Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GAMBARAN PENYESUAIAN DIRI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih; Rizki Andriani
Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.354 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i3.6379

Abstract

ABSTRAKAnak merupakan individu yang berada dalam rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang berkebutuhan khusus tidak akan mencapai tingkat tumbuh kembang seperti anak yang normal. Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus kemungkinan besar akan mengalami stress dan reaksi psikologis negatif lainnya sehingga orang tua memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Penyesuaian diri yang positif, dapat mengoptimalkan pengasuhan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyesuaian diri orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner sebanyak 24 pernyataan dengan nilai reliabilitas 0,666. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran penyesuaian diri orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Banda Aceh tahun 2011 berada pada kategori baik dengan persentase 54,05%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya bantuan dan dukungan terhadap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sehingga setiap orang tua dapat menyesuaikan dirinya dengan baik dan pengasuhan serta pendidikan anak berkebutuhan khusus dapat berjalan sama seperti anak normal lainnya.Kata kunci: Anak berkebutuhan khusus, penyesuaian diri, orang tua.ABSTRACTChildren are individuals in a range of change of growth and development. Children with special needs will not achieve level of growth and development like normal children. Parents having children with special needs possibly have stress and negative psychologic reaction so that parents need time to self adaptation. Positive self adaptation can optimize parents’ caring for children with special needs. The research aims to identify self adaptation description of parents who have children with special needs by using deskriptive explorative method. The sample were 74 people. Sampling technique used proportional stratified random sampling method. Instrument was used questionnaire with 24 statements containing reliability value 0,666. The result of the study showed that self adaptation description of parents who have children with special needs in Banda Aceh in 2011 was in good category with 54,05%. Recommendation from the research is necessary assistance and support for parents having children with special needs so that they are able to adapt their self well and caring and education for children with special needs will be the same with other normal children.Keywords: Children with special needs, self adaptation, parents.
KESIAPAN ANAK DAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING DI PAUD DAN TK BUNGONG SEULEUPOEK UNSYIAH BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih; Mula Rizki
Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.484 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i3.6527

Abstract

ABSTRAKToilet training merupakan usaha melatih anak agar mampu buang air kecil dan buang air besar sendiri, proses ini berlangsung pada usia anak 18 bulan sampai 2 tahun. Bila proses ini tidak berlangsung dengan baik, maka anak dapat mengalami gangguan pola eliminasi. Toilet training membutuhkan persiapan dari aspek fisik, psikologi, dan intelektual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan anak dengan keberhasilan toilet training pada anak balita di PAUD dan TK Bungong Seuleupoek Unsyiah Darussalam Banda Aceh tahun 2012. Desain penelitian bersifat deskriptif korelatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 53 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara kesiapan anak dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,043), ada hubungan antar kesiapan fisik dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,002), ada hubungan antara kesiapan psikologis dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,006), ada hubungan antara kesiapan intelektual dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,023), di PAUD dan TK Bungong Seuleupoek Unsyiah Darussalam Banda Aceh. Diharapkan kepada orangtua agar mampu mengenali tanda-tanda kesiapan anak sebelum orangtua memutuskan untuk memulai toilet training pada anaknya, sehingga anak cepat berhasil menggunakan toilet dengan baik.Kata Kunci: kesiapan anak, toilet training, balitaABSTRACTToilet training is one of the efforts to train children to be able to urinate and defecate by themselves. This process takes part when a child is 18 months until 2 years. If the process is not going well, children can experience interference elimination pattern. In conducting this training, a child needs good-physical, psychological and intellectual readiness. The objective of this research was to find out the correlation between child readiness and the success of toilet training for under-five-year old children at Early Child Education and Kindergarten of Bungong Seuleupoek at Syiah Kuala University in Darussalam, Banda Aceh, in 2012. The design of this research was descriptive qualitative and the sample was selected by using a total sampling technique, resulting in the selection of 53 respondents. The instrument of data collection was a set of questionnaires. The data were analysed by using a chi-square test. Based on bivariate analysis, it was found that there was a significant correlation between the child readiness and the success of toilet training (p-value = 0.043), physical readiness and the success of toilet training (p-value = 0.002), psychological readiness and the success of toilet training (p-value = 0.006), and intellectual readiness and the success of toilet training (p-value = 0.023) at Early Child Education and Kindergarten of Bungong Seuleupoek at Syiah Kuala University in Darussalam, Banda Aceh. Therefore, it is recommended that parents are expected to be able to recognizer the signs of readiness before the parents decide to start toilet training her child so that the child quickly managed to use the toilet properly.Keywords: child readiness, toilet training, and child
PENGARUH PENGETAHUAN PASIEN TENTANG HAKNYA TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RSUDZA Sri Intan Rahayuningsih; Ardia Putra
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.658 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6348

Abstract

ABSTRAKHak pasien merupakan bagian dari standar pelayanan yang ditetapkan yang dapat meningkatkan kepuasanpasien terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan tujuan mengetahui berapa besar pengaruh pengetahuan pasien tentang hak pasien terhadap kepuasanpasien di Ruang Rawat Inap BPK-RSUZA. Data dikumpulkan dengan cara proportional random samplingmelalui survei 97 responden dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier sederhana dan ujikorelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kepuasan pasien rawat inap belum dicapai secara maksimal(3,2735 dalam skala Likert 1-5) dan belum memahami mengenai hak-haknya. Uji korelasi menunjukkanhubungan yang tidak begitu kuat antar dua variabel dan hasil perhitungan R-square menunjukkan pengaruhpengetahuan hak terhadap kepuasan pasien masih relatif kecil yaitu 26,3 persen. Dari uji-t dapat disimpulkanadanya pengaruh signifikan antara variabel pengetahuan pasien tentang hak-hak pasien dengan kepuasanpasien. Pengetahuan pasien tentang hak-hak pasien mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pasienyang berarti perlu berbagai informasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang hak-hak pasien akanmeningkatkan kepuasan pasien sebagai pengguna pelayanan jasa kesehatan.Kata kunci: hak-hak pasien, kepuasan pasien, pelayanan kesehatan.ABSTRACTThe patient rights which are the part of specified service standard. It can improve satisfaction of patient toservice of health which was accepted. This research was quantitative research and the target is to know howfar influence of patient knowledge concerning patient rights to patient satisfaction in ward at generalhospital Dr. Zainoel Abidin. Participant collect with proportional random sampling. Primary data arecollected by survey of 97 participant and analyze used simple linier regression and correlation test. Result ofresearch are indicate that mean satisfaction of patient is (3,2735 in scale of Likert 1-5) and this indicatedthat satisfaction of patient not yet maximal and not yet entire patient comprehend their rights. Correlationtest show less relation of strength between both variable that is knowledge of patient concerning the rights isnot become reached especial determinant patient satisfaction. Result of calculation R-square is 26,3 percent.Pursuant to t-test obtained the existence of clear influence between variable knowledge of patient concerningthe rights of patient satisfaction. Knowledge of patient concerning the rights of having positive influence tosatisfaction of patient. Information to improve knowledge of patient concerning the rights can improvesatisfaction of patient as consumer of service of health.Keyword: patient rights, patient satisfaction, health service.
MANAJEMEN NYERI PADA BAYI Sri Intan Rahayuningsih
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6364

