cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2019): ." : 17 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSLUSIF TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI RAB RSU dr. SOEKARJDO KOTA TASIKMALAYA Soni Hersoni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.450

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah suatu penyakit yang banyak dialami anak-anak    dan menjadi penyebab kematian yang paling umum di negara berkembang. WHO (2003) memperkirakan  sekitar 4 juta dari 15 juta anak berusia di bawah 5 tahun mengalami kematian karena ISPA setiap tahunnya dan sebanyak dua pertiga dari kematian tersebut terjadi pada bayi. Sebanyak 40% - 60% dari angka kunjungan di Puskesmas adalah penyakit ISPA. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberiaAASI eksklusif terhadap kejadian ISPA pada bayi usia 6-12 bulan di RAB RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Untuk melihat kekuatan hubungan pemberian ASI ekslusif (independen) terhadap kejadian ISPA.   Populasi    pada   penelitian ini adalah  bayi yang berumur 6 sampai dengan 12 bulan yang berada di RAB RSU Kota    Tasikmalaya  pengambilan sampel dilakukan dengan teknik  accidental sampling   dengan proporsi antara kasus dengan control adalah 1:1 dan dianalisis dengan menggunakan analisa univariat, bivariat dan uji regresi logistic. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 62 bayi yang mengalami ISPA terdapat 55(82,1 %) bayi usia 6-12 bulan yang tidak ada pemberian ASI ekslusif  dan 7 (12,3 %) bayi usia 6-12 bulan ada pemberian ASI ekslusif . Hasil uji statistik yang diperoleh nilai p < 0,05 artinya ada pengaruh yang bermakna antara pemberian ASI Ekslusif  dengan kejadian obesitas. Nilai OR 32,738. (95% CI : 11,951-89,684) artinya bayi usia 6-12 bulan yang tidak diberikan ASI Ekslusif risikonya 32,738 kali lebih besar akan mengalami Kejadian ISPA dibandingkan kelompok Tidak ISPA.Dari 9  extraneous determinan yang dianalisis, ternyata hanya 4 variable yang memiliki      kemaknaan statistic,      yang memiliki nilai P< 0,05 yaitu (1) pendidikan ibu (2) Status ekonomi (3) status gizi,(4) ventilasi rumah. Sebagai tindakan pencegahan, diharapkan masyarakat bisa bekerja samamenciptakan lingkungan dan perilaku hidup sehat (tidak merokok di dalam ruangan, pemberian ASI Eksklusif pada balita, kebiasaan membuka jendela pada pagi dan siang hari, dan menjaga jarak dengan balita apabila menderita ISP baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat). Kata Kunci : ISPA, ASI ekslusif, bayi
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG FAKTOR PEYEBAB KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RS dr. SLAMET GARUT Sukma Senjaya
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.455

Abstract

Skizofrenia  merupakan  jenis  gangguan  psikotik  yang  sering  terjadi  di  masyarakat terutama  dari  golongan  sosial  ekonomi  rendah.  Pasien  dengan  skizofrenia  diperkirakan  akan kambuh  50  %  pada  tahun  pertama,  70  %  pada  tahun  kedua.  Salah  satu  faktor  yang mempengaruhi penyebab kambuh ini adalah keluarga yang tidak tahu cara menangani perilaku klien di rumah. Penelitian  ini  bertujuan  mendapatkan  gambaran  pengetahuan  keluarga  pasien skizofrenia tentang faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan. Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  keluarga  pasien  skizofrenia  yang  datang  ke Poliklinik JIwa RS dr. Slamet Garut dimana pasien minimal sudah dirawat 2 kali di Rumah Sakit adapun  jumlah  populasi  adalah  67  %  x  444  orang  dari  kunjungan  pasien  yang  datang  ke Poliklinik  sebesar  297  orang  (dimana  67  %  adalah  jumlah  pasien  lama,  444  adalah  jumlah kunjungan pasien dalam 1 bulan ke Poliklinik RS dr. Slamet Garut) Jenis  penelitian  ini  adalah  deskritif  dengan  tehnik  analisis  menggunakan  rumus prosentase.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  menggunakan  cara  pengisian  kusioner  oleh responden yang berjumlah 30 keluarga. Setiap kusioner diisi oleh salah satu anggota keluarga yang dipilih sesuai dengan kriteria sampel. Bentuk kusioner berupa multi coice pilihan A, B, C, D, E.Pengambilan  sampel  dari  penelitian  ini  menggunakan  teknik  accidental  sampling. Kriteria  sampel  adalah  sebagai  berikut  :  Berumur  minimal  ada  pada  tahap  usia  dewasa  awal, Tidak sedang mengalami gangguan jiwa, Bersedia menjadi responden. Adapun besarnya sampel dalam penelitian ini adalah :  Biasanya sampel diambil 10 % -  15 % (Arikunto, 2008). Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil 10 % dari 297 orang, jadi jumlah sampel 10 % x 297 orang = 30 orang Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  gambaran  pengetahuan  keluarga  pasien skizofrenia  tentang  faktor-faktor  yang  menyebabkan  kambuh  secara  keseluruhan  pada  klien skizofrenia hampir setengahnya (33 %) adalah kurang. Berdasarkan sub variabel diperoleh hasilsebagai berikut : Pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor pasien sebagain besar  responden  memiliki  pengetahuan  yang  kurang  baik  (67  %),  pengetahuan  keluarga tentang  penyebab  kambuh  dari  faktor  obat  sebagain  besar  responden  memiliki  pengetahuan yang kurang baik (37 %),  pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor keluarga hamper setengahnya responden memiliki pengetahuan yang kurang baik (30 %), pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor lingkungan sebagain besar responden memiliki pengetahuan yang kurang baik (63 %).Berdasarkan  hasil  penelitian  tersebut  kepada  perawat  kesehatan  jiwa  diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan pengetahuan keluarga melalui program penyuluhan keluarga dilakuakn sejak awal masuk ruang perawatan baik secara individual maupun secara kelompok atau dengan kunjungan rumah berupa diskusi atau komunikasi antara anggota keluarga Kata  Kata Kunci  :  Pengetahuan  Keluarga,  Pasien  Skizofrenia,  Faktor-faktor  Yang Menyebabkan Kekambuhan
PERILAKU KELUARGA DALAM MERAWAT BALITA DENGAN ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADAAWAS KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT Hendrawati Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.446

Abstract

Di Jawa Barat menurut hasil survey pola penyakit penyebab kematian pada golongan umur 0-1 th yangdirawat di Rumah Sakit di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000, ditemukan ISPA merupakan penyebabkematian ke dua dengan persentase 10,79 % setelah aspiksia (Depkes Jawa Barat, 2014). Sedangkan di Kabupaten Garut angka kematian balita,pada tahun 2014 meningkat yaitu 17 kasus, dengan penyebabnya ISPA sebanyak 29,4% (profil kesehatan Garut ,2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku keluarga dalam merawat Balita dengan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan  adalah penelitian deskriptif  yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu (Azwar, 2002). Dalam pengumpulan data menggunakan angket tertutup yaitu angket dengan pertanyaan yang telah disediakan jawabannya dan responden hanya akan diminta memilih jawaban yang sesuai dengan pengetahuan dan pendapat responden (Arikunto, 1998). Dalam penelitian ini penulis ingin mendapatkan gambaran prilaku keluarga dalam merawat balita dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita yang pernah menderita ISPA dalam 3 bulan terakhir yang berada di Desa Gadog yang merupakan Wilayah kerja Puskesmas   Padaawas Kabupaten Garut pada tahun 2014 dengan jumlah 612 keluarga. Sedangkan sampelnya 86 keluarga  yaitu  ayah, ibu, nenek, kakek dan anggota keluarga yang lain yang pernah memiliki balita yang menderita ISPA yang berada di desa Gadog. Hasil penelitian  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek pemenuhan gizi balita sebagian dari responden tidak baik (53,30%). Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya kurangnya suplai bahan makanan , tingkat ekonomi masyarakat yang rendah sehingga daya belinya rendah, serta kurangnya pengetahuan keluarga tentang makanan yang bergizi dan cara penyajiannya. Sedangkan  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek mencegah balita tertular ISPA diperoleh hasil bahwa sebagian besar dari responden (79,1%) perilakunya tidak baik. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan anggota keluarga mengenai cara pencegahan penularan ISPA, dan  kebanyakan responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah yakni sebanyak 40,70% dari responden berpendidikan setingkat SD. Kata kunci          : Perilaku keluarga, perawatan balita, Ispa
Pengaruh Paparan, Lingkungan, Tokoh Masyarakat, dan Tenaga Kesehatan terhadap Partisipasai dalam Desa Siaga Siti Rohmah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.460

Abstract

Desa siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Desa siaga terbentuk atas prakasa petugas kesehatan, koordinator bidan dan dibantu oleh beberapa petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara paparan media informasi, lingkungan social, peran tokoh masyarakat dan peran petugas kesehatan terhadap partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 80 keluarga sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 20. Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation Model (SEM) dengan metode smartPLS didapat temuan bahwa variabel partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis dipengaruhi oleh paparan media massa (16,68%), lingkungan sosial (21,64%), peran tokoh masyarakat (20,94%) dan peran tenaga kesehatan (15,55%). Pengaruh langsung partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis sebesar 74,8% dan pengaruh tidak langsung sebesar 1,57%.Total pengaruh langsung dan tidak langsung Partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis  adalah sebesar 76,4%.  Saran penelitian yaitu sebaiknya meningkatkan koordinasi dengan  stakeholder  di desa melalui forum desa dan berupaya membentuk pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang mandiri. Kata Kunci : Informasi, Lingkungan, Tokoh Masyarakat, Petugas Kesehatan, Partisipasi
TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI DI RSUD dr.SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Wawan Rismawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.451

