cover
Contact Name
Nasrul Umam
Contact Email
jurnalwarna@unugha.id
Phone
+6281391626393
Journal Mail Official
jurnalwarna@unugha.id
Editorial Address
Jl. Kemerdekaan Barat No. 17 Kesugihan Cilacap Jawa Tengah
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 25500058     EISSN : 26151642     DOI : https://doi.org/10.52802/warna
Warna: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini aims to provide a forum for consideration of issues and for the exchange of information and ideas on research and practice in the field of early childhood education, especially in Muslim society.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2022)" : 12 Documents clear
PROGRAM PEMBIASAAN MEMBACA AL QUR’AN DENGAN METODE AN NAHDLIYAH DALAM MENINGKATKAN BACAAN AL QUR’AN ANAK RA DIPONEGORO 68 PANCASAN Neli Lutfiyati
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.853

Abstract

Al Qur’an adalah kalam Alloh yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW. Melalui perantara malaikat jibril yang tertulis pada mushaf-mushaf menyampaikan kepada sahabat-sahabatnya sampai kepada manusia sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia. Namun pada kenyataannya seseorang yang mempelajari AlQur’an itu tidak sebanyak yang mempelajari ilmu umum. Maka dari itu mempelajari ilmu Alqur’an sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid itu di ajarkan sedari anak usia dini agar nantinya ketika dewasa sudah terbiasa untuk membaca AlQur’an dengan baik dan benar. Sebagaimana yang ada di RA Diponegoro 68 Pancasan menerapkan Program membaca jilid An Nahdliyah guna untuk menunjang bacaan Alqur’an anak-anak agar bisa membaca Alqur’an dengan baik dan benar sejak dini. Upaya yang dilakukan RA Diponegoro 68 Pancasan dalam program membaca Alqur’an dengan membiasakan setiap hari anak-anak membaca jilid An Nahdliyah dengan berbaris antri untuk membaca satu lembar jilid An Nahdliyah sesuai dengan urutan halaman masing-masing siswa sebelum KBM dilaksanakan. Metode yang penulis terapkan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun informan dari penelitian ini yaitu kepaka sekolah dan guru kelas RA Diponegoro 68 Pancasan. Cara pengumpulan datanya dengan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa program untuk meningkatkan membaca alqur’an di RA diponegoro 68 Pancasan dengan menggunakan metode An Nahdhiyah sebagai pembiasaan sebelum melaksanakan KBM (kegiatan belajar Mengajar) adalah baik dan lancar
STUDI AL-QUR’AN TENTANG PERINTAH SHALAT DALAM SURAT LUQMAN AYAT 17 Dafiniyatul Azizah
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.856

Abstract

Pengabaian orang tua terhadap anak terjadi dimana-mana, sehingga banyak anak-anak yang melakukan pelanggaran terhadap norma agama, norma sosial, norma adat dan lain-lainya. Kesibukan orang tua dalam dunia kerja menyebakban anaknya tidak terawat dengan baik dan tidak diperhatikan masalah pendidikannya terlebih dalam perintah sholat. Akhir-akhir ini semakin banyak orangtua yang fokus duniawi saja dan mengesampingkan urusan akhirat. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan tafsir surat Luqman ayat 17. Surah Luqman ayat 17 memuat perintah kepada anak untuk mendirikan shalat, karena shalat merupakan rukun islam dan memiliki manfaat yang sangat. Ayat tersebut juga menggambarkan pendidikan yang diberikan oleh Luqman kepada anaknya, sebagai contoh bagi orang tua dalam mendidik anak. Perintah shalat dalam ayat ini mencakup melaksanakan shalat dengan baik, tunduk kepada Allah, dan menghasilkan kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk. Kekhusyukan dalam shalat adalah hal yang penting, sehingga shalat tidak hanya menjadi rutinitas tanpa dampak dan tidak dapat mempengaruhi orang lain secara positif. Dalam konteks pendidikan, mengajak dan membimbing anak dalam beribadah, seperti shalat berjamaah, dapat dimulai dari dalam keluarga. Pentingnya pendidikan tentang shalat dalam keluarga, melaksanakan dengan baik, dan memiliki kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk dan menghadapi ujian dengan kesabaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI TEKNIK MENULIS DI KELOMPOK B RA DIPONEGORO 143 Bariroh
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.859

