cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober" : 5 Documents clear
Hubungan Tingkat Depresi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) Selama Masa Pandemi COVID-19 di Surakarta Aisyah Jauza Adiba Indi; Andhika Trisna Putra; Septin Widiretnani
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.577

Abstract

Pendahuluan: Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah berlangsung sejak bulan Maret 2020. Di Indonesia, gangguan mental emosional pada anak usia lebih dari 15 tahun memiliki prevalensi yang meningkat dari 6% di tahun 2013 menjadi 9,8% di tahun 2018. Sedangkan anak usia 15 tahun ke atas dengan kejadian depresi memiliki prevalensi sebesar 6,1%. Pada penelitian sebelumnya, menunjukan bahwa masalah psikologis yang paling banyak dialami oleh siswa selama masa pandemi COVID-19 ini salah satunya adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta selama masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada Bulan Mei-Juni 2022 di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta, SMPN 4 Surakarta, dan SMP Batik Program Khusus Surakarta. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan kuesioner BDI II dan didapatkan 103 sampel siswa kelas VII dan VIII. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman atau uji Mann-Whitney menggunakan SPSS. Hasil: Data hasil penelitian tingkat depresi dengan indeks massa tubuh (IMT) diperoleh nilai p = 0.045 (p < 0.05) dan nilai Correlation Coefficient (r) didapatkan hasil -0.198 artinya tedapat hubungan antara tingkat depresi dengan indeks massa tubuh (IMT) dengan korelasi antar variabel sangat lemah dan hubungan tidak searah karena nilai r negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan Indeks Massa Tubuh  (IMT) pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama masa pandemi COVID-19 di Surakarta.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi NF-κβ Pankreas Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindroma Metabolik Terinduksi Naila Rahima Naufal; Dyah Ratna Budiani; Novan Adi Setyawan
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.629

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik (SM) menyebabkan kerusakan pulau langerhans pankreas akibat aktivasi NF-κβ. Kandungan fitokimia dari ekstrak etanolik daun kelor mencegah kerusakan pulau langerhans pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar model SM terinduksi. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik. Subjek penelitian berjumlah 30 ekor tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu KI kelompok kontrol normal, KII kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan SM dengan dosis ekstrak etanolik daun kelor 150mg/kgBB/hari pada KIII, 250mg/kgBB/hari pada KIV, dan 250mg/kgBB/hari pada KV. Model tikus SM diberikan diet tinggi lemak dan STZ-NA. Preparat IHC diamati dengan mikroskop cahaya dan image raster kemudian dihitung skor IDS. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji post-hoc tes Mann-Whitney U (p<0,05). Hasil: Rerata IDS tertinggi pada KII dan terendah pada KI. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukan adanya pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ (p=0,035). Uji post-hoc menunjukan hasil yang signifikan pada KII dengan KI (p=0,01) dan KIII (p=0,037). Tidak terdapat perbedaan yang signifkan antar kelompok perlakuan. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dosis150 mg/kgBB/hari menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi, namun peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor (Moringa oleifera, Lam.) tidak menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula Terhadap pH Feses Bayi 0-6 Bulan Aqillah Azzah; Evi Rokhayati; Husnia Auliyatul Umma
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.813

Abstract

Pendahuluan: ASI merupakan asupan bayi yang paling praktis, murah, sempurna, dan higienis karena diminum langsung dari payudara ibu. Bayi yang mengonsumsi ASI, memiliki pH feses yang lebih asam daripada normal yaitu 4,5–5,5. Hilangnya Bifidobacteria dalam jumlah besar pada usus bayi dapat mengakibatkan peningkatan pH feses menjadi lebih basa dan memicu terjadinya dysbiosis mikrobiota usus. Selain faktor pemberian ASI eksklusif atau susu formula, penelitian ini juga meneliti faktor-faktor lain yang dinilai memengaruhi pH feses bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap pH feses bayi 0–6 bulan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di Posyandu-posyandu dibawah kerja Puskesmas Ngoresan yang memenuhi kriteria peneltian sebanyak 50 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil bahwa usia ibu (p=0.018) dan konsumsi ASI eksklusif atau susu formula (p=0.000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pH feses bayi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ASI eksklusif atau susu formula terhadap pH feses bayi 0-6 bulan.  
Pengaruh Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Kadar LDL pada Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Clarisca Calcafiorentina Bernarda; Danus Hermawan; Jarot Subandono; R Prihandjojo Andri Putranto
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.872

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik didefinisikan sebagai kumpulan gejala abnormal metabolik meliputi resistensi insulin, hipertensi, dislipidemia, dan obesitas sentral. Dislipidemia ditandai dengan adanya penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diketahui dapat menurunkan kadar LDL sehingga mampu memperbaiki kondisi sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kadar LDL pada tikus Wistar model sindrom metabolik. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan pretest dan posttest control group design. Jumlah sampel terdiri atas tikus Wistar berkelamin jantan dengan jumlah 30 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok: K1 (kelompok kontrol negatif); K2 (kelompok kontrol positif); K3, K4, dan K5 sebagai kelompok sindrom metabolik yang diberi ekstrak Hylocereus polyrhizus dengan dosis berturut-turut 60 mg/200gBB/hari, 120 mg/200gBB/hari, 180 mg/200gBB/hari. Pengukuran kadar LDL pada semua kelompok dilakukan pada hari ke-8, 36, dan 64. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji homogenitas Levene, uji one-way ANOVA, uji post-hoc Tukey HSD, uji T berpasangan, serta uji korelasi Pearson. Hasil: Kadar LDL terendah pasca pemberian ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diperoleh pada K1, sedangkan kadar LDL tertinggi pada K2. Berdasarkan analisis statistik, didapatkan perbedaan kadar LDL sebelum dan setelah perlakuan yang signifikan (p<0,05) pada semua kelompok. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa dosis ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki hubungan yang sangat kuat dengan arah hubungan negatif terhadap kadar LDL. Simpulan: Pemberian ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan dosis 60 mg/200gBB/hari, 120 mg/200gBB/hari, dan 180 mg/200gBB/hari dapat menurunkan kadar LDL secara signifikan.  
Peran Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Peningkatan Ekspresi GLUT-2 Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Jantan Model Sindrom Metabolik Terinduksi Fadhila Nur Illahi; Novan Adi Setyawan; Riza Novierta Pesik; Endang Listyaningsih Suparyanti
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.877

Abstract

Pendahuluan: Konsumsi tinggi lemak dan tinggi gula tanpa diimbangi dengan olahraga rutin mampu meningkatkan risiko sindrom metabolik yang mampu mendestruksi sel β pankreas yang mengakibatkan GLUT-2 berkurang jumlahnya. Antioksidan pada daun kelor mampu memperbaiki kerusakan tersebut. Penelitian ini terkait ekspresi GLUT-2 pankreas dengan pemberian daun kelor yang masih belum ditemukan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi GLUT-2 pankreas tikus Galur Wistar (Rattus norvegicus) jantan model sindrom metabolik dengan pemberian ekstrak etanolik. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik. 30 ekor tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok: KKN merupakan kontrol normal; KK- merupakan kontrol negatif induksi sindrom metabolik saja ; KP1, KP2, KP3 induksi sindrom metabolik dan pemberian ekstrak etanolik daun kelor selama 28 hari dengan dosis secara berurutan sebesar 150 mg/KgBB, 250 mg/KgBB, dan 350 mg/KgBB. Induksi sindrom metabolik dilakukan dengan pakan tinggi lemak selama 28 hari dan induksi STZ-NA di hari ke-25. Ekspresi GLUT-2 diamati dan dihitung menggunakan rumus IDS dan uji One-Way ANOVA dilanjutkan uji post-hocTuckey HSD, serta uji regresi linier. Hasil: Uji One-Way ANOVA didapatkan perbedaan bermakna p=0,000 (p<0,05) pada tiap kelompok. Uji post-hoc Tuckey HSD didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) antar kelompok KKN dan KK- serta KK- dengan KP1, KP2, KP3. Uji regresi linier menunjukkan pengaruh dosis ekstrak etanolik daun kelor memiliki arah positif. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor meningkatan ekpresi GLUT-2 jaringan pankreas tikus Wistar model sindrom metabolik.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5