Abstract

Pendahuluan : Salah satu efek seperti kecemasan sering muncul pada pasien yang menjalani operasi. Pembedahan merupakan suatu penanganan medis secara invasive yang dilakukan untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit, injuri, atau deformitas tubuh. Prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia seperti gangguan kecemasan sebesar 11,6%. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi di RSU Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode: Rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan menjalani operasi di RSU Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya sebanyak 261 orang. Sample dalam penelitian ini menggunakan purvosive sampling dengan jumlah sample 42 orang. Hasil: Menunjukan bahwa responden dengan tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 9 orang (21.4%) tingkat kecemasan sedang yaitu sebanyak 21 orang (50.0%) tingkat kecemasan berat yaitu sebanyak 12 orang 12 (28.6%) dan 42 resnden (100%) tidak ada penerapan hipnoterapi pada pasien pre-operasi. Kecemasan sering digambarkan sebagai perasaan yang tidak pasti,ragu-ragu, tidak berdaya, gelisah, kekhawatiran, tidak tentram yang sering disertai keluhan fisik (Azizah dkk, 2016:135). Simpulan: bahwa pasien pre-operasi mengalami tingkat kecemasan sedang dan tidak ada penerapan hipnoterapi. Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat membuat penelitian analitik terkait topik kecemasan dan hipnoterapi. Kata Kunci                          : Kecemasan, Pre Operatif, Cemas tingkat sedang
PERAN PUSKESMAS DALAM IDENTIFIKASI DINI PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA LANSIA Treesia Sujana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.456

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah didalam tubuh yang disebabkan karena jumlah insulin yang kurang. DM banyak terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia) yang disebabkan faktor degeneratif. Angka kejadian DM pada lansia cukup banyak terjadi oleh karena itu dibutuhkan identifikasi dini penyakit  DM khususnya di Puskesmas. Puskesmas berperan untuk mengenali tanda dan gejala DM melalui program-program yang di jalankan Puskesmas sehingga peningkatan prevalensi DM pada lansia dapat di cegah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran tenaga kesehatan di Puskesmas dalam mengidentifikasi dini penyakit DM pada lansia di Halmahera Utara Kecamatan Tobelo. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, kemudian data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendapatkan empat tema yaitu (1)peran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan pada lansia, (2) program Puskesmas pada lansia dengan DM (3) kendala dalam mengidentifikasi penyakit DM pada lansia dan (4) pengalaman perawat dalam menangani penyakit DM pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran Puskesmas dalam mengidentifikasi dini penyakit Diabetes Melitus pada lansia sudah terlaksanakan di Puskesmas Tobelo melalui perannya sebagai edukator, konsultan, dan kolabolator dalam memberikan pelayanan. Kata Kunci: DM, Lansia, Program Puskesmas
PELAKSANAAN PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS OLEH PERAWAT DIRUANG JADE RUMAH SAKIT UMUM dr SLAMET GARUT TAHUN 2016 Lilis Mamuroh
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.447

Abstract

Pemantauan yang perlu dilakukan pada wanita post partum diantaranya mengidentifikasi apakah terjadi perdarahan, mengkaji involusi uterus dan laktasi. Pelaksanaan pemantauan pada post partum di ruang jade RSU dr Slamet Garut sudah dilakukan  hanya belum semua perawat melaksanakan perawatan payudara berdasarkan data dari 15 perawat 2 perawat yang melakukan perawatan payudara. UNICEP mengatakan sebanyak 30 ribu kematian bayi dan 10 juta kematian balita didunia tiap tahunnya bisa dicegah dengan melalui pemberian ASI Ekslusif selama enam bulan, tanpa harus memberikan makannan dan minuman tambahan kepada bayi sehingga perawatan payudara sangat penting dalam meningkatkan produksi ais susu ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perawatan payudara oleh perawat pada bu nifas di ruang jade RSU dr Slamet Garut pada tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriftif Kuantitatif. Dan populasi seluruh perawat ruang jade berjumlah 15 orang sampel yang diambil total sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Hasil dari penelitian sebagian responden yang melakukan perawatan payudara yaitu 2 0rang (13,3%) dari jumlah seluruh responden yang ada diruang jade RSU dr Slamet Garut yang berjumlah 15 0rang. Hasil tersebut menggambarkan bahwa tidak semua responden melakukan tindakan perawatan payudara pada ibu nifas. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pihak rumah sakit untuk lebih mensosialisasikan SOP  kepada perawat khususnya SOP perawatan payudara sehingga dengan SOP tersebut perawat bisa melaksanakan perawatan dengan baik yang pada akhirnya pengeluaran ASI tidak ada permasalahan Kata kunci     : Pelaksanaan, Perawatan Payudara ,Ibu Nifas, Perawat

Page 2 of 2 | Total Record : 17