Abstract

ABSTRAKSepanjang tahun pertama kehidupannya, bayi akan mendapat imunisasi rutin. Imunisasi merupakan salah satuprosedur yang menimbulkan nyeri karena sebagian besar imunisasi diberikan melalui penyuntikan. Rasanyeri tersebut merupakan suatu masalah yang harus diatasi, karena rasa nyaman yang diterima bayi sangatpenting guna perkembangan rasa percaya, yang merupakan salah satu tugas perkembangan pada usia bayi.Menurut teori Erikson, pada fase pertama ini (lahir sampai 1 tahun) perkembangan rasa percaya ini adalahrasa percaya terhadap diri sendiri, orang lain dan dunia sekitarnya. Orangtua yang tidak berhasil memberikankenyamanan akan menyulitkan bayinya dalam mengembangkan rasa percaya. Dalam jangka panjang,keadaan ini akan mengakibatkan gangguan interpersonal dan menarik diri. Saat bayi merasa tidak nyaman,keberadaan orangtua bersama bayi akan meningkatkan rasa nyaman, membantu bayi mengembangkan rasapercaya dan belajar respons koping adaptif yang sehat. Hal ini memicu dilakukan studi-studi yang berkaitandengan upaya meningkatkan rasa nyaman selama masa bayi, diantaranya termasuk studi mengenai upayauntuk menurunkan nyeri akibat prosedur keperawatan yang dilakukan terhadap bayi. Dengan demikiandiperlukan peran perawat untuk menmberikan kenyamanan pada bayi dengan memilih manjemen nyeri yangtepat.Kata Kunci: nyeri, bayi, prosedur keperawatanABSTRACTThroughout the first year of life, infants will receive routine immunizations. Immunization is one of theprocedures that cause pain because most immunizations are given by injection. The pain is an issue that mustbe addressed, because the baby received a sense of comfort are very important to the development of trust,which is one of the developmental tasks at age infants. According to Erikson's theory, in this first phase (birthto 1 year) believe this is the development of a sense of self-confidence, others and the world around them.Parents who fail to comfort the baby will make it difficult to develop a sense of trust. In the long term, thissituation will result in impaired interpersonal and withdrew. When babies feel uncomfortable, the existenceparents with infants will increase the sense of comfort; help babies develop a sense of trust and adaptivelearning healthy coping responses. This triggers conducted studies related to efforts to improve comfortduring infancy, some involving the study of an effort to reduce pain related to nursing procedures areperformed on infants. Thus the role of nurses needed to provide comfort to the baby by choosing appropriatepain management.Keywords: pain, infants, nursing procedures
EDUKASI PADA ORANGTUA DI RUANG NICU DAN KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM KOTA BANDA ACEH Maulia Hermita; Sri Intan Rahayuningsih; Imelda Imelda; Nova Fajri
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20655

Abstract

Edukasi di ruang NICU dan Kebidanan sangat penting diberikan agar keluarga mendapatkan informasi untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan dalam merawat bayinya setelah pulang dari rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan edukasi pada orangtua di ruang NICU (Neonatal Intensive care Unit) dan ruang kebidanan di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah perawat dan bidan di ruang NICU dan ruang kebidanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner sebagai panduan wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat variabel edukasi diperoleh sebanyak 56,4% berada dalam kategori baik. Untuk subvariabel keamanan sebanyak 50,9% berada dalam kategori baik, hygiene sebanyak 50,9% berada dalam kategori baik, tanda dan gejala penyakit sebanyak 52,7% berada dalam kategori baik, latihan dan stimulasi perkembangan sebanyak 67,3% berada dalam kategori kurang baik, pengasuhan diri orangtua sebanyak 49,1% berada dalam kategori kurang baik. Direkomendasikan tenaga kesehatan untuk tetap mempertahankan edukasi yang sudah baik yaitu keamanan, hygiene, serta tanda dan gejala penyakit dan dapat meningkatkan edukasi pada kategori kurang baik yaitu latihan dan stimulasi perkembangan dan pengasuhan diri orangtua. Kata Kunci: Edukasi orangtua, merawat bayi, rumah sakit
GAMBARAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI RISIKO TINGGI SETELAH DIRAWAT DI NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT (NICU) RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PEMERINTAH ACEH Mulya Nisa; Sri Intan Rahayuningsih
Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i3.15122

