cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6281356422313
Journal Mail Official
laode.sahara@ung.ac.id
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Jl. Jenderal Sudirman No. 6 Kota Gorontalo, 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Tropical Livestock Science
ISSN : -     EISSN : 30250870     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jambura Journal of Tropical Livestock Science contains research articles related to livestock sciences: Genetics and Breeding Production and Reproduction Nutrition and Feed Agrostology and Agrosilvopastura Food Technology Livestock Agroindustry Socioeconomic and Policy Livestock Agribusiness Health and Welfare Farming System
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
PENDAPATAN PETERNAK SAPI POTONG DALAM PROGRAM INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN TILONGKABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Daud, Meity Delani; Sahara, La Ode; Fathan, Suparmin; Sayuti, Muhammad
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan perbandingan penerimaan dan biaya pada usaha ternak sapi potong dalam Program IB di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Populasi penelitian ini adalah peternak sapi potong yang tersebar di 14 desa dan sebagai sampel adalah peternak akseptor IB. Penentuan desa sampel dalam penelitian dilakukan melalui purposive sampling secara bertingkat yaitu 6 desa dengan peternak akseptor IB tertinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya produksi usaha ternak sapi potong dalam Program IB di Kecamatan Tilongkabila, meliputi: penyusutan kandang, bibit, pakan, inseminasi buatan, obat dan vitamin dengan total biaya sebesar Rp 7.626.640 per ekor. Penerimaan peternak sebesar Rp 15.903.947 per ekor masih tergolong rendah karena tingkat penjualan ternak yang masih rendah yaitu hanya 1 - 2 ekor. Pendapatan peternak sapi potong sebesar Rp 8.277.307 per ekor dengan R/C Ratio sebesar 2,1 yang berarti bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan penerimaan sebesar Rp 2,1. Berdasarkan kriteria R/C Ratio > 1, maka usaha ternak sapi potong dalam Program IB di Kecamatan Tilongkabila terkategori menguntungkan.Kata Kunci:  Pendapatan Peternak, Sapi Potong, Inseminasi Buatan ABSTRACTThe aim of this research is to analyze the structure of production costs, revenues, income, and the comparison of revenues and costs in beef cattle farming in the AI Program in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency. The population of this study were beef cattle breeders spread across 14 villages and the samples were AI acceptor breeders. Determination of the sample villages in the research was carried out through multilevel purposive sampling, namely 6 villages with the highest, medium and low AI acceptor breeders. The research results show that the production cost structure of the beef cattle business in the AI Program in Tilongkabila District includes: depreciation of pens, seeds, feed, artificial insemination, medicine and vitamins with a total cost of IDR 7,626,640 per head. Farmers' income of IDR 15,903,947 per head is still relatively low because the level of livestock sales is still low, namely only 1 - 2 heads. The income of beef cattle breeders is IDR 8,277,307 per head with an R/C Ratio of 2.1, which means that every rupiah spent provides income of IDR 2.1. Based on the R/C Ratio > 1 criteria, the beef cattle business in the AI Program in Tilongkabila District is categorized as profitable.Keywords: Farmer Income, Beef Cattle, Artificial Insemination
PERSENTASE KARKAS AYAM KAMPUNG SUPER YANG DIBERI L-ARGININE DALAM RANSUM DENGAN LEVEL BERBEDA Umar, Muhamad Prayoga Azis; Mukhtar, Muhammad; Bahri, Syamsul; Syahruddin, Syahruddin
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui karkas ayam kampung super yang diberi L-Arginine dalam ransum dengan level berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan lima ekor ayam kampung super umur 1 hari (DOC), dengan demikian jumlah ayam digunakan 100 ekor. Ransum percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 = ransum dasar 100% (Kontrol), P1 = ransum dasar 99,5% + asam amino L-Arginine 0,5%, P2 = ransum dasar 99,25% + asam amino L-Arginine 0,75%, P3 = ransum dasar 99% + asam amino L-Arginine 1%, P4 = ransum dasar 98,75% + asam amino L-Arginine 1,25%. Variabel penelitian yang diamati yaitu bobot hidup, bobot karkas, persentase karkas, bobot bagian-bagian karkas dan persentase bagian-bagian karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam amino L-Arginine dalam ransum memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot hidup dan bobot karkas, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap persentase bagian-bagian karkas. Pemberian asam amino L-Arginine dalam ransum ayam kampung super dapat digunakan 0,75% - 1%, Penggunaan asam amino L-Arginine dalam ransum ayam kampung super mempengaruhi berat karkas tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan bobot hidup dan persentase bagian-bagian karkas.Kata Kunci: L-Arginine, bobot hidup, bobot karkas, Persentase karkas, Ayam kampung super ABSTRACTThis research aims to discover the carcasses of super native chickens given L-Arginine in different levels of rations. This research employs a Complete Randomized Design (CRD) with five treatments and four replicates (20 experimental units in total). Each experimental unit used five super native chickens aged one day (DOC), so the total number of chickenused was 100. The experimental ration used in this research were P0 = 100% basic ration (control), P1 = 99,5% basic ration + 0,5% L-Arginine amino acid, P2 = 99,25% basic ration + 0,75% L-Arginine amino acid, P3 = 99% basic ration + 1% L-Arginine amino acid, and P4 = 98,75% basic ration + 1,25% L-Arginine amino acid. The observed research veriables were live weight, carcass weight, carcass percentage, carcass parts weight, and the percentage of carcass parts. The results indicate that administering the amino acid L-Arginine in the ration had a significant effect (P<0.05) on live weight yet did not affect the percentage of carcass parts. In addition, the administration of the amino acid L-Arginine in the ration of super native chickens could be 0,75% - 1%. The use of the amino acid L-Arginine in the ration of super native chickens affected carcass yet insignificant in increasing the live weight and percentage of carcass parts.Keywords: L-Arginine, live weight, carcass weight, carcass percentage, super native chicken
PENGARUH KONSENTRASI URIN DAN MOL YANG BERBEDA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PRODUKSI RUMPUT ODOT (Pennisetum Purpureum CV. Mott) Taib, Nurifan; Bahri, Syamsul; Mukhtar, Muhammad; Sayuti, Muhammad
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPupuk organik cair dengan konsentrasi tepat diharapkan mampu menjadi sumber hara bagi pertumbuhan rumput odot. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urin dan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang berbeda sebagai Pupuk Organik Cair (POC) terhadap produksi rumput odot. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian POC, dengan konsentrasi P0 (kontrol), P1 (100 % urin, 0 % MOL), P2 (85 % urin, 15 % MOL) dan P3 (80 % urin, 20 % MOL). Variabel penelitian yang diamati yaitu produksi segar, produksi kering, dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC dengan konsentrasi urin dan MOL berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi segar dan produksi kering rumput odot, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan dosis 100% urin tanpa campuran MOL memberikan respon terbaik diantara semua perlakuan yang diteliti.Kata kunci : urin, mikroorganisme lokal, pupuk organik cair, rumput odot ABSTRACTIt is hoped that liquid organic fertilizer with the right concentration will be a source of nutrients for the growth of odot grass. The aim of the research was to determine the effect of different concentrations of urine and Local Microorganisms (MOL) as Liquid Organic Fertilizer (POC) on odot grass production. The research method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications so that there were 16 experimental units. The treatment used was administration of POC, with concentrations of P0 (control), P1 (100% urine, 0% MOL), P2 (85% urine, 15% MOL) and P3 (80% urine, 20% MOL). The research variables observed were fresh production, dry production, and dry material production. The results showed that POC with different urine concentrations and MOL had a significant effect (P<0.05) on fresh production and dry production of odot grass, but did not have a significant effect (P>0.05) on dry matter production. Conclusion with a dose of 100% urine without a mixture of MOL gave the best response among all the treatments studied.Keywords: urine, local microorganisms, liquid organic fertilizer, odot grass
PENGARUH KONSENTRASI URIN DAN MOL YANG BERBEDA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUAHAN RUMPUT ODOT Abu, Riski H.; Bahri, Syamsul; Mukhtar, Muhammad
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi tepat diharapkan mampu menjadi sumber hara bagi pertumbuhan rumput odot. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh POC dengan konsentrasi urin dan mikroorganisme lokal berbeda terhadap pertumbuhan rumput odot. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian POC dengan konsentrasi P0 (kontrol), P1 (100% urin, 0% MOL), P2 (85% urin, 15% MOL) dan P3 (80% urin, 20% MOL). Variabel penelitian yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, dan serapan nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC dengan konsentrasi urin dan MOL berbeda tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan dan serapan nitrogen. Dengan demikian dapat disimpulkan Pengaruh penggunaan pupuk cair Mikroorganisme Lokal (MOL) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput Odot (Pennisetum Puroureum cv Mott)Kata Kunci: Rumput Odot; Pupuk Organik Cair; Mikroorganisme Lokal
ANALISIS TOTAL BAKTERI PADA TELUR PUYUH YANG DI PERDAGANGKAN DI PASAR LILUWO KOTA GORONTALO Une, Suryani; Nusi, Dinasti Paramita; Parisa, Sarina; Bare’e, Afrilianti R
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur puyuh adalah produk utama yang dihasilkan oleh ternak puyuh dengan nilai gizi yang tinggi dan disukai oleh anak-anak maupun orang dewasa serta harga relatif murah. Lukito dkk. (2012) menyatakan bahwa telur puyuh merupakan sumber protein dan lemak terbaik. Setiap 100 g telur puyuh mengandung 15,00 g protein dan 10,20 g lemak. Salah satu penyebab kerusakan telur adalah bakteri diantaranya bakteri Salmonella sp. Kerusakan telur oleh bakteri terjadi ketika mikroorganisme masuk ke dalam telur melalui lubang kecil yang terdapat pada permukaan kulit telur. Menurut Winarno (2002 : 42) bahwa “Ada dua cara masukknya Salmonella ke dalam telur, yaitu secara langsung (vertical), melalui kuning telur dan albumen (putih telur dari ovari induk ayam yang terinfeksi Salmonella, sebelum telur tertutup oleh kulit (cangkang) telur. Yang kedua secara horizontal, Salmonella masuk melalui poripori kulit (cangkang) setelah telur tertutup kulit (cangkang)” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen untuk memeriksa cemaran mikroba/bakteri salmonella sp. pada telur puyuh yang di perdagangkan di pasar liluwo kota tengah. sehingga di peroleh hasil berdasarkan pengujian yang telah di lakukan pada sampel telur puyuh. untuk pengujian mikroba salmonella pada telur puyuh Pada sampel pedagang A, B, dan C salmonella sp. Yang menunjukan bahwa telur puyuh tersebut tidak aman untuk dikonsumsi karena lingkungan disekitar tempat penjualan telur puyuh kurang hygienis. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa lingkungan tempat berjualan berada dipasar dan di pinggiran jalan yang ramai dikunjungi banyak orang, banyak kendaraan yang berlalu lalang dan pedagang tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang makanan, sehingga dapat menyebabkan kontaminasi Salmonella sp pada makanan tersebut, Salmonella sp dapat menimbulkan penyakit pada tubuh manusia yang disebut dengan Salmonellosis. Salmonelosis diakibatkan oleh makanan yang tercemar oleh Salmonella sp yang dikonsumsi oleh manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5