cover
Contact Name
Thienis
Contact Email
jik@usk.c.id
Phone
+62651 7555249.
Journal Mail Official
jim.fkep@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing Syiah Kuala University Jln. Teungku Tanoh Abee, Gedung petronas, Fakultas keperawatan.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27163555     DOI : 10.52199
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4" : 23 Documents clear
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TERSERTIFIKASI AKREDITASI DASAR nabella nabella; ardia putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan kesehatan yang bermutu adalah layanan kesehatan yang selalu berupaya memenuhi harapan pasien. Kepuasan dari pelayananan kesehatan dapat dilihat dari faktor–faktor yang harus di penuhi oleh pelayanan kesehatan di puskesmas yaitu bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Puskesmas Baiturrahman dan Puskesmas Kuta Alam merupakan puskesmas yang tersertifikasi akreditasi dasar di kota Banda Aceh, hal ini perlu diperhatikan karena akreditasi dasar merupakan tingkat akreditasi terendah sehingga dapat menjadi pedoman untuk meningkatkan pelayanan lebih baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas Baiturrahman dan Kuta Alam yang tersertifikasi akreditasi dasar tahun 2018. Jenis penelitian comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah pasien di puskesmas Baiturrahman dan puskesmas Kuta Alam. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 134 responden yang terdiri dari 67 responden di puskesmas Baiturrahman dan 67 responden responden di puskesmas Kuta Alam. Alat pengumpulan data menggunakan The SERVQUAL test. Data penelitian dianalisis menggunakan uji independent t-test untuk data yang berdistribusi normal dan data yang tidak berdistribusi normal menggunakan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan  Nilai p-value 0.839 (p-value 0,05) sehingga didapatkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien di puskesmasBaiturrahman dan Kuta Alam yang tersertifikasi akreditasi dasar. Direkomendasikan kepada puskesmas tersertifikasi akreditasi dasar sebaiknya lebih sering melakukan survey terkait kepuasan pelayanan karena hal ini dapat menjadikan acuan bagi puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENCEGAHAN SKABIES YANG DIPERSEPSIKAN OLEH REMAJA SANTRI DAYAH Ulya Hakim; asniar asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak dialami oleh remaja santri dayah. Skabies dapat mengakibatkan infeksi sekunder dan berakibat menurunkan kualitas hidup dan prestasi akademik remaja. Kondisi ini perlu dicegah dengan pengetahuan, sikap dan praktik personal hygiene yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan praktik yang dipersepsikan remaja dalam pencegahan skabies. Penelitian ini berdesain deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional, yang melibatkan 183 remaja santri dayah yang dipilih dengan teknik propotional random sampling. Pengumpulan data dilakuan dengan kuesioner self report, yang dikembangkan berdasarkan teori Bloom. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa umumnya remaja santri dayah memiliki pengetahuan tentang skabies(66,7%), sikap pencegahan skabies (50,8%), kebiasaan personal hygiene (52,5%), dan frekuensi personal hygiene (59,6%) pada kategori baik. Namun demikian, skabies masih sering dialami oleh remaja santri dayah (49,2%). Hal ini menunjukkan bahwa, walaupun pengetahuan menjadi dasar pembentukan sikap dan praktik yang akan mempengaruhi perilaku, namun faktor lain mungkin dapat berkontribusi, khususnya dalam pencegahan skabies. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap perilaku pencegahan scabies pada remaja santri dayah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan terhadap upaya lebih lanjut untuk pencegahan skabies, baik bagi penyedia layanan kesehatan di masyarakat, maupun pengelola dayah, demi meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup dan prestasi akademik remaja santri dayah. 
PENERAPAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT Syafrina Mataniari; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NICU adalah unit rumah sakit tempat bayi yang lahir lebih awal (premature) dan/atau yang membutuhkan perawatan khusus. Pelaksanaan discharge planning di ruang NICU sangat penting dilakukan untuk memfasilitasi kenyamanan dan keyakinan serta perolehan pengetahuan dan keterampilan untuk berhasil transisi dari ruang NICU ke rumah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran discharge planning diruang NICU RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan tanggal 12-25 Juli 2018. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua neonatus yang dirawat diruang NICU. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat variabel discharge planning didapatkan sebanyak 20 responden (50,0%) berada dalam kategori baik dan 20 responden (50,0%) berada dalam kategori kurang baik. Untuk sub variabel medication (obat) sebanyak 23 responden (57,5%) berada dalam kategori baik, environment (lingkungan) sebanyak 20 responden (50%) dalam kategori baik, treatment (perawatan) sebanyak 20 responden (50%) dalam kategori baik, health teaching (pengajaran kesehatan) sebanyak 27 responden (67,5%) dalam kategori baik, outpatient referral (rujukan rawat jalan) sebanyak 23 responden (57,5%) berada dalam kategori kurang baik, diet sebanyak 32 responden (80%) dalam kategori baik. Direkomendasikan tenaga kesehatan untuk tetap mempertahankan penerapan discharge planning yang sudah dalam kategori baik serta meningkatkan penerapan discharge planning yang masih berada pada kategori kurang baik.

Page 3 of 3 | Total Record : 23