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat di Lembang Bo’ne Buntu Sisong Esther Winda
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 1 No 2 (2023): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamarampasan.v1i2.36

Abstract

Abstract: The objective of this study is to examine and evaluate the effectiveness of Bo’ne Buntu Sisong Lembang officers in enhancing performance and enhancing service delivery to the community. The author employs qualitative research methodologies, encompassing the examination of literature, observations, interviews, and relevant sources pertaining to the study. Empirical evidence derived from field study indicates that performance outcomes are directly influenced by the efforts exerted by individuals or collectives within an organizational context. In the pursuit of optimal performance, it is essential to maximize the efficiency of the apparatus. However, it is evident that the valley apparatus falls short in terms of effectively serving the community. The collaboration between the Lembang apparatus and the community has proven to be ineffective, as it has not fully met the community's needs, particularly in expediting the processing of letters.   Keywords: Performance, Leadership, Administrative Services   Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kinerja aparat lembang Bo’ne Buntu Sisong. Dalam meningkatkan pelaksanaan kinerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, yang dilakukan dalam bentuk kepustakaan, observasi dan wawancara serta sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Berdasarkan penelitian lapangan, menunjukkan bahwa Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau dari kelompok orang dalam suatu organisasi. Sebagai aparat pun dalam mencapai kinerja hendaknya menjadi maksimal akan tetapi pada fakta yang ada aparat lembang dalam bekerja belum maksimal dalam hal pelayanan kepada masyarakat, kerjasama aparat lembang dengan masyarakat belum efektif dalam bekerjasama belum terjalin dengan sepenuhnyna diberikan kepada masyarakat dan itu sangat di butuhkan masyarakat agar dalam pengurusan surat-surat cepat selesai dengan tepat waktu. Kata kunci: Kinerja, Kepemimpinan, Pelayanan Administrasi
Fenomenologi Kepemimpinan Kepala Lembang Perempuan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Toraja Utara Marlina Bubang; Leonardo Paundanan
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 1 No 2 (2023): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamarampasan.v1i2.37

Abstract

Abstract: The phenomenon of the leadership of the female village head during the Covid-19 pandemic in North Toraja, so the writer formulates the problem of how the experiences and feelings of women leaders in carrying out their duties in the midst of the Covid-19 pandemic as heads of village and the purpose of this research is to find out the experiences and feelings of female leaders in carrying out their duties in the middle of the Covid-19 pandemic as heads of village in North Toraja. The research method used by the author is qualitative with a phenomenological approach. The results of the study prove that women are often stereotyped as creatures who has no ability to be a leader, but in reality several woman in North Toraja were able to take the heads of village during the Covid-19. The existence of Covid-19 can cause several obstacles for leaders, specifically female village heads in North Toraja both in terms of working time and in terms of coordination between village officials. However, they still carry out their duties and responsibilities both directly (face to face) and online by utilizing communication technology to coordinate with village officials during the Covid-19 pandemic.   Keywords: Leadership, Feminist Leadership, Head of Lembang   Abstrak: Adanya fenomena kepemimpinan kepala lembang perempuan pada masa pandemi Covid-19 di Toraja Utara, sehingga penulis merumuskan masalah bagaimana pengalaman dan perasaan pemimpin perempuan dalam melaksanakan tugasnya di tengah pandemi Covid-19 sebagai kepala lembang dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman-pengalaman dan perasaan pemimpin perempuan dalam melaksanakan tugasnya di tengah pandemi Covid-19 sebagai kepala lembang di Toraja Utara. Metode penelitian yang dipakai penulis adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian membuktikan bahwa perempuan yang kerapkali distereotipekan sebagai sosok yang tidak memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin, namun kenyataannya beberapa perempuan di Toraja Utara dapat memimpin sebagai kepala lembang pada masa pandemi Covid-19. Adanya Covid-19 dapat menimbulkan beberapa kendala bagi pemimpin, secara khusus kepala lembang perempuan di Toraja Utara baik dari segi waktu kerja maupun dari segi koordinasi antar-aparat lembang. Meski demikian, kepala lembang tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin baik secara langsung (tatap muka) maupun secara online dengan cara memanfaatkan teknologi komunikasi untuk berkoordinasi dengan aparat lembang pada masa pandemi Covid-19.   Kata kunci: Kepemimpinan, Kepemimpinan Perempuan, Kepala Lembang
Teologi Gender: Kepemimpinan Perempuan dalam Rumah Tongkonan di Balusu, Kabupaten Toraja Utara Vivilia TandiPadang
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 1 No 2 (2023): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamarampasan.v1i2.38

Abstract

Abstract: This paper aims to examine women’s leadership in Tongkonan traditional house in Balusu from the perspective of gender theology. This study uses a qualitative approach with ethnographic research. The involvement of women in the public sector in Balusu is the reason the outhor is interested in studying women’s leadership in Tongkonan in Balusu. Gender equality is an equal condition between men and women, including equality in obtaining the right to lead. The leadership of Tongkonan plays an important role in life of Tongkonan. The women leaderdship in Tongkonan is a leadership that is oriented to the wider community in accordance with the customary area. The women leadership in Balusu is leadership that focuses on the welfare of the people. This leadership is plays the role of a mother who faces all situations and conditions that occur in society with courage, patience, humility, wisdom and fairness.   Keywords: Equality, Leadership, Women, Tongkonan.   Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kepemimpinan perempuan dalam rumah adat tongkonan di Balusu yang ditinjau dari perspektif teologi gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian etnografi. Keterlibatan perempuan pada sektor publik di Balusu menjadi alasan penulis tertarik untuk  mengkaji kepemimpinan perempuan dalam rumah adat tongkonan di Balusu. Kesetaraan gender merupakan kondisi setara antara laki-laki dan perempuan, diantaranya kesamaan untuk memperoleh hak memimpin.  Kepemimpinan rumah adat tongkonan berperan penting bagi kehidupan tongkonan. Kepemimpinan perempuan dalam rumah adat tongkonan di Balusu adalah kepemimpinan yang berorientasi pada masyarakat luas sesuai dengan kawasan adat. Kepemimpinan perempuan dalam rumah adat tongkonan di Balusu merupakan kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan rakyatnya. Kepemimpinan tersebut merupakan kepemimpinan yang berperan sebagai ibu yang menghadapi segala situasi dan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat dengan penuh keberanian, kesabaran, rendah hati, bijaksana dan adil. Kata kunci: Kesetaraan, Kepemimpinan, Perempuan, Tongkonan.
Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Kegiatan Ma’parappo di Lembang Rea Tulaklangi Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja Siska Bua'torak
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 1 No 2 (2023): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamarampasan.v1i2.39

Abstract

Abstract: Seeing the situation that occurred in Lembang Rea Tulaklanggi, especially in the Ma’parappo event, the author will explain the causes regarding the role of women in Ma’parappo activities so that they are not given space to express their opinions. Women are part of the men, but women often have the lowest position compared to men; as in the Ma’parappo event, women are only placed in the kitchen, so there is no equality between men and women. This writing aims to describe women's role in the Ma’parappo event in Lembang Rea Tulaklangi' Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja. This research was completed through a qualitative approach in which researchers observed phenomena or events that occurred at research locations, such as the role of women in Ma’parappo activities, with a descriptive method using data collection techniques with observation and interview techniques. After analyzing the data, it can be concluded that the lack of knowledge in the community resulted in women's leadership roles being sidelined by men in Ma’parappo activities in Lembang Rea Tulaklangi' Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja. Keywords: Women, Gender, Culture   Abstrak: Melihat keadaan yang terjadi di Lembang Rea Tulaklanggi khususnya dalam acara Ma’parappo maka penulis akan menguraikan tentang penyebab mengenai peran perempuan dalam kegiatan Ma’parappo sehingga tidak diberi ruang dalam mengeluarkan pendapat mereka. Perempuan adalah bagian dari laki-laki tetapi sering kali perempuan mendapat kedudukan yang paling rendah dibanding dengan laki-laki sama halnya dalam acara Ma’parappo perempuan hanya ditempatkan dibagian dapur saja seingga tidak ada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menguraikan peran perempuan dalam acara Ma’parappo di Lembang Rea Tulaklangi’ Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja. Penelitian ini dirampungkan melalui pendekatan kualitatif dimana peneliti mengamati fenomena atau kejadian yang terjadi di lokasi penelitian seperti peran perempuan dalam kegiatan Ma’parappo, dengan metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara. Setelah menganalisis data, maka dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan bagi masyarakat yang mengakibatkan peran kepemimpinan perempuan tersisihkan oleh laki-laki dalam kegiatan Ma’parappo di Lembang Rea Tulaklangi’ Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja. Kata kunci:  Perempuan, Gender, Budaya
Analisis Persepsi Anggota Jemaat Tentang Karakter Kepemimpinan Pekaindoran dan Implikasinya Bagi Majelis Gereja Toraja Jemaat Malolo Sesesalu Klasis Rembon Sadoko’ Melianti Paonganan
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 1 No 2 (2023): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamarampasan.v1i2.42

Abstract

Abstract: Where in the Malolo Sesesalu, members of the congregation usually experience cases of disputes, but from the cases that occur the congregation members tend to report to pesindoran as a customary goverment rather than to the church assembly. It means that the members of the congregation are more trusting in the pekaindoran to solve problems than the church council.The purpose of this research is to describe the perceptions of congregation members about the leadership character of pekaindoran and the implication for the Toraja church assembly of the Malolo Sesesalu as a classic Rembon Sado’ko’. The method that the author intends to use in completing this paper is a qualitative  research method whose data were obtained through interviews, observations, and literature studies.The results of the research obtained from the field, the congregation members have the view that the leadership character of Pekaindoran has good character values such as fair, firm and even the members of the congregation really feel the leadership of Pekaindoran. Keywords: Character, Leadership, Pekaindoran   Abstrak: Di jemaat Malolo Sesesalu warga jemaat biasa mengalami kasus perselisihan namun dari kasus yang terjadi warga jemaat cenderung melapor ke Pekaindoran sebagai pemerintahan adat dibandingkan ke majelis gereja. Artinya bahwa warga jemaat lebih percaya kepada Pekaindoran untuk menyelesaikan masalah dari pada majelis gereja.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi anggota jemaat tentang karakter kepemimpinan Pekaindoran dan implikasinya bagi majelis gereja toraja jemaat Malolo Sesesalu klasis rembon sado’ko’. Metode yang hendak dipakai penulis dalam merampungkan karya tulis ini adalah metode penelitian kualitatif yang perolehan datanya melalui wawancara, observasi dan studi pustaka.Hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan, warga jemaat memiliki pandangan bahwa karakter kepemimpinan Pekaindoran memiliki nilai-nilai karakter yang baik seperti adil, tegas dan bahkan warga jemaat sangat merasakan kepemimpinan dari Pekaindoran. Kata kunci:  Karakter, Kepemimpinan, Pekaindoran
Pengaruh Persepsi Masyarakat Kecamatan Bittuang Terhadap Rencana Pemekaran Daerah Otonom Baru Toraja Barat: - Julianti, Ardini Vera
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 2 No 1 (2024): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamarampasan.v2i1.49

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rencana pemekaran daerah otonom baru kabupaten Toraja Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap persepsi masyarakat di Kecamatan Bittuang terhadap rencana pemekaran daerah otonom baru Toraja Barat. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Berdasarkan penelitian maka diperoleh hasil, variabel X1 pembangunan daerah dengan nilai signifikan 0,949 tidak berpengaruh pada persepsi masyarakat Kecamatan Bittuang terhadap rencana pemekaran daerah otonom baru Toraja Barat, variabel X2 kesejahteraan masyarakat dengan nilai signifikan 0,000 berpengaruh pada persepsi masyarakat Kecamatan Bittuang terhadap rencana pemekaran daerah otonom baru Toraja Barat, dan variabel X3 ketersediaan lapangan kerja dengan nilai signifikan 0,164 tidak berpengaruh pada persepsi masyarakat Kecematan Bittuang terhadap rencana pemekaran daerah otonom baru Toraja Barat.
Gaya kepemimpinan ketua PPGT dalam meningkatkan keaktifan persekutuan pemuda kaum laki-laki di jemaat kanaan marrang Yani, alfri
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 2 No 1 (2024): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui gaya kepemimpin ketua PPGT dalam meningkatkan persekutuan pemuda khususnya laki-laki. Penulis  memilih judul ini karena melihat realita yang terjadi di persekutuan pemuda jemaat Kanaan Marrang banyak anggota PPGT khususnya laki-laki yang tidak aktif dalam kegiatan kepemudaan maupun dalam ibadah, salah satu factor pengaruhnya ialah karena kurangnya gaya kepemimpinan ketua PPGT dalam memimpin organisasi tersebut, untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan topik diatas maka penulis menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara, dan untuk analisis data penulis menggunakan reduksi data, penyajian data, interprestasi data dan kesimpulan. Peran pemimpin dalam organisasi sangat berpengaruh pada keaktifan para anggotanya, oleh karena itu dalam memimpin perlu adanya gaya kepemimpinan yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku anggotanya serta memotivasi mereka agar aktif dalam persekutuan untuk sama-sama mencapai tujuan organisasi, oleh karena itu penulis dapat penyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan oleh ketua PPGT agar pemuda khususnya laki-laki untuk aktif kembali ialah gaya kepemimpinan partisipatif, demokratis, dan kharismatik, dimana gaya kepemipinan ini seorang pemimpin mampu memengaruhi dan menggerakkan anggotanya untuk mau bersama-sama bekerja sama dalam mencapai sebuah tujuan dengan serius dan disiplin agar terciptalah keharmonisan dan persudaraan antara individu sehingga tidak ada lagi pemuda yang merasa sendiri atau malu meskipun beda usia. Sehingga apa yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan organsasi pemuda ini akan membawa dampak positif untuk para pemuda sebagai generasi penerus gereja dan bangsa. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, peranan pemimpin ketua PPGT Abstract: The purpose of this study is to determine the leadership style of the PPGT chairman in improving youth associations, especially men. The author chose this title because he saw the reality that occurred in the Kanaan Marrang congregation's youth association, many PPGT members, especially men, who were not active in youth activities or in worship, one of the causal factors is due to the lack of leadership style of the PPGT chairman in leading the organization. To obtain data related to the topic above, the authors used a qualitative approach research method with data collection techniques through library research, observation, and interviews, and for data analysis the authors used data reduction, data presentation, data interpretation and conclusions. The role of the leader in the organization is very influential on the activeness of its members, therefore in leading it is necessary to have a leadership style that aims to influence the behavior of its members and motivate them to be active in partnership to both achieve organizational goals, therefore the authors can conclude that leadership style What can be applied by the PPGT chairman so that youth, especially men, to be active again is a participative leadership style, democratic, and charismatik, where in this leadership style a leader is able to influence and move his members to want to work together in achieving a goal seriously and with discipline so that harmony and brotherhood are created between individuals so that there are no more young people who feel alone or embarrassed even though they are of different ages. So that what is planned can be carried out properly and this youth organization will have a positive impact on the youth as the next generation of the church and nation.   Keywords: Leadership Style, leader's role PPGT chairman
Manajemen Kepemimpinan Pengurus Kategorial PPGTM dalam Meningkatkan Mutu Persekutuan pemuda di Jemaat Sion Buntubuda pongbanaa, mega
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 2 No 1 (2024): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamarampasan.v2i1.68

