cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2019)" : 17 Documents clear
OLA KONSUMSI MAKANAN PADA ANAK AUTISME Erna arum rukmasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.504

Abstract

Saat ini prevalensi anak autisme meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 1987 jumlah anak autismediperkirakan 1:5000. Jumlah ini meningkat dengan pesat, pada tahun 2005 menjadi 1:160, dan tahun2014 WHO mengidentifikasi 1 dari 68 anak mengalami autisme (1 dari 42 anak laki-laki dan 1 dari189 anak perempuan). Kondisi yang sering terjadi pada anak autisme adalah gangguan pencernaan danpenyimpangan metabolisme yang menyebabkan gluten dan kasein tidak bisa dicerna dan berubahmenjadi peptida yang bisa meracuni otak dan memberi efek pada gangguan fungsi otak, sehingga anakmenjadi hiperaktif. Terapi diit merupakan salah satu terapi yang dapat dilakukan di rumah dengan caramenghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, kasein, jamur, dan makanan yangmengandung zat aditif, sehingga pengaturan pola makan perlu mendapat perhatian. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pola konsumsi makanan pada anak autisme di SLBN 1 Garut. Penelitianini menggunakan rancangan crossectional dengan sampel penelitian total populasi yaitu seluruh siswaSLBN 1 Garut penyandang autisme. Pola konsumsi makanan dikumpulkan dengan metode food recalldan food frekwensi yang diolah dengan program NutriSurvey dan dianalisis secara deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan rata-rata asupan energi sebanyak 1673,863 Kcal, asupan protein 63,113 gram,asupan lemak 61,100 gram, dan asupan karbohidrat sebanyak 255,250 gram. Sepuluh jenis makananyang paling banyak dikonsumsi anak autisme di SLB N 1 Garut adalah susu, es krim, nugget, sosis,biskuit, mie instan, roti, keju, youghurt, dan jus buah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa anakautisme di SLB Negri 1 Garut memiliki rata-rata asupan protein, lemak dan karbohidrat di bawahkebutuhan yang seharusnya, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten, kasein danjamur/fermentasi.Disarankan orang tua untuk meningkatkan pemberian nutrisi dan membatasi pemberian makanan yangmengandung gluten, kasein dan mengandung zat aditif, serta menggantinya dengan makanan yanglebih sehat.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI SNE (SELF NANOEMULSION) BUAH KURMA MUDA SEBAGAI ANTIINFERTILITAS Tina Agustini; Lusi Nurdianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.496

Abstract

Infertilitas masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. World Health Organization(WHO) secara global memperkirakan adanya kasus infertil pada 8%-10% pasangan, berdasarkangambaran global populasi maka sekitar 50-80 juta pasangan (1 dari 7 pasangan). Orang Arab percayabahwa sari kurma dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan, bahkan beberapa orang Indonesia punmempercayai dan telah membuktikannya. Kandungan utama buah kurma yang bekerja sebagaiantioksidan kuat yaitu fenolik dan flavonoid. Antioksidan tersebut berfungsi untuk menghentikanreaksi berantai akibat stres oksidatif yang akan menghasilkan molekul pro-oksidan atau spesiesoksigen reaktif. Antioksidan ini dapat memberikan efek pada kualitas oosit, interaksi sperma dan seltelur, implantasi dan perkembangan embrionik awal. Maka upaya yang dilakukan untuk mengatasipermasalahan tersebut adalah dengan pembuatan formulasi SNEDDS buah kurma muda sebagai antiinfertilitas. Partikel zat aktif yang berukuran kecil akan meningkatkan luas permukaan secarasignifikan sehingga mampu menambah kelarutan, laju disolusi, dan absorpsi zat aktif di dalam tubuh.Hasil SNE yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer, Electrophoretic LightScattering, dan Cone and Plat Brookfield. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan sediaanSNEDDS untuk mengatasi masalah infertilitas melalui penggunaan buah kurma muda, sediaankemudian dikemas dalam bentuk sachet supaya lebih menarik, praktis, mudah dibawa, danmemudahkan dalam penggunaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalammeminum obat. Hasil penelitian menunjukkan nanoemulsi ekstrak buah kurma muda yangdikembangkan memiliki ukuran globul 10-20 nm (dengan kurva distribusi ukuran globul normal), nilaiindeks polidispersitas kurang dari 1, dan potensial zeta lebih besar dari (-20) mV.
PENGOPTIMUMAN PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM ASAL TASIKMALAYA PADA BEBERAPA MEDIUM ALTERNATIF DARI AIR REBUSAN UMBI-UMBIAN Khusnul Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.514

Abstract

Budidaya jamur tiram membutuhkan upaya dalam meningkatkan produktifitasnya dalam bentuk bibit, salah satu bibit yang dapat dioptimasi pertumbuhannya yaitu dalam Media Agar, biasanya para petani budidaya jamur menggunakan Potato Dextrose Agar (PDA) serta kini telah tersedia dalam bentuk instan yang relatif mahal, higroskopis, dan hanya dapat ditemukan di tempat-tempat tertentu. Melimpahnya sumber alam lain yang memiliki kandungan karbohidrat setara dengan kentang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti sumber karbon media PDA seperti singkong, ubi, talas, dan uwi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa media air rebusan umbi-umbian pada pertumbuhan Jamur Tiram liar asal Tasikmalaya dan mengetahui jenis media air rebusan umbiumbian yang menghasilkan pertumbuhan miselium jamur tiram yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengulangan masingmasing 5 kali sehingga diperoleh jumlah 25 unit percobaan dimana isolat jamur tiram liar diinokulasikan pada masing-masing media air rebusan umbi-umbian dan diinkubasi pada suhu 37o C selama 7 hari. Parameter yang diamati yaitu ukuran pertambahan miselium jamur tiram dan ketebalan pertumbuhan jamur. Hasil analisis menunjukan media alternatif air rebusan umbi-umbian berpengaruh terhadap pertumbuhan Jamur Tiram dan media air rebusan talas merupakan media yang lebih baik dibandingkan media alternatif lainnya serta kualitas pertumbuhan miselium yang sebanding dengan pertumbuhan miselium pada media lainnya.
DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea L) TERHADAP BAKTERI PERUSAK PANGAN Ervina Fauzia Riyanto; Rochmanah Suhartati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.500

Abstract

Makanan dapat menjadi tempat hidup dan berkembangbiak satu atau lebih jenismikroorganisme, karena mengandung nutrisi untuk pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganismetersebut dapat menyebabkan kerusakan pada makanan dan menimbulkan permasalaan kesehatan.Mikroorganisme yang berperan dalam proses pembusukan makanan misalnya Pseudomonasaeruginosa dan Bacillus cereus. Upaya menghambat pertumbuhan bakteri tersebut dapatmemanfaatkan bunga telang yang diketahui mengandung senyawa fitokimia seperti: alkaloid,flavonoid, tannin, saponin, sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan serangga.Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L)terhadap bakteri patogen perusak pangan yaitu Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus. Metodeyang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Ekstrak etanol bunga telang diekstraksidengan metode maserasi. Daya hambat bakteri diukur dari diameter zona hambat ekstrak etanol bungatelang dengan metode difusi agar Kirby Bauer. Hasil penelitian menunjukan terdapat daya hambatekstrak etanol terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 10% hingga 100%sedangkan daya hambat terhadap bakteri Bacillus cereus terdapat pada konsentrasi 30% sampai 100%.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi hambat minimal (KHM) ekstrak etanol bungatelang terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa adalah 10% dan konsentrasi hambat minimal (KHM)ekstrak etanol bunga telang terhadap bakteri Bacillus cereus adalah 30%.
PERAWATAN PALIATIF PADA ANAK DENGAN HIV/AIDS SEBAGAI KORBAN TRANSMISI INFEKSI VERTIKAL: LITERATURE REVIEW Gusgus Ghraha Ramdhanie
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.505

