cover
Contact Name
Ratna Kartika Irawati
Contact Email
ratnakartika@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285755525624
Journal Mail Official
jalujurpengabdianmasyarakat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani km 4,5 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30250625     DOI : 10.18592
Core Subject : Humanities, Art,
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat and is peer-reviewed national journal published biannually June and December by institution of research and community services of UIN Antasari Banjarmasin. The focus discussion of the journal is highlighting aspects related to Community Services.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): Desember" : 5 Documents clear
Pemberdayaan Mualaf Pasca Konversi di Dusun Tarangkin Kecamatan Peramasan Bawah Muhammad Noor Wahidin; Muhammad Muttaqin; Cahaya Camelia; Heldawati Heldawati; Siti Aminah; Syifa Syifa; Saifuddin Ahmad Husin
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v1i2.7445

Abstract

AbstractThe converts in strengthening their religion need moral and social support. This is based on the commitment and consequences of post-conversion converts who are vulnerable to conflict and threats from within the family. Several studies that discuss the issue of converts are more focused on the process of religious conversion. Meanwhile, converts who receive threats from the family need special empowerment with the aim of giving the right to freedom of religion. Therefore, researchers will discuss the issue of post-conversion converts and the role of KKN students in fostering converts. This study uses a psychological approach to religion and the theory of religious empowerment. The research method used is descriptive-qualitative by observing more closely in life so that it is easier to follow the flow of life. Data collection includes participatory observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis was carried out using data reduction procedures, data presentation and data leveraging using triangulation methods, and drawing conclusions. The results of the study: 1) The converts received threats and severance of relations with their families after the creed. 2) Students provide moral assistance in assisting converts after the creed by assisting the process of religious stabilization after the creed.AbstrakPara mualaf dalam memantapkan keberagamaannya membutuhkan dukungan moral dan sosial. Hal ini berdasarkan komitmen dan konsekuensi mualaf pasca konversi yang rentan dengan konflik maupun ancaman dari pihak keluarga. Beberapa penelitian yang membahas isu mualaf lebih fokus dalam proses konversi agama. Sedangkan mualaf yang mendapatkan ancaman dari pihak keluarga membutuhkan pemberdayaan khusus dengan tujuan memberikan hak kebebasan beragama. Oleh karena itu, peneliti akan membahas problem mualaf pasca konversi dan peran Mahasiswa KKN dalam membina para mualaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi agama dan teori pemberdayaan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif dengan mengamati lebih dekat dalam kehidupan informan sehingga lebih mudah untuk mengikuti alur kehidupannya. Pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan prosedur reduksi data, penyajian data serta verifikasi data menggunakan metode triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Para mualaf mendapatkan ancaman dan pemutusan hubungan dengan keluarga pasca syahadat. 2) Mahasiswa memberikan bantuan moral dalam pendampingan mualaf pasca syahadat dengan tujuan membantu proses pemantapan beragama pasca syahadat.
Upaya Mahasiswa KKN terhadap Pelestarian Wisata Alam dan Keanekaragaman Adat Tradisional Masyarakat Paramasan Bawah Kabupaten Banjar Suriagiri Suriagiri; Muhammad Fauzi Noor; Siti Fatimah; Siti Raihana; Azahra Azahra; Muhammad Haikal; Erma Karlina; Ervina Ervina; Yasrin Maulana; Nur Hikmah; Sheilfi Safilla; Syifa Syifa; Aurina Rizky; Nurul Amalia; Sarmila Sarmila; Muhammad Muhammad; Wenty Safitri; Reza Jayadi; Syifa Naila; Rahmadanti Rahmadanti
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v1i2.7446

