cover
Contact Name
Nur Aini
Contact Email
nurainipati87@gmail.com
Phone
+6285226443168
Journal Mail Official
jalsah@jurnalannur.ac.id
Editorial Address
Kantor LPPM IIQ An Nur. Gedung Timur Lt. 1 Kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Jalan KH. Nawawi Abdul Aziz, Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul DI. Yogyakarta Indonesia 55186
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies
ISSN : -     EISSN : 28090594     DOI : https://doi.org/10.37252/jqs
The focus is to provide readers with a better understanding of Quranic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism and present developments through the publication of articles and book reviews. Jalsah specializes in Quranic and sunnah studies and interpretation, hadith and prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): April" : 5 Documents clear
Intensitas Pengutipan Syair Jahiliah dalam Tafsir Al-Thabari: Analisis Intertekstualitas Julia Kristeva Muhaimin, Abd.
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i1.759

Abstract

Kitab Tafsir al-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, sering disebut sebagai tafsir ensiklopedis karena memuat berbagai sumber dan membicarakan ayat per ayatnya dari berbagai aspek dan sudut pandang keilmuan. Dari sisi bermacam sumber yang digunakan, syair jahiliah juga ditemukan jejaknya di sini. Sejauh penelusuran penulis, hampir di setiap penafsiran ayat, syair jahiliah dikutip di dalamnya. Penggunaan syair jahiliah sebagai sumber tafsir, dari klasik hingga kontemporer, menjadi pro-kontra di kalangan cendikiawan studi Al-Qur’an. Salah satu tokoh yang keras menolak pengaplikasian syair jahiliah untuk menafsirkan Al-Qur’an adalah Thaha Husain, Muhammad as-Sadiq Afifi dan Ahmad Samuel Vitch. Di samping itu, tokoh yang pro membolehkan penggunaannya dengan syarat hanya dijadikan pendukung, seperti Muhammad Ulinnuha dan M. Quraish Shihab. Penelitian ini akan mengajukan dua persoalan: Pertama, bagaimana pandangan al-Thabari dalam menafsiran ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan syair Arab jahiliah; lalu Kedua, Seperti apa bentuk-bentuk pengutipan syair jahiliah dalam penafsiran al-Thabari tersebut. Dari tujuan ini, teori hermeneutika intertekstualitas Julia Kristeva akan dipakai untuk pisau analisis. Dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan historis-filosofis, penelitian ini akan menghasilkan: Pertama, pengutipan syair oleh al-Thabari cukup intensif; dan Kedua, dari analisis bentuk-bentuk yang ada, dapat disimpulkan empat kategori tujuan pengutipan syair jahiliah yaitu: makna kata, uslub, fashahah, dan qira’at.
Komodifikasi Agama di Sosial Media : Penggunaan Hadis untuk Marketing di Instagram pada Akun HF Gold Puzzle Eran Batu, Anugrah
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i1.760

Abstract

Hadis yang selama ini digunakan untuk mengekstraksi sejarah, tuntunan dan hukum-hukum dalam islam, ternyata pada akun HF Gold Puzzle di Instagram penggunaan hadis tampak bergeser. Studi ini bertujuan untuk menelisik penggunaan hadis pada akun HF Gold Puzzle. Untuk menunjang penelitian ini, maka setidaknya terdapat tiga pertanyaan yang diajukan. Pertama, tipologi hadis yang digunakan dalam membuat konten di Instagram. Kedua, bagaimana intrepetasi hadis dalam konten. Ketiga, bagaimana pengaruh hadis dalam penjualan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, metode sampling sebagai metode pengumpulan data dan teori semiotika Roland Barthes sebagai teknik analisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, beragam hadis muncul dalam unggahan dengan tema dan bentuk yang berbeda-beda disertai intrepetasi teks hadis yang minim dan cenderung promosi. Kedua, hadis-hadis seputar emas dimasukkan dalam konten sebagai bentuk edukasi atas konsekuensi logis dari bisnis penjualan emas syar’i, penggunaan hadis juga ditujukan untuk menciptakan citra bisnis yang sesuai prinsip syariat islam, namun di sisi lain penggunan hadis ditujukan untuk memperluas pangsa pasar di kalangan konsumen muslim. Ketiga, penggunaan hadis dalam unggahan yang secara data impresi terus meningkat, ternyata menyokong popularitas dan membentuk suatu eksistensi dimana hal ini secara otomatis mempengaruhi peningkatan penjualan.
Analisis Sastra dalam Terjemahan Al-Qur'an Karya Arthur John Arberry: The Holy Qur'an Latifah, Rachmawati Husnul; Rohmaniyah, Inayah
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i1.783

Abstract

Penelitian ini merupakan studi library research yang mengadopsi pendekatan deskriptif-analisis dengan fokus pada terjemahan Al-Qur’an oleh John Arthur Arberry. Dalam penelitian ini, digunakan data primer berupa karya utama Arberry, yaitu The Holy Qur’an serta data sekunder dari literatur terkait terjemahan Al-Qur’an karya para orientalis dan beberapa studi analisis sastra. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam terjemahannya, Arberry memilih kosakata dengan memperhatikan kesetiaan terhadap makna asli teks Al-Qur’an, keindahan bahasa, dan pemahaman terhadap konteks. Contoh pemilihan kosakata dalam ayat-ayat tertentu, seperti QS Al-Baqarah ayat 187, QS Al-Isra' ayat 45, dan QS Al-Baqarah ayat 223, mencerminkan upaya Arberry untuk memperkaya pemahaman pembaca sambil menjaga integritas makna asli. Meskipun ada perbedaan konotasi antara bahasa Arab dan bahasa Inggris, tidak terlihat adanya perubahan makna yang signifikan dalam terjemahan Arberry, menunjukkan kesetiaannya terhadap teks asli. Keharmonisan kata-kata dalam terjemahan Arberry tercermin dari kesetiaan, keindahan, dan universalitas pemilihan diksinya, yang berhasil menyampaikan makna Al-Qur’an dengan akurat dan indah kepada pembaca. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa terjemahan Al-Qur’an oleh John Arthur Arberry menunjukkan kesetiaan yang tinggi terhadap makna asli, sambil memperkaya pengalaman membaca dengan keindahan bahasa dan pemahaman yang mendalam.
Meninjau Dakhil dalam Kitab Tafsir al-Durru al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur Surah Shad Saputra, Ramadona
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i1.786

Abstract

Kitab tafsir ad-Durru al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur ditulis dengan metode bi al-Riwayah. Beberapa persoalan tafsir model ini adalah penukilan riwayat yang mengandung dakhil yang tidak jarang isinya bertentangan dengan akal dan syariat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk, kategori, dan argumentasi dakhil dalam kitab tafsir ad-Durru al-Mantsur fi tafsir al-Ma’tsur surah Shad karya imam Jalaluddin as-Suyuthi. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (libary research). Teknik pengumpulan data menggunakan literatur primer maupun skunder. Analisis data yang peneliti lakukan yaitu mengutip kisah-kisah yang mengandung dakhil dalam penafsiran surah Shad dalam kitab tafsir ad-Durru al-Mantsur fi tafsir al-Ma’tsur, lalu menganalisa kisah-kisah tersebut berdasarkan konsep ad-Dakhil. Hasil penelitian ini memiliki kesimpulan: ada sembilan dakhil dalam penafsiran surah Shad. Kemudian dari Sembilan tadi, diperinci menjadi tiga bagian. Pertama, pada kisah nabi Daud A.S dakhilnya berjumblah dua, yakni adanya penafsiran al-Qur’an dengan israiliyyat, yaitu tentang kisah nabi Daud A.S menikahi istri panglimanya. Kedua, pada kisah nabi Sulaiman A.S berjumlah empat, yakni penafsiran al-Qur’an dengan hadis kuat dan dha’if, yaitu tentang hilangnya kerajaan nabi Sulaiman, dan penyerupaan setan kepada nabi Sulaiman A.S. Pada kisah nabi Ayyub A.S berjumblah tiga: yakni adanya penafsiran al-Qur’an dengan cerita israiliyyat yaitu tentang kisah nabi Ayyub A.S dilempar di tempat sampah Bani Israil, penyakit nabi Ayyub A.S seperti dimakan ulat, dan kisah istrinya ditimpa dalam keadaan miskin. Adapun dilihat dari kategorisasinya, semuanya berstatus dakhil al-Naqli
Konsep Tadarru’ dalam Tinjauan Tafsir Abdul Qadir Al-Jailani sebagai Pembentuk Karakter Manusia Anshori, Muhammad Helmi
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i1.789

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas masyarakat yang cenderung mengabaikan sifat terpuji, sehingga masyarakat kita perlahan mulai kehilangan sifat terpujinya. Pada sisi lain, Syaikh Abdul Qodir al-Jailani menyusun kitab tafsir al-Jilani yang bernuansa tasawuf dan di dalamnya banyak membahas masalah hati manusia, yang dalam hal itu tentunya menjaga hati agar tetap suci dan bersih dari sifat-sifat tercela. Sehingga sangat penting bagi setiap muslim untuk memiliki sifat tadharru’ agar terhindar dari kemerosotan moral yang dibawa oleh zaman.  Berdasarkan kegelisahan tersebut, penulis ingin mengkaji konsep tadharru’ dalam Al-Qur’an melalui sudut pandang tafsir Al-Jilani karya Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan (library research), kemudian dalam mengumpulkan data penelitian, penulis menggunakan metode non-interaktif, dan dalam menganalisa data penelitian, penulis menggunakan pendekatan tafsir tematik. Adapun hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa konsep tadharru’ secara sederhana bermakna merendahkan diri dan hati kepada Allah SWT, dan dalam arti yang luas tadharru’ merupakan sifat yang dengannya seseorang mampu menjaga secara baik hubungannya dengan sesama manusia, dan mampu menjaga keistimewaan hubungannya dengan Allah SWT, sehingga seseorang tidak mudah dalam mengkafirkan orang lain ketika terdapat perbedaan-perbedaan penafsiran mengenai syariat Islam selama perbedaan tersebut tidak menyimpang dari Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5