Abstract

Kematian anak akibat penyakit terkait HIV/AIDS sebagai korban transmisi vertikal atau disebutMother To Child Transmission (MTCT) mencapai 110.000 setiap tahun. Dalam hitungan rinci terjadisekitar 400 anak terinfeksi HIV dan sekitar 290 kematian karena AIDS terjadi setiap harinya. Sebagaikorban transmisi infeksi vertikal, banyak anak yang kurang mendapat dukungan dari keluarga. Orangtua dengan HIV/AIDS selain mempunyai masalah kesehatannya sendiri, juga dapat menjadikan anakseorang “yatim piatu” sehingga anak tidak mendapatkan asuhan orang tua. Perlu kajian manajemenpengelolaan asuhan, salah satunya adalah dengan penerapan perawatan paliatif pada anak. Tujuan daripenulisan literature review ini yaitu untuk mengetahui perawatan paliatif pada anak denganHIV/AIDS sebagai korban infeksi vertikal berdasarkan pada sumber literatur jurnal penelitian ilmiahterkait.Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah penelusuran internet daridatabase Google Scholar, PubMed, Proquest, Medscape, dan EBSCO dengan menggunakan kata kuncipediatric palliative care, palliative care, dan pediatric HIV/AIDS. Perawatan paliatif pada anak adalahmodel terintegrasi dimana komponen layanan paliatif dilakukan setelah pasien mulai terdianosis.Sebagian besar pasien anak dengan HIV/AIDS ditemukan dalam stadium klinis berat pada usia yangsangat dini. Manajemen terapi farmakologis, non-farmakologis dan dukungan psikososial sertaspiritual diberikan dalam perawatan. Selain itu, manajemen tanda gejala dalam perawatan paliatif harusdilakukan dengan tepat. Perawatan paliatif merupakan pelayanan tenaga profesional denganmengimplementasikan interprofesional collaborative practice yang dapat diintegrasikan denganpelayanan berbasis rumah. Perawatan paliatif pada anak dengan HIV/AIDS dapat meningkatkankualitas hidup anak.
GAMBARAN KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Ade khoerunisa
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.495

Abstract

Salah satu dari jenis gangguan pada alat reproduksi wanita yang lebih sering terjadi di masyarakatadalah keputihan. Keputihan bukan merupakan penyakit melainkan salah satu tanda gejala dari suatupenyakit organ reproduksi wanita. Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan.Keputihan yang terjadi pada wanita dapat bersifat fisiologis dan patologis. Tujuan penelitian ini untukmendeskripsikan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi yang digunakan adalah mahasiswipoltekkes kemenkes Tasikmalaya di wilayah Tasikmalaya, dengan teknik pengambilan sampelmenggunakan simple random yaitu sebanyak 90 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak22 orang menunjukan gejala keputihan patologis (24,4%) dan 68 orang menunjukan gejala keputihanfisiologis (75,6 %). Penulis berharap peneliti selanjutnya dapat melakukan intervensi terhadapkejadian keputihan patologis guna mencegah tejadinya dampak yang lebih berat dari keputihanpatologis ini.
RHEUMATOID FAKTOR (RF) & MENOPAUSE Siti Nureliya; Meri Meri
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.515

Abstract

Menopause merupakan kondisi berhentinya menstruasi, dimana ovarium berhenti memproduksi sel telur. Pada wanita terdapat hormon estrogen yang bisa merangsang respon imun yang akan meningkatkan aktivasi sel B sambil meregulasi-turun sel T supresor. Rheumatoid Faktor (RF) yaitu antibodi terhadap region Fc immunoglobulin IgG. Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan suatu penyakit autoimun yang biasanya mengenai persendian (tangan dan kaki), secara simetris akan mengalami peradangan, sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan, nyeri dan kerusakan bagian dalam sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui RF pada wanita menopause dengan kriteria wanita menopause yang berumur 45 tahun sampai 55 tahun. Metode penelitian ini bersifat deksriptif dengan pemeriksaan menggunakan parameter RF secara aglutinasi latex (metode Latex Slide Test) dan mengamati ada tidaknya aglutinasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 30 orang. Hasil penelitian yaitu sebanyak 23% (7 orang) yang RF reaktif dan 76% (23 orang) yang RF non reaktif. Kesimpulannya yaitu RF pada wanita menopause sebagian besar non reaktif.
TATUS KESEHATAN MENTAL PASIEN GOUT ARHTRITIS DI KOTA TOMOHON Desi Desi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.501