Abstract

Abstrak: Suku Dayak penghuni sisi timur Pegunungan Meratus yang dikaji dalam penelitian ini berada dalam wilayah Kecamatan Paramasan Bawah di wilayah Kabupaten Banjar. Mereka tinggal di antara lembah dan tepian sungai dalam jarak yang berjauhan. Dayak Meratus cukup unik karena sebagai suku Dayak, mereka berbahasa Banjar. Sebagian dari mereka masih menganut kepercayaan leluhur, sebagian telah menganut agama baru. Penelitian ini diawali dari permasalahan bagaimana konsep religi dan peralatan tradisional suku Dayak Meratus serta kesinambungannya dengan masa prasejarah. Adapun tujuan penelitian ini adalah membuat model penelitian etnoarkeologi untuk diterapkan pada lingkungan dan sistem budaya yang sama atau hampir sama sesuai dengan syarat analogi, dengan tujuan lebih jauh adalah sebagai data bantu dalam menganalisis dan interpretasikan aspek religi dari temuan situs prasejarah di wilayah Pegunungan Meratus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan etnoarkeologi, sedangkan teknik pengambilan data dilakukan dengan metode survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sepanjang Pegunungan Meratus sisi timur berdiam beberapa jenis subsuku, yaitu Dayak Banjar, Dayak Meratus atau Dayak Bukit, serta Dayak Dusun. Ketiganya mempunyai konsep religi dan peralatan upacara yang hampir sama, sehingga digeneralisasi sebagai Dayak Meratus. Ada kesinambungan konsep kepercayaan Dayak Meratus dengan konsep kepercayaan prasejarah, yaitu pemujaan roh leluhur dan penggunaan bekal kubur dalam upacara kematian. Sebagian besar peralatan upacara terbuat dari dedaunan, kayu, dan bambu yang cepat hancur, sebagian kecil terbuat dari logam dan keramik. Abstract: This article is examined Dayaknese who have been dwelling at the eastern side of Meratus in the District of Paramasan Bawah in the district of. They live in the valleys and river banks, in the far distance. Dayak Meratus quite unique because they speak Banjar. Most of them still follow ancestral beliefs, while some have embraced the new religion. This research was initiated on the question of how the concept of religious and traditional equipments of Dayak Meratus and its continuity with the prehistoric period. The purpose of this research is to create an ethnoarchaological research model which can be applied to the similar environmental and cultural system in accordance with the terms of analogy, as supporting data in analyzing and interpreting religious aspect from the findings of prehistoric sites in the Meratus region. The method used is descriptive comparative with ethnoarchaeological approach, while the collecting data technique is conducted by survey and interview. The results show that along the east side Meratus are dwelled some sub-tribes, such as Dayak Banjar, Dayak Meratus or Dayak Bukit, and Dayak Dusun. Those three sub-tribes have similar concept of religious and ceremonial equipments, so it can be generalized as Dayak Meratus. There is a continuity of the religious concept of Dayak Meratus with prehistoric belief, i. e. the concept of worship ancestral spirits and the use of burial gifts in funerals The most ceremonial equipments are made of leaves, wood and bamboo which are quickly destroyed, a few tools are made of metal and ceramic.
Program KKN untuk Mendorong Kemajuan Desa Rangas Kabupaten Hulu Sungai Tengah Aida Aida; Dody Romadona; Noor Jelita; Nur Fadila; Nur Mu'minah; Rabiyana Amalina; Rahmad Fauzan; Lutfiyanti Fitriah
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v1i2.7789

Abstract

AbstractBased on the results of observations, it was known that this village had natural potential in the form of large and soil tracts of land. The people are also religious. However, this still lacks innovative and creative human resources in carrying out various activities. In addition, in this village there was no use of land as a medium for planting family medicine. The purpose of this Real Work Lecture (KKN) was to implement various programs that can encourage the progress of Rangas Village. The location of this KKN was in Rangas Village, Batang Alai Selatan District, Hulu Sungai Tengah Regency, South Kalimantan Province. The methods used in this community service activity are PAR and ABCD. The activities were carried out from 19 September 2022 to 19 October 2022. The results of the KKN showed that the villages have been helped by the programs implemented. The KKN programs can become a reference for villages to re-implement similar programs.AbstrakBerdasarkan hasil observasi diketahui bahwa desa ini memiliki potensi alam berupa lahan yang luas dan subur. Masyarakatnya pun religius. Namun, desa ini masih kekurangan sumber daya manusia yang inovatif dan kreatif untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Selain itu, di desa ini belum ada pemanfaatan tanah sebagai media tanamam obat keluarga. Tujuan dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini adalah mengimplementasikan berbagai program yang dapat mendorong kemajuan Desa Rangas. Lokasi KKN ini di Desa Rangas Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah PAR dan ABCD. Kegiatan dilaksanakan pada 19 September 2022 sampai dengan 19 Oktober 2022. Hasil KKN menunjukkan desa terbantu dengan berbagai program yang dilaksanakan. Program KKN yang dilaksanakan dapat menjadi rujukan bagi desa untuk kembali melaksanakan program serupa.
Meningkatkan Pendidikan Pipitak Jaya Anida Anida; Najmi Hidayati; Maryanti Maryanti; Niswah Nur Najihah; Muhammad As'ad; Muhammad Ari Hidayat; Fithriana Syarqawie
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v1i2.8257

