cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 1 (2026): februari" : 5 Documents clear
Hubungan Kadar Trigliserida dengan Pasien Kanker Payudara yang Telah Mendapatkan Terapi Hormonal Merrinda Putri; Widyanti Soewoto; Dyonisa Nasirochmi Pakha
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2072

Abstract

Pendahuluan: Terapi kanker payudara dilakukan dengan menggunakan terapi hormonal. Terapi hormonal diberikan untuk mencegah adanya interaksi estrogen. Ketika estrogen mengalami penurunan, maka akan terjadi peningkatan kadar trigliserida. Peningkatan kadar trigliserida di dalam darah atau yang disebut dengan hipertrigliseridemia dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, salah satunya adalah penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kadar Trigliserida pada pasien kanker payudara yang telah mendapatkan terapi hormonal serta mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan terapi hormonal dengan kadar serum Trigliserida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik. Cross sectional dapat diartikan sebagai salah satu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui antara faktor risiko (penyebab) dan dampaknya yang dilakukan dalam satu waktu (point time approach). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 186 sampel didominasi oleh pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal > 2 tahun (52,15%), kelompok dengan kadar HDL normal (87,63%), kelompok dengan kadar LDL normal (73,66%). Tidak terdapat hubungan antara kadar HDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p) = 0,523 dan tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p) = 0,865. Kesimpulan: Hasil akhir adalah tidak didapatkan adanya hubungan antara kadar serum trigliserida dengan penggunaan terapi hormonal pada pasien kanker payudara dengan nilai signifikansi (p)= 0,480.
Hubungan Endometriosis dengan Kejadian Infertilitas Wanita di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Ajeng Dihade; Hermawan Udiyanto; Teguh Prakosa
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2555

Abstract

Pendahuluan: Endometriosis merupakan penyakit sistemik kompleks di mana jaringan mirip endometrium tumbuh di luar rahim dan dapat mengganggu fungsi reproduksi. Salah satu komplikasi yang sering dikaitkan adalah infertilitas. Infertilitas memengaruhi sekitar 110 juta wanita di dunia dan meningkat sebesar 0,68% per tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara endometriosis dan infertilitas pada pasien di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 17–19 Juni 2025. Subjek adalah wanita usia reproduktif (20–45 tahun) yang telah menikah, terdiagnosis endometriosis melalui histopatologi, dan memiliki rekam medis lengkap. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 50 pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square dan perhitungan odds ratio. Hasil: Sebanyak 20 pasien (40%) terdiagnosis endometriosis dan 30 pasien (60%) tidak. Terdapat 30 pasien (60%) mengalami infertilitas dan 20 pasien (40%) tidak. Uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara endometriosis dan infertilitas (p = 0,077; OR = 3,00; CI 95%: 0,869–10,363). Analisis karakteristik menunjukkan usia memiliki perbedaan signifikan yang mungkin menjadi faktor perancu Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara endometriosis dan infertilitas di RSUD Dr. Moewardi. Namun secara klinis, terdapat kecenderungan pasien dengan endometriosis memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami infertilitas dibandingkan pasien tanpa endometriosis.
Analisis Perbandingan Luasan Sadapan ST-Elevasi Precordial dengan dan tanpa High Lateral terhadap Fungsi Ventrikel Kiri pada Pasien Late Onset-STEMI Bilal Fikry; Habibie Arifianto; Siti Munawaroh; An Aldia Asrial
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2571