Abstract

Gout Arthritis is a disease known as gout, but in certain conditions this disease can cause physicalsymptoms that are not visible to some people. When there are problems with physical health, otherhealth aspects will also have an impact. The same is true for patients diagnosed with Gout Arthritis,not only physical aspects but can affect other aspects, especially when having physical symptoms suchas tofi. Mental health is a condition where there is a balance between emotional, behavioral andcognitive. This is the basis of the importance of maintaining mental health for someone who does nothave physical health problems and for someone who has a disease such as Gout Arthritis patients. Thepurpose of this study was to find out how mental health status in Gout Arthritis patients in TomohonCity. Quantitative research using a descriptive approach was used in this study. Data collection usedsurvey methods with questionnaires. The results showed that the majority of respondents had adequatemental health (80.6%). Based on the results of the study, it was concluded that mental health status inGout Arthritis patients in Tomohon City was at a sufficient level. These influenced by himself and theenvironment around them.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RISIKO 4T DESA JAHIANG KECAMATAN SALAWU KABUPATEN TASIKMALAYA Siti Nuraisyah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.506

Abstract

Menurut definisi WHO (World Health Organization), kematian ibu adalah kematian seorangwanita terjadi saat hamil, bersalin dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsungterhadap kehamilan. Hasil survei di Puskesmas Salawu menunjukkan adanya ibu hamil yang berisikopada masa kehamilan yaitu berjumlah 246 orang, diantaranya ibu hamil dengan usia < 20 tahun yaituberjumlah 112 orang, usia > 35 tahun berjumlah 88 orang, > 3 anak berjumlah 37 orang dan jarakterlalu dekat < 2 tahun berjumlah 9 orang. Di Desa Jahiang 4 T yang terbanyak menyebabkanterjadinya KPD (Ketuban Pecah Dini) sebesar 25% yaitu 12 orang dari 48 ibu hamil. Dari wawancarayang di lakukan pada 10 ibu hamil 7 diantaranya belum mengatahui tentang resiko 4 T. Rancanganpenelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapatmemperoleh jawaban terhadap rumusan masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamilsebanyak 30 orang, priode bulan Juni 2018 di Desa Jahiang Kecamatan Salawu KabupatenTasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu hamil tentangrisiko 4 T di Desa Jahiang Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya termasuk ke dalam kategorikurang sebanyak 13 orang (43,3%). Saran bagi ibu hamil, diharapkan dapat memberikan informasiberdasarkan pengalaman terhadap kehamilan yang berisiko terhadap ibu hamil. Dan dapatmengetahui risiko hamil pada 4 T (Ibu hamil pada usia terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat, danterlalu banyak).
us 2019 190 IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PUSKESMAS BANCAK KABUPATEN SEMARANG Sanfia Tesabela Messakh
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.497

Abstract

Masa muda atau remaja adalah masa dimana pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan cepatbaik secara fisik maupun intelektual dikaitkan dengan mulai terjadinya pubertas. Oleh sebab itu masaini adalah masa transisi anak-anak menuju kedewasaan dengan demikian permasalahan kesehatanreproduksi yang dihadapi remaja terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu kurangnya informasimengenai kesehatan reproduksi remaja dapat berdampak negatif pada perilaku menyimpang sepertihubungan seksual diluar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan yang berdampak bagi remaja untukmelakukan tindakan aborsi, pernikahan dini serta terinfeksi penyakit menular contohnya HIV/AIDS.Sebagai langkah awal mencegah terjadinya dampak-dampak negatif, maka pendidikan kesehatanreproduksi bagi remaja sangat penting. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai layanankesehatan primer memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembekalan pengetahuan bagiremaja.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah implementasi program kesehatan reproduksiremaja di Puskesmas Bancak sudah terlaksana dengan maksimal. penelitian saat ini metode yangdigunakan adalah kualitatif – deskritif agar mendapatkan data mendalam serta mengandung makna.Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data di lakukan dengan wawancara secara mendalam.Subjek penelitian yaitu kepala Puskesmas dan pengelola program kesehatan remaja. Tempat penelitiandi Pukesmas Bancak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Bancak terdapat 3tema yang diperoleh yaitu pelayanan kesehatan remaja, jejaring program kesehatan peduli remaja danhambatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada remaja.

Page 1 of 2 | Total Record : 17