Abstract

Bayi yang telah memenuhi syarat untuk dipulangkan dari NICU diharapkan terus sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik.Namun, kenyataannya selama ini belum ada program yang berorientasi mengontrol tumbuh kembang neonatus pasca perawatan, sehingga belum tersedia data mengenai tumbuh kembang bayi yang pernah dirawat di NICU.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pertumbuhan dan perkembangan pada bayi risiko tinggi setelah dirawat di NICU Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh.Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study.Populasinya seluruh seluruh bayi risiko tinggi yang pernah dirawat di ruang NICU Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh periode bulan Desember sampai dengan April 2019.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah quota sampling, sebanyak 42 responden.Alat pengumpulan data berupa KPSP dan bahan-bahan yang dibutuhkan, alat ukur seperti meteran dan timbangan. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan panjang badan berada pada kategori normal (73,8%), berat badan pada kategori normal (85,7%), lingkar kepala pada kategori normal (92,9%), dan perkembangan berada pada kategori sesuai (36%). Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan bagi para tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas untuk dapat melakukan kunjungan balik pada bayi yang telah dipulangkan dari NICU sehingga dapat dipantau pertumbuhan dan perkembangannya.Kata Kunci           : Pertumbuhan dan perkembangan, bayi, NICU ABSTRACT A baby that meet certain conditions to be discharged from NICU is expected to continue being healthy and have a good growth development. Yet, in reality there hasn’t been a programoriented in controlling growth and development ofneonatus post-treatment, and it resulted in theunavailability of the data about the growth and development of infants that were treated in the NICU. The purpose of this research is to find out an overview of growth and development of infants with high risks after being treated in NICUof Mother and Children Hospital of Aceh Government. The type of this research is descriptive with cross-sectional study design. The population is all of the infants with high risk ever being treated in the NICU of Mother and Children Hospital of Aceh Government in the period of December 2018 until April 2019. The sampling technique in this research is quota sampling, with a total of 42 respondents. The data collection tools are in the form ofKPSP and needed materials, measurement tools such as rulers and scales. The results of this research show that the growth of the infants’ lengthsis in the normal category (73,8%), the body weightsin the normal category (85,7%), the circumferences of the heads in the normal category (92,9%), and developments are in the appropriate category (36%). Based on the results of the research, it is recommended for health workers, particularly the nurse community, to be able to do a visit to the infants that were discharged from the NICU so their growth and development can be monitored.Keywords    : Growth and development, infants, NICU
STRATEGI IBU MENGATASI PERILAKU TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA TODDLER DI RUMAH SUSUN KEUDAH KOTA BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.724 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1511

Abstract

Temper trantum merupakan suatu luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Banyak orangtua tidak mengenal istilah ini, namun sangat akrab dengan perilaku yang ditunjukkan anak saat mengalami temper tantrum seperti menangis keras-keras, berteriak, menjerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, serta melempar badan ke lantai. Orangtua perlu memiliki strategi yang tepat agar reaksi emosi anak tidak akan menyakiti diri sendiri dan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi ibu mengatasi perilaku temper tantrum pada anak usia toddler di Rumah Susun Keudah Kota Banda Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif eksplorasi dengan jumlah responden sebesar 31 orang menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat didapatkan data distribusi frekuensi strategi ibu sebelum temper tantrum berada pada kategori positif (61,3%), distribusi frekuensi strategi ibu saat temper tantrum berlangsung berada pada kategori positif (51,6%), distribusi frekuensi strategi ibu setelah tantrum berada pada kategori negatif (51,6%,). Secara umum distribusi strategi ibu mengatasi temper tantrum berada pada kategori positif (51,6%). Diharapkan orang tua mampu menggunakan strategi yang tepat dalam mengatasi temper tantrum pada anak sebagai upaya mengajarkan anak cara mengontrol emosi dan mencegah temper tantrum yang menetap. 
TINGKAT STRES ORANG TUA DAN INTERAKSI BERSAMA BAYINYA DI RUANG NICU RSUDZA BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.621 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6412

Abstract

ABSTRAKBayi risiko tinggi membutuhkan perawatan khusus untuk memenuhi kebutuhan dan mencegahnya dari infeksi, sehingga perlu dirawat di ruang neonatal Intensif Care Unit (NICU). Kondisi ruang rawat yang tampak asing bagi orangtua akan menimbulkan stress. Perpisahan antara orangtua dan bayinya setelah kelahiran juga dapat berpengaruh pada proses kedekatan antara orangtua dan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress orangtua terhadap interaksi dengan bayinya di ruang Neonatal Intensif Care Unit (NICU) RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Variabel penelitian ini melibatkan empat dimensi stress pada orangtua yaitu pemandangan dan suara di NICU, penampilan dan perilaku bayi, perubahan peran orangtua, komunikasi dan perilaku staf sebagai variable independen, serta interaksi orangtua dan bayinya sebagai variabel dependen. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu 86 orangtua, terdiri dari 43 ibu dan 43 ayah, yang bayinya dirawat di ruang NICU RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Chi Square ( )2 dan diolah dengan menggunakan SPSS. Dari hasil analisis diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress orangtua dan interaksi dengan bayinya (P=0,0001). Dari hasil penelitian ini,direkomendasikan bagi perawat NICU untuk memberi dukungan pada orangtua guna mengurangi tingkat kecemasan dan memfasilitasi peningkatan kualitas interaksi orangtua dan bayinya.Kata Kunci: Stres, orangtua, interaksi, bayi, NICUABSTRACTThe high risk baby needs special treatment to meet the needs and prevent them from infection, so they need to be treated in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Ward conditions which seem foreign to the parents would cause stress. Separation between parent and baby after birth can also affect the process of closeness between parent and child. This study aimed to determine the relationship of the level of parental stress on interaction with their babies in a Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh. The variables of this study involves four dimensions of parental stress included the sights and sounds in the NICU, the appearance and behavior of a baby, the changing role of parenting, communication and behavior of staff as an independent variable, and the interaction of parent and child as the dependent variable. The study design is a descriptive correlative study with a cross sectional study approach. The sampling method by using Purposive sampling were 86 parents, consisted of 43 mothers and 43 fathers, whose babies were admitted in the NICU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. The method of analysis used in this study is the ChiSquare ( ) 2 and processed using SPSS. The result from the analysis showed that there is a significant relationship between the level of parental stress and interactions with their babies (P = 0.0001). Based on these results, it is recommended for NICU nurses to provide support for the parents in order to reduce the level of anxiety and facilitate increased the quality of parent and child interaction.Keywords: stress, parents, interaction, baby, NICU
EFEK PEMBERIAN ASI TERHADAP TINGKAT NYERI BAYI SAAT PENYUNTIKAN IMUNISASI DI KOTA DEPOK Rahayuningsih Sri Intan
Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.021 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i2.1584

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu prosedur yang menimbulkan nyeri karena sebagian besar diberikan melalui penyuntikan. Salah satu manajemen nyeri untuk menurunkan nyeri imunisasi adalah dengan pemberian ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauhmana efek pemberian ASI terhadap tingkat nyeri bayi saat penyuntikan imunisasi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental, dengan pendekatan static group comparison yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri pada responden yang diberikan dan tidak diberikan ASI dengan menggunakan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang diimunisasi di wilayah kerja Puskesmas Beji dan Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Jumlah sampel 88 orang, 44 orang kelompok intervensi dan 44 orang kelompok kontrol. Analisis perbedaan tingkat nyeri saat penyuntikan imunisasi menggunakan Independent sample t-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat nyeri bayi yang diukur dengan skala FLACC (p=0,0001) dan skala RIPS (p=0,001) saat penyuntikan imunisasi pada bayi yang diberi ASI lebih rendah dibandingkan pada bayi yang tidak diberi ASI. Karakteristik bayi tidak mempengaruhi tingkat nyeri bayi yang diberi ASI saat penyuntikan imunisasi. Pemberian ASI sebagai pemenuhan kebutuhan dan hak anak, juga memiliki manfaat sebagai analgesik yang dapat menurunkan tingkat nyeri bayi yang disusui sebelum dan selama prosedur berlangsung. Selama menyusui, kebersamaan ibu dengan bayi memberikan rasa aman dan nyaman sehingga hal ini dapat dijadikan manajemen nyeri non-farmakologi dan penerapan atraumatic care guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pasien. Perawat anak sebagai salah satu praktisi yang dapat melakukan manajemen nyeri yang tepat bagi anak memerlukan kerja sama dengan tim kesehatan lainnya, serta pemerintah yang ada di daerah setempat.
KEBUTUHAN DAN KENDALA KADER KESEHATAN DALAM MEMBANTU KEBERHASILAN IBU MENYUSUI Nova Fajri; Sri Intan Rahayuningsih; Nevi Hasrati Nizami; Mira Rizkia
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/sel.v7i2.4389

Abstract

Kader kesehatan masyarakat adalah pihak dari masyarakat desa yang merupakan lini terdepan dalam membantu masyarakat di desa mengatasi permasalahan kesehatan termasuk membantu keberhasilan ibu menyusui memberikan ASI ekslusif selama enam bulan dan melanjutkan sampai dua tahun, namun belum banyak penelitian yang menggali bagaimana kebutuhan serta kendala yang dihadapi kader dalam membantu keberhasilan ibu menyusui. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebutuhan kader kesehatan desa dalam menyukseskan menyusui eksklusif dan menyusui sampai dua tahun serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan metode deskriptif eksploratif terhadap 47 orang kader kesehatan dari 6 desa di kecamatan Darussalam Aceh Besar yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,8% kader sangat setuju bahwa mereka berperan dalam keberhasilan ibu menyusui. Selain itu, 66% kader membutuhkan kelompok diskusi dengan pertugas kesehatan tentang menyusui secara tatap muka. Dalam melaksanakan perannya, juga terdapat kendala yang dihadapi kader kesehatan dalam membantu ibu menyusui yaitu merasa gagal dalam berkomunikasi dan meyakinkan ibu untuk menyusui bayinya (21,3%), belum memiliki pengetahuan yang memadai ketika ibu menyusui mengeluhkan ASI nya sedikit, puting kecil, dan bayi tidak mau menyusu (17%). Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan yang mumpuni dari kader serta forum diskusi yang dapat memotivasi kader serta berkonsultasi terhadap permasalahan yang belum diketahuinya untuk membantu keberhasilan ibu menyusui. Community health workers are village structures that are at the frontline of helping communities overcome health problems including helping successful mothers to breastfeed exclusively for six months and continue for up to two years. However, very little research has discussed the needs and constraints faced by the community health worker in helping breastfeeding mothers succeed. The purpose of this study was to determine the needs of village community health workers in the success of exclusive breastfeeding and breastfeeding for up to two years and the obstacles faced. This study used a cross-sectional study approach with a descriptive exploratory method on 47 community health workers from 6 villages in the Darussalam Aceh Besar sub-district who were taken randomly. The results showed that 63.8% of the community health worker strongly agreed that they played a role in the success of breastfeeding mothers. Besides, 66% of community health workers need a face-to-face discussion group with health workers about breastfeeding. In carrying out their role, there are also obstacles faced by the community health worker in helping breastfeeding mothers, namely feeling that they fail to communicate and convince mothers to breastfeed their babies (21.3%), do not have adequate knowledge when breastfeeding mothers complain about their low milk, small nipples, and babies do not want to breastfeed (17%). Therefore, it requires qualified knowledge from community health workers as well as discussion peer group with the breastfeeding counselor that can motivate them and consult on unknown problems to help the success of breastfeeding mothers.