cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012" : 5 Documents clear
Kadar Amonia Darah pada Pasien Sirosis Hati dengan Ensefalopati di RSUD Koja Suzanna Ndraha; Fendra Wician; Mardi Santoso
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v18i46.894

Abstract

Abstrak Latar belakang. Peningkatan pembentukan amonia banyak diyakini sebagai faktor utama dalam patogenesis ensefalopati  hepatikum (EH). Namun di RSCM dan RSUD Koja belum pernah diteliti apakah pada pasien sirosis hati dengan ensefalopati memang ditemukan peningkatan Kadar amonia darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Kadar amonia darah pada pasien sirosis hati dengan ensefalopati dan menilai presisi alat Ammoniachecker kit II.Metoda. Semua pasien sirosis hati yang berkunjung ke RSCM dan RSUD koja dalam periode Juni-Agustus 2009dievaluasi. Kriteria inklusi adalah sirosis hati dengan ensefalopati, yang diukur dengan tes critical flicker frequency(CFF). Nilai CFF <39 Hz dinyatakan sebagai ensefalopati. Kadar amonia darah diukur dengan ammonia checker kitII. Nilai normal adalah < 54 tmol/L. Presisi alat Ammonia checker II dinilai dengan memeriksa 10 pasien sirosis hatisebanyak masing-masing 2 kali pemeriksaanHasil. Didapatkan 28 orang penderita sirosis hati, 26 (92,9%) laki-laki dan 2 (7,1%) perempuan yang memenuhiKriteria ensefalopati dan bersedia diperiksa kadar amonia darahnya. Sebagian  besar (67.9%) berusia 40-60 tahun,dan hampir semua (92,9%) child B. Hasil amonia darah semua diatas normal, bervariasi antara 87- 205 tmol/Ldengan rata-rata 133,7±32,2 tmol/L. Hasil uji presisi terhadap 10 pasien sirosis adalah kedua hasil berkolerasisignifikan (p=0,037,r=0.439).Kesimpulan: Didapatkan peningkatan amonia darah pada semua pasien dengan ensefalopati (tes CFF <39 Hz).Presisi ammonia checker II terhadap 10 pasien sirosis hati adalah baik (p<0.05) Keywords: Sirosis hati, ensefalopati, tes crtical flicker frequency, kadar amonia, Ammonia checker kit II    
Nilai Diagnosis N-Terminal Prohormone of Brain Natriuretic Peptide untuk Mendeteksi Gagal Jantung Kronik Diastolik pada Pasien Hemodialistis Rutin Todung Donald Aposan Silalahi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v18i46.895

Abstract

Abstrak Gagal jantung merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dunia dan menjadi faktor penyebab utama mordibitas dan mortalitas. Di Amerika lima juta penduduk terdiagonis gagal jantung kongestif dan terdapat 500.000 kasus baru tiap tahun dimana sekitar 40-60% menderita gagal jantung diastolik. Gagal jantung dibedakan menjadi 2 bagian yaitu gagal jantung sistolik lebih baik daripada disfungsi sistolik. Pada tahun 2001, European Society of Cardiology, mengeluarkan suatu algoritma untuk gagal jantung dan disfungsi ventrikel kiri, di mana N-terminal Prohormone of Brain Natriuretic Peptide ( NT-proBNP) merupakan salah satu metode pemeriksaan yang rutin untuk mendiagnosis gagal jantung. Di dalam tubuh, sekresi NT- proBNP sama banyaknya dengan sekresi BNP, sehingga dapat digunakan untuk petanda gagal jantung.Kata kunci: NT-proBNP, gagal jantung diastolik, hemodialisis
Anestesi Regional Intravena(Bier's Block) Paulus Sulistiono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v18i46.896

Abstract

Abstrak Anesti regional intravena merupakan teknik anestesi regional yang ditujukan untuk operasi pada daerah ekstremitas tubuh. Teknik ini bekerja dengan prinsip memblok darah yang menuju ekstremitas dengan menggunakan tourniquet kemudian menyuntingkan anestasi lokal pada daerah tersebut untuk menginduksi anestesi. Pada pemakaiannya sudah terdapat beberapa modifikasi untuk meminilasi beberapa keterbatasan yang ditimbulkan oleh teknik ini. Di susunlah artikel ini yang membahas mengenai aplikasi klinis, kontraindikasi, prosedur pelaksanaan, anestesi lokal pilihan, komplikasi, dan adjuvan untuk mengatasi komplikasi dari anestesi regional intravena.Kata kunci: anestesi regional intravena, bier’s block, nyeri tourniquet
Escherichia coli O157:H7 Pembawa Shiga Like Toxin Donna Mesina Rosadini Pasaribu
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v18i46.897

Abstract

Abstrak: Eschericha coli O157:H7 merupakan strain Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC), patogen yang dapat menyebabkan kolitis hemoragik, sindrom uremia hemolitik, penyakit gagal ginjal akut disertai dengan anemia hemolotik mikroangiopatik dan trombositopenia. EHEC menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi E.coli O157:H7 dari manusia ke manusia atau hewan reservoar dengan cara fekal oral.   Verotoksin (VT) adalah toksin shigella dysentriae (Stx)  yang dipindahkan oleh bakteriofaga ke starin EHEC O157:H7. Toksin shiga yang dihasilkan EHEC O157:H7 disebut Shiga Like Toxin(SLT). SLT EHEC O157:H7 adalah suatu mulekul protein 70 kDa, terdiri atas subunit A tunggal 32 kDa yang berfungsi untuk menghentikan sintesis protein dengan cara inaktivasi subunit A tunggal 32 kDa yang berfungsi untuk menghentikan sintesis protein dengan cara inaktivasi subunit ribosom 60S dan 5 subunit B masing-masing 7.7 kDa. Subunit B berfungsi mengikat toksin dengan reseptor glikolipid di dalam sel. Aktivas toksin mengakibatkan terhentinya sintesis sel, penumpukan sel-sel mati dan diare berdarah.  Untuk mendeteksi E. Coli O157:H7 dapat dilakukan kultur spesimen pada Sarbitol MacConkey (SMAC) agar dengan kombinasi imunomagnetik, sedangkan deteksi antigen O dan H dilakukan secara serologi dengan antiserum O157 dan H7, deteksi genom  (gen stx, gen eae, plasmid pO157, gen hemolisin) dilakukan melalui PCR dan uji DNA probe.Kata Kunci: Escherichia coli O157:H7, Shiga Like Toxin, Verotokosin, diare berdarah. 
Bilirubinometri Transkutaneus Riska Habriel Ruslie; Darmadi .
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v18i46.898

Abstract

abstrakjaundice atau hiperbilirubinemia sering terjadi pada neonatus. walaupun kebanyakan  kasus tidak berbahaya, hiperbilirubinemia berat dapat menyebabkan kernikterus, yang dapat di cegah jika hiperbilirubinemia diindefikasikan sejak dini dan di tatalaksanakan dengan tepat. Disusun lah artikel ini yang membahas mengenai jaundice pada neonatus dan penggunaan  bilirubinometri transkutaneus untuk deteksi neonatus yang berisiko hiperbilirubinemia berat. pemeriksa bilirubin transkutaneus (TcB) adalah pilihan untuk skrining neonatus jika ada risiko secara kelinis terjadi hiperbilirubinemia.kata kunci: bilirubinometri transkutaneus, neonatus, skrining

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue