cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014" : 6 Documents clear
Pengaruh Tekanan Telapak Kaki Bagian Depan terhadap Pemakaian Hak Tinggi dan Indeks Massa Tubuh Mahasiswi FKUI 2011 Handy Winata; Deswaty Furqonita; I Nyoman Murdana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1013

Abstract

AbstrakPendahuluan. Pada saat berdiri, beban berat badan di titik tumpu telapak kaki akan dibagi rata padabagian depan oleh tulang sesamoid pada kapitulum ossi metatarsal I serta kapituli osseum metatarsalII-IV dan bagian belakang telapak kaki oleh prosessus medialis tuberis kalkanei. Hal ini akan berbedaapabila memakai hak tinggi, pada keadaan seperti ini tekanan akan lebih besar pada kaki bagiandepan. Perbedaan atau adanya masalah IMT pada seseorang juga dapat mengakibatkan perubahanperubahananatomik yang akan mempengaruhi tekanan telapak kaki, ketika berdiri normal ataupunketika memakai hak tinggi, yang akan memberi beban lebih besar pada kaki bagian depan. Tujuan.Menilai tekanan telapak kaki bagian depan pada pemakaian hak tinggi dan menilai tekanan telapakkaki bagian depan pada perbedaan IMT subjek penelitian. Metode. Survei deskriptif analitik denganpendekatan potong lintang. Hasil. Pada pengaruh tekanan telapak kaki bagian depan terhadap IMTnormal dan tinggi didapat hasil uji analisis dengan P = 0,000. Dan pada pada pengaruh tekanantelapak kaki bagian depan terhadap hak tinggi, tanpa hak dengan hak 5 cm, tanpa hak dengan hak 12cm, dan hak 5 cm dengan hak 12 cm didapat hasil uji analisis kesemuanya dengan P = 0,000.Kesimpulan. Terdapat pengaruh tekanan telapak kaki bagian depan terhadap pemakaian hak tinggidan IMT.Kata kunci : tekanan telapak kaki, sepatu hak tinggi, indeks massa tubuh.AbstractIntroduction. While standing, weight load on the pivot foot will be shared equally at the front by asesamoid bone on the metatarsal capitulum ossi osseum capituli metatarsal I and II-V and the backfoot by a medial processus tuberis calcanei. It would be different if wearing high heel, at this positionplantar pressure will be greater on the forefoot. Difference or a problem on someone BMI can resultin anatomic changes that will affect the pressure supported by the pivot foot, when standing normal orwhen wearing high heel, such as the use of high heels which will give greater pressure to forefoot.The aim of this research is to determine, how the effect of wearing high heel and body mass index toforefoot plantar pressure. Methods. Descriptive analytic survey with a cross-sectional design.Results. Effect of forefoot plantar pressure at different BMI acquired from analysis results with P =0.000. and effect of forefoot plantar pressure when wearing high heel, no wearing with high heel 5cm, no wearing with high heel 12 cm, and high heel 5 cm with high heel 12 cm, acquired fromanalysis results with P = 0.000. Conclusion. Forefoot plantar pressure have a effect of different BMIand when wearing high heel.Keywords: plantar pressure, high-heeled shoes, body mass index.
Profil Kolelitiasis pada Hasil Ultrasonografi di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Suzanna Ndraha; Helena Fabiani; Henny Tannady Tan; Marshell Tendean
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1014

Abstract

bstrakLatar Belakang. Kolelitiasis (penyakit batu empedu) menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Namun diagnosisnya sulit ditegakan karena sebagian besar tidak menimbulkan gejala. Teknik pencitraan ultrasonografi (USG) pada pasien berisiko tinggi merupakan metoda yang penting dalam diagnosis awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien kolelitiasis berdasarkangambaran USG. Metoda.Penelitian potong lintang retrospektif dilakukan pada pasien kolelitiasis yang diagnosis berdasarkan hasil USG pada periode April 2012 sampai dengan September 2012. Di data usia, jenis kelamin, keluhan klinis, dan gambaran USG. Data dianalisis dan disajikan dalam diagram. .Hasil. Sebanyak 87 pasien didiagnosis kolelitiasis dengan usia rerata 45,6. Prevalensi pada pasienperempuan lebih banyak daripada laki-laki (57,47 %), dengan usiarata-rata di atas 40 tahun (80,46 %). Sejumlah 68,97%merupakan pasien yang dikirim dari ruang rawat inap. Keluhan klinis terbanyak yang ditemukan adalah dispepsia (42,53%). Kolelitiasis multipel merupakan gambaran USG terbanyak yang ditemukan (36,78%), dimana 73,56%pasien tidak menunjukkan komplikasi danhanya 22,99 % saja yang menunjukkan komplikasi kolesistitis .Kesimpulan. Penyakit batu empedu di RSUD Koja terjadilebihbanyakpadapasienperempuanberusia lebih dari 40 tahun dengan keluhan klinis dispepsia, dan didapatkan gambaran kolelitiasis multipel tanpa komplikasi pada hasil USG. Kata kunci: kolelitiasis, keluhan, gambaran USGAbstract Background.Cholelithiasis is the main substantial burden on health care systems in worldwide. Diagnosis of cholelithiasis can easily be missed or misinterpreted because most of all cases areasymptomatic. Ultrasound imaging plays important role in the initial diagnosisof cholelithiasis inhigh-risk patients. The study aims to describe analysis of the clinical presentation in whichcholelithiasis was diagnosed on imaging by using ultrasound.Method. A retrospective review was done of all cases of cholelitiasis recorded in reports of the ultrasound results during the period April 2012 to September 2012. Age, gender, clinical complaint, and ultrasound findings were evaluated. Result. Eighty-seven patients were diagnosed with cholelithiasis with the mean age at diagnosis is45.6. The prevalence was higher in women than men (57.47 %), where the highest prevalence aged isabove 40 (80.46 %). Most of patients were sent from inpatient ward (68.97 %). The most clinical complaint was dyspepsia (42.53 %). The ultrasound results showed multiple cholelithiasis (36.78 %).As much as 73.56 % patients did not show any complication from ultrasound result and only 22.99 %patients showed cholecystitis.Conclusion.The most common involved age group for cholelithiasis was above 40 years with a female predominance. Multiple cholelithiasis without any complication was found tobe the most commonpresentation of ultrasound results. Keywords: Cholelithiasis, symptom, ultrasound result
Infark Miokard Perioperatif Suparto .; Cindy E. Boom
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1015

Abstract

Abstrak Kejadian infark miokard perioperatif/perioperative myocardial infarct (PMI) sering dijumpai pada pasien dengan faktor resiko jantung yang menjalani tindakan operasi. Pencegahan PMI menjadi sangat penting untuk memberikan hasil yang baik dari suatu operasi. Pada dasarnya patofisiologi terjadinya PMI dapat berupa suatu ruptur plak atau akibat ketidakseimbangan pasokan dan kebutuhan oksigen. Terapi untuk PMI ditujukan pada stabilisasi plak dan menjaga keseimbangan oksigen tersebut. Mendiagnosa suatu PMI memerlukan monitoring jantung, baik melalui perubahan EKG, transesophageal echocardiography (TEE) maupun biomarker. Tinjauan pustaka ini berisi tentang mekanisme, diagnosis pilihan terapi sertatatalaksana dalam penanganan infark miokard perioperatif.Kata kunci: Infark miokard perioperatif, terapi, monitoring, pencegahan  AbstractPerioperative myocardial infarct (PMI) is a common event in patients with cardiac riskfactors undergoing surgery. Prevention of a PMI is very important in improvingpostoperative outcome. Basically, there are two mechanisms of PMI, due to plaque rupture or oxygen supply-demand imbalance. Management of PMI is to address these two causes, which are plaque stabilization and maintaining the balance of oxygen supply-demand. Diagnosis of PMI however, needs a careful monitoring, either from recognizing the ECG changes, TEE or from the cardiac biomarkers. These report will discuss the mechanism, diagnosis, therapeutic options and management of perioperative myocardial infarct.Key words: Perioperative myocardial infarct, therapy, monitoring, prevention
Farmakoterapi Mutakhir Keganasan Yasavati Kurnia
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1016

Abstract

AbstrakAkhir-akhir ini kasus keganasan meningkat dengan pesat, terutama kanker paru-paru,menjadi penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung. UICC (Union for International Cancer Control) telah mendeklarasikan Debunk the Myth of Cancer dalam peringatan Hari Kanker Sedunia2014.Dalam dekade akhir ini, banyak kemajuan dalam mengenali patofisiologi kanker, sehinggaditemukan sediaan-sediaan baru yang dibuat berdasarkan imunologis misalnya sediaan biologis,sediaan antiangiogenesis, sediaan target dan lain-lain. Diharapkan dengan sediaan–sediaan ini yanglebih efektif, pemberiannya dapat per-oral satu kali sehari, sehingga meningkatkan kepatuhanpenderita. Dengan demikian dapat memperpanjang masa survival dari penderita kanker.Masih diperlukan banyak penelitian lain yang akan semakin memberikan kenyamanan bagipenderita kanker yang biasanya sudah ditakuti dengan “momok kemoterapi”, sehingga menghindar dari pengobatan rasional dan lari ke pengobatan alternatif.Kata kunci: mitos kanker, patofisiologi kanker, sediaan baru antikanker AbstractsThe incedence of malignancy is increasing fast in recent years, especially lung cancer, whichnow the second cause of mortality after cardiovaskular diseases. UICC (Union for International Cancer Control) declared “Debunk the myth of cancer” as the topioc of this year World Cancer day 2014. In recent years there has been marked progress in understanding the pathophysiology of cancer, since then nemerous new anticancer have been developed based on anti-inflamation, imunologies pro- perties and angiogenesis process. Most of this new anticancer can be deliveredoral, given once a day and can make patient’s compliance better. With this new development in anticancer therapy, we hope the survival rate will prolonged and Cancer patients will not take “alternative therapy” because their are afraid of Chemotherapy.Key Words: Cancer Myth, Pathophysiology of canc
Peranan Kanal Ion Miokardium pada Kelistrikan Jantung William .
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1017

