cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 6 (2022): Desember" : 5 Documents clear
Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Depresi Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) Aliya Naziha; Gusti Ayu Maharatih; Bulan Kakanita Hermasari
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.498

Abstract

Pendahuluan: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun yang disebabkan oleh pengendapan kompleks imun dengan keterlibatan berbagai organ. Salah satu manifestasi yang paling umum SLE adalah Neuropsychiatric Systemic Lupus Erythematosus (NPSLE). Manifestasi klinis NPSLE yang paling banyak ditemukan adalah gangguan mood yaitu depresi. Kondisi pasien SLE yang mengalami berbagai perubahan secara fisik dapat mempengaruhi keadaan psikologisnya sehingga dibutuhkan dukungan sosial yang positif karena dapat menjadi penyangga efek negatif dari rasa sakit dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada penderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Yayasan Tittari Surakarta. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah penderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Yayasan Tittari Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan pengisian kuesioner sosiodemografi, The Social Provisions Scale (SPS), dan Hospital Anxiety and Depression Scale – Depression (HADS-D). Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, serta uji bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil: Penelitian ini diikuti oleh 60 responden. Responden didominasi oleh perempuan (96,7%), dengan rentang usia terbanyak adalah 18 – 35 tahun (48,3%), sudah menikah (78,3%), serta memiliki tingkat pendidikan perguruan tinggi (71,7%). Mayoritas responden telah menderita SLE ≥2 tahun (95%) serta mengonsumsi obat steroid dan immunosupressan (41,7%). 35 responden memiliki dukungan sosial rendah (58,3%) sedangkan 25 responden memiliki dukungan sosial tinggi (41,7%). Berdasarkan tingkat depresi, 49 responden (81,7%) dalam keadaan normal (81,7%), 9 responden memiliki depresi ringan (15%), 2 responden mempunyai depresi sedang (3,3%), dan tidak ada responden yang memiliki depresi berat. Hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada pasien SLE di Yayasan Tittari Surakarta menunjukkan nilai p = 0,004 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi r= 0,370. Kesimpulan: Terdapat korelasi lemah antara dukungan sosial dengan tingkat depresi pada pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Yayasan Tittari Surakarta dengan arah korelasi negatif.
Deskripsi Korban Mati Akibat Jejas di Leher Yang Diperiksa di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2015-2021 Novianto Adi Nugroho; Firda Luthfiyyatul Haniifah; Adji Suwandono
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.503

Abstract

Introduction: Surakarta has a population growth rate 0.43%, the high population density can cause population problems homicides, accidents, and hanging themselves. This case can be proven by the discovery of neck injuries due to strangulation. This study was conducted to find out about the description of victims who died due to neck injuries in 2015-2021. Methods: This study used a descriptive observational method from Visum et Repertum with the population in the form of all forensic pathology case due to neck injuries which were examined at Dr. Moewardi hospital in 2015-2021. The sampling technique in this study was purposive sampling that met the inclusion and exclusion criteria. Results: From the VeR Dr. Moewardi hospital in 2015-2021 obtained as many as 28 cases of forensic pathology due to neck injuries with the description: (1) tilted injury shape 57.14%, horizontal 39.29%, crescent moon 3.57%; (2) blunt hardness 96.43%, sharp 3.57%; (3) submission of requests for VeR from the Surakarta Police 53.57%, Sukoharjo 14.29%, Boyolali 14.29%, Wonogiri 7.14%, Sragen 7.14%, Karanganyar 3.57%; (4) external examination 57.14%, autopsy 42.86%; (5) suicide 53.57%, homicide 32.14%, accident 7.14%; (6) age <15 years 7.14%, 15-64 years 78.57%, >64 years 10.71%; (7) male 67.86%, female 32.14%; (8) private employment 67.86%, students 10.71%, housewives 7.14%, not working 7.14% Conclusion: From this research, the most results were in the form of slanted neck injuries, violence due to blunt objects, requests for VeR from the Surakarta police, external examination, the method of death was suicide, victims of productive age, men, and private workers.
Hubungan antara Usia dengan Kualitas Hidup Penderita Tonsilitis Kronik Tissa Asabella Prihandini; Putu Wijaya Kandhi
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.507

Abstract

Pendahuluan: Salah satu kejadian ISPA yang sering ditemui di masyarakat adalah tonsilitis. Prevalensi kasus tonsilitis kronik menurut data epidemiologi penyakit THT di tujuh provinsi tahun 2012 menempati posisi tertinggi kedua (3.8%). Tonsilitis kronik dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tonsilitis dapat ditemukan di segala usia, namun paling sering dialami oleh usia anak-anak sehingga sering menjadi subjek penelitian, sedangkan untuk usia dewasa masih cukup terbatas dan belum ada perbandingannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dengan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Besar sampel penelitian sebanyak 30 sampel penderita tonsilitis kronik berusia 5-35 tahun dengan consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner SF-36 dilakukan di Poliklinik THT RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Rumah Sakit UNS, dan RSUD Pandan Arang Boyolali pada bulan Juli sampai September 2022. Metode analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil: Variabel usia dan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik memiliki hubungan yang negatif dengan kekuatan hubungan yang lemah (r=-0.278). Semakin bertambahnya usia maka kualitas hidup semakin menurun. Namun secara statistik, kedua variabel tidak memiliki hubungan yang bermakna (p value=0.137). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia dengan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Diare dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kecamatan Jebres Surakarta Yulistya Hani; Evi Rokhayati; David Anggara Putra
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.512

Abstract

Pendahuluan : Informasi faktor risiko, etiologi, dan efek diare, khususnya di negara berkembang, dibutuhkan sebagai usaha menurunkan dampak kejadian diare. Studi terkait hubungan pengetahuan orang tua tentang diare dengan kejadian diare masih sedikit dan tidak spesifik kepada ibu. Selain itu, teori terkait hubungan yang signifikan antara kedua hal tersebut masih kontroverisal karena tidak semua penelitian mendapatkan hasil penelitian yang sama. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan orang tua khususnya ibu tentang diare terhadap angka kejadian diare pada balita. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Wilayah Kecamatan Jebres Surakarta. Subjek penelitian merupakan balita dan ibu balita yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah itu dilakukan analisis bivariat dengan uji rank spearman. Hasil: Responden pada penelitian ini berjumlah 51 orang. Didapatkan nilai p-value 0,516 pada analisis data yang menunjukkan hubungan kedua variabel tidak signifikan. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kecamatan Jebres Surakarta.
Hubungan Jarak dan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Digital Eye Strain pada Anak Sekolah Menengah Pertama di Masa Pandemi COVID-19 Putri Yumna Nur Aqila; Hari Wahyu Nugroho; Fadhilah Tia Nur
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.549

Abstract

Pendahuluan: Selama pandemi COVID-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan physical distancing, sehingga membuat anak-anak menggunakan smartphone sebagai media belajar maupun hiburan dan anak-anak memilih menghabiskan waktu pada smartphone, sehingga berdampak pada kesehatan mata, salah satunya dapat menimbulkan digital eye strain atau mata lelah. Beberapa penelitian yang telah dilakukan cenderung mengambil sampel orang dewasa dan ini menjadikan penelitian digital eye strain pada anak perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jarak dan durasi penggunaan terhadap digital eye strain, serta faktor resikonya Metode: Penelitian cross sectional dilakukan dengan mengambil sampel siswa/I kelas VII, VII, dan IX SMP Al Azhar Syifa Budi, Surakarta dan didaptakan jumlah sampel 99 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini memilih jarak dan durasi penggunaan smartphone sebagai variabel bebas dan digital eye strain sebagai variabel terikat. Pengukuran digital eye strain menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Analisis data menggunakan uji hipotesis bivariat dengan SPSS. Hasil: Pada hasil penelitian didapatkan hubungan yang signifikan yaitu p=0,002 pada jarak penggunaan smartphone dengan Digital Eye Strain. Pada durasi penggunaan smartphone dengan Digital Eye Strain menunjukkan korelasi yang signifikan dengan p=0,022 Kesimpulan: Menggunakan smartphone dengan jarak yang dekat dan durasi yang lama dapat beresiko mengalami Digital Eye Strain

Page 1 of 1 | Total Record : 5