Abstract

Pendahuluan: Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) pada pasien yang datang terlambat (late onset-STEMI) berisiko mengalami penurunan fungsi ventrikel kiri. Pemeriksaan EKG merupakan alat utama untuk menilai distribusi ST-elevasi sebagai indikator luas infark. Studi ini menilai apakah keterlibatan high lateral lead (I dan aVL) pada ST-elevasi precordial berkaitan dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF ≤35%). Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 35 pasien STEMI anterior late onset di RS UNS dan RSUD Dr. Moewardi. Subjek diklasifikasikan berdasarkan distribusi sadapan ST-elevasi: hanya precordial lead dan precordial + high lateral. Variabel utama adalah penurunan LVEF ≤35%. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square, uji t independen, dan Linear-by-Linear Association. Hasil: Hanya variabel chronic kidney disease (CKD) yang memiliki hubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35% (p=0.034, r=0.348). Variabel lain seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, stroke, merokok, troponin, dan onset tidak menunjukkan hubungan bermakna. Perluasan ST-elevasi ke high lateral lead juga tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap penurunan EF ≤35% (p=0.404), dengan odds ratio 1.820 (CI95%: 0.443–7.477). Kesimpulan: Keterlibatan high lateral lead pada pasien late onset-STEMI dengan ST-elevasi di precordial lead tidak berhubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35%. CKD merupakan satu-satunya faktor yang secara signifikan berkorelasi dengan penurunan fungsi ventrikel kiri yang berat pada poulasi penelitian.
Pengaruh Penutupan Defek Septum Ventrikel secara Transkateter Menggunakan KONAR-MFO terhadap Status Gizi Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Energi Wira Pratama Adi; Bagus Artiko; Pridania Vidya
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2995

Abstract

Pendahuluan: Defek septum ventrikel merupakan salah satu penyakit jantung bawaan tersering yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan akibat peningkatan beban kerja jantung dan kebutuhan metabolik. Teknik penutupan defek septum ventrikel secara transkateter dengan perangkat KONAR-Multi Functional Occluder menawarkan pendekatan minimal invasif yang dinilai lebih aman serta berpotensi memperbaiki status gizi lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penutupan defek septum ventrikel menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terhadap status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan anak usia 0-59 bulan dengan defek septum ventrikel yang menjalani penutupan defek menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pengukuran berat badan terhadap tinggi badan dilakukan sebelum prosedur dan enam bulan setelah tindakan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk menilai perbedaan status gizi sebelum dan sesudah prosedur. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai z-score berat badan terhadap tinggi badan enam bulan setelah penutupan defek septum ventrikel. Sebagian besar subjek mengalami perbaikan kategori gizi menuju rentang normal, mencerminkan peningkatan status gizi yang bermakna secara statistik. Perubahan ini mengindikasikan adanya pemulihan status metabolik dan penurunan beban kerja jantung setelah koreksi defek. Kesimpulan: Penutupan defek septum ventrikel secara transkateter menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan enam bulan pascatindakan.
Humeral Capitellum Fracture Bryan-Morrey Type IV Performed Open Reduction Internal Fixation Treatment: A Rare Case Report Fajar Ivan Effendi; Christopher Daniel Tristan; Awalil Rifqi Kurnia Rahman; Muhammad Farid Hamka; Aininna ‘Izzah Zafira; Hikam Yanwar Pradana
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.3242

Abstract

Introduction: Capitellum fracture is a very rare fracture with an incidence of 1% of fracture cases in the elbow area and 6% of all fracture cases in the distal humerus area. Case Report: A 41-year-old man presented to the emergency room with left elbow pain after a fall and unable to move his arm. An X-ray revealed a lateral condyle fracture (Milch type 2) with joint dislocation and soft tissue swelling. However, a CT scan showed a different fracture extending from the capitellum to the trochlear (Bryan Morrey type IV or McKee fracture). She underwent successful ORIF with K-wires, experiencing sharp pain post- procedure but recovering well overall. Discussion: The rarity of capitellum fractures is due to its protected position behind the radial head, humeral trochlea, and humeral collateral ligaments. Specific radiographic signs, like the double arc sign on lateral X-rays, are crucial for diagnosis. This sign should not be overlooked and should be confirmed by a pre-operative 3D CT scan to prevent misdiagnosis. Treatment typically involves ORIF, ideally with a Herbert screw, although K-wires can be used as an alternative in certain circumstances. Conclusion: Capitellum fracture is a very rare injury. Before surgery, a CT scan and 3D reconstruction should be conducted to evaluate the anatomy and accurately classify the fracture. The Herbert screw is considered the optimal treatment, but in emergencies or when cost is a concern, K-wires can be a suitable alternative.

Page 1 of 1 | Total Record : 5