Abstract

Kemampuan perkembangan menulis anak belum berkembang dengan baik, siswa kurang terampil dalam memegang pensil, cepat bosan, lelah capai, kurangnya koordinasi otot – otot kecil pada anak. Ini adalah masalah-masalah yang dialami dalam kegiatan belajar-mengajar bagi anak usia dini. Dengan permasalah ini peneliti bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis melalui metode demonstrasi di kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen sejumlah 35 anak. Tekhnik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Peningkatan perkembangan kemampuan menulis dikatakan berhasil apabila presentase kemampuan motoric halus anak mencapai 76-100% dengan ktriteria berkembang sangay baik (BSB). Hasil penelitian kemampuan menulis pada anak pra penelitian dengana nilai presentase sebesar 0%, hasil penelitian kemampuan menulis melalui metode observasi pada siklus I telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis pada anak. Dengan nilai presentase siklus I sebesar 66%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I berhasil meningkatkan kemampuan menulis anak tetapi belum mencapai indicator keberhasilan, sehingga diperlukan siklus selanjutnya. Hasil siklus II dalam pencapaian kriteria berkembang sangat baik (BSB) dengan nilai 83%. Berdasarkan hasil ini berasal dari Upaya peningkatan kemampuan menulis anak melalui metode demonstrasi dalam kegiatan menulis.
POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI YANG MENGGUNAKAN GADGET DI KB AS SYAHADAH KARANGNANGKA Fitri Nurul Hidayati
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.860

Abstract

Perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah pada usia 1-5 tahun disebut The Golden Age. Ketika anak berada pada masa The Golden Age tersebut, mereka menjadi peniru yang handal, mereka lebih pintar dari yang kita pikir, lebih cerdas dari yang kita lihat, sehingga jangan kita anggap remeh. Di KB As Syahadah Karangnangka ada beberapa siswa yang perkembangan bahasanya kurang baik. hal itu ditunjukan dengan ada beberapa siswa yang pendiam, cedal dan berbicaranya kurang jelas pelafalannya. Setelah ditelusuri penyebabnya yaitu orangtua sering memberikan gadget kepada anak karena orangtua sibuk bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian (Pendekatan dan jenis) kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah adalah istilah yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk suatu kajian yang bersifat deskriptif. Deskriptif kualitatif difokuskan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang terkait pertanyaan siapa, apa, dimana dan bagaimana suatu peristiwa atau pengalaman terjadi hingga akhirnya dikaji secara mendalam untuk menemukan pola pola yang muncul pada peristiwa tersebut. Pola Asuh orangtua sangatlah penting dalam perkembangan anak khususnya anak usia dini. Karakter seorang anak dibentuk melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Didalam lingkungan keluarga, seorang anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya. Karakter dipelajari anak melalui model para anggota keluarga terutama orang tua. Adapun salah satu upaya membentuk karakter yang baik dengan pendampingan orang tua yang berbentuk pola asuh. Hendaknya orang tua mempersiapkan dengan pengetahuan menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK Vicka Izza Dinillah
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.861

Abstract

Perkembangan yang terjadi pada anak tidak lepas dari keterlibatan orang tua. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal anak dan sangat berperan penting untuk perkembangan anak. Apabila anak tidak diberi kesempatan untuk mengambil Keputusan tentang kegiatan sehari – hari, maka hal ini menghambat pertumbuhan dalam kemandirian dan kepercayaan diri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kemandirian anak usia 5 – 6 tahun dan pola asuh orang tua di RA Kalisalak Kebasen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan dengan Teknik observasi. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat dalam situasi fenomena yang diteliti. Metode pola asuh yang digunakan orang tua menjadi factor utama yang menentukan potensi dan karakter anak. Terbentuknya kemandirian anak sangat dipengaruhi pola asuh orang tua. Pola asuh demokratis dapat menumbuhkan karakteristik anak yang mandiri, dapat mengontrol diri dan mempunyai hubungan kooperatif dengan orang lain. Namun pola asuh yang digunakan orang tua dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan anak adalah pola asuh gabungan. Adakalanya orang tua menerapkan pola asuh otoriter, permisif dan demokratis. Secara tidak langsung tidak ada pola asuh murni yang diterapkan oleh orang tua, karena orang tua menerapkan pola asuh yang fleksibel sesuai situasi dan kondisi.
POLA KERJASAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HAFALAN SURATAN PENDEK SISWA Puja Hanum Salsabila
JURNAL WARNA Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.863

Abstract

Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah kerjasama antara guru dan orang tua siswa kelas B1 di RA Perwanida Banjaranyar dalam meningkatkan hafalan siswa. Permasalahan yang sengaja di angkat dalam penelitian ini adalah: Upaya apa yang dilakukan guru dan orang tua siswa terhadap hafalan suratan pendek anak? Bagaimana bentuk kerjasama antara guru dan orang tua untuk meningkatkan hafalan suratan pendek anak?. Sejalan dengan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Upaya apa yang dilakukan guru dan orang tua siswa terhadap hafalan suratan pendek anak? (2) Bagaimana bentuk kerjasama antara guru dan orang tua untuk meningkatkan hafalan suratan pendek anak di RA Perwanida Banjaranyar? Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitataif. Subjek penelitian ini adalah kelas B1 di RA Perwanida Banjaranyar. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalag observasi, wawancara dan dokumentasi.
PROGRAM PEMBIASAAN MEMBACA AL QUR’AN DENGAN METODE AN NAHDLIYAH DALAM MENINGKATKAN BACAAN AL QUR’AN ANAK RA DIPONEGORO 68 PANCASAN Neli Lutfiyati
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.853

Abstract

Al Qur’an adalah kalam Alloh yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW. Melalui perantara malaikat jibril yang tertulis pada mushaf-mushaf menyampaikan kepada sahabat-sahabatnya sampai kepada manusia sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia. Namun pada kenyataannya seseorang yang mempelajari AlQur’an itu tidak sebanyak yang mempelajari ilmu umum. Maka dari itu mempelajari ilmu Alqur’an sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid itu di ajarkan sedari anak usia dini agar nantinya ketika dewasa sudah terbiasa untuk membaca AlQur’an dengan baik dan benar. Sebagaimana yang ada di RA Diponegoro 68 Pancasan menerapkan Program membaca jilid An Nahdliyah guna untuk menunjang bacaan Alqur’an anak-anak agar bisa membaca Alqur’an dengan baik dan benar sejak dini. Upaya yang dilakukan RA Diponegoro 68 Pancasan dalam program membaca Alqur’an dengan membiasakan setiap hari anak-anak membaca jilid An Nahdliyah dengan berbaris antri untuk membaca satu lembar jilid An Nahdliyah sesuai dengan urutan halaman masing-masing siswa sebelum KBM dilaksanakan. Metode yang penulis terapkan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun informan dari penelitian ini yaitu kepaka sekolah dan guru kelas RA Diponegoro 68 Pancasan. Cara pengumpulan datanya dengan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa program untuk meningkatkan membaca alqur’an di RA diponegoro 68 Pancasan dengan menggunakan metode An Nahdhiyah sebagai pembiasaan sebelum melaksanakan KBM (kegiatan belajar Mengajar) adalah baik dan lancar
STUDI AL-QUR’AN TENTANG PERINTAH SHALAT DALAM SURAT LUQMAN AYAT 17 Dafiniyatul Azizah
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.856

Abstract

Pengabaian orang tua terhadap anak terjadi dimana-mana, sehingga banyak anak-anak yang melakukan pelanggaran terhadap norma agama, norma sosial, norma adat dan lain-lainya. Kesibukan orang tua dalam dunia kerja menyebakban anaknya tidak terawat dengan baik dan tidak diperhatikan masalah pendidikannya terlebih dalam perintah sholat. Akhir-akhir ini semakin banyak orangtua yang fokus duniawi saja dan mengesampingkan urusan akhirat. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan tafsir surat Luqman ayat 17. Surah Luqman ayat 17 memuat perintah kepada anak untuk mendirikan shalat, karena shalat merupakan rukun islam dan memiliki manfaat yang sangat. Ayat tersebut juga menggambarkan pendidikan yang diberikan oleh Luqman kepada anaknya, sebagai contoh bagi orang tua dalam mendidik anak. Perintah shalat dalam ayat ini mencakup melaksanakan shalat dengan baik, tunduk kepada Allah, dan menghasilkan kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk. Kekhusyukan dalam shalat adalah hal yang penting, sehingga shalat tidak hanya menjadi rutinitas tanpa dampak dan tidak dapat mempengaruhi orang lain secara positif. Dalam konteks pendidikan, mengajak dan membimbing anak dalam beribadah, seperti shalat berjamaah, dapat dimulai dari dalam keluarga. Pentingnya pendidikan tentang shalat dalam keluarga, melaksanakan dengan baik, dan memiliki kesadaran ruhani untuk mencegah perbuatan buruk dan menghadapi ujian dengan kesabaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI TEKNIK MENULIS DI KELOMPOK B RA DIPONEGORO 143 Bariroh
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.859

Abstract

Kemampuan perkembangan menulis anak belum berkembang dengan baik, siswa kurang terampil dalam memegang pensil, cepat bosan, lelah capai, kurangnya koordinasi otot – otot kecil pada anak. Ini adalah masalah-masalah yang dialami dalam kegiatan belajar-mengajar bagi anak usia dini. Dengan permasalah ini peneliti bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis melalui metode demonstrasi di kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas B RA Diponegoro 143 Kalitapen sejumlah 35 anak. Tekhnik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Peningkatan perkembangan kemampuan menulis dikatakan berhasil apabila presentase kemampuan motoric halus anak mencapai 76-100% dengan ktriteria berkembang sangay baik (BSB). Hasil penelitian kemampuan menulis pada anak pra penelitian dengana nilai presentase sebesar 0%, hasil penelitian kemampuan menulis melalui metode observasi pada siklus I telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis pada anak. Dengan nilai presentase siklus I sebesar 66%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I berhasil meningkatkan kemampuan menulis anak tetapi belum mencapai indicator keberhasilan, sehingga diperlukan siklus selanjutnya. Hasil siklus II dalam pencapaian kriteria berkembang sangat baik (BSB) dengan nilai 83%. Berdasarkan hasil ini berasal dari Upaya peningkatan kemampuan menulis anak melalui metode demonstrasi dalam kegiatan menulis.
POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI YANG MENGGUNAKAN GADGET DI KB AS SYAHADAH KARANGNANGKA Fitri Nurul Hidayati
Jurnal Warna Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v6i2.860

Abstract

Perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah pada usia 1-5 tahun disebut The Golden Age. Ketika anak berada pada masa The Golden Age tersebut, mereka menjadi peniru yang handal, mereka lebih pintar dari yang kita pikir, lebih cerdas dari yang kita lihat, sehingga jangan kita anggap remeh. Di KB As Syahadah Karangnangka ada beberapa siswa yang perkembangan bahasanya kurang baik. hal itu ditunjukan dengan ada beberapa siswa yang pendiam, cedal dan berbicaranya kurang jelas pelafalannya. Setelah ditelusuri penyebabnya yaitu orangtua sering memberikan gadget kepada anak karena orangtua sibuk bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian (Pendekatan dan jenis) kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah adalah istilah yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk suatu kajian yang bersifat deskriptif. Deskriptif kualitatif difokuskan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang terkait pertanyaan siapa, apa, dimana dan bagaimana suatu peristiwa atau pengalaman terjadi hingga akhirnya dikaji secara mendalam untuk menemukan pola pola yang muncul pada peristiwa tersebut. Pola Asuh orangtua sangatlah penting dalam perkembangan anak khususnya anak usia dini. Karakter seorang anak dibentuk melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Didalam lingkungan keluarga, seorang anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya. Karakter dipelajari anak melalui model para anggota keluarga terutama orang tua. Adapun salah satu upaya membentuk karakter yang baik dengan pendampingan orang tua yang berbentuk pola asuh. Hendaknya orang tua mempersiapkan dengan pengetahuan menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak

Page 1 of 2 | Total Record : 12