Abstract

AbstrakKanal ion miokardiummerupakan suatu saluran yang terbuat dari protein sehingga ion dapat bergerakkeluar masuk sel menuruni gradien elektrokimianya. Berdasarkan sifat selektifitasnyakanal ionmiokardiumdapat dibagi menjadi kanal ion natrium, kanal ion kalsium dan kanal ion kalium. Ketigakanal ion tersebut memiliki peran masing-masing dalam pembentukan potensial aksi padamiokardium. Mutasi pada gen pembentuk kanal ion tersebut menyebabkan gangguan fungsi pada kanal ion miokardium, suatu keadaan yang dinamakan Channelopathy bawaan. Gangguan fungsi inimenyebabkan kelistrikan jantung tidak berjalan dengan baik dan dapat mengakibatkan kematianmendadak. Kata kunci: Kanal ion, Potensial aksi, ChannelopathyAbstractMyocardial ion channel is a channel that allow ions to in or out of the cell follow theirelectrochemical gradient. Myocardial ion channel can be divided according their selectivity, into: sodium, calcium and potassium ion channel. This channel shape action potential in cardiac muscle. Mutation in genes that encoding this ion channel (Inherited Channelopathy) can cause disruption in heart electrical activity and eventually can cause sudden cardiac death.Key words: Ion channel, Action potential, Channelopathy 
Diagnosis dan Penatalaksanaan Fibroadenoma Payudara Ni Putu Yudiartini Putri; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1018

Abstract

AbstrakFibroadenoma merupakan tumor jinak pada payudara perempuan yang paling umum ditemukan.Penyebab pasti fibroadenoma tidak diketahui. Namun, terdapat beberapa faktoryangdikaitkandengan penyakit ini, antara lain peningkatanmutlakaktivitasestrogen. Fibroadenoma berkembangdari unit lobular duktus terminal karena proliferasitak terkendali dari komponen epitel dan stroma yangmelibatkan bagian darijaringan sekitarnya. Fibroadenoma memilikiduapuncak insiden:pada dekade ketiga dan kelima kehidupan, tetapi mereka juga dapat terjadi setelahmenopause sebagaiakibatdari terapisulih hormon. Fibroadenoma dapatditemukan sebagai nodul diskret, biasanyasoliter, dapat digerakkan secara bebas, dan berukuran 1-10 cm. Tumor jinak jenis ini dapatdidiagnosis banding dengan tumorfilodes, papiloma intraduktal, dan kista payudara. Pilihan terapiyang dapat dilakukan antara lain operasi eksisi, cryanoablasi, dan Radiofrequency ablation.Tinjauanpustaka inibertujuan untuk memberi gambaran dasar fibroadenoma payudara.Kata kunci:diagnosis, penatalaksanaan, fibroadenomaAbstract Fibroadenoma is the mostcommon benign tumors in the breast. The exactetiology is unknown.However, there are severalfactorsassociatedwith this disease, among others,isthe absoluteincreaseofestrogenactivity.Fibroadenoma occurred fromterminalductlobularunitdue touncontrolled proliferationofepithelialand stromal components involvingpartofthe surroundingtissue. Incidenceoffibroadenomas has two peaks:in third andfifth decadesoflife, buttheyalsocan occur after menopause as a result of hormone replacementtherapy . Fibroadenomacould befoundasdiscretenodules, usuallysolitary,freely movabl, and measuring 1-10 cm. Thistypeofbenign tumor canbe differentialdiagnosed with phyllodestumor, intraductalpapilloma, and breastcysts. Therapeuticoptionsaresurgicalexcision,cryanoablasi, and radiofrequencyablation. Thisliterature review aims toprovide a basic overview of breast fibroadenoma.Key Words:diagnosis, management, fibroadenoma

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue