cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dimensi Interior
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi. Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004" : 6 Documents clear
POLA TATA LETAK RUANG HUNIAN-USAHA PADA RUMAH TINGGAL TIPE KOLONIAL DI PUSAT KOTA TUBAN Wardani, Laksmi Kusuma
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.465 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 37-50

Abstract

Tuban is one of the most bustle trading town because its territory passed by Daendels Road that had been made in colonial era. Position stayed at regional road Surabaya-Babat-Tuban-Semarang-Jakarta made that city as a focus from vehicle circulation among same city or another city. Tuban developed as a trading town as long as the growth of luxuriant houses that had been occupied by europeans and chinese rich merchant, that make some not directly influence to the shape formation of residence environment in the center of city, given some effect with growing place of stay that used as a place of trading with difference space formation arrangement. Space formation arrangement is various as an effect of stay-trade activity, which mean is resident combined with trading (tobacco trading, tobacco and livestock, tobacco and store, furniture and live stock trading, agricultural produce trading, and shop). More over, used of space process was changing statically, that is function increasing (with space increasing) and space quality increasing (with completing some of space). The use of stay-trade space had some changes because of economic factor opinion and trading activity. The changing effect to zoning and space organization, nevertheless the identity as grid formation still being used. Abstract in Bahasa Indonesia : Kota Tuban merupakan salah satu kota perdagangan yang cukup ramai karena wilayahnya dilalui jalan Daendels yang dibuat pada era kolonial. Posisinya yang berada di jalan regional Surabaya-Babat-Tuban-Semarang-Jakarta menjadikan kota tersebut sebagai fokus dari sistem sirkulasi kendaraan kota dan antar kota. Kota Tuban berkembang menjadi kota perdagangan seiring dengan timbulnya lingkungan rumah-rumah mewah yang dihuni oleh orang eropa dan pedagang cina kaya, yang secara tidak langsung mempengaruhi bentuk pola lingkungan permukiman di pusat kota, yang berdampak pada munculnya rumah-rumah tinggal sebagai tempat usaha dengan pola tata letak ruang yang beragam. Pola tata letak ruang bervariasi sebagai dampak aktivitas hunian-usaha, yaitu hunian merangkap perdagangan (usaha tembakau, tembakau dan ternak, tembakau dan toko, usaha mebel dan ternak, usaha hasil bumi, dan toko). Selain itu, proses penggunaan ruang mengalami perubahan yang bersifat statis, berupa penambahan fungsi (dengan penambahan ruang) dan peningkatan kualitas ruang (dengan penyempurnaan sebagian ruang). Pemanfaatan ruang hunian-usaha mengalami perubahan karena pertimbangan faktor ekonomi dan aktivitas usaha. Perubahan yang terjadi mempengaruhi zoning dan organisasi ruang, namun demikian identitasnya sebagai pola grid tetap dipertahankan. Kata kunci : pola tata letak ruang, hunian usaha, rumah tinggal tipe kolonial
TERBENTUKNYA CITRA DALAM KONTEKS SUASANA RUANG Hidjaz, Taufan
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.528 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 51-65

Abstract

This essays indicated the relation between the arrangement of spatial elements and the formation of room image with the space from the people interacting in it. Interaction among individuals with the space and its surrounding is a psychological problem. The psychological interaction is begun with the stimulus acceptance and than processing by cognition system. The acceptance of stimulus in the cognition system is simultaneous with the complexity of motivation process, creating influence on two aspects; i.e. inward, creating image to the space; outward, realized in the behavioral pattern. Both are individual personality responses to stimulus created by space and surrounding atmosphere. The arrangement of physical elements of space has a certain quality, creates spatial atmosphere and it is the realization of signs as medium to transfer meaningful values. The meaning trasferred is shown by arrangement of elements which is capable of formation connotatively related to the building in their own images. Image which is percepted by observer in a condition which affects it by vaque characters named as 'spatial atmosphere'. Abstract in Bahasa Indonesia : Tulisan ini menunjukkan adanya hubungan antara susunan unsur-unsur ruang dengan terbentuknya citra ruang dengan orang-orang yang berinteraksi di dalamnya. Interaksi antara individu dengan ruang dan lingkungannya merupakan masalah psikologis. Interaksi secara psikologis diawali oleh penerimaan stimulus kemudian diolah oleh sistem kognisi. Penerimaan stimulus oleh sistem kognisi bersama-sama dengan kompleksitas proses motivasi, akan memberikan pengaruh pada dua hal yaitu membentuk citra ruang dan pola tingkah laku. Keduanya merupakan respons kepribadian individu terhadap rangsang-rangsang yang diberikan oleh suasana ruang dan lingkungan. Susunan unsur fisik elemen ruang memiliki kualitas tertentu yang akan membangun suasana ruang dan merupakan pengejawantahan tanda, sebagai medium untuk mentransfer nilai-nilai yang bermakna. Makna yang ditransfer ditunjukkan oleh penyusunan unsur-unsurnya yang mampu membentuk secara konotatif hubungan dengan bangunannya, sehingga pengamat atau orang lain akan mengenalnya dalam citra tersendiri. Citra dipersepsi pengamat dalam satu kondisi yang pengaruhinya bersifat samar-samar dan disebut sebagai suasana ruang atau 'atmosphere'. Kata kunci : desain interior, citra, suasana ruang.
PENGARUH ELEMEN INTERIOR TERHADAP KARAKTER AKUSTIK AUDITORIUM C. Indrani, Hedy
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.945 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 66-79

Abstract

Auditorium is a place to perform theatre, opera and music. Kinds of show that can be enjoyed comfortably or otherwise depend on the quality of room acoustic. Interior designers also contribute in successful or unsuccessful of a performance, which is in creating acoustic character quality. When designing auditorium interior, a designer should consider sound esthetic elements of acoustic. The best acoustic criteria in an auditorium are influenced by shape of the room and space dimension, where both can create acoustic parameter either objectively or subjectively. The arrangement and the finishing materials of the audience seats, opening view, shape and finishing of the surfaces (reflective or absorptive) that covered the auditorium are important elements which need attention. Abstract in Bahasa Indonesia : Auditorium merupakan tempat untuk menampilkan pertunjukan pentas seni seperti teater, opera, dan musik. Pertunjukan yang bisa dinikmati dengan nyaman, atau sebaliknya antara lain tergantung atas kualitas akustik ruang. Perancang interior ikut berperan dalam mempengaruhi sukses tidaknya suatu pertunjukan yaitu dalam menciptakan kualitas karakter akustik. Ketika mendesain auditorium, perancang perlu memikirkan faktor-faktor estetika bunyi pada akustik. Kriteria akustik yang baik dalam suatu auditorium utamanya dipengaruhi oleh bentuk denah dan dimensi ruang, di mana keduanya dapat menciptakan parameter akustik yang bersifat objektif dan subjektif. Pengaturan tata letak dan bahan dari tempat duduk penonton, jalur pandang yang bebas, serta bentuk dan sifat bahan finishing pada bidang (reflektif atau absorbtif) yang melingkupi auditorium merupakan elemen penting yang perlu mendapat perhatian. Kata kunci : elemen interior, karakter akustik, dan auditorium.
BERPIKIR LATERAL DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DESAIN Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.343 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 80-96

Abstract

Understand the lateral thinking method in the perspective of design studying is one of the effort to enrich the understanding of the thinking method which can be implemented in the design studying. To understand those lateral thinking method, we need a discussion about the design reflection, than a discussion about learning style, and creativity as a focus of studying. Than we need a discussion of the lateral thinking method in the creativity development and its implement in the design studio study process. Abstract in Bahasa Indonesia : Memahami metode berpikir lateral dalam perspektif pembelajaran desain merupakan salah satu usaha memperkaya pemahaman akan metode berpikir yang dapat diterapkan dalam pembelajaran desain. Untuk dapat memahami hal tersebut diperlukan pembahasan tentang refleksi disiplin ilmu desain, kemudian pembahasan gaya pembelajaran desain, dan kreativitas sebagai fokus pembelajaran. Setelah itu diperlukan pembahasan berpikir lateral dalam pengembangan kreativitas dan penerapannya pada proses belajar di studio desain. Kata kunci : berpikir lateral, pembelajaran desain, kreativitas.
KROBONGAN RUANG SAKRAL RUMAH TRADISI JAWA Widayat, Rahmanu
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.941 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 1-21

Abstract

Krobongan located in dalem at Java tradition house is room equiped with langse (gordyn), bed, bolster and pillow, lamp, decorated in such of way, do not use for daily sleep, but for the first night nuptials sleep, heirloom saving place, rice plant seed saving place, and supply of prosperity divice. Krobongan assumed as sacred room which only dedicated to mbok Sri or Goddess Sri representing agriculture goddess, prosperity, bliss and fertility. Tradition make of krobongan as that sacred house at Java the rising generation this time have next to nothing. But tradition make of holy room require to be continued although with different function, meaning and form. Abstract in Bahasa Indonesia : Krobongan yang terletak di dalem pada rumah tradisi Jawa adalah ruang yang dilengkapi dengan langse (gordyn), tempat tidur, bantal dan guling, lampu, didekorasi sedemikian indahnya, tidak digunakan untuk tidur sehari-hari, tetapi untuk tidur malam pertama pengantin, tempat menyimpan pusaka, tempat menyimpan benih padi, dan perlengkapan lambang kesejahteraan. Krobongan dianggap ruang sakral yang hanya dipersembahkan kepada sosok mbok Sri atau Dewi Sri yang merupakan dewi pertanian, kesejahteraan, kebahagiaan dan kesuburan. Tradisi membuat krobongan sebagai ruang sakral itu pada generasi muda Jawa sekarang ini sudah hampir tidak ada. Namun tradisi membuat ruang yang suci perlu diteruskan walaupun dengan fungsi, bentuk dan makna yang berbeda. Kata kunci : Krobongan, ruang sakral, tempat dewi pertanian, kebahagian dan kesuburan.
PERAN WARNA INTERIOR TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK Sari, Sriti Mayang
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.477 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 22-36

Abstract

In the pre-school ages, children developed very rapid physically, cognitively, emotionally as well as socially. This has a great impact for their future. A kindergarten as their first formal educational institution is a means to help provide the stimuli and support for them in their growing period and their development. The factors which contributes to the children development at the kindergarten are the quality of teachers, activity programs, and physical surroundings. In order that the activity programs can be carried out smoothly and the children development can be optimal, there should be supporting factors such as classrooms as part of the physical surroundings, which can meet the needs for the development of pre-school children. Colours can support the condition of classroom interior which contributes to the learning activities suitable to the children's need to develop them optimally Abstract in Bahasa Indonesia : Pada usia prasekolah anak-anak akan mengalami perkembangan yang sangat cepat dari segi fisik, kognitif, emosi maupun sosial. Hal ini akan sangat berpengaruh pada masa depan anak kelak. Taman kanak-kanak sebagai lembaga pendidikan formal pertama merupakan salah satu sarana untuk membantu memberi rangsangan dan dukungan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan sifat-sifat alam. Faktor-faktor yang berperan dalam menunjang perkembangan anak di taman kanak-kanak adalah kualitas guru, program kegiatan dan lingkungan fisik. Agar program kegiatan dapat berjalan dengan baik dan perkembangan anak optimal, maka perlu didukung oleh ruang kelas sebagai bagian dari lingkungan fisik, yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Warna dapat berperan dalam mendukung kondisi interior kelas yang menunjang program kegiatan belajar sesuai kebutuhan anak agar perkembangan mereka dapat optimal. Kata kunci : warna, taman kanak-kanak, perkembangan anak TK

Page 1 of 1 | Total Record : 6