Abstract

AbstractPipitak Jaya is one of the villages in the Piani sub-district, Rantau Regency, South Kalimantan Province. It is about 20 KM from the town of Rantau to get to the village of Pipitak Jaya. With this long distance, the village of Pipitak is also one of the backward villages. Langging behind in many ways, langging behind in network access, and in terms of education. Currently it is believed that education is an important thing that must be demanded by everyone because it is the the demands of the times that put educated people as a priority compared to the other way around. Facing educational problems in Pipitak Jaya Village, there are several strategies/ approaches taken to achieve change/ improvement in terms of education, with PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community development), and CBPR (Community Based Participatory Research) strategies. After carrying out several mentoring activities in terms of education, several positive changes occurred in the children of Pipitak Jaya Village, namely a more avtive and enthusiastic learning spirit, increased self-confidence, and of course more developed and advances understanding and knowledge.  AbstrakPipitak Jaya adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Piani, Kabupaten Rantau Provinsi Kalimantan selatan . Kurang lebih 20km menempuh jarak dari kota Rantau agar dapat sampai ke desa Pipitak Jaya. Dengan jauhnya jarak tempuh ini membuat desa pipitak juga menjadi salah satu desa yang tertinggal. Tertinggal dalam berbagai hal, tertinggal dalam akses jaringan, dan segi pendidikan. Saat ini diyakini bahwa pendidikan merupakan hal penting yang harus dituntut bagi setiap orang karena merupakan tuntutan zaman yang meletakkan orang berpendidikan menjadi lebih prioritas dibandingkan sebaliknya. Menghadapi permasalahan pendidikan di Desa Pipitak Jaya, ada beberapa strategi /pendekatan yang dilakukan untuk mencapai perubahan/peningkatan dari segi pendidikan, dengan strategi PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), dan CBPR (Community Based Participatory Research). Setelah melakukan beberapa kegiatan pendampingan dari segi pendidikan, didapatkan beberapa perubahan positif yang terjadi pada anak-anak Desa Pipitak Jaya yaitu semangat belajar yang lebih giat dan antusias, tingkat kepercayaan diri lebih meningkat, dan tentunya pemahaman dan pengetahuan yang lebih berkembang dan maju.
Pemahaman Pernikahan Dini & Pelecehan Seksual Pelajar di SMP 34 Satu Atap Desa Pembakulan Akhmad Anwari; Addina Khalida Zia; Muhammad Ahsanul Fikri; Mustadillah Mustadillah; Ristihaliza Ristihaliza; Saidah Ulfah; Zakiyatul Husna; Yahya MOF
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v1i2.10960

Abstract

Pernikahan dini dan kekerasan seksual menjadi isu penting yang ada di Desa Pembakulan Kecamatan Batang Alai Timur, Kalimantan Selatan. Terlebih putus sekolah karena menikah adalah hal yang dianggap biasa, maka pernikahan di luar catatan negara menjadi alternatif bagi masyarakat desa Pembakulan untuk melanggengkan pernikahan dini. Berdasarkan permasalahan tersebut, kehadiran para mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata UIN Antasari Banjarmasin diharapkan dapat menanggulangi permasalahan ini. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode studi lapangan. Data yang didapatkan sesuai dengan realita dan keadaan yang ada di lokasi penelitian. Pada pengumpulan data digunakan metode PAR (participatory action research), yaitu dengan ikutnya berperan serta para peneliti dalam subjek penelitian. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan sosiologi dengan cara mengamati langsung pembenahan etika pelajar di SMP 43 Satu Atap. Pemahaman pernikahan dini dan pelecehan seksual terhadap para pelajar diawali dengan pelaksanaan Sosialisasi tentang pernikahan dini dan pelecehan seksual yang dilaksanakan di Kantor Desa Pembakulan pada hari Selasa 1 November 2022 yang dibawakan langsung oleh Pegawai KB Batang Alai Selatan. Pada kegiatan tersebut yang menjadi partisipant utamanya adalah para pelajar SMP 34 Satu Atap dan tidak ketinggalan para guru, aparat desa yang berhadir. Dari usaha yang dilakukan oleh para peneliti, didapati bahwa terjadi beberapa perubahan seperti: meningkatnya pengetahuan pernikahan dini dan pelecehan seksual oleh pelajar SMP 34 Satu Atap, para pelajar juga lebih waspada terhadap bahaya pernikahan dini dan pelecehan seksual.

Page 1 of 1 | Total Record : 5