cover
Contact Name
Teng Sutrisno
Contact Email
tengsutrisno@petra.ac.id
Phone
+6231-2983139
Journal Mail Official
tengsutrisno@petra.ac.id
Editorial Address
Gedung P lantai 5, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya, Jawa Timur 60236, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 14109867     EISSN : 26563290     DOI : https://doi.org/10.9744/jtm
Jurnal Teknik Mesin (JTM) merupakan Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra. JTM terbit pertama pada April 1999. JTM telah mendapatkan akreditasi Jurnal Nasional oleh Dirjen Dikti Depdiknas dengan SK-Nomor: 02/Dikti/Kep/2002, SK-Nomor :43/DIKTI/Kep/2008. JTM diterbitkan setiap bulan April dan Oktober. Tujuan penerbitan jurnal ini antara lain adalah untuk: Menyebarluaskan pengetahuan, pengalaman/terapan dan temuan baru para ilmuwan atau praktisi di bidang teknik mesin. Meningkatkan motivasi para ilmuwan dan praktisi untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu di bidang teknik mesin
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005" : 6 Documents clear
Studi Numerik dan Eksperimental Aliran 3-D pada Kombinasi Airfoil Pelat Datar dengan Variasi Permukaan Bawah dan Pengaruh Celah Gunawan Nugroho; Herman Sasongko
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, the complexity of 3-D flow around airfoil/flat plate junction at endwall region has attracted many researchers of Aerodynamics. The majority of its experimental and numerical observations are conducted to compressor cascade. Because of that importance, stronger conceptual basis of 3-D flow is required, so the present study has stressed on single body airfoil/flat plate which clearance effect is exist. Variation of angle of attack and geometry on lower surface in this research have been carried out numerically and experimentally. Numerical study has been implemented by putting inlet velocity 25 m/s as initial condition while air density and viscosity are assumed constants. Trends of coefficient of pressure and velocity vector are studied accurately. Experimental study was conducted in wind tunnel with inlet velocity 25 m/s by means of measurement of static pressure on wall and airfoil which endwall and midspan are included. Two previous methods were supported by flow visualisation in the manner of examining the details of skin friction line. It was evidenced that 2-D history flow was strongly influenced 3-D flow characteristics. It was clarified by lower surface variation and by usage of wider blade thickness model, that was when incoming flow attached to leading edge would experience stronger adverse pressure gradient with the result that separated earlier and so was when it pass more curved surface, stronger adverse pressure gradient is responsible for generating greater pressure difference between upper and lower surface and finally, tip clearance flow is induced more intensivelly. Those effects are amplified when angle of attack is applied. Saddle point is formed further away in front of leading edge and tend to move on pressure side below, Wider branch separation line is detected and jet flow is amplified. Abstract in Bahasa Indonesia : Kompleksnya aliran 3-D pada daerah endwall dan ujung dari kombinasi airfoil/plat datar telah menarik perhatian para peneliti di bidang Aerodinamika pada tahun-tahun belakangan ini. Penelitian aliran 3-D dilakukan terutama pada kompresor kaskade baik secara eksperimental maupun numerik. Oleh karena itu, untuk memberikan dasar yang lebih kokoh, penelitian ini menitikberatkan pada kombinasi airfoil tunggal/plat datar dengan memberikan pengaruh celah. Penelitian ini dilakukan secara numerik dan eksperimental dengan melakukan variasi geometri pada permukaaan bawah dan sudut serang 00. Dalam studi numerik, kerapatan dan viskositas udara dianggap konstan serta aliran masukan sebesar 25 m/s. Parameter- parameter yang diperhatikan dalam analisa adalah tekanan statik, tekanan dinamik, kecepatan, dan tegangan geser. Studi eksperimental dilakukan pada wind tunnel dengan kecepatan aliran masukan 25 m/s dengan daerah pengukuran tekanan statik pada dinding dan badan airfoil yang meliputi ujung dinding, ujung celah dan tengah badan airfoil. Visualisasi aliran dilakukan untuk mendukung studi numerik dan pengukuran tekanan statis dengan melihat detil konfigurasi garis gesekan kulit. Dari penelitian didapatkan bahwa formalisme 2 D flow terbukti sangat mempengaruhi karakteristik aliran 3 dimensi. Variasi permukaaan bawah dan penggunaan model dengan ketebalan bilah yang besar menegaskannya, yaitu aliran yang menuju ujung depan akan mengalami gradien tekanan balik yang lebih besar sehingga aliran akan lebih cepat terpisahkan dan begitu juga jika aliran melewati kontur lebih lengkung, gradien tekanan balik yang lebih besar menginduksikan ujung celah flow yang lebih kuat Kata kunci: Titik sadel, ujung-celah, aliran jet, gradien tekanan balik dan vortex ujung celah.
Sistem Pengendalian Web Tension Menggunakan Kontroler Robust PID Totok R. Biyanto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roll winder system consist of rewinder roll and unwinder roll. Paper tension at coating process must be maintained at proper tension. If the tension is too low, it will make the paper roll too loose and in another hand if the tension is too tight, it could cause web paper break. PID controller is the common controller because of high reliability and easy to use and easy to maintain. Winder control system required smooth response, fast response and error steady state free. So, PID controller must tune well. One of tuning method is PID robust tuning. PID robust tuning has Integral Time Absolute Error (ITAE), maximum overshoot, settling time and error steady state low relatively. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem mekanik rol winder terdiri dari dua rol yang mempunyai fungsi yang berlainan, yaitu rol rewinder yang berfungsi sebagai penarik kertas dan rol unwinder berfungsi sebagai pengulur kertas. Pada saat proses coating berlangsung tekanan permukaan kertas antara rol winder dan lead roll dijaga kondisinya agar tidak terjadi perubahan tension yang dapat menyebabkan permukaan kertas terlalu kencang atau terlalu kendor. Tegangan permukaan kertas yang terlalu kendor dapat menyebabkan variasi ketebalan gulungan akhir proses coating tidak seragam, sedangkan jika terlalu kencang kertas akan putus sehingga proses coating dapat terhenti. Pengendalian tegangan permukaan kertas ini biasa disebut web tension control. Pengendali yang dipakai dalam pengendalian ini adalah pengendali PID yang sudah lazim digunakan di industri karena kehandalan dan kemudahannya. Namun performansi pada unit winder mensyaratkan pengendalian yang smooth, respon relatif cepat dan steady state error yang sesuai, sehingga perlu dipilih tuning yang paling tepat untuk aplikasi ini dengan memperhatikan settling time open loop dan frekuensi natural yang diinginkan dari lembar kertas. Salah satu tuning yang tepat untuk diaplikasikan adalah tuning robust PID yang mempunyai performansi secara kuantitas (ditunjukkan dari besar Integral Time Absolute Error (ITAE) yang kecil) dan secara kualitas (maksimum overshoot yang kecil, settling time yang kecil dan error steady state yang kecil pula) Kata kunci: Web tension control, unit winder, robust PID.
Analisa Perubahan Struktur Akibat Heat Treatment pada Logam ST FC Dan Ni-Hard 4 Asrul Hidayat; Herwandi Herwandi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To get the quality of metal ST, FC, and Ni-Hard 4 apropriate with the machine of construction will be used through the heat treatment process, because it can change the microstructure of metal. The heat treatment process is being done after analyzed by metallography test, hardness test, and magnetic test. From the result test to got metal ST 70 containing 100 % martensite, hardness 49 HRC and ferromagnetic. The metal FC 30 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and pearlit 100 %. While the metal Ni-Hard 4 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and martensite 100 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mendapatkan kualitas logam ST, FC dan Ni-Hard 4 yang sesuai dengan konstruksi mesin yang akan digunakan dapat dilakukan dengan proses heat treatment. Karena logam tersebut bila dibenahi heat treatment akan mengalami perubahan struktur yang mempengaruhi sifatnya. Sebelum dan sesudahnya proses heat treatment struktur logam diamati dengan uji metallografi, silanjutkan dengan uji kekerasan dan uji magnetic. Hasil pengujian menunjukkan bahwa logam ST 70 terdiri dari 100% martensit, kekerasannya 49 HRC dan bersifat ferromagnetik. Logam FC 30 berstruktur lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan perlit 100%. Sedangkan logam Ni-Hard 4 mengandung bentuk lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan martensit 100%. Kata kunci : ST, FC, Ni-Hard 4, heat treatment, metallografi, kekerasan, magnet..