Abstract

Abstrak: Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya komunikasi yang tidak dibangun dengan baik antara pengurus dengan pemuda, kurangnya kerjasama, dan arahan yang dilakukan oleh pengurus terutama perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui manajemen perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian yang dilakukan oleh pengurus kategorial PPGTM dalam meningkatkan mutu persekutuan pemuda di Jemaat Sion Buntubuda. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Untuk menjawab tujuan penelitian, maka penulis mengumpulkan data dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, perencanaan dilakukan melalui pembuatan program kerja yang meliputi program kerja jangka pendek, jangka mengengah, dan jangka panjang. Pengorganisasian dilakukan dengan mengadakan kegiatan untuk merangkul dan mengumpulkan anggota pemuda untuk terlibat dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Pengendalian dilakukan dengan mengevaluasi setiap kegiatan yang telah terlaksana, menilai dan mengoreksi, kemudian melakukan perbandingan dengan standar atau target yang telah ditentukan sebelumnya.   Kata Kunci: Manajemen Kepemimpinan, Persekutuan, Pemuda.   Abstract: This paper is motivated by the existence of communication that is not built properly between the management and youth, lack of cooperation, and directives made by the management, especially planning, coordinating and controlling the activities carried out. This paper aims to determine the planning, coordination and control management carried out by PPGTM categorical management in improving the quality of youth fellowships in the Sion Buntubuda Congregation. However, the leadership management in the ministry has not been optimal. In this study, the authors used qualitative methods. To answer the research objectives, the authors collect data by observation, interview, documentation, and literature study. Based on the results that had obtained, it shows that the planning is carried out through creating work programs which include short term work program, medium term and long term.Organizing is carried out by holding activities to embrace and gather youth members to involved un the activities carried out. Control is carried out by evaluating each activity that has been cariied out assess and correct. Then, make a comparison with a predetermined standard or target.   Keywords: Fellowship,Leadership Management, Youth.
Model Kepemimpinan Analisis Model Kepemimpinan Situasional Menurut Rita Nuradhawati Terhadap Pengambilan Keputusan Proponen Gereja Toraja Jemaat Batang Palli: Analisis Model Kepemimpinan Situasional Menurut Rita Nuradhawati Terhadap Pengambilan Keputusan Proponen Gereja Toraja Jemaat Batang Palli pindan, jimmi
Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen Vol 2 No 2 (2024): Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model kepemimpinan situasional merupakan model kepemimpinan yang berfokus pada situasi dan konteks suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model kepemimpinan situasional menurut Rita Nuradhawati dan bagaimana model ini dapat diterapkan oleh Proponen Gereja Toraja khususnya di jemaat Batang Palli dalam konteks masyarakat kaum awam. Adapun metode yang digunakan oleh penulis adalah kualitatif dengan data yang bersumber dari literatur-literatur buku, artikel dan sumber internet yang terpercaya dan juga menerapkan tahap wawancara. Pengumpulan data berhubungan dengan konteks dan keadaan warga jemaat di Batang Palli. Adapun teori yang digunakan oleh penulis adalah teori Ken Blanchard yang dikembangkan oleh Rita Nurahadwati yang didukung oleh beberapa pendapat dari penulis-penulis lainnya. Hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut adalah bahwa dengan adanya tulisan tersebut model ini menjadi teladan bagi kepemimpinan Proponen dalam lingkup gereja Toraja yang dapat memimpin sesuai dengan keadaan dan situasi masyarakat.

Page 2 of 2 | Total Record : 19