Studi Aliran Sekunder Pada Kaskade Kompresor Linear Stagger Lemah dan Tanpa Tip Clearance Menggunakan Computational Fluid Dynamics Heru Mirmanto; Herman Sasongko; IKAP Utama
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an axial compressor, endwall region is a region with significant rise total losses. At this region, the complex phenomena of three dimensional flows (3D flow) happened which includes the interaction of blade boundary layer with casing-hub boundary layer. This interaction will cause secondary vortices that finally become secondary flow. The secondary flow formation will be followed by a blockage effect, a change in deflection angle and flow contraction to mid span. The worst effect of thesecondary flow is secondary losses. Based on that idea, this study is performed to examine structure three dimensional (3-D) field flows near endwall at linear compressor cascade without tip clearance. The experiment conducted numerically, Computational Fluid Dynamics with software FLUENT 6.0, model 3d, dp, segregate, RNG k-e turbulent. Cascade configuration using British airfoil 9C7/32,5C50 with stagger angle 300, and blade loading (a = 140, 180, 220). The research shows that with increasing blade loading on cascade causes saddle point movement to pressure side, intensity of cross passage flow and curl flow become stronger so blockage effect and energy losses occurring has a bigger value. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada kompresor aksial, daerah endwall merupakan daerah dimana terjadi kenaikan total losses yang cukup besar. Pada daerah ini terjadi fenomena kompleks aliran tiga dimensi (3D) yang melibatkan interaksi antara lapisan batas sudu dengan lapisan batas hub atau casing. Interaksi ini akan mengakibatkan terjadinya vortisitas sekunder, yang akhirnya menjadi aliran sekunder. Terbentuknya aliran sekunder akan diikuti dengan penyumbatan aliran, perubahan sudut defleksi dan kontraksi aliran kearah midspan. Efek yang terbesar dari aliran sekunder ini adalah timbulnya kerugian sekunder. Berdasarkan pemikiran tersebut, dalam penelitian ini dilakukan kaji struktur medan aliran 3-D dekat dinding pada linear kaskade kompresor tanpa tip clearance. Penelitian dilakukan secara numerik, Computational Fluid Dynamics menggunakan paket program FLUENT 6.0, model 3d, dp, segregate, RNG k-e turbulent. Konfigurasi kaskade menggunakan airfoil British 9C7/32,5C50 dengan sudut stagger 300 dan pembebanan (a = 140, 180, 220). Hasil penelitian menunjukkan dengan meningkatnya sudut pembebanan pada kaskade menyebabkan saddle point bergerak ke arah pressure side, intensitas cross passage flow dan curl flow semakin kuat, sehingga penyumbatan aliran dan kerugian energi yang terjadi semakin besar. Kata kunci: Kaskade kompresor, saddle point, cross passage flow, curl flow.
Analisa Sifat Mekanik Bahan Paduan Tembaga-Seng Sebagai Alternatif Pengganti Bantalan Gelinding pada Lori Pengangkut Buah Sawit Ian Hardianto S.; Safei Safei; Taufikurrahman Taufikurrahman
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the strelizer of crude palm oil processing, carriages is forced into strelizer areas at temperature 400oC. Carriages have ball bearing that can be used as wheel so that easy be forced at the railway. The results of the boiling processing, ball bearings will be deformed dan usually time usage till 2 weeks. Research is searching for material composition and type of bearing that can be replaced with more time usage. Experiment was started by surveying at the crude palm oil company and testing of ball bearing material composition. After that make protype of ball bearing with casting process through testing of chemical composition, and then it used at the carriages and forced to the process again. The results of the research show us that by increasing composition of Cu, Pb, and Sn can increase mechanical properties of alloy, treatment is done at 400oC for one hour with variety of cold media can increase material surface. Alloy have material composition 76% Cu, 11,8% Zn, 0.833 Ni, 0.466 Fe, 6.872 Sn and 5.106 Pb with hardness testing at Brinell 60. Value of wearness 0,000013 gr/min. After testing of sliding bearing performance by using alloy can achieve time usage for 4 months. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam proses perebusan kelapa sawit, lori pengangkut buah dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang suhunya mencapai 400 0C. Setiap lori dilengkapai dengan bantalan gelinding yang berfungsi sebagai roda sehingga mudah dimasukkan dengan cara ditarik di atas rel. Akibat adanya pemanasan, bantalan tersebut mudah pecah dan biasanya umur pakainya hanya sampai 2 minggu saja. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari bahan dan jenis bantalan pengganti yang memiliki umur pakai lebih panjang. Eksperimen dimulai dengan melakukan survey langsung di pabrik kelapa sawit dan uji komposisi bahan bantalan gelinding. Selanjutnya membuat prototipe bantalan dengan proses cor berdasarkan komposisi hasil uji kimia, memasang sebagai roda lori dan digunakan sebagaimana kondisi opersinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Cu, Pb, dan Sn dapat meningkatkan sifat mekanik bahan paduan, perlakuan panas dgn suhu 400oC dengan waktu tunggu 1 jam dan variasi media pendingin dapat meningkatkan kekerasan permukaan material. Paduan tembaga yang dihasilkan memiliki komposisi 76 % Cu, 11,8% Zn, 0.833 Ni, 0.466 Fe, 6.872 Sn dan 5.106 Pb dengan angka kekerasan Brinell 60. Nilai angka keausan 0,000013 gr/min. Setelah dilakukan uji unjuk kerja bantalan luncur yang menggunakan material dapat bertahan selama 4 bulan. Kata kunci: Bantalan gelinding, Paduan tembaga-zeng.
Simulasi CFD Pembakaran Non-Premixed Serbuk Biomass Kayu Jati Tri Istanto; Suyitno Suyitno
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energy crisis in Indonesia for the long time is very dangerous for human live. Therefore, diversifications of the energy resources and the energy conversions are urgently required. One of the sources of energy which is very interesting and very competitive is biomass. The objective of this research is to analyse the combustion characteristics of the Tectona Grandis wood by using CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation. The diameter of combusting reactor is 0.5 m and the length is 10 m. The biomass is pulverized and sieved to 40 mesh. Several parameters are varied i.e, wall temperature from 800 K to 1000 K, the mass flow rate of biomass from 0.1 kg/s to 1 kg/s and the moisture content from 0% to 20% d.b. From this model can be simulated combusting gas temperature profile, devolatilization rate, burning rate and concentration of the combusting gas (CO2, H2O and CO). From the simulation can be concluded that higher gas temperature and lower CO pollution can be attained by using higher wall temperature, lower moisture content and lower ratio of air-biomass. The peak temperature of combustion gas can reach 1200K to 1500K. The source of CO pollution is not only from devolatilization process, but also from the reaction between remaining char and H2O. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis energi di Indonesia dalam jangka waktu yang lama sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu penganeka-ragaman sumber-sumber energi dan metoda untuk mengubahnya menjadi sangat mendesak untuk dilakukan. Salah satu sumber energi yang sangat menarik dan sangat kompetitif adalah biomas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengalisis karakteristik pembakaran pada kayu jati dengan menggunakan simulasi CFD. Diameter dari ruang bakar adalah 0,5 m dan panjangnya 10 m. Biomas dibuat serbuk dan diayak sampai ukuran 40 mesh. Beberapa parameter yang divariasikan dalam simulasi yaitu temperatur dinding ruang bakar dari 800 K sampai 1000 K, laju aliran massa biomas dari 0,1 kg/s sampai 1 kg/s dan kadar air dalam biomas dari 0% sampai 20% basis kering. Model ini dapat mensimulasikan profil temperatur gas pembakaran, laju devolatilisasi, laju pembakaran arang dan konsentrasi gas pembakaran (CO2, H2O and CO). Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa temperatur gas pembakaran yang tinggi dan polusi CO yang rendah dapat diperoleh dengan menggunakan temperatur dinding lebih tinggi, kadar air lebih rendah dan rasio udara-biomas yang lebih rendah. Temperatur puncak gas pembakaran dapat mencapai 1200K sampai 1500K. Sumber polusi CO tidak hanya berasal dari proses devolatilisasi tetapi juga dari reaksi antara karbon sisa dengan H2O. Kata kunci: CFD, non-premixed, pembakaran, kayu